Wednesday, December 14, 2011

Diari 343 – Dunia Mikro Yang Jarang Kita Lihat…

Pada saya ilmu Allah itu sangat luas, dan sebab itu budaya ilmu dalam Islam ialah belajar hingga ke liang lahad.

Setelah tamat mengendalikan program Young Khalifah jam 6.00 petang 9 Disember 2011, malam itu juga jam 11.00 malam saya bertolak ke Bendang Man Kedah untuk mengikuti kursus Mikro- Fotografi.

Pada saya ia sangat bagus kerana kita akan mengenali makhluk Allah yang halus yang berbagai-bagai rupanya.

IMG_8941

Antara manfaat yang kita akan dapat ialah, kita akan lebih menghormati kehidupan makhluk kecil ini ketika kita dapat melihat rupa mereka dan cuba mengikuti serba sedikit kehidupan mereka.

IMG_8945

Barang kali, inilah perasaan Nabi Sulaiman ketika menghormati golongan semut yang meminta semua warganya masuk ke lubang agar tidak dipijak oleh tentera Nabi Sulaiman. Mendengar perbualan mereka, Nabi Sulaiman memerintahkan agar tenteranya berhati-hati ketika melangkah agar tidak memijak semut yang ada.

IMG_8947

Melihat serangga kecil seperti ini, teringat saya surah an-Namli ayat 18- 19

18. Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";

19. maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo'a: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni'mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".

IMG_8950

Sesungguhnya, melihat alam kecil ini menjadikan kita lebih mengagumi Allah yang Maha Pencipta

IMG_8966

“Jumper” sang lincah yang agak susah untuk mengambil gambarnya

IMG_8974

Yang ini saja “test” ambil gambar subjek berlatar belakang awan

IMG_8968

Di dalam dewan kursus

IMG_8999

Alhamdulillah, satu lagi cabang ilmu Allah yang dapat diterokai

“Diari Merakam Sejarah Mencatat Kenangan”

al-faqir Ila Rabbihi

Muhamad bin Abdullah

Putra Heights

18 Muharram 14 Disember 2011 jam 8.30 pagi

5 comments:

Anonymous said...

Ustaz,
Saya ada menanam beberapa pokok limau kasturi & limau perut untuk makan sendiri, tapi selalu tengok ada ulat beluncas & belalang makan daun2 tu...Togel sampai pokok2 tu.

Kadang2 saya halau saja, esoknya datang lagi.

Nak bunuh ke atau sedekahkan aje?

School Of Tots said...

Anon, Jangan jadi pembunuh !!

Anonymous said...

Tima kasih ye SOT, saya cuba insyaAllah. Yg tak sengaja tu tak dapat nak tolong.
Apa lah sangat kan sbb saya tanam pokok2 tu utk kegunaan sendiri bukan utk komersial.

Saya share le sikit2 dgn binatang2 tu.. Semuga Allah jadikan ni salah satu amal saleh bagi saya.

Bluncas tu kalau jadi kupu2 memang cantik!!

Anonymous said...

Assalam ustaz,

Alhamdulillah! Allahu Akbar! Terima kasih share dengan kita.

Sykuran

AJ

paklah said...

Bentuk pertama “BACA DENGAN PERTANYAAN”
Pertanyaan dimulai dgn bukti nyata ayat pertama yang diwahyukan oleh Allah S.W.T kpd junjungan besar Rasullullah s.a.w kenyataan dasar dalam surat Al-Alaq ayat:1

“iqra’ bismirabbikal lazi khalaq. Bacalah Dengan Nama Tuhan yang menjadikan engkau (Surah 96, al-’Alaq:1)

Berasaskan kenyataan ayat ini maka:
Tanya: Bagaimanakah cara membacanya?
Jawab: Bacalah dgn kata:
Bismillahir rahmanir rahim (Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang)
Al-Fatihah ayat:1

Berdasarkan kenyataan ayat dlm surah Al-Fatihah ayat 1 maka:
Tanya: Mengapa mesti berkata begitu?
Jawab: Untuk memuji Allah, tuhan kamu dgn berkata:
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. (Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian Alam)
Al-Fatihah ayat:2

Berdasarkan kenyataan ayat dlm surah Al-Fatihah ayat 2 maka:
Tanya: Siapakah dia Allah, tuhan sekalian Alam?
Jawab: Itulah Dia, Diri Zat yang bersifat:
Arrahmanir rahim,. (Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang)
Al-Fatihah ayat:3

Berdasarkan kenyataan ayat dlm surah Al-Fatihah ayat 3 maka:
Tanya: Lalu siapakah Dia yang sebenarnya, Zat yang sehebat itu?
Jawab: Dialah Raja segala raja, Raja dalam kehidupan manusia sehari-hari:
Malikiyaumiddin.. (Raja sehari-hari dalam kehidupan)
Al-Fatihah ayat:4

Berdasarkan kenyataan ayat dlm surah Al-Fatihah ayat 4 maka:
Tanya: Lantas bagaimana pentingnya dia kepada kita?
Jawab: Supaya kita berbakti kepada-Nya dan mendapatkan pertolongan dengan menegaskan kata:
Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in. (Hanya kepada engkau kami berbakti dan hanya kepada Engkau kami meminta pertolongan)
Al-Fatihah ayat:5

Berdasarkan kenyataan ayat dlm surah Al-Fatihah ayat 5 maka:
Tanya: Baiklah pertolongan seperti apa yang Dia berikan kepada kita?
Jawab: Pertolongan yang paling berharga yaitu petunjuk (hidayah) dan jalan untuk kehidupan yang diajarkan-Nya dengan berkata:
Ihdinassiratal mustaqim.. (tunjukkanlah kami jalan yang lurus)
Al-Fatihah ayat:6

Berdasarkan kenyataan ayat dlm surah Al-Fatihah ayat 6 maka:
Tanya: Bagaimanakah bentuk jalan yang lurus-petunjuk yg dimaksudkan itu?
Jawab: jalan nikmat seperti yang dikurniakan orang-orang terdahulu, yaitu jalan yang di redhai-Nya serta jalan terhindarnya diri seseorang dari golongan orang-orang yang dimurkai oleh Tuhannya pada hakikat firman Allah:
Siratallazina an’amta ‘alaihim. Gairil magdubi ‘alaihim waladdalin (Jalan seumpama mereka yang Engkau berikan nikmat dan tidaklah mereka itu dari kalangan orang-orang yang dimurkai dan disesatkan)
Al-Fatihah ayat:7
Wallaahu a’lam Ya Rabbal ‘aalamin..

Perhatian:
Pertanyaan penulis kepada generasi penerus.
Berdasarkan panduan cara pertanyaan2 dibuat, apakah generasi penerus dapat merasakan bahawa susunan ayat-ayat Al-quran (surat 1, Al-Fatihah 1-7) adalah satu susunan ayat-ayat yang benar2 tersusun, rapi serta terkait erat maknanya antara satu ayat dgn ayat lainnya. Sehingga membuat manusia mudah untuk memahami al-Quran? jika dapat dirasakan hal demikian, bacalah Al-Quran, kerana ia adalah mukjizat agung dari Tuhan semesta alam…

*** petikan dari Al Fathun Nawa – Dr. Halo-N

http://al-fathunnawa.blogspot.com