Monday, June 10, 2019

PESONA DZAHRA Asmaul Husna Penyelesai Masalah Keluarga (Al-Khofidh - Allah Merendahkan) -admin

867 comments:

1 – 200 of 867   Newer›   Newest»
Anonymous said...

Al Bari

https://youtu.be/sanZpu2EmQY



Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas nyata,

engkau akan dapat melihat pada muka orang-orang yang kafir itu tanda marah dan benci,

hampir-hampir mereka hendak menerkam dan menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka.

Katakan: "Jika demikian, mahukah, aku khabarkan kepada kamu: yang lebih buruk lagi daripada apa yang telah menyebabkan kemarahan kamu itu?

Ialah neraka yang telah dijanjikan oleh Allah kepada orang-orang yang kafir,

dan itulah seburuk-buruk tempat kembali! "

Wahai umat manusia,

inilah diberikan satu misal perbandingan,

maka dengarlah mengenainya dengan bersungguh-sungguh.

Sebenarnya mereka yang kamu seru dan sembah,

yang lain dari Allah itu,

tidak sekali-kali akan dapat mencipta seekor lalat walaupun mereka berhimpun beramai-ramai untuk membuatnya;

dan jika lalat itu mengambil sesuatu dari mereka,

mereka tidak dapat mengambilnya balik daripadanya.

(Kedua-duanya lemah belaka), lemah yang meminta (dari mendapat hajatnya),

dan lemah yang diminta (daripada menunaikannya).

Mereka (yang kafir musyrik) itu tidak menghormati Allah menurut penghormatan yang selayaknya (sebagaimana yang ditetapkanNya);

sesungguhnya Allah adalah Maha Kuat, lagi Maha Kuasa.

Anonymous said...

Ar Rahman


Tidakkah engkau mengetahui bahawa Kami telah menghantarkan Syaitan-syaitan kepada orang-orang kafir,

untuk menggalakkan mereka mengerjakan perbuatan kufur dan maksiat dengan bersungguh-sungguh?

Oleh itu, janganlah engkau segera marah terhadap mereka yang ingkar itu,

kerana sesungguhnya kami hanya menghitung hari yang sedikit sahaja bilangannya untuk mereka.

(Ingatlah) hari Kami himpunkan orang-orang yang bertaqwa untuk mengadap (Allah) Ar-Rahman, dengan berpasuk-pasukan.

Dan Kami akan menghalau orang-orang yang bersalah ke neraka Jahannam, dalam keadaan dahaga.

Mereka tidak berhak mendapat dan memberi syafaat, kecuali orang yang telah mengikat perjanjian (dengan iman dan amal yang soleh) di sisi Allah yang melimpah-limpah rahmatNya!.

Dan mereka yang kafir berkata:

"(Allah) Ar-Rahman, mempunyai anak."

Demi sesungguhnya, kamu telah melakukan satu perkara yang besar salahnya!

Oleh itu, demi Allah!

Sesungguhnya Kami akan himpunkan mereka yang kafir itu beserta syaitan-syaitan di Padang Mahsyar, kemudian Kami akan bawa mereka duduk berlutut di keliling neraka Jahannam.

Sesudah itu, sesungguhnya kami akan cabut dari tiap-tiap golongan, mana-mana orang yang sangat derhaka kepada (Allah) Ar-Rahman, di antara mereka.

Kemudian, sesungguhnya Kami lebih mengetahui akan orang-orang yang lebih patut diseksa dan dibakar dangan api neraka.

Dan tiada seorangpun di antara kamu melainkan akan sampai kepadanya; (yang demikian) adalah satu perkara yang mesti (berlaku) yang telah ditetapkan oleh Allah Taala.

Kemudian Kami akan selamatkan orang-orang yang bertaqwa,

dan kami akan biarkan orang-orang yang zalim (dengan kekufurannya dan maksiatnya) tinggal berlutut di dalam neraka itu.

Anonymous said...

Al Hasib


Dan sesungguhnya mereka telah menjalankan rancangan jahat mereka (untuk menentang Islam),

sedang di sisi Allah ada balasan bagi rancangan jahat mereka,

walau rancangan jahat mereka itu, dapat melenyapkan gunung-ganang sekalipun.

Oleh itu, janganlah engkau menyangka Allah memungkiri janjiNya kepada Rasul-rasulNya;

sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Sedia Membalas (orang-orang yang menderhaka kepadaNya).

(Ingatlah) masa hari bumi ini diganti dengan yang lain,

demikian juga langit; dan manusia semuanya keluar berhimpun mengadap Allah,

Yang Maha Esa, lagi Maha Kuasa.

Dan engkau akan melihat orang-orang yang berdosa pada ketika itu diberkas dengan belenggu.

Pakaian mereka dari belangkin (minyak tar),

dan muka (serta seluruh badan) mereka diliputi oleh jilatan api neraka.

(Keluarnya manusia dari kubur masing-masing itu ialah) kerana Allah akan membalas tiap-tiap seorang apa yang ia telah usahakan;

sesungguhnya Allah amat cepat hitungan HisabNya.

(Al-Quran) ini disampaikan kepada manusia supaya mereka diberi ingat dan diberi nasihat

dan supaya mereka mengetahui (dengan hujjah-hujjah yang tersebut di dalamnya) bahawa sesungguhnya Allah Maha Esa;

dan supaya orang-orang yang mempunyai fikiran,

beringat dan insaf.

Anonymous said...

Al Mudzil


Patutkah orang-orang (munafik) yang ada penyakit (syak, ragu-ragu) dalam hatinya:

menyangka bahawa Allah tidak sekali-kali akan mendedahkan perasaan dendam dan hasad dengki mereka?

Dan sekiranya Kami kehendaki, tentulah Kami akan memperkenalkan mereka kepadamu, lalu engkau tetap mengenalinya dengan tanda-tanda (yang menjadi sifat) mereka;

dan demi sesungguhnya, engkau akan mengenali mereka dari gaya dan tutur katanya.

Dan (ingatlah kamu masing-masing), Allah mengetahui segala apa yang kamu lakukan.

Orang-orang yang berdosa dapat dikenal dari tanda-tandanya, lalu dipegang dari atas kepala dan kakinya (serta diseret ke neraka);

(Lalu dikatakan kepada mereka): "Inilah neraka Jahannam yang selalu orang-orang yang berdosa mendustakannya ".

Mereka (terus diseksa) berulang-ulang di antara api neraka dengan air yang menggelegak yang cukup masak panasnya!

Dan orang yang takut akan keadaan dirinya di mahkamah Allah (untuk dihitung amalnya), disediakan baginya dua Syurga, -

Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Allah yang kamu dustakan?

Ar-Rahmaan

Anonymous said...

Al-Waliy Yang Maha Melindungi

Al-Mumit Yang Mematikan

Sesungguhnya engkau akan mati, dan sesungguhnya mereka juga akan mati.

Kemudian, sesungguhnya kamu semua, pada hari kiamat, akan bertengkar berhujah di hadapan Allah.

(Apabila berlaku yang demikian), maka nyatalah bahawa tidak ada yang lebih zalim daripada orang yang mereka-reka perkara-perkara yang dusta terhadap Allah,

dan mendustakan kebenaran sebaik-baik sahaja kebenaran itu disampaikan kepadanya.

Bukankah (telah diketahui bahawa) dalam neraka Jahannam disediakan tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?

Dan (nyatalah bahawa) yang membawa kebenaran (tauhid dan hukum agama) serta dia (dan pengikut-pengikutnya) mengakui kebenarannya (dengan mematuhi hukum itu), mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.

Disediakan untuk mereka apa yang mereka kehendaki, di sisi Allah; demikianlah balasan orang-orang yang berusaha memperbaiki amal perbuatannya.

(Limpah kurnia yang demikian, diberikan kepada orang-orang yang bertaqwa) kerana Allah hendak menghapuskan dari mereka (kalaulah ada) seburuk-buruk amal perbuatan yang mereka telah lakukan, serta membalas mereka, akan pahala mereka, dengan balasan yang lebih baik dari apa yang mereka telah kerjakan.

Bukankah Allah cukup untuk mengawal dan melindungi hambaNya (yang bertaqwa)?

Dan mereka menakut-nakutkanmu dengan makhluk yang mereka sembah yang lain dari Allah.

Dan (ingatlah) sesiapa yang disesatkan oleh Allah (dengan pilihannya yang salah), maka tidak ada sesiapapun yang dapat memberi hidayah petunjuk kepadanya.

Dan sesiapa yang diberi hidayah petunjuk oleh Allah (dengan sebab pilihannya yang benar), maka tidak ada sesiapapun yang dapat menyesatkannya.

Bukankah Allah Maha Kuasa, lagi berhak membalas dengan azab seksa (kepada golongan yang bersalah)?

Anonymous said...

88 Al-Ghaniyu Yang Maha Kaya



Dan janganlah engkau merasa dukacita disebabkan kata-kata mereka yang ingkar itu;

kerana sesungguhnya segala kekuasaan tertentu bagi Allah; Dia lah Yang Maha Mendengar, lagi Yang Maha Mengetahui.

Ingatlah! Sesungguhnya bagi Allah jualah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi dan bahawa mereka yang menyembah makhkuk yang lain Allah sebagai sekutuNya,

mereka tidak menurut (sesuatu keyakinan), mereka hanya menurut sangkaan semata-mata, dan mereka hanyalah orang-orang yang sentiasa berdusta.

Dia lah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu berehat padanya, dan menjadikan siang terang-benderang (supaya kamu berusaha).

Sesungguhnya perubahan malam dan siang itu mengandungi tanda-tanda (yang menunjukkan kekuasaan Allah) bagi kaum yang mahu mendengar (keterangan-keterangan yang tersebut dan mengambil pelajaran daripadanya).

Mereka berkata: "Allah mempunyai anak"

Maha Suci Allah (dari apa yang mereka katakan itu)!

Dia lah Yang Maha Kaya

segala yang ada di langit dan yang ada di bumi adalah kepunyaanNya;

tidaklah ada sebarang keterangan di sisi kamu yang membuktikan apa yang kamu dakwakan itu.

Mengapa kamu berani mengatakan terhadap Allah, apa yang kamu tidak mengetahuinya?

Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan sesuatu yang dusta terhadap Allah, tidak akan berjaya".

(Apa yang mereka beroleh hanya) kesenangan di dunia,

kemudian kepada Kamilah tempat kembalinya mereka.

Kemudian Kami akan rasakan mereka azab yang berat disebabkan perbuatan kufur yang mereka lakukan.

Anonymous said...

Al-'Adl - Al Latifun - Al Qawiyyun - Al Aziz


Dan sesungguhnya Allah mengetahui akan orang-orang yang beriman,

dan sesungguhnya Allah mengetahui akan orang-orang yang munafik.

Dan berkata pula orang-orang yang kufur ingkar kepada orang-orang yang beriman:

"Ikutlah jalan agama kami, dan kami sedia menanggung kesalahan-kesalahan kamu (kalau kamu mengira perbuatan itu salah)".

Padahal mereka tidak akan dapat menanggung kesalahan orang-orang yang bersalah itu sedikitpun, dan sesungguhnya mereka adalah berdusta.

Dan sesungguhnya mereka akan menanggung beban-beban dosa mereka

dan beban-beban (dosa orang-orang yang mereka sesatkan) bersama-sama dengan beban-beban dosa mereka sendiri;

dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat kelak tentang apa yang mereka pernah ada-adakan secara dusta itu

Dan orang-orang yang berhujah menyangkal dan membantah tentang kebenaran agama Allah sesudah disambut dan diterima agamaNya itu -

bantahan (dan tuduhan palsu) mereka itu sia-sia belaka di sisi Allah.

Dan mereka pula ditimpa kemurkaan (dari Allah) serta mereka beroleh azab seksa yang seberat-beratnya.

Allah yang menurunkan Kitab Suci dengan membawa kebenaran, dan menurunkan keterangan yang menjadi neraca keadilan.

Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui? Boleh jadi hari kiamat itu sudah hampir (masa datangnya).

Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat itu meminta (secara mengejek-ejek) supaya disegerakan kedatangannya,

dan (sebaliknya) orang-orang yang beriman merasa takut ngeri kepadanya serta mereka mengetahui dengan yakin bahawa ia adalah benar.

Ketahuilah! Sesungguhnya orang-orang yang membantah mengenai hari kiamat itu, tetap berada dalam kesesatan yang jauh terpesong.

Allah Maha Lembut tadbirNya (serta melimpah-limpah kebaikan dan belas kasihanNya) kepada hamba-hambaNya;

Ia memberi rezeki kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut peraturan yang telah ditetapkan),

dan Dia lah Yang Maha Kuat, lagi Maha Kuasa.

Anonymous said...

Al Ahad As Somad


Dan orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Allah dan pertemuan denganNya, mereka tetaplah akan menjadi orang-orang yang putus asa dari rahmatKu;

dan mereka pula akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

Kemudian, seruan Nabi Ibrahim tidak dijawab oleh kaumnya melainkan dengan kata-kata (tentangan yang keras):

"Bunuhlah dia atau bakarlah dia".

Maka Allah selamatkan Nabi Ibrahim dari api (yang disediakan oleh kaumnya).

Sesungguhnya peristiwa yang demikian, mengandungi tanda-tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah) bagi kaum yang (mahu) beriman.

Dan Nabi Ibrahim berkata pula (kepada kaumnya):

"Perbuatan kamu menyembah berbagai berhala, tidak menyembah Allah itu,

hanyalah kerana menjaga hubungan kasih mesra di antara kamu masing-masing dalam kehidupan dunia ini;

kemudian pada hari kiamat kelak setengah kamu akan membantah setengahnya yang lain,

dan setengah kamu pula akan melaknatkan setengahnya yang lain;

dan (kesudahannya) tempat kembali kamu ialah neraka,

dan kamu tidak akan beroleh sesiapapun yang dapat memberikan pertolongan".

Anonymous said...

Al Sami' Al Basir



Sesungguhnya sejahat-jahat makhluk yang melata, pada sisi (hukum dan ketetapan) Allah,

ialah orang-orang yang pekak lagi bisu, yang tidak mahu memahami sesuatupun (dengan akal fikirannya).

Dan di antara mereka (yang ingkar) itu, ada yang datang mendengar ajaranmu (dengan tidak mendapat faedah sedikitpun sebagai orang pekak);

maka engkau tidak berkuasa menjadikan orang-orang yang pekak itu mendengar, juga kalau mereka menjadi orang-orang yang tidak mahu memahami perkara yang didengarnya.

Dan di antara mereka pula ada yang memandang kepada perkara-perkara yang engkau tunjukkan (tetapi mereka tidak nampak kebenarannya sebagai orang buta);

maka engkau tidak berfaedah menunjuk jalan kepada orang-orang yang buta, juga kalau mereka menjadi orang-orang yang tidak mahu melihat (perkara yang engkau tunjukkan itu).

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya manusia sedikitpun, akan tetapi manusia jualah yang menganiaya diri mereka sendiri.

Anonymous said...

Al Syakur Al Wahid Al Hamid Al Muntaqim



Bertanyalah (kepada orang-orang musyrik itu):

"Siapakah yang memberi rezeki kepada kamu dari langit dan bumi?"

Terangkanlah jawabnya: "Ialah Allah

dan sesungguhnya (tiap-tiap satu golongan), sama ada golongan kami ahli tauhid atau golongan kamu ahli syirik - (tidak sunyi daripada salah satu dari dua keadaan):

keadaan tetapnya di atas hidayah petunjuk atau tenggelamnya dalam kesesatan yang jelas nyata ".

Dan sesungguhnya jika engkau bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu: "

Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?"

Sudah tentu mereka akan menjawab: "Allah".

Ucapkanlah: "Alhamdulillah" (sebagai bersyukur disebabkan pengakuan mereka yang demikian - tidak mengingkari Allah),

bahkan kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakikat tauhid dan pengertian syirik).

Dan (sebaliknya) orang-orang yang kapir, maka kecelakaanlah bagi mereka, dan (Allah) mensia-siakan amal-amal mereka.

Berlakunya yang demikian, kerana sesungguhnya mereka tidak menyukai apa yang diturunkan oleh Allah (mengenai ajaran tauhid dan hukum-hukum syarak yang diterangkan di dalam Al-Quran),

lalu Allah menggugurkan amal-amal mereka.

Anonymous said...

Al Hafiz - Al Muqit - Ar Raqib - Al Hakim - As Syahid



Dan di bandar (tempat tinggal kaum Thamud) itu, ada 9 orang yang semata-mata melakukan kerosakan di bumi (dengan berbagai-bagai maksiat) dan tidak melakukan kebaikan sedikitpun.

Mereka berkata (sesama sendiri):

"Hendaklah kamu masing-masing bersumpah dengan nama Allah,

bahawa sesungguhnya kita akan membunuh Soleh dan pengikut-pengikutnya secara mengejut pada waktu malam, kemudian kita akan berkata kepada warisnya: `

Kami tidak hadir (di tempat) pembunuhan (Soleh apalagi membunuhnya atau membunuh) pengikut-pengikutnya, dan sesungguhnya kami adalah berkata benar '. "

Dan (dengan demikian) mereka telah merancangkan rancangan jahat,

dan Kami pula rancangkan balasannya dengan seburuk-buruk balasan, sedang mereka tidak menyedarinya.

Maka lihatlah bagaimana akibat rancangan jahat mereka, iaitu Kami telah hancurkan mereka dan kaum mereka semuanya.

Kesudahannya rumah-rumah mereka itu telah runtuh ranap, dengan sebab mereka berlaku zalim;

sesungguhnya kejadian yang demikian mengandungi pelajaran yang mendatangkan iktibar bagi orang-orang yang mahu mengetahui (akan sebab dan musababnya).

Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman, serta yang selalu bertaqwa.

Anonymous said...

Al Hakam

Al Mujib

Al Wakil

Al Malik


Dan tiap-tiap seorang manusia Kami kalongkan bahagian nasibnya di lehernya,

dan pada hari kiamat kelak Kami akan keluarkan kepadanya kitab (suratan amalnya) yang akan didapatinya terbuka (untuk di tatapnya).

(Lalu Kami perintahkan kepadanya): "Bacalah Kitab (suratan amalmu), cukuplah engkau sendiri pada hari ini menjadi penghitung terhadap dirimu (tentang segala yang telah engkau lakukan)".

Sesiapa yang beroleh hidayah petunjuk (menurut panduan Al-Quran), maka sesungguhnya faedah petunjuk yang didapatinya itu hanya terpulang kepada dirinya sendiri,

dan sesiapa yang sesat maka sesungguhnya kesan buruk kesesatannya hanya ditanggung oleh dirinya juga.

Dan seseorang yang boleh memikul, tidak akan memikul dosa perbuatan orang lain (bahkan dosa usahanya sahaja).

Dan tiadalah Kami mengazabkan sesiapapun sebelum Kami mengutuskan seorang Rasul (untuk menerangkan yang benar dan yang salah).

Dan apabila sampai tempoh Kami hendak membinasakan penduduk sesebuah negeri,

Kami perintahkan (lebih dahulu) orang-orang yang melampau dengan kemewahan di antara mereka (supaya taat),

lalu mereka menderhaka dan melakukan maksiat padanya;

maka berhaklah negeri itu dibinasakan, lalu kami menghancurkannya sehancur-hancurnya.

Allah menjanjikan orang-orang munafik lelaki dan perempuan serta orang-orang kapir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya.

Cukuplah neraka itu menjadi balasan mereka; dan Allah melaknatkan mereka, dan bagi mereka azab seksa yang kekal.

(Nasib kamu hai orang-orang munafik) adalah sama dengan nasib orang-orang sebelum kamu (yang telah dibinasakan),

mereka lebih kuat serta lebih banyak harta benda dan anak pinak daripada kamu;

seterusnya mereka telah bersenang-senang dengan bahagian mereka;

maka kamu pula telah bersenang-senang dengan bahagian kamu sebagaimana orang-orang yang sebelum kamu itu bersenang-senang dengan bahagiannya;

dan kamu pula telah memperkatakan (perkara yang salah dan dusta) sebagaimana mereka memperkatakannya.

Mereka yang demikian, rosak binasalah amal-amalnya (yang baik) di dunia dan di akhirat, dan merekalah orang-orang yang rugi.

Anonymous said...

Al Muhaimin

Al Jabbar

Al Khobir

Al Mu'id

Al Qodir

(Sesudah itu Nabi Musa hadapkan kemarahannya kepada Samiri lalu) bertanya:

"Apa hal kau wahai Samiri?"

Ia menjawab:

" Aku mengetahui dan menyedari apa yang tidak diketahui oleh mereka,

lalu aku mengambil segenggam dari kesan jejak Rasul itu, kemudian aku mencampakkannya; dan demikianlah aku dihasut oleh hawa nafsuku".

Sesungguhnya Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan beramal soleh ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; sesungguhnya Allah melakukan apa yang ditentukanNya.

Sesiapa yang menyangka bahawa Allah tidak sekali-kali akan menolong Nabi Muhammad dalam dunia ini dan di akhirat kelak,

maka hendaklah ia menghulurkan tali (serta mengikatnya) di bumbong rumahnya,

kemudian hendaklah ia menjerut lehernya (supaya ia mati tercekek);

dalam pada itu hendaklah ia memikirkan lebih dahulu,

adakah tipu dayanya itu dapat menghapuskan sebab-sebab yang menimbulkan kemarahannya?

Dan demikianlah pula Kami menurunkan Al-Quran itu sebagai ayat-ayat keterangan yang jelas nyata;

dan sesungguhnya Allah memberi hidayah petunjuk kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut peraturan dan undang-undangNya).

Anonymous said...

Al Wasi'ul

Al Alim

Al Azim

Al Wali

Al Hadi



Sesungguhnya ini ialah kisah-kisah yang benar;

dan tiada yang berhak sesungguhnya Allah; dan (ingatlah) Allah, Dia lah jua Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

Kemudian kalau mereka berpaling (enggan menurut), maka sesungguhnya Allah sentiasa Mengetahui akan orang-orang yang berbuat kerosakan.

Katakanlah: "Wahai Ahli Kitab, marilah kepada satu Kalimah yang bersamaan antara kami dengan kamu,

iaitu kita semua tidak menyembah melainkan Allah,

dan kita tidak sekutukan denganNya sesuatu jua pun;

dan jangan pula sebahagian dari kita mengambil makhluk atau sebahagian yang lain untuk dijadikan

orang-orang yang dipuja

dan didewa-dewakan selain dari Allah".

Kemudian jika mereka (Ahli Kitab itu) berpaling (enggan menerimanya)

maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah kamu bahawa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam".

Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu berani memperdebatkan tentang (agama) Nabi Ibrahim, padahal Taurat Injil Alquran tidak diturunkan melainkan kemudian daripada (zaman) Ibrahim;

patutkah (kamu berdegil sehingga) kamu tidak mahu menggunakan akal?

Ingatlah! Kamu ni orang-orang (bodoh),

kamu telah memajukan bantahan tentang perkara yang kamu ada pengetahuan mengenainya (yang diterangkan perihalnya dalam Kitab Taurat dan Alquran,

maka mengapa kamu membuat bantahan tentang perkara yang tidak ada pada kamu sedikit pengetahuan pun bersabit dengannya?

Dan (ingatlah), Allah mengetahui (hakikat yang sebenarnya) sedang kamu tidak mengetahuinya.

Bukanlah Nabi Ibrahim itu seorang pemeluk agama Yahudi, dan bukanlah ia seorang pemeluk agama Kristian, Sunni, Wahabi,

tetapi ia seorang yang tetap di atas dasar Tauhid sebagai seorang Muslim (yang taat dan berserah bulat-bulat kepada Allah), dan ia pula bukanlah dari orang-orang musyrik.

Sesungguhnya orang-orang yang hampir sekali kepada Nabi Ibrahim (dan berhak mewarisi agamanya) ialah orang-orang yang mengikutinya dan juga Nabi (Muhammad) ini serta orang-orang yang beriman (umatnya - umat Islam).

Dan (ingatlah), Allah ialah Pelindung dan Penolong sekalian orang-orang yang beriman.

Segolongan dari Ahli Kitab suka dan berangan-angan

kiranya mereka dapat menyesatkan kamu;

padahal mereka tidak akan menyesatkan melainkan dirinya sendiri,

dan mereka pula tidak menyedari (akibat yang buruk itu).

Anonymous said...

Al Malik-ul-Mulk


Katakan: Ya Allah! Ampunkanlah kesilapanku,

dan kurniakanlah kepadaku sebuah kerajaan (yang tidak ada taranya dan) yang tidak akan ada pada sesiapapun kemudian daripadaku;

sesungguhnya Engkaulah yang sentiasa Melimpah kurniaMu ".

Maka (Kami kabulkan permohonannya lalu) Kami mudahkan baginya menggunakan angin yang bertiup perlahan-lahan menurut kemahuannya, ke arah mana sahaja yang hendaK ditujunya;

Dan (Kami mudahkan baginya memerintah) Jin Syaitan;

(ia memerintah) golongan-golongan yang pandai mendirikan bangunan, dan yang menjadi penyelam (bagi menjalankan kerja masing-masing).

Dan Jin-jin Syaitan yang lain dipasung dalam rantai-rantai belenggu.

(Serta Kami katakan kepadanya): " Inilah pemberian Kami (kepadamu),

maka berikanlah (kepada sesiapa yang engkau suka),

atau tahankanlah pemberian itu;

(terserahlah kepadamu) dengan tidak ada sebarang hitungan (untuk menyalahkanmu) ".

Dan sesungguhnya ia mempunyai kedudukan yang dekat lagi mulia di sisi Kami,

serta tempat kembali yang sebaik-baiknya (pada hari akhirat kelak).


Ya Zal Jalali Wal Ikram

Anonymous said...

Al Haqq Al Muhsi


Katakanlah: "Mengembaralah kamu di muka bumi,

kemudian perhatikanlah bagaimana buruknya kesudahan orang-orang yang berdosa itu".

Dan janganlah engkau berdukacita terhadap (keingkaran) mereka (yang kafir itu,)

dan janganlah engkau resah-gelisah disebabkan Tipudaya yang mereka lakukan.

Dan mereka bertanya: "Bilakah berlakunya azab yang telah dijanjikan itu, jika betul kamu orang-orang yang benar?"

Katakanlah: "Dipercayai tidak lama lagi akan datang kepada kamu sebahagian dari azab yang kamu minta disegerakan itu".

Dan sesungguhnya Allah sentiasa melimpah-ruah kurniaNya kepada umat manusia seluruhnya tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur.

Dan sesungguhnya Allah sedia mengetahui apa yang terpendam dalam hati mereka

dan apa yang mereka nyatakan (dengan tutur kata dan perbuatan).

Dan tiada sesuatu perkara yang ghaib di langit dan di bumi,

melainkan tertulis dalam Kitab yang terang nyata.




https://www.hmetro.com.my/mutakhir/2019/06/466069/budak-3-tahun-mangsa-ke-15-meninggal-dunia

Penjaga Nyawa, Akal, Keturunan?



Anonymous said...

Al-Wakil Yang Maha Pentadbir Urusan Agama Islam


Katakanlah (wahai Muhammad):

"Hai orang-orang kafir"

"Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

"Dan kamu tidak mahu menyembah (Allah) yang aku sembah.

"Dan aku tidak akan beribadat secara kamu beribadat.

"Dan kamu pula tidak beribadat cara aku beribadat.

"Bagi kamu agama kamu, dan bagiku agamaku.

Bagi kamu sunnah kamu, bagi aku sunnah aku.".

Anonymous said...

Al Quddus


Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa orang yang mempersekutukanNya dengan sesuatu (apa jua),

dan akan mengampunkan yang lain daripada kesalahan (syirik) itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut peraturan hukum-hukumNya);

dan sesiapa yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu (apa jua),

maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang amat jauh.

Apa yang mereka sembah yang lain dari Allah itu, hanyalah berhala-berhala (makhluk-makhluk yang lemah),

dan mereka (dengan yang demikian) tidak menyembah melainkan Syaitan yang derhaka;

Yang telah dilaknat oleh Allah,

dan yang telah mengatakan:

"Demi sesungguhnya, aku akan mengambil dari kalangan hamba-hambaMu,

bahagian yang tertentu untuk menjadi pengikut dan penyembahku

Anonymous said...

Al-Musawwir Al Mubdi Al Ghafur


Wahai orang-orang yang beriman!

Janganlah kamu memandai-mandai (melakukan sesuatu perkara, mengeluarkan fatwa)

sebelum (mendapat hukum atau kebenaran) Allah dan RasulNya;

dan bertaqwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.

(Al-Hujuraat 49:1)

Wahai orang-orang yang beriman!

Janganlah kamu mengangkat suara kamu melebihi suara Nabi,

dan janganlah kamu menyaringkan suara (dengan lantang) semasa bercakap dengannya sebagaimana setengah kamu menyaringkan suaranya semasa bercakap dengan setengahnya yang lain.

(Larangan yang demikian) supaya amal-amal kamu tidak hapus pahalanya, sedang kamu tidak menyedarinya.

Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya semasa mereka berada di sisi Rasulullah (s.a.w), -

merekalah orang-orang yang telah dibersihkan Allah hati mereka untuk bertaqwa; mereka beroleh keampunan dan pahala yang besar.

Sesungguhnya orang-orang yang memanggilmu dari luar bilik-bilik (tempatmu, wahai Muhammad),

kebanyakan mereka tidak mengerti (adab dan tertib).

Dan kalaulah mereka bersabar menunggu sehingga engkau keluar menemui mereka,

tentulah cara yang demikian lebih baik bagi mereka; dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

Wahai orang-orang yang beriman!

Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu fatwa, hukum baru atau berita,

maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya,

supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan hukum, denda bayaran dan perkara yang tidak diingini -

dengan sebab kejahilan dan kebodohan kamu (mengenai agama) -

sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan.

(Al-Hujuraat 49:6)

Anonymous said...

Al Jami' Al Darr Ar Rasyid


Dan (sungguh menghairankan), bagaimana mereka meminta keputusan hukum kepadamu,

padahal di sisi mereka ada Kitab Al Quran yang mengandungi hukum Allah,

kemudian mereka berpaling pula sesudah itu (dari hukumanmu)?

Dan (sebenarnya) mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Al Quran, yang mengandungi petunjuk dan cahaya yang menerangi;

dengan Kitab itu nabi-nabi yang menyerah diri (kepada Allah) menetapkan hukum bagi orang-orang Yahudi,

dan (dengannya juga) ulama mereka dan pendita-penditanya (menjalankan hukum Allah),

sebab mereka diamanahkan memelihara dan menjalankan hukum-hukum dari Kitab Allah itu,

dan mereka pula adalah menjadi penjaga dan pengawasnya (dari sebarang perubahan). O

leh itu janganlah kamu takut kepada manusia tetapi hendaklah kamu takut kepadaKu (dengan menjaga diri dari melakukan maksiat dan patuh akan perintahKu);

dan janganlah kamu menjual (membelakangkan) ayat-ayatKu dengan harga yang sedikit (kerana mendapat rasuah,

pangkat dan lain-lain keuntungan dunia);

dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah (kerana mengingkarinya),

maka mereka itulah orang-orang kafir.

Anonymous said...

Al-Wahhab Yang Maha Penganugerah

Al-Razzaq Yang Maha Pemberi Rezeki


Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan

(meminda atau mengubah) apa-apa keterangan Kitab Suci Al Quran yang telah diturunkan oleh Allah,

dan membeli dengannya keuntungan dunia yang sedikit faedahnya,

mereka itu tidak mengisi dalam perut mereka selain dari api neraka,

dan Allah tidak akan berkata-kata kepada mereka pada hari kiamat,

dan Ia tidak membersihkan mereka (dari dosa),

dan mereka pula akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan meninggalkan petunjuk (agama Allah),

dan (membeli) azab seksa neraka dengan meninggalkan keampunan Allah.

Maka sungguh ajaib kesanggupan mereka menanggung seksa api neraka itu.

Anonymous said...

Al Mukmin Yang Maha Melimpahkan Keamanan


"Dan janganlah kamu taati perintah orang-orang yang melampaui batas, -

"Iaitu orang-orang yang melakukan kerosakan di bumi dan tidak membuat kebaikan".

Mereka menjawab: "Sesungguhnya engkau ini hanyalah salah seorang dari golongan yang kena sihir!

"Engkau hanyalah seorang manusia seperti kami;

oleh itu, bawakanlah satu tanda (mukjizat) jika betul engkau dari orang-orang yang benar".

Nabi Soleh berkata: "Ini adalah seekor unta betina,

(di antara cara-cara hidupnya ialah) air, sungai, jeram, kali kamu hendaklah menjadi bahagian minumnya sehari, dan bahagian kamu sehari, menurut giliran yang tertentu.

"Dan janganlah kamu menyentuhnya dengan sesuatu yang menyakitinya;

(jika kamu menyakitinya) maka akibatnya kamu akan dibinasakan oleh azab seksa hari yang besar (huru-haranya)".

Akhirnya mereka menikam, meracun mati unta itu, kemudian mereka menyesal (setelah melihat kedatangan bala bencana).

Lalu mereka ditimpa azab yang membinasakan.

Sesungguhnya peristiwa yang demikian mengandungi satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah);

dan dalam pada itu, kebanyakan mereka tidak juga mahu beriman.

Dan sesungguhnya Allah, Dia lah sahaja Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani.

Anonymous said...

Al-Fattah, Maha Pembuka Perbicaraan Dan Pemutus Hukuman

Al A'lim

Az Zahir

Al Batin


Wahai orang-orang yang beriman!

Diwajibkan kamu menjalankan hukuman "Qisas" (balasan yang seimbang) dalam perkara orang-orang yang mati dibunuh, terbunuh, diracun, disihir, disantau

iaitu: orang merdeka dengan orang merdeka,

dan hamba dengan hamba,

dan perempuan dengan perempuan.

Maka sesiapa (pembunuh) yang dapat sebahagian keampunan dari saudaranya (pihak yang terbunuh),

maka hendaklah orang yang mengampunkan itu) mengikut cara yang baik (dalam menuntut ganti nyawa),

dan (si pembunuh pula) hendaklah menunaikan bayaran ganti nyawa itu) dengan sebaik-baiknya.

Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Allah serta suatu rahmat kemudahan.

Sesudah itu sesiapa yang melampaui batas (untuk membalas dendam pula)

maka baginya azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

Dan kami telah tetapkan atas mereka di dalam kitab Taurat dan Al Quran itu,

bahawa jiwa dibalas dengan jiwa,

dan mata dibalas dengan mata,

dan hidung dibalas dengan hidung,

dan telinga dibalas dengan telinga,

dan gigi dibalas dengan gigi,

dan luka-luka hendaklah dibalas (seimbang).

Tetapi sesiapa yang melepaskan hak membalasnya, maka menjadilah ia penebus dosa baginya;

dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan Allah,

maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Anonymous said...

Al-Wajid

Al Awwal

Al Akhir

Al Muta'ali


Lalu ia menghimpunkan orang-orangnya dan menyeru, -

Dengan berkata:

"Akulah Tuhan Kamu, yang tertinggi".

Maka Allah menyeksa Firaun di akhirat dan di dunia ini, dengan azab yang menakutkan sesiapa yang mengetahuinya.

Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi pelajaran yang mendatangkan iktibar bagi orang-orang yang takut (melanggar perintah Allah).

(Wahai golongan yang ingkarkan kebangkitan hidup semula!)

Kamukah yang sukar diciptakan atau langit? Allah telah membinanya (dengan Kukuh)!

Ia telah meninggikan bangunan langit itu lalu menyempurnaKannya,

Dan Ia menjadikan malamnya gelap-gelita, serta menjadikan siangnya terang-benderang.

Dan bumi sesudah itu dihamparkannya (untuk kemudahan penduduknya), -

Ia mengeluarkan dari bumi itu: airnya dan tumbuh-tumbuhannya;

Dan gunung-ganang pula dikukuhkan letaknya (di bumi, sebagai pancang pasak yang menetapnya);

(Semuanya itu) untuk kegunaan kamu dan binatang-binatang ternak kamu.

Maka apabila datang hari yang bencananya amat besar, -

Iaitu hari manusia akan mengingati apa yang telah diusahakannya, -

Dan neraka diperlihatkan kepada sesiapa sahaja yang dapat melihatnya, -

Maka (dapatlah masing-masing mengetahui kesudahannya);

adapun orang yang melampau (perbuatan derhakanya), -

Serta ia mengutamakan kehidupan dunia semata-mata, -

Maka sesungguhnya neraka Jahanamlah tempat kediamannya.

Anonymous said...

Al Halim Al Jalil


Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka (yang telah mereka lakukan),

dan apa yang di belakang mereka (yang akan mereka lakukan);

dan mereka tidak memohon syafaat melainkan bagi sesiapa yang diredhai Allah; dan mereka pula sentiasa cemas takut daripada ditimpa azabNya.

Dan (jika ada) sesiapa di antara mereka berkata:

"Sesungguhnya aku ialah tuhan selain dari Allah",

maka yang berkata sedemikian itu, Kami akan membalasnya dengan (azab) neraka jahannam;

demikianlah Kami membalas golongan yang zalim.

Dan tidakkah orang-orang kafir itu memikirkan dan mempercayai bahawa sesungguhnya langit dan bumi itu pada asal mulanya bercantum (sebagai benda yang satu),

lalu Kami pisahkan antara keduanya?

Dan Kami jadikan dari air, tiap-tiap benda yang hidup?

Maka mengapa mereka tidak mahu beriman?

Anonymous said...

Al-Badi' Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya


https://youtu.be/OB7WZfDUwk0



Anonymous said...

(As Sabur) Yang Maha Penyabar


Dan Allah mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu zahirkan.

Dan makhluk-makhluk yang mereka pertuhankan selain dari Allah itu tidak dapat menciptakan sesuatupun, bahkah merekalah yang diciptakan.

Makhluk-makhluk itu tetap akan mati, bukanlah kekal hidup;

dan mereka tidak mengetahui bilakah masing-masing akan dibangkitkan (menerima balasan).

(yang berhak disembah) ialah Allah yang (Maha Esa);

oleh itu, orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat:

hati mereka ingkar dan sikap zahir mereka sombong takbur (menentang kebenaran).

Sebenarnya, bahawa Allah mengetahui akan apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka zahirkan; sesungguhnya Ia tidak suka kepada orang-orang yang sombong takbur.

Dan apabila dikatakan kepada mereka:

"Apakah yang diturunkan oleh Allah (kepada nabi Muhammad)?"

Mereka menjawab: "Cerita-cerita dongeng orang-orang dahulu kala".

(Mereka dibiarkan menuduh dengan yang demikian) supaya mereka memikul dosa-dosa mereka dengan sepenuhnya pada hari kiamat,

dan juga memikul sebahagian dari dosa orang-orang pengikut-pengikut yang mereka sesatkan dengan tidak berdasarkan pengetahuan yang benar;

sesungguhnya amatlah buruknya dosa-dosa yang mereka lakukan itu.

Sebenarnya orang-orang yang terdahulu dari mereka telah menjalankan rancangan jahat (terhadap agama Allah dan Rasul-rasulNya);

maka Allah binasakan bangunan (rancangan jahat) mereka dari asas-asasnya, lalu bumbung (bangunan itu) jatuh menimpa ke atas mereka,

dan mereka pula didatangi azab kebinasaan dari arah yang mereka tidak menyedarinya.

Kemudian pada hari kiamat, Allah menghinakan mereka (dengan azab seksa) sambil bertanya:

"Mana dia sekutu-sekutu@tuhan-tuhan selain Aku yang kamu berperi-peri memusuhi (Nabi-nabi dan orang-orang yang beriman) untuk membela mereka?"

(Pada ketika itu) berkatalah orang-orang yang beroleh ilmu pengetahuan:

"Sesungguhnya kehinaan hari ini dan azab seksa, adalah tertimpa kepada orang-orang yang kapir;

(Iaitu) mereka yang diambil nyawanya oleh malaikat dalam keadaan mereka menganiaya diri sendiri (dengan kekufurannya)."

Lalu mereka tunduk menyerah (ketika melihat azab sambil berkata):

"Kami tiada melakukan sesuatu kejahatan".

(Malaikat menjawab): "Bahkan (kamu ada melakukannya); sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan apa yang kamu telah kerjakan".

"Oleh itu, masukilah pintu-pintu neraka, tinggal kekallah kamu di dalamnya;

maka sesungguhnya (neraka itu) seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong takbur".

Anonymous said...

Al-Wadud


Dan orang-orang kapir pula berkata (sesama sendiri secara mengejek-ejek):

"Mahukah, kami tunjukkan kepada kamu seorang lelaki yang memberitakan kepada kamu: `

(Bahawa apabila kamu dihancurkan sehancur-hancurnya sesudah mati), sesungguhnya kamu akan dihidupkan semula dalam bentuk kejadian yang baru? '

"Adakah ia berdusta terhadap Allah, atau ia kena penyakit gila?"

(Tidak ada satupun) bahkan orang-orang yang tidak percaya kepada hari akhirat tetap beroleh (di sana) azab seksa yang seburuk-buruknya

dan (di sini) tetap berada dalam kesesatan yang jauh terpesong.

(Setelah mereka mengejek-ejek dan membuat tuduhan-tuduhan itu)

tidakkah mereka melihat apa yang ada di hadapan mereka dan yang ada di belakang mereka dari langit dan bumi (dapatkah mereka melarikan diri)?

Jika Kami kehendaki nescaya Kami timbuskan mereka di bumi, atau Kami gugurkan atas mereka ketul-ketul dan serpihan-serpihan dari langit (yang akan membinasakan mereka).

Sesungguhnya yang demikian mengandungi satu tanda (yang memberi keinsafan)

bagi tiap-tiap hamba Allah yang mahu kembali kepadanya (dengan taat dan berbakti).

Anonymous said...

Ar Rafik Al Qabidh


Sesungguhnya Allah mengetahui segala rahsia di langit dan di bumi; sesungguhnya Ia mengetahui akan segala (isi hati) yang terkandung di dalam dada.

Dia lah yang menjadikan kamu orang-orang yang berkuasa di muka bumi silih berganti;

oleh itu sesiapa yang kufur ingkar maka balasan kufurnya itu akan menimpa dirinya sendiri;

dan orang-orang yang kafir, kufurnya tidak menambahkan mereka di sisi Allah melainkan kemurkaan dan kehinaan;

dan juga orang-orang yang kafir itu, kufurnya tidak menambahkan mereka melainkan kerugian jua.

Katakanlah: "Sudahkah kamu mengetahui kekuasaan dan kelayakan makhluk-makhluk yang kamu jadikan tuhan-tuhan yang kamu seru dan sembah selain Allah?

Tunjukkanlah kepada Aku apa yang mereka telah ciptakan dari bahagian bumi ini?.

Atau adakah mereka mempunyai sebarang perkongsian (dengan Allah) dalam mencipta dan menguruskan langit?

Atau pernahkah Kami memberi mereka sebuah Kitab (mengakui mereka menjadi kongsi Kami), maka (dengan itu menjadilah) perkongsian mereka berdasarkan keterangan yang terdapat dari Kitab itu? "

(Tidak ada sesuatu alasan pun) bahkan orang-orang yang zalim itu,

terpedaya dengan kata-kata tipu yang disebutkan oleh setengahnya kepada yang lain,

kata-kata yang hanya menjanjikan perkara yang tidak benar.

Anonymous said...

Al Khaliq Al Mutakabbir


(Setelah selesai kejadian Adam) maka sujudlah sekalian malaikat, semuanya sekali, -

Melainkan Iblis; ia berlaku sombong takbur (mengingkarinya) serta menjadilah ia dari golongan yang kapir.

Setelah diketahui demikian maka tidaklah patut disamakan Allah yang berkuasa mengawas, tiap-tiap diri dan mengetahui akan apa yang telah diusahakan oleh diri-diri itu,

(dengan makhluk yang tidak bersifat demikian).

Dalam pada itu, mereka yang kafir telah menjadikan beberapa makhluk sebagai sekutu bagi Allah.

Katakanlah (wahai Muhammad): "Namakanlah kamu akan tuhan(yang kamu sembah itu)?

Atau adakah kamu hendak memberi tahu kepada Allah akan apa yang tidak diketahuiNya di bumi?

Atau adakah kamu menamakannya dengan kata-kata yang lahir (sedang pada hakikatnya tidak demikian)?"

Bahkan sebenarnya telah diperhiaskan oleh Iblis bagi orang-orang yang kapir itu akan kekufuran dan tipu daya mereka (terhadap Islam),

dan mereka pula disekat oleh hawa nafsu mereka daripada menurut jalan yang benar.

Dan (ingatlah) sesiapa yang disesatkan oleh Allah (dengan pilihannya yang salah) maka tidak ada sesiapapun yang dapat memberi hidayah petunjuk kepadanya.

Dan sesungguhnya Iblis telah dapati sangkaannya tepat terhadap mereka,

iaitu mereka menurutnya,

kecuali sebahagian dari orang-orang yang beriman (yang tidak terpedaya kepada hasutannya).

Dan sememangnya tiadalah bagi Iblis sebarang kuasa untuk menyesatkan mereka,

melainkan untuk menjadi ujian bagi melahirkan pengetahuan Kami

tentang siapakah yang benar-benar beriman kepada hari akhirat

dan siapa pula yang ragu-ragu terhadapnya.

Dan (ingatlah) Allah sentiasa mengawal serta mengawasi tiap-tiap sesuatu.

Anonymous said...

Al Matin Al Khafidh

Al Hayyu Al Qoyyum



Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Kami berfirman kepada malaikat:

"Sujudlah kamu kepada Adam";

lalu mereka sujud melainkan iblis;

dia adalah berasal dari golongan jin,

lalu ia menderhaka terhadap perintah Allah.

Oleh itu, patutkah kamu hendak menjadikan iblis dan keturunannya sebagai sahabat-sahabat karib yang menjadi pemimpin selain daripadaKu?

Sedang mereka itu ialah musuh bagi kamu.

Amatlah buruknya bagi orang-orang yang zalim: pengganti yang mereka pilih itu.

`Dan (ketahuilah wahai kaum kami!

Bahawa sesungguhnya: tertinggilah kebesaran dan keagungan Allah daripada beristeri atau beranak.

`Dan (dengan ajaran Al-Quran nyatalah) bahawa sesungguhnya:

(ketua) yang kurang akal pertimbangannya dari kalangan kita telah mengatakan terhadap Allah kata-kata yang melampaui kebenaran;

`Dan bahawa sesungguhnya (nyatalah kesalahan) kita menyangka bahawa manusia dan jin tidak sekali-kali akan berani mengatakan sesuatu yang dusta terhadap Allah.

`Dan bahawa sesungguhnya adalah (amat salah perbuatan) beberapa orang dari manusia,

menjaga dan melindungi dirinya dengan meminta pertolongan kepada ketua-ketua golongan jin,

kerana dengan permintaan itu mereka menjadikan golongan jin bertambah sombong dan jahat.

`Dan bahawa sesungguhnya (tidaklah benar) manusia menyangka sebagaimana yang kamu sangka, bahawa Allah tidak sekali-kali mengutuskan sebarang Rasul

`Dan bahawa sesungguhnya kami telah berusaha mencari berita langit,

lalu kami dapati langit itu penuh dengan pengawal-pengawal yang sangat kuat kawalannya, dan (dengan rejaman-rejaman) api yang menyala.

Anonymous said...

Al Baqi' Al Warith


Wahai orang-orang yang beriman!

Bahawa sesungguhnya arak,

dan judi,

dan pemujaan berhala,

dan mengundi nasib dengan batang-batang anak panah,

adalah (semuanya) kotor (keji) dari perbuatan Syaitan.

Oleh itu hendaklah kamu menjauhinya supaya kamu berjaya.

Sesungguhnya Syaitan itu hanyalah bermaksud mahu menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu dengan sebab arak dan judi,

dan mahu memalingkan kamu daripada mengingati Allah dan daripada mengerjakan sembahyang.

Oleh itu, mahukah kamu berhenti (daripada melakukan perkara-perkara yang keji dan kotor itu atau kamu masih berdegil)?

Maka disebabkan kezaliman yang amat besar dari perbuatan orang-orang Yahudi,

Kami haramkan atas mereka makanan yang baik-baik yang pernah dihalalkan bagi mereka,

dan disebabkan mereka banyak menghalang manusia dari jalan Allah.

Dan juga (disebabkan) mereka mengambil riba padahal mereka telah dilarang melakukannya,

dan (disebabkan) mereka memakan harta orang lain dengan jalan yang salah (tipu, curi, judi dan sebagainya).

Dan (ingatlah) Kami telah menyediakan bagi orang-orang yang kafir di antara mereka,

azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

Anonymous said...

Al Ghaniy

Al Mughni

An Nafi


Dan berapa banyak Kami binasakan negeri-negeri yang penduduknya telah berlaku sombong

dan tidak bersyukur dalam kehidupannya (yang serba mewah dan senang lenang).

Maka itulah dia tempat-tempat tinggal mereka terbiar tidak didiami orang sesudah mereka (dibinasakan), kecuali sedikit sahaja dan sesungguhnya Kamilah yang mewarisi mereka.

Dan tidaklah menjadi kebiasaan Kami membinasakan mana-mana negeri sebelum Kami mengutus ke ibu negeri itu seorang Rasul yang akan membacakan Alquran kepada penduduknya ayat-ayat keterangan Kami;

dan tidaklah menjadi kebiasaan Kami membinasakan mana-mana negeri melainkan setelah penduduknya berlaku zalim.

Dan apa jua (harta benda dan lain-lainnya) yang diberikan kepada kamu,

maka adalah ia merupakan kesenangan hidup di dunia dan perhiasannya;

dalam pada itu, apa jua yang ada di sisi Allah (yang disediakan untuk orang-orang yang beriman dan taat) adalah ia lebih baik dan lebih kekal;

maka mengapa kamu tidak mahu memahami?

Anonymous said...

Al-Salam


Lalu Allah wahyukan kepada hambaNya (Muhammad, dengan perantaraan malaikat Jibril) apa yang telah diwahyukanNya.

Hati (Muhammad) tidak mendustakan apa yang dilihatnya.

Jika demikian, patutkah kamu hendak membantahnya mengenai apa yang telah dilihatnya itu?

Dan demi sesungguhnya! (Muhammad) telah melihat (malaikat Jibril, dalam bentuk rupanya yang asal) sekali lagi,

Di sisi "Sidratul-Muntaha";

Yang di sisinya terletak Syurga "Jannatul-Makwa".

(Muhammad melihat jibril dalam bentuk rupanya yang asal) di " Sidratul Muntaha" itu diliputi oleh makhluk-makhluk dari alam-alam ghaib, yang tidak terhingga.

Penglihatan (Muhammad) tidak berkisar daripada menyaksikan dengan tepat (akan pemandangan yang indah di situ yang diizinkan melihatnya), dan tidak pula melampaui batas.

Demi sesungguhnya, ia telah melihat sebahagian dari sebesar-besar tanda-tanda (yang membuktikan luasnya pemerintahan dan kekuasaan) Allah.

(Setelah kamu - wahai kaum musyrik - mendengar keterangan yang membuktikan kekuasaan dan keagungan Allah)

maka adakah kamu nampak bahawa "Al-Laat" dan "Al-Uzza"?

Serta "Manaat" yang ketiga, yang bertaraf rendah lagi hina?

Anonymous said...

Al Muqsit

An Nur


Dan tidaklah sama orang buta dengan orang yang melihat.

Dan tidaklah sama gelap-gelita dengan cahaya yang terang-benderang,

Dan tidaklah sama suasana yang teduh dengan yang kencang panasnya.

Dan (Demikianlah pula) tidaklah sama orang-orang yang hidup dengan orang-orang yang mati.

Sesungguhnya Allah, (menurut undang-undang peraturanNya), dapat menjadikan sesiapa yang dikehendakinya mendengar (ajaran-ajaran Kitab Allah serta menerimanya),

dan (engkau wahai Muhammad) tidak dapat menjadikan orang-orang yang di dalam kubur mendengar (dan menerimanya).

Engkau tidak lain hanyalah seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran.

Sesungguhnya Kami mengutusmu dengan (Agama) yang benar,

sebagai pembawa berita gembira (kepada orang-orang yang beriman) dan pemberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar);

dan tidak ada, sesuatu umat pun melainkan telah ada dalam kalangannya dahulu seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran.

Dan jika mereka (yang kapir itu) mendustakanmu, (maka yang demikian itu tidaklah menjadi hal)

kerana sesungguhnya orang-orang yang terdahulu sebelum mereka telah juga mendustakan (Rasul masing-masing),

mereka telah didatangi Rasul-rasulnya dengan membawa keterangan-keterangan (mukjizat) yang nyata dan Kitab-kitab (nasihat pengajaran) serta Kitab-kitab (syariat) yang terang jelas.

Kemudian Aku timpakan orang-orang kafir itu dengan azab yang membinasakan,

maka perhatikanlah bagaimana buruknya akibat kemurkaanKu (menimpa mereka).

Anonymous said...

Al-'Afuw Ar-Rahim At-Tawwab


Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Kami tentukan bagi Nabi Ibrahim tempat Kaabah (untuk membinanya, lalu Kami berfirman kepadanya):

"Janganlah engkau sekutukan sesuatu pun denganKu,

dan bersihkanlah rumahKu (Kaabah ini) bagi orang-orang yang tawaf,

dan orang-orang yang berdiri dan yang rukuk serta yang sujud (mengerjakan sembahyang).

"Dan serukanlah umat manusia untuk mengerjakan ibadat Haji, nescaya mereka akan datang ke rumahKu dengan berjalan kaki,

dan dengan menunggang berjenis-jenis unta yang kurus yang datangnya dari berbagai jalan (dan ceruk rantau) yang jauh.

"Supaya mereka menyaksikan berbagai perkara yang mendatangkan faedah kepada mereka serta memperingati dan menyebut nama Allah, pada hari-hari yang tertentu,

kerana pengurniaanNya kepada mereka dengan binatang-binatang ternak (untuk dijadikan korban);

dengan yang demikian makanlah kamu dari (daging) binatang-binatang korban itu dan berilah makan kepada orang yang susah, yang fakir miskin.

"Kemudian hendaklah mereka membersihkan dirinya dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazarnya, dan hendaklah mereka tawaf akan Baitullah (Kaabah) yang tua sejarahnya itu".

Itulah yang wajib dipatuhi;

dan sesiapa yang menghormati hukum-hukum Allah maka yang demikian menjadi kebaikan baginya di sisi Allah.

Dan dihalalkan bagi kamu binatang-binatang ternak, kecuali yang dibacakan kepada kamu (tentang haramnya),

maka jauhilah kekotoran syirik yang disebabkan oleh penyembahan berhala,

serta jauhilah perkataan tipu dusta,

(Amalkanlah perkara-perkara itu) dengan tulus ikhlas kepada Allah, serta tidak mempersekutukan sesuatu pun denganNya;

dan sesiapa yang mempersekutukan sesuatu yang lain dengan Allah

maka seolah-olah dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau dihumbankan oleh angin ke tempat yang jauh (yang membinasakan).

Demikianlah (ajaran Allah); dan sesiapa yang menghormati Syiar-syiar agama Allah

maka (dia lah orang yang bertaqwa) kerana sesungguhnya perbuatan itu satu kesan dari sifat-sifat taqwa hati orang mukmin.

Anonymous said...

Asy-Syahid

Al-Muzill


Dan Allah akan menambahi hidayah petunjuk bagi orang-orang yang menurut jalan petunjuk;

dan amal-amal yang baik yang tetap kekal faedah-faedahnya itu, lebih baik balasan pahalanya di sisi Allah dan lebih baik kesudahannya.

Maka tidakkah engkau merasa hairan memikirkan (wahai Muhammad), akan orang yang kufur ingkar kepada ayat-ayat keterangan Kami serta ia berkata:

"Demi sesungguhnya aku akan diberikan harta kekayaan dan anak-pinak pada hari akhirat?"

Adakah ia telah mengetahui akan perkara yang ghaib?

atau adakah dia telah membuat perjanjian dengan (Allah) Ar-Rahman mengenainya?

Tidak sekali-kali!

Kami akan menulis apa yang dikatakannya,


dan Kami akan tambahi baginya dari azab seksa, berganda-ganda.

Dan Kami akan warisi (harta benda dan anak-pinak) yang dikatakannya itu,

dan dia akan datang kepada kami dengan seorang diri.

Dan mereka yang kapir menyembah benda-benda yang lain dari Allah sebagai tuhan-tuhan,

supaya benda-benda yang mereka sembah itu menjadi

penolong-penolong yang memberi kemuliaan dan pengaruh kepada mereka.

Tidak sekali-kali!

Bahkan benda-benda yang mereka pertuhankan itu mengingkari perbuatan mereka menyembahnya, dan akan menjadi musuh yang membawa kehinaan kepada mereka.

Tidakkah engkau mengetahui (Wahai Muhammad) bahawa Kami telah menghantarkan Syaitan-syaitan kepada orang-orang kafir, untuk menggalakkan mereka mengerjakan perbuatan kufur dan maksiat dengan bersungguh-sungguh?

Oleh itu, janganlah engkau segera marah terhadap mereka yang ingkar itu,

kerana sesungguhnya kami hanya menghitung hari yang sedikit sahaja bilangannya untuk mereka.

Anonymous said...

Al-Haqq Al-Jabbar



Demikianlah (janji balasan Allah yang melimpah-limpah itu).

Dan sesiapa yang membalas kejahatan orang, sama seperti yang dilakukan kepadanya, kemudian ia dianiaya lagi,

demi sesungguhnya Allah akan menolongnya. (Dalam pada itu ingatlah) sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, lagi Maha Pengampun.

(Pertolongan yang dijanjikan Allah tetap berlaku) kerana Allah berkuasa menukar gantikan sesuatu keadaan

sebagaimana kuasaNya memasukkan malam pada siang dan memasukkan siang pada malam (silih berganti); dan (ingatlah) sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Melihat.

Bersifatnya Allah dengan kekuasaan dan luas ilmu pengetahuan itu kerana bahawasanya Allah,

Dia lah sahaja Yang Sebenar-benarnya,

dan bahawa segala yang mereka sembah selain dari Allah itulah yang nyata palsunya.

Dan (ingatlah) sesungguhnya Allah jualah Yang Maha Tinggi keadaanNya, lagi Maha Besar (kekuasaanNya)

Tidakkah engkau memerhatikan bahawa Allah memasukkan malam pada siang dan memasukkan siang pada malam (silih berganti),

dan Ia memudahkan matahari dan bulan (untuk faedah makhluk-makhlukNya)?

Tiap-tiap satu dari keduanya beredar untuk suatu masa yang telah ditetapkan.

Dan (ingatlah) sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dengan mendalam akan apa yang kamu lakukan.

Bersifatnya Allah dengan penuh kekuasaan dan luas ilmu pengetahuan itu

kerana bahawasanya Allah Dia lah sahaja Yang Sebenar-benarnya,

dan bahawa segala yang mereka sembah selain dari Allah adalah palsu belaka.

Dan (ingatlah) sesungguhnya Allah Dia lah Yang Maha Tinggi keadaanNya, lagi Maha Besar (kekuasaanNya).

Misal bandingan orang-orang yang menjadikan benda-benda yang lain dari Allah sebagai pelindung-pelindung (yang diharapkan pertolongannya)

adalah seperti labah-labah yang membuat sarang (untuk menjadi tempat perlindungannya);

padahal sesungguhnya sarang-sarang yang paling reput ialah sarang labah-labah,

kalaulah mereka orang-orang yang berpengetahuan.

Sesungguhnya Allah mengetahui (kepalsuan) apa jua yang mereka sembah yang lain daripadaNya,

dan Allah jualah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

Dan misal-misal perbandingan yang demikian itu Kami kemukakan kepada umat manusia,

dan hanya orang-orang yang berilmu yang dapat memahaminya.

Allah mencipta langit dan bumi dengan cara yang layak dan berhikmat;

sesungguhnya yang demikian itu mengandungi satu tanda (yang membuktikan kebijaksanaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

Anonymous said...

Al-Hakam


Dan (ingatlah wahai Muhammad), ketika Kami mengikat perjanjian setia dengan Bani Israil (dengan berfirman):

"Janganlah kamu menyembah melainkan Allah,

dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapa,

dan kaum kerabat,

dan anak-anak yatim,

serta orang-orang miskin;

dan katakanlah kepada sesama manusia perkataan-perkataan yang baik;

dan dirikanlah sembahyang serta berilah zakat".

Kemudian kamu berpaling membelakangkan (perjanjian setia kamu itu) kecuali sebahagian kecil dari kamu;

dan sememangnya kamu orang-orang yang tidak menghiraukan perjanjian setianya.

Dan (ingatlah), ketika Kami mengikat perjanjian setia dengan kamu:

"(Bahawa) janganlah kamu menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan) sesama sendiri,

dan janganlah kamu usir-mengusir sesama sendiri dari kampung masing-masing".

Kemudian kamu telah berikrar mematuhi perjanjian setia itu, dan kamu sendiri pula menjadi saksi (yang mengakui kebenarannya).

Kemudian kamu ini, kamu berbunuh-bunuhan sesama sendiri

dan kamu usir satu puak dari kaum kamu keluar dari kampungnya;

kamu pula saling bantu-membantu (dengan orang lain) untuk menentang mereka dengan melakukan dosa dan penganiayaan;

padahal kalau mereka datang kepada kamu sebagai orang tawanan, kamu tebus mereka;

sedang perbuatan mengusir mereka diharamkan juga atas kamu.

Sesudah itu maka patutkah kamu hanya percaya kepada sebahagian (dari isi) Kitab Alquran dan mengingkari akan sebahagian yang lain?

Maka tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian itu dari antara kamu, selain dari kehinaan ketika hidup di dunia,

dan pada hari kiamat akan ditolak mereka ke dalam azab seksa yang amat berat.

Dan (ingatlah), Allah tidak sekali-kali lalai akan apa yang kamu lakukan.

Mereka itulah orang-orang yang membeli (mengutamakan) kehidupan dunia (dan kesenangannya)

dengan (meninggalkan perintah-perintah Allah yang membawa kebahagiaan dalam kehidupan) akhirat;

maka tidak akan diringankan azab seksa mereka,

dan mereka pula tidak akan diberikan pertolongan.

Anonymous said...

77. Al-Wali Yang Memerintah


Sesiapa memusuhi Allah (dengan mengingkari segala petunjuk dan perintahNya)

dan memusuhi Malaikat-malaikatNya dan Rasul-rasulNya,

khasnya malaikat Jibril dan Mikail,

(maka ia akan diseksa oleh Allah) kerana sesungguhnya Allah adalah musuh bagi orang-orang kapir.

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu (wahai Muhammad) ayat-ayat keterangan yang jelas nyata (Al-Quran), dan tidak ada yang akan mengingkarinya melainkan orang-orang yang fasik.

Patutkah (mereka ingkarkan ayat-ayat keterangan itu) dan patutkah tiap-tiap kali mereka mengikat perjanjian setia, dibuang dan dicabuli oleh segolongan dari mereka?

Bahkan kebanyakan mereka tidak beriman.

Dan apabila datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah, yang mengesahkan Alquran yang ada pada mereka,

sebahagian dari orang-orang yang telah diberikan Kitab Alquran itu melempar, membakar Kitab Allah ke belakang mereka, seolah-olah mereka tidak mengetahui (kebenarannya).

Mereka (membelakangkan Kitab Allah) dan mengikut ajaran-ajaran sihir yang dibacakan oleh puak-puak Syaitan dalam masa pemerintahan Nabi Sulaiman,

padahal Nabi Sulaiman tidak mengamalkan sihir yang menyebabkan kekufuran,

akan tetapi puak-puak Syaitan itulah yang kapir (dengan amalan sihirnya);

kerana merekalah yang mengajarkan manusia ilmu sihir dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat: Harut dan Marut, di negeri Babil (Babylon),

sedang mereka berdua tidak mengajar seseorang pun melainkan setelah mereka menasihatinya dengan berkata:

"Sesungguhnya kami ini hanyalah cubaan (untuk menguji imanmu), oleh itu janganlah engkau menjadi kafir (dengan mempelajari dan mengamalkannya)".

Dalam pada itu ada juga orang-orang mempelajari dari mereka berdua: ilmu sihir yang boleh menceraikan antara seorang suami dengan isterinya,

padahal mereka tidak akan dapat sama sekali memberi mudarat (atau membahayakan) dengan sihir itu seseorang pun melainkan dengan izin Allah.

Dan sebenarnya mereka mempelajari perkara yang hanya membahayakan mereka dan tidak memberi manfaat kepada mereka.

Dan demi sesungguhnya mereka Yahudi itu telahpun mengetahui bahawa sesiapa yang memilih ilmu sihir itu tidaklah lagi mendapat bahagian yang baik di akhirat.

Demi sesungguhnya amat buruknya apa yang mereka pilih untuk diri mereka, kalaulah mereka mengetahui.

Anonymous said...

Al-Muta'ali Yang Maha Tinggi serta Mulia


Sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa lalu Ia bersemayam di atas Arasy;

Ia melindungi malam dengan siang yang mengiringinya dengan deras (silih berganti) dan (Ia pula yang menciptakan) matahari dan bulan serta bintang-bintang,

(semuanya) tunduk kepada perintahNya.

Ingatlah, kepada Allah jualah tertentu urusan menciptakan (sekalian makhluk) dan urusan pemerintahan.

Maha Suci Allah yang mencipta dan mentadbirkan sekalian alam.

Dan tidak seekor pun binatang yang melata di bumi, dan tidak seekor pun burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan mereka umat-umat seperti kamu.

Tiada Kami tinggalkan sesuatu pun di dalam kitab Al-Quran ini; kemudian mereka semuanya akan dihimpunkan kepada Allah (untuk dihisab dan menerima balasan).

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat keterangan Kami, mereka adalah bisu dan tuli, di dalam gelap-gelita.

Sesiapa yang Allah kehendaki: akan disesatkannya (menurut peraturan tetapNya), dan sesiapa yang Ia kehendaki: akan dijadikannya atas jalan yang betul lurus.

Katakanlah (wahai Muhammad): "Khabarkanlah kepada aku, jika datang kepada kamu azab Allah, atau datang kepada kamu hari kiamat,

adakah kamu akan menyeru yang lain dari Allah (untuk menolong kamu), jika betul kamu orang-orang yang benar?"

Bahkan Dia lah (Allah) yang kamu seru lalu Ia hapuskan bahaya yang kamu pohonkan kepadaNya jika Ia kehendaki;

dan kamu lupakan apa yang kamu sekutukan (dengan Allah dalam masa kamu ditimpa bahaya itu).

Dan demi sesungguhnya Kami telah utuskan Rasul-rasul kepada umat-umat yang dahulu daripadamu (lalu mereka mendustakannya),

maka Kami seksakan mereka dengan kebuluran dan penyakit,

supaya mereka berdoa (kepada Kami) dangan merendah diri (serta insaf dan bertaubat).

Maka alangkah eloknya kalau mereka berdoa kepada Kami dengan merendah diri (serta insaf dan bertaubat) ketika mereka ditimpa azab Kami?

Tetapi yang sebenarnya hati mereka keras (tidak mahu menerima kebenaran),

dan Syaitan pula memperelokkan pada (pandangan) mereka apa yang mereka telah lakukan.

Kemudian apabila mereka melupakan apa yang telah diperingatkan mereka dengannya,

Kami bukakan kepada mereka pintu-pintu segala kemewahan dan kesenangan,

sehingga apabila mereka bergembira dan bersukaria dengan segala nikmat yang diberikan kepada mereka,

Kami timpakan mereka secara mengejut (dengan bala bencana yang membinasakan),

maka mereka pun berputus asa (dari mendapat sebarang pertolongan).

Anonymous said...

Ar-Rasyid Yang Memimpin Kepada Kebenaran

Al-Hasib Yang Maha Penghitung



Dan tiadalah Kami utuskan Rasul-rasul itu melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pembawa amaran;

kemudian sesiapa yang beramal soleh, maka tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka tidak akan berdukacita.

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat keterangan Kami, mereka akan dikenakan azab seksa dengan sebab mereka berlaku fasik.

Katakanlah (wahai Muhammad); "Aku tidak mengatakan kepada kamu (bahawa) perbendaharaan Allah ada di sisiku,

dan aku pula tidak mengetahui perkara-perkara yang ghaib;

aku juga tidak mengatakan kepada kamu bahawasanya aku ini malaikat,

aku tidak menurut melainkan apa yang diwahyukan kepadaku".

Bertanyalah (kepada mereka): "Adakah sama orang yang buta dengan orang yang celik?

Tidakkah kamu mahu berfikir?"

Dan berilah amaran dengan Al-Quran itu kepada orang-orang yang merasa takut bahawa mereka akan dihimpunkan kepada Allah (pada hari kiamat),

(padahal) tiadalah bagi mereka pelindung dan tidak juga pemberi syafaat yang lain dari Allah, supaya mereka bertaqwa.

Dan janganlah engkau usir, santau, sihir orang-orang yang beribadat dan berdoa kepada Allah pagi dan petang, sedang mereka menghendaki keredaan Allah semata-mata.

Tiadalah engkau bertanggungjawab sesuatu pun mengenai hitungan amal mereka,

dan mereka juga tidak bertanggungjawab sesuatu pun mengenai hitungan amalmu.

Maka (sekiranya) engkau usir mereka, nescaya menjadilah engkau dari orang-orang yang zalim.

Dan demikianlah Kami uji sebahagian dari mereka (yang kaya raya)

dengan sebahagian yang lain (yang fakir miskin);

lalu orang-orang yang kaya itu berkata (kepada orang-orang fakir miskin yang beriman):

"Inikah orang-orangnya yang telah dikurniakan nikmat oleh Allah kepada mereka di antara kami? "

(Allah berfirman): "Bukankah Allah lebih mengetahui akan orang-orang yang bersyukur?"

Anonymous said...

Al-Mu'izz Yang Maha Menghormati / Memuliakan


Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Quran satu persatu (supaya jelas jalan yang benar),

dan supaya jelas pula jalan orang-orang yang berdosa.

Katakanlah (wahai Muhammad): "Sesungguhnya aku dilarang menyembah mereka yang kamu sembah yang lain dari Allah".

Katakanlah lagi: "Aku tidak akan menurut hawa nafsu kamu,

kerana kalau aku turut, sesungguhnya sesatlah aku, dan tiadalah aku dari orang-orang yang mendapat hidayah petunjuk".

Katakanlah: "Sesungguhnya aku tetap berada di atas (kebenaran yang berdasarkan) bukti-bukti yang nyata (Al-Quran) dari Allah; sedang kamu mendustakannya.

Tidak ada pada aku apa yang kamu minta disegerakan (dari azab seksa); hanya Allah jualah yang menetapkan hukum;

Ia menerangkan kebenaran, dan Dia lah sebaik-baik pemberi keputusan".

Katakanlah: "Kalau ada padaku (kuasa menurunkan) azab seksa yang kamu minta disegerakan kedatangannya itu,

nescaya selesailah perkara (yang sedang berbangkit) antara aku dengan kamu.

Dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim".

Dan pada sisi Allah jualah anak kunci perbendaharaan segala yang ghaib, tiada sesiapa yang mengetahuinya melainkan Allah sahaja;

dan Ia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut; dan tidak gugur sehelai daun pun melainkan Ia mengetahuinya,

dan tidak gugur sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak gugur yang basah dan yang kering, melainkan (semuanya) ada tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz) yang terang nyata.

Dan Dia lah yang menidurkan kamu pada waktu malam, dan mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari;

kemudian Ia bangunkan kamu (dari tidur) padanya, untuk disempurnakan ajal (masa umur kamu) yang telah ditetapkan.

Kemudian kepadaNyalah tempat kamu kembali, kemudian Ia menyatakan kepada kamu apa yang kamu lakukan.

Dan Dia lah yang berkuasa atas sekalian hambaNya;

dan Ia mengutuskan kepada kamu pengawal-pengawal (malaikat yang menjaga dan menulis segala yang kamu lakukan),

sehingga apabila sampai ajal maut kepada salah seorang di antara kamu,

lalu diambil (nyawanya) oleh utusan-utusan Kami (malaikat); sedang mereka pula (malaikat tidak cuai (dalam menjalankan tugasnya).

Kemudian mereka (yang diambil nyawanya itu) dikembalikan kepada Allah Pengawas mereka yang sebenar (yang akan membalas dengan adil).

Ketahuilah, bagi Allah jua lah kuasa menetapkan hukum,

dan Dia lah secepat-cepat Pengira - Penghitung.

Anonymous said...

Ar-Ra'uf Yang Maha Pengasih serta Penyayang



Manakah yang lebih baik, limpah kurniaan yang termaklum itu atau pokok zaqqum?

Sesungguhnya Kami jadikan pokok zaqqum itu satu ujian bagi orang-orang yang zalim (di dunia dan azab seksa bagi mereka di akhirat).

Sebenarnya dia sebatang pohon yang tumbuh di dasar neraka yang marak menjulang;

Buahnya seolah-olah kepala Syaitan-syaitan;

Maka sudah tentu mereka akan makan dari buahnya (sekalipun pahit dan busuk), sehingga mereka memenuhi perut darinya.

Kemudian, sesungguhnya mereka akan beroleh lagi - selain itu- satu minuman campuran dari air panas yang menggelegak.

Setelah (mereka dibawa minum) maka tempat kembali mereka tetaplah ke dalam neraka yang menjulang-julang.

Sebenarnya mereka telah mendapati datuk nenek moyang mereka berada dalam kesesatan

Lalu mereka terburu-buru menurut jejak langkah datuk neneknya.

Dan demi sesungguhnya, telah sesat juga sebelum kaummu (wahai Muhammad) - kebanyakan kaum-kaum yang telah lalu.

Pada hal, demi sesungguhnya, Kami telahpun mengutus dalam kalangan kaum-kaum itu, Rasul-rasul pemberi amaran.

Maka lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang (yang mendustakan Rasul-rasul Kami) setelah diberi amaran, -

Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari sebarang syirik (maka mereka akan terselamat dan mendapat sebaik-baik balasan).

Anonymous said...

Al-Wadud Yang Maha Penyayang


Iaitu hari seseorang kerabat atau sahabat karib tidak dapat memberikan sebarang perlindungan kepada seseorang kerabat atau sahabat karibnya,

dan mereka pula tidak akan diberikan pertolongan (untuk menghapuskan azab itu),

Kecuali orang yang telah diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah jualah yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani.

(Ingatlah), sesungguhnya pokok Zaqqum, -

(Buahnya) menjadi makanan bagi orang yang berdosa (dalam neraka).

(Makanan ini pula panas) seperti tembaga cair, mendidih dalam perut, -

Seperti mendidihnya air yang meluap-luap panasnya.

(Lalu diperintahkan kepada malaikat penjaga neraka):

"Renggutlah orang yang berdosa itu dan seret dia ke tengah-tengah neraka.

"Kemudian curahkanlah di atas kepalanya - azab seksa - dari air panas yang menggelegak".

(Serta dikatakan kepadanya secara mengejek):

"Rasalah azab seksa, sebenarnya engkau adalah orang yang berpengaruh dan terhormat (dalam kalangan masyarakatmu)"

(Kemudian dikatakan kepada ahli neraka secara umumnya):

"Sesungguhnya inilah dia (azab seksa) yang kamu dahulu ragu-ragu terhadapnya!"

Anonymous said...

Al-Ghafur Yang Maha Pengampun


Oleh itu, makanlah (wahai orang-orang yang beriman) dari apa yang telah dikurniakan Allah kepada kamu dari benda-benda yang halal lagi baik,

dan bersyukurlah akan nikmat Allah, jika benar kamu hanya menyembahNya semata-mata.

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan kepada kamu memakan

babi

bangkai,

dan darah

dan binatang yang disembelih tidak kerana Allah

maka sesiapa terpaksa (memakannya) sedang ia tidak mengingininya dan tidak melampaui batas (pada kadar benda yang dimakan itu, maka tidaklah ia berdosa),

sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

Dan janganlah kamu berdusta dengan sebab apa yang disifatkan oleh lidah kamu:

"Ini halal dan ini haram",

untuk mengada-adakan sesuatu yang dusta terhadap Allah;

sesungguhnya orang-orang yang berdusta terhadap Allah tidak akan berjaya.

(Mereka hanya mendapat) sedikit kesenangan (di dunia),

dan mereka pula akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

Dan kepada orang yahudi,

Kami haramkan apa yang telah kami ceritakan kepadamu dahulu;

dan tiadalah Kami menganiaya mereka (dengan pengharaman itu), tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

Anonymous said...

Al-Mujib Yang Maha Pengkabul doa ahli neraka


Manusia bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang kedatangan hari kiamat;

katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan mengenainya hanyalah ada di sisi Allah. "

Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui? - boleh jadi masa datangnya tidak lama lagi.

Sesungguhnya Allah telah melaknat orang-orang kapir dan menyediakan bagi mereka api neraka yang marak menjulang, -

Kekallah mereka di dalamnya selama-lamanya;

mereka pula tidak akan memperoleh sesiapapun yang akan menjadi pelindung atau penolong.

Pada masa muka mereka dibalik-balikkan dalam neraka,

mereka berkata (dengan sesalnya):

"Alangkah baiknya kalau kami dahulu (semasa di dunia) taat kepada Allah serta taat kepada Rasul Allah.

Dan mereka berkata lagi:

"Wahai Tuhan kami,

sesungguhnya kami telah mematuhi kehendak ketua-ketua dan orang-orang besar kami,

lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar.

"Wahai Tuhan kami, berilah mereka azab sengsara dua kali ganda,

dan laknatkanlah mereka dengan laknat yang sebesar-besarnya!"

Wahai orang-orang yang beriman,

janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (Yahudi) yang telah mencaci Nabi Musa, lalu Allah membersihkannya dari segala cacian yang mereka katakan;

dan adalah dia seorang yang mulia di sisi Allah.

Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah,

dan katakanlah perkataan yang tepat - benar (dalam segala perkara),

Supaya Ia memberi taufiq dengan menjayakan amal-amal kamu,

dan mengampunkan dosa-dosa kamu. Dan (ingatlah) sesiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya,

maka sesungguhnya ia telah berjaya mencapai sebesar-besar kejayaan.

Anonymous said...

Al-Hakim Yang Maha Bijaksana


Dan sesungguhnya kami telah mengutuskan Nabi Musa dengan membawa ayat-ayat keterangan Kami,

dan bukti (mukjizat) yang nyata:

Kepada Firaun dan kaumnya;

lalu kaum Firaun menurut perintah Firaun,

sedang perintahnya itu bukanlah perintah yang betul.

Firaun akan mengetuai kaumnya pada hari kiamat kemudian tetaplah ia akan membawa mereka masuk ke neraka.

Dan seburuk-buruk tempat yang dimasuki ialah neraka.

Dan mereka diiringi oleh laknat yang tidak putus-putus di dunia ini,

dan pada hari kiamat.

(Sebenarnya) laknat itu adalah seburuk-buruk pemberian yang diberikan.

Yang demikian, ialah sebahagian dari khabar berita penduduk negeri-negeri (yang telah dibinasakan),

kami ceritakan perihalnya kepadamu (wahai Muhammad).

Di antaranya ada yang masih wujud dapat disaksikan,

dan ada pula yang telah hancur lebur (dan hilang lenyap).

Dan tiadalah Kami menganiaya mereka,

tetapi merekalah yang menganiaya diri sendiri.

Maka berhala-berhala yang mereka sembah selain dari Allah itu tidak dapat menolong mereka sedikitpun

pada masa datangnya azab Allah;

dan penyembahan berhala yang mereka lakukan itu hanya menambahkan kerugian sahaja kepada mereka.

Dan demikianlah azab Allah Taala,

apabila ia menimpa (penduduk) negeri-negeri yang berlaku zalim.

Sesungguhnya azabNya itu tidak terperi sakitnya, lagi amat keras serangannya.

Sesungguhnya pada kejadian yang demikian, ada tanda (yang mendatangkan iktibar) bagi orang yang takut kepada azab akhirat,

iaitu hari yang dihimpunkan manusia padanya.

Dan hari yang demikian ialah hari yang dihadiri oleh sekalian makhluk.

Dan tiadalah Kami lambatkan hari kiamat itu melainkan untuk suatu tempoh yang tertentu.

Anonymous said...

Al-Ahad


Dan (sebaliknya) orang-orang yang menjadikan sesuatu yang lain dari Allah sebagai pelindung, tuhan (yang disembah dan diharapkan pertolongannya),

Allah sentiasa mengawasi tingkah laku mereka (serta akan membalasnya);

dan engkau (wahai Muhammad hanyalah penyampai)

bukanlah menjadi wakil yang menguasai soal (bawaan dan amalan) mereka.

Dan sebagaimana Kami tetapkan engkau hanya penyampai,

Kami wahyukan kepadamu Al-Quran dalam bahasa Arab, supaya engkau memberi peringatan dan amaran kepada (penduduk) "Ummul-Qura"

dan sekalian penduduk dunia di sekelilingnya,

serta memberi peringatan dan amaran mengenai hari perhimpunan (hari kiamat) - yang tidak ada syak tentang masa datangnya;

(pada hari itu) sepuak masuk Syurga dan sepuak lagi masuk neraka.

Dan jika Allah menghendaki, tentulah Ia menjadikan mereka satu umat (yang bersatu dalam agama Allah yang satu);

akan tetapi Allah (tidak merancang yang demikian bahkan Ia akan) memasukkan sesiapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmatNya (menurut peraturan yang telah ditetapkan);

dan orang-orang yang zalim tidak ada baginya sesiapapun yang dapat memberikan perlindungan dan pertolongan.

Tidaklah patut mereka menjadikan sesuatu yang lain dari Allah sebagai pelindung-pelindung, tuhan-tuhan (yang disembah dan dipuja)

kerana Allah jualah Pelindung yang sebenar-benarnya,

dan Dia lah yang menghidupkan makhluk-makhluk yang mati. Dan (ingatlah),

Ia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Dan (katakanlah wahai Muhammad kepada pengikut-pengikutmu):

"Apa jua perkara agama yang kamu berselisihan padanya

maka hukum pemutusnya terserah kepada Allah;

Hakim yang demikian kekuasaanNya ialah Allah;

kepadaNyalah aku berserah diri

dan kepadaNyalah aku rujuk kembali (dalam segala keadaan)".

Anonymous said...

Al-Hadi Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk ke Neraka


Dan sesiapa yang menentang (ajaran) Alquran sesudah terang nyata kepadanya kebenaran pertunjuk (yang dibawanya),

dan dia pula mengikut jalan yang lain dari jalan orang-orang yang beriman,

Kami akan memberikannya kuasa untuk melakukan (kesesatan) yang dipilihnya,

dan (pada hari akhirat kelak) Kami akan memasukkannya ke dalam neraka jahanam;

dan neraka jahanam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa orang yang mempersekutukanNya dengan sesuatu (apa jua),

dan akan mengampunkan yang lain daripada kesalahan (syirik) itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut peraturan hukum-hukumNya);

dan sesiapa yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu (apa jua), maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang amat jauh.

Apa yang mereka sembah yang lain dari Allah itu, hanyalah berhala-berhala (makhluk-makhluk yang lemah),

dan mereka (dengan yang demikian) tidak menyembah melainkan Syaitan yang derhaka;

Yang telah dilaknat oleh Allah,

dan yang telah mengatakan: "Demi sesungguhnya, aku akan mengambil dari kalangan hamba-hambaMu, bahagian yang tertentu (untuk menjadi pengikutku);

"Dan demi sesungguhnya, aku akan menyesatkan mereka (dari kebenaran),

dan demi sesungguhnya aku akan memperdayakan mereka dengan angan-angan, impian kosong,

dan demi sesungguhnya aku akan menyuruh mereka (mencacatkan binatang-binatang ternak),

lalu mereka membelah telinga binatang-binatang itu;

dan aku akan menyuruh mereka mengubah ciptaan, Alquran Allah".

Dan (ingatlah) sesiapa yang mengambil Syaitan menjadi pemimpin yang ditaati selain dari Allah, maka sesungguhnya rugilah ia dengan kerugian yang terang nyata.

Syaitan sentiasa menjanjikan mereka (dengan janji-janji indah) serta memperdayakan mereka dengan angan-angan kosong; dan

apa yang dijanjikan oleh Syaitan itu tidak lain hanyalah tipu daya semata-mata.

Mereka itu, tempat akhirnya ialah neraka jahanam,

dan mereka pula tidak akan dapat melarikan diri daripadanya.

Anonymous said...

Ar-Rahman Ar Rahim Al-Malik


Itulah ayat-ayat keterangan Allah yang kami bacakan dia kepadamu (wahai Muhammad) dengan benar;

dan sesungguhnya engkau adalah salah seorang dari Rasul-rasul (yang diutuskan oleh) Allah.

Rasul-rasul Kami lebihkan sebahagian daripada mereka atas sebahagian yang lain (dengan kelebihan-kelebihan yang tertentu).

Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata dengannya,

dan ditinggikanNya (pangkat) sebahagian daripada mereka beberapa darjat kelebihan.

Dan Kami berikan Nabi Isa ibni Maryam beberapa keterangan kebenaran (mukjizat), serta Kami kuatkan dia dengan Ruhul-Qudus (Jibril).

Dan sekiranya Allah menghendaki

nescaya orang-orang yang datang kemudian daripada Rasul-rasul itu tidak berbunuh-bunuhan sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan (yang dibawa oleh Rasul mereka).

Tetapi mereka bertelingkah, maka timbulah di antara mereka: orang yang beriman, dan orang yang kafir.

Dan kalaulah Allah menghendaki tentulah mereka tidak berbunuh-bunuhan; tetapi Allah melakukan apa yang dikehendakiNya.

Wahai orang-orang yang beriman!

Sebarkanlah sebahagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kamu, sebelum tibanya hari (kiamat) yang tidak ada jual-beli padanya,

dan tidak ada kawan teman (yang memberi manfaat), serta tidak ada pula pertolongan syafaat.

Dan orang-orang kafir, mereka itulah orang-orang yang zalim.

Allah, tiada yang berhak sesungguhnya Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya mentadbirkan (sekalian makhlukNya).

Yang tidak mengantuk usahkan tidur.

Yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi.

Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisiNya melainkan dengan izinNya.

yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka,

sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari (kandungan) ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya).

Luasnya Kursi Allah (ilmuNya dan kekuasaanNya) meliputi langit dan bumi;

dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya.

Dan Dia lah Yang Maha Tinggi (darjat kemuliaanNya), lagi Maha Besar (kekuasaanNya)

Tidak ada paksaan dalam agama (Islam),

kerana sesungguhnya telah nyata kebenaran (Islam) dari kesesatan (kufur).

Oleh itu, sesiapa yang tidak percayakan Taghut,

dan ia pula beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali agama) yang teguh yang tidak akan putus.

Dan (ingatlah), Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.

Anonymous said...

As-Sami' Yang Maha Mendengar


Mereka menjadikan sumpahnya (atau akuannya) sebagai perisai

(untuk menyelamatkan dirinya dan harta bendanya daripada dibunuh atau dirampas),

lalu mereka menghalang (dirinya dan orang lain) dari menurut jalan Allah.

Sesungguhnya amatlah buruk apa yang mereka telah kerjakan.

(Perbuatan buruk) yang demikian kerana mereka mengaku beriman (di hadapan orang-orang Islam)

kemudian mereka tetap kapir sesama sendiri,

maka dengan sebab itu dimeteraikan atas hati mereka;

lalu mereka tidak dapat memahami (yang mana benar dan yang mana salah).

Dan apabila engkau melihat mereka, engkau tertarik hati kepada tubuh badan mereka (dan kelakuannya);

dan apabila mereka berkata-kata, engkau juga (tertarik hati) mendengar tutur katanya (kerana manis dan fasih.

Dalam pada itu) mereka adalah seperti batang-batang kayu yang tersandar (tidak terpakai kerana tidak ada padanya kekuatan yang dikehendaki).

Mereka (kerana merasai bersalah, sentiasa dalam keadaan cemas

sehingga) menyangka tiap-tiap jeritan (atau riuh rendah yang mereka dengar) adalah untuk membahayakan mereka.

Mereka itulah musuh yang sebenar-benarnya

maka berjaga-jagalah engkau terhadap mereka.

Semoga Allah membinasa dan menyingkirkan mereka dari rahmatNya.

(Pelik sungguh!)

Bagaimana mereka dipalingkan (oleh hawa nafsunya - dari kebenaran)?

Dan apabila dikatakan kepada mereka:

" Marilah (bertaubat) supaya Rasulullah meminta ampun (kepada Allah) untuk kamu",

mereka (enggan sambil) menggeleng-gelengkan kepalanya;

dan engkau melihat mereka berpaling (dari bertaubat)

serta mereka berlaku sombong angkuh.

Anonymous said...

Al-Qayyum Yang Hidup serta Berdiri Sendiri


Kalaulah kamu kufur ingkar (tidak bersyukur) akan nikmat-nikmatNya itu,

maka ketahuilah bahawa sesungguhnya Allah tidak berhajatkan (iman dan kesyukuran) kamu (untuk kesempurnaanNya);

dan Ia tidak redakan hamba-hambaNya berkeadaan kufur;

dan jika kamu bersyukur, Ia meredainya menjadi sifat dan amalan kamu.

Dan (ingatlah) seseorang yang memikul tidak akan memikul dosa perbuatan orang lain (bahkan dosa usahanya sahaja).

Kemudian kepada Allah kembalinya kamu,

maka Ia akan memberitahu kepada kamu tentang apa yang kamu telah kerjakan.

Sesungguhnya Ia Maha Mengetahui akan segala (isi hati) yang terkandung di dalam dada.

Dan apabila manusia disentuh oleh sesuatu bahaya, ia segera berdoa kepada Allah dengan keadaan rujuk kembali bertaubat kepadaNya;

kemudian apabila Allah memberikannya sesuatu nikmat (sebagai kurnia) daripadaNya,

lupalah ia akan segala bahaya yang menyebabkannya merayu kepada Allah sebelum itu

dan ia pula menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah, untuk menyesatkan dirinya (dan orang lain) dari jalan Allah.

Katakanlah (kepadanya):

"Bersenang-senanglah engkau dengan kekufuranmu itu bagi sementara,

sesungguhnya engkau dari penduduk neraka.

Anonymous said...

Al-Wahhab Yang Maha Pemberi


Sudahkah sampai kepadamu (wahai Muhammad) perihal tetamu Nabi Ibrahim yang dimuliakan?

Ketika mereka masuk mendapatkannya lalu memberi salam dengan berkata:

"Salam sejahtera kepadamu!"

Ia menjawab: Salam sejahtera kepada kamu!

"(Sambil berkata dalam hati): mereka ini orang-orang yang tidak dikenal.

Kemudian ia masuk mendapatkan Ahli rumahnya serta dibawanya keluar

seekor anak lembu gemuk (yang dipanggang).

Lalu dihidangkannya kepada mereka sambil berkata:

"Silalah makan".

(Setelah dilihatnya mereka mereka tidak menjamah makanan itu),

maka ia merasa takut dari keadaan mereka.

(Melihat kecemasannya), mereka berkata:

"Janganlah engkau takut (wahai Ibrahim)".

Lalu mereka memberikan berita gembira kepadanya, bahawa ia akan beroleh seorang anak yang berpengetahuan.

(Mendengarkan berita yang mengembirakan itu), maka datanglah isterinya sambil menjerit (kehairanan) lalu menepuk mukanya sambil berkata:

"Aku sudah tua, lagi mandul, (bagaimana aku boleh mendapat anak)?"

Mereka berkata: "Demikianlah Allah berfirman, (kami hanya menyampaikan sahaja);

Sesungguhnya Dia lah Yang Maha Bijaksana, lagi Maha Mengetahui".

Nabi Ibrahim bertanya: "(Selain dari itu) apa lagi tugas penting kamu wahai utusan Allah?"

Mereka menjawab:

"Sesungguhnya Kami diutus kepada suatu kaum yang berdosa (untuk membinasakan mereka);

"Supaya Kami menimpakan mereka dengan batu-batu dari tanah (yang dibakar),

"Batu-batu itu ditandakan di sisi Allah,

untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas (dalam keingkarannya)".

Anonymous said...

Al-Muhyi Yang Maha Menghidupkan


Dan janganlah kamu menghampiri zina,

sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang jahat (yang membawa kerosakan).

Dan janganlah kamu membunuh diri seseorang manusia yang diharamkan oleh Allah membunuhnya

kecuali dengan alasan yang benar.

Dan sesiapa yang dibunuh secara zalim,

maka sesungguhnya Kami telah menjadikan warisannya berkuasa menuntut balas.

Dalam pada itu, janganlah ia melampau dalam menuntut balas bunuh itu,

kerana sesungguhnya ia adalah mendapat sepenuh-penuh pertolongan (menurut hukum Syarak).

Dan janganlah kamu menghampiri harta anak yatim

melainkan dengan cara yang baik (untuk mengawal dan mengembangkannya),

sehingga ia baligh (dewasa, serta layak mengurus hartanya dengan sendiri);

dan sempurnakanlah perjanjian (dengan Allah dan dengan manusia),

sesungguhnya perjanjian itu akan ditanya.

Dan sempurnakanlah sukatan apabila kamu menyukat,

dan timbanglah dengan timbangan yang adil.

Yang demikian itu baik (kesannya bagi kamu di dunia)

dan sebaik baik kesudahan (yang mendatangkan pahala di akhirat kelak).

Dan janganlah engkau mengikut apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya;

sesungguhnya pendengaran dan penglihatan serta hati,

semua anggota-anggota itu tetap akan ditanya tentang apa yang dilakukannya.

Dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong,

kerana sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi,

dan engkau tidak akan dapat menyamai setinggi gunung-ganang.

Tiap-tiap satu perintah itu, menyalahinya adalah kejahatan yang dibenci di sisi Allah Taala.

Perintah yang demikian itu ialah sebahagian dari hikmat yang telah diwahyukan kepadamu (wahai Muhammad) oleh Allah.

Dan (ingatlah) janganlah engkau jadikan bersama-sama Allah sesuatu yang lain untuk disembah,

kerana akibatnya engkau akan dicampakkan ke dalam neraka Jahannam dengan keadaan tercela dan tersingkir (dari rahmat Allah).

(Jika demikian wajibnya mengesakan Allah,

maka patutkah kamu mendakwa bahawa Allah mempunyai anak,

dan anak itu pula dari jenis yang kamu tidak sukai?.

Adakah Tuhan kamu telah memilih anak-anak lelaki untuk kamu

dan Ia mengambil untuk diriNya anak-anak perempuan dari kalangan malaikat?

Sesungguhnya kamu adalah memperkatakan dusta yang amat besar.

Anonymous said...

Al-Ba'ith Yang Maha Membangkitkan Semula


Maka (tidak lama lagi) engkau akan melihat, dan mereka juga akan melihat, -

Siapakah orangnya yang gila di antara kamu semua.

Sesungguhnya Dia lah jua yang lebih mengetahui akan orang yang sesat dari jalanNya,

dan Dia lah jua yang lebih mengetahui akan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Oleh itu (berpegang teguhlah pada ajaran Islam yang sedang engkau amalkan,

dan) janganlah engkau menurut kemahuan orang-orang yang mendustakan (agama Allah).

Mereka suka kalaulah engkau bertolak ansur (menurut kemahuan mereka), supaya mereka juga bertolak ansur berlemah-lembut (pada zahirnya terhadapmu).

Dan janganlah engkau (berkisar dari pendirianmu yang benar,

dan jangan) menurut kemahuan orang yang selalu bersumpah, lagi yang hina (pendapatnya dan amalannya), -

Yang suka mencaci,

lagi yang suka menyebarkan fitnah hasutan (untuk memecah belahkan orang ramai), -

Yang sering menghalangi amalan-amalan kebajikan,

yang melanggar hukum-hukum agama,

lagi yang amat berdosa, -

Yang jahat kejam,

yang selain itu tidak tentu pula bapanya.

Adakah kerana ia seorang hartawan dan ramai anak-pinaknya (maka ia mendustakan agama Kami)?

Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat keterangan Kami, ia berkata:

" (Ini ialah) cerita-cerita dongeng orang-orang dahulu kala".

(Orang yang bersifat demikian, akan didedahkan kehinaannya) -

Kami akan adakan tanda di atas hidungnya (yang berupa belalai itu).

Anonymous said...

Al-Ghaniy Yang Maha Kaya Dan Lengkap


Bagaimana Allah akan memberi petunjuk hidayah kepada sesuatu kaum yang kufur ingkar sesudah mereka beriman?

dan juga sesudah mereka menyaksikan bahawa Alquran itu adalah benar,

dan telah datang pula kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas nyata.

Dan (ingatlah), Allah tidak akan memberikan petunjuk hidayahNya kepada kaum yang zalim.

Mereka itu balasannya ialah bahawa mereka ditimpa laknat Allah dan malaikatNya sekalian orang-orang (yang beriman).

Mereka kekal di dalamnya,

tidak diringankan azab seksa daripada mereka dan mereka pula tidak diberi tempoh atau perhatian;

Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah (ingkar) itu,

serta memperbaiki keburukan mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

Sesungguhnya orang-orang yang kafir sesudah mereka beriman,

kemudian mereka bertambah kufur lagi,

tidak sekali-kali akan diterima taubat mereka, dan mereka itulah orang-orang yang sesat.

Sesungguhnya orang-orang yang kafir, lalu mati sedang mereka tetap kafir,

maka tidak sekali-kali akan diterima dari seseorang di antara mereka: emas sepenuh bumi,

walaupun ia menebus dirinya dengan (emas yang sebanyak) itu.

Mereka itu akan mendapat azab seksa yang tidak terperi sakitnya, dan mereka pula tidak akan beroleh seorang penolong pun.

Kamu tidak sekali-kali akan dapat mencapai (hakikat) kebajikan dan kebaktian (yang sempurna)

sebelum kamu dermakan sebahagian dari kekayaan dan hasil negara apa yang kamu sayangi.

Dan sesuatu apa jua yang kamu dermakan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Segala jenis makanan dahulu adalah halal bagi Bani Israil, kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil kepada dirinya sendiri sebelum diturunkan Kitab Taurat.

Katakanlah (wahai Muhammad): "(Jika ada makanan yang diharamkan kepada kamu - wahai Bani Israil - sebelum Kitab Taurat diturunkan)

maka bawalah kamu Kitab Taurat itu kemudian bacalah akan dia, kalau betul kamu orang-orang yang benar.

(Jika tidak) maka sesiapa yang mereka-reka kata-kata dusta terhadap Allah sesudah yang demikian itu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Katakanlah (wahai Muhammad):

"Benarlah (apa yang difirmankan oleh) Allah,

maka ikutilah kamu akan agama Nabi Ibrahim yang ikhlas (berdasarkan Tauhid), dan bukanlah ia dari orang-orang musyrik.

Sesungguhnya Rumah Ibadat yang mula-mula dibina untuk manusia ialah Baitullah yang di Makkah yang berkat dan (dijadikan) petunjuk hidayah bagi umat manusia.

Di situ ada tanda-tanda keterangan yang nyata (yang menunjukkan kemuliaannya; di antaranya ialah) Makam Nabi Ibrahim.

Dan sesiapa yang masuk ke dalamnya aman tenteramlah dia.

Dan Allah mewajibkan manusia mengerjakan ibadat Haji dengan mengunjungi Baitullah iaitu sesiapa yang mampu sampai kepadanya.

Dan sesiapa yang kufur (ingkarkan kewajipan ibadat Haji itu),

maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak berhajatkan sesuatu pun) dari sekalian makhluk.

Katakanlah (wahai Muhammad):

"Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu ingkarkan keterangan-keterangan Allah,

padahal Allah sentiasa menyaksikan apa yang kamu lakukan?"

Katakanlah: "Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu menghalangi orang-orang yang beriman daripada menurut jalan jalan (agama Islam),

kamu hendak menjadikan jalan Allah itu bengkok terpesong,

padahal kamu menyaksikan (kebenarannya)?

"Dan (ingatlah), Allah tidak sekali-kali lalai akan apa yang kamu lakukan.

(A-li'Imraan 3:86-99)

Anonymous said...

Al-Mughni Yang Maha Mengkayakan dan Memakmurkan


Dan malaikat-malaikat yang membahagi-bahagikan segala perkara yang mereka ditugaskan membahagikannya;

(Sumpah demi sumpah) bahawa sesungguhnya segala yang dijanjikan kepada kamu (mengenai hari akhirat) tetap benar;

Dan bahawa sesungguhnya balasan amal, tetap berlaku.

Demi langit yang mempunyai jalan-jalan yang berbagai bentuk keadaannya,

Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan berlainan pendapat (mengenai agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad, s.a.w).

Dipalingkan daripada (perselisihan) itu orang-orang yang telah dipalingkan Allah (dengan sebab keikhlasannya mencari kebenaran).

Binasalah orang-orang yang sentiasa mengeluarkan pendapat, fatwa dengan cara agak-agak saja,

(Iaitu) orang-orang yang tenggelam alam kejahilan, serta lalaikan (hari pembalasan).

Mereka bertanya (secara mengejek): "Bilakah datangnya hari pembalasan itu?"

(Jawabnya: hari itu ialah) hari mereka diseksa (dengan dibakar) atas api neraka, -

(Sambil dikatakan kepada mereka):

"Rasalah azab seksa yang disediakan untuk kamu; inilah dia yang dahulu kamu minta disegerakan kedatangannya".

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa adalah ditempatkan di dalam beberapa taman Syurga, dengan matair-matair terpancar padanya.

(Keadaan mereka di sana) sentiasa menerima nikmat dan rahmat yang diberikan kepadanya oleh Allah. Sesungguhnya mereka di dunia dahulu adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.

Mereka sentiasa mengambil sedikit sahaja: masa dari waktu malam, untuk mereka tidur.

Dan pada waktu akhir malam (sebelum fajar) pula, mereka selalu beristighfar kepada Allah (memohon ampun).

Dan pada harta-harta mereka, (ada pula bahagian yang mereka tentukan menjadi) hak untuk orang miskin yang meminta

dan orang miskin yang menahan diri (daripada meminta).

Dan pada bumi ada tanda-tanda (yang membuktikan keesaan, kekayaan, kekuasaan Allah) bagi orang-orang (yang mahu mencapai pengetahuan) yang yakin,

Dan juga pada diri kamu sendiri.

Maka mengapa kamu tidak mahu melihat serta memikirkan (dalil-dalil dan bukti itu)?

Dan di langit pula terdapat (sebab-sebab) rezeki kamu, dan juga terdapat apa yang telah (ditakdirkan dan) dijanjikan kepada kamu.

Maka demi Allah yang memiliki langit dan bumi,

sesungguhnya (apa yang tersebut) itu tetap benar,

(tidak patut diragu-ragukan) sebagaimana (tidak sepatutnya diragukan) benarnya kamu dapat berkata-kata.

Anonymous said...

Al-Muntaqim Yang Menghukum Yang Bersalah


Demi sesungguhnya, telah tetap hukuman seksa atas kebanyakan mereka,

kerana mereka tidak mahu beriman.

Sesungguhnya Kami jadikan (kesombongan dan keengganan mereka tunduk kepada kebenaran

sebagai) belenggu yang memberkas kedua tangan mereka ke batang leher mereka;

(lebarnya belenggu itu) sampai (menongkatkan) dagu mereka lalu menjadilah mereka terdongak.

Dan Kami jadikan (sifat tamak dan gila mereka kepada harta benda dan pangkat itu sebagai)

sekatan (yang menghalang mereka daripada memandang kepada keburukan dan kesingkatan masa dunia yang ada) di hadapan mereka,

dan sekatan (yang menghalang mereka daripada memikirkan azab yang ada) di belakang mereka (pada hari kiamat).

lalu Kami tutup pandangan mereka; maka dengan itu, mereka tidak dapat melihat (jalan yang benar).

Dan pada hari itu, muka (orang-orang kafir) muram hodoh,

Sambil percaya dengan yakin bahawa mereka akan ditimpa malapetaka (azab seksa) yang membinasakan.

Sedarlah janganlah mengutamakan dunia dan melupakan akhirat.

Ingatlah akan hal orang yang hendak mati apabila rohnya sampai ke pangkal kerongkong,

Dan (orang-orang yang hadir di sisinya heboh) berkata:

"Siapakah yang dapat menawar jampi (dan mengubatnya)?"

Dan dia sendiri yakin, bahawa sesungguhnya saat itu saat perpisahan;

Serta kedahsyatan bertindih-tindih;

(Maka) kepada Allah - pada waktu itu - engkau dibawa (untuk menerima balasan).

Sesungguhnya manusia sangat tidak bersyukur akan nikmat Allah.

Dan sesungguhnya ia (dengan bawaannya) menerangkan dengan jelas keadaan yang demikian;

Dan sesungguhnya ia melampau sangat sayangkan harta (secara tamak haloba).

(Patutkah ia bersikap demikian?)

Tidakkah dia mengetahui (bagaimana keadaan) ketika dibongkarkan segala yang ada dalam kubur?

Dan dikumpul serta didedahkan segala yang terpendam dalam dada?

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dengan mendalam tentang (balasan yang diberikanNya kepada) mereka - pada hari itu.

Anonymous said...

Al-Matin Yang Maha Teguh


Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam banyak dari jin dan manusia

yang mempunyai hati (tetapi) tidak mahu memahami dengannya (ayat-ayat Allah),

dan yang mempunyai mata (tetapi) tidak mahu melihat dengannya (bukti keesaan Allah)

dan yang mempunyai telinga (tetapi) tidak mahu mendengar dengannya (ajaran dan nasihat);

mereka itu seperti binatang ternak,

bahkan mereka lebih sesat lagi;

mereka itulah orang-orang yang lalai.

Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik (yang mulia),

maka serulah kepadaNya dengan menyebut nama-nama itu,

dan pulaukanlah orang-orang yang berpaling dari kebenaran dalam masa menggunakan nama-namaNya.

Mereka akan mendapat balasan mengenai apa yang mereka telah kerjakan.

Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan itu,

ada satu umat yang memberi petunjuk dengan kebenaran,

dan dengannya mereka menjalankan keadilan.

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami,

Kami akan menarik menarik mereka sedikit demi sedikit (ke jurang kebinasaan), menurut cara yang mereka tidak mengetahuinya.

Dan Aku memberi tempoh kepada mereka; sesungguhnya rancangan balasanKu amatlah teguh.

Patutkah mereka (ingkar dan) tidak mahu memikirkan (dengan fikiran yang siuman bahawa) sahabat mereka (Muhammad) tidak sekali-kali mengidap penyakit gila (sebagaimana yang mereka tuduh itu)?

bahkan ia hanyalah seorang (Pesuruh Allah) yang memberi amaran yang jelas.

Patutkah mereka (membutakan mata) tidak mahu memperhatikan alam langit dan bumi dan segala yang diciptakan oleh Allah?

dan (memikirkan) bahawa harus telah dekat ajal kebinasaan mereka?

Maka kepada perkataan yang mana lagi sesudah (datangnya Kalamullah Al-Quran) itu mereka mahu beriman?

Sesiapa yang disesatkan oleh Allah (kerana keingkarannya),

maka tidak ada sesiapa pun yang akan dapat memberi petunjuk kepadanya;

dan Allah membiarkan mereka meraba-raba (dengan bingung) dalam kesesatan mereka.

Mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang hari kiamat:

"Bilakah masa datangnya?"

Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan mengenainya hanya ada di sisi Allah,

tidak ada sesiapa pun yang dapat menerangkan kedatangannya pada waktunya melainkan Dia.

(Huru-hara) hari kiamat itu amatlah berat (menggerunkan makhluk-makhluk yang ada) di langit dan di bumi;

ia tidak datang kepada kamu melainkan secara mengejut".

Mereka bertanya kepadamu seolah-olah engkau sedia mengetahuinya.

Katakanlah:

"Sesungguhnya pengetahuan mengenai hari kiamat itu ada di sisi Allah,

tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".

Anonymous said...

Al-Khabir Yang Maha Mengetahui


Ia mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi;

dan Ia mengetahui segala yang kamu rahsiakan serta yang kamu zahirkan;

dan Allah sentiasa Mengetahui segala (isi hati) yang terkandung di dalam dada;

Bukankah telah sampai kepada kamu berita orang-orang kafir yang telah lalu?

Lalu mereka merasai kesan yang buruk dari perbuatan kufur mereka;

dan mereka (pada hari akhirat kelak) beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

(Balasan) yang demikian itu, kerana sesungguhnya mereka pernah didatangi Rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang jelas nyata,

maka mereka berkata:

" Patutkah manusia (yang seperti kami - menjadi Rasul untuk) memberi petunjuk kepada kami?"

Lalu mereka kufur ingkar serta berpaling (dari kebenaran);

dan Allah pun menyatakan tidak berhajatNya kepada iman dan ketaatan mereka

lalu membinasakan mereka); dan Allah sememangnya Maha Kaya, lagi tetap Terpuji.

(Di antara sebab-sebab kufur) orang-orang kapir (ialah kerana mereka) mengatakan bahawa mereka tidak sekali-kali akan di bangkitkan (sesudah mati).

Katakanlah: "Bahkan, demi Allah, kamu akan dibangkitkan,

kemudian kamu akan diberitahu tentang segala yang kamu telah kerjakan.

Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah melaksanakannya.

Anonymous said...

Al-Latif Yang Maha Lembut serta Halus


Dan sesiapa yang tidak mengindahkan pengajaran (Al-Quran yang diturunkan oleh Allah) Yang maha Pemurah,

Kami akan adakan baginya Syaitan (yang menghasut dan menyesatkannya),

lalu menjadilah Syaitan itu temannya yang tidak renggang daripadanya.

Dan sesungguhnya Syaitan-syaitan itu tetap menghalangi mereka dari jalan yang benar,

sedang mereka menyangka dan bersangka bahawa mereka orang-orang yang mendapat hidayah petunjuk.

Sehingga apabila ia (yang terjerumus dalam kesesatan itu) datang kepada Kami (pada hari kiamat),

berkatalah ia (kepada Syaitannya):

"Alangkah baiknya (kalau di dunia dahulu ada sekatan yang memisahkan) antaraku denganmu sejauh timur dengan barat!

Kerana (engkau) adalah sejahat-jahat teman".

(Lalu dikatakan kepada mereka):

"Pada hari ini, setelah nyata bahawa kamu telah menganiaya diri sendiri,

(maka apa yang kamu cita-cita dan impikan itu) tidak sekali-kali akan memberi faedah kepada kamu,

kerana sesungguhnya kamu dan teman-teman kamu itu tetap menderita bersama-sama di dalam azab".

Maka (mengapa engkau berdukacita wahai Muhammad)

adakah engkau berkuasa menjadikan orang-orang yang pekak mendengar,

atau menunjuk jalan kepada orang-orang yang buta (mata hatinya),

dan juga orang-orang yang berada dalam kesesatan yang nyata?

Oleh itu (bertenanglah engkau,

kerana) kalaulah Kami wafatkan engkau (sebelum Kami perlihatkan kepadamu azab yang akan menimpa mereka),

maka sesungguhnya Kami tetap menyeksakan mereka.

Atau sekiranya Kami (hendak) memperlihatkan kepadamu apa yang Kami janjikan kepada mereka (dari azab seksa itu),

maka Kami tetap berkuasa terhadap mereka.

Anonymous said...

Al-Muqit Yang Maha Menjaga


Dan demi sesungguhnya! Allah telah mengambil perjanjian setia Bani Israil

(supaya mereka menjunjung perintahNya dan menjauhi laranganNya),

dan Kami telah utuskan dari kalangan mereka 12 ketua untuk memimpin golongan, puak, suku, kabilah masing-masing;

dan Allah berfirman (kepada mereka):

Bahawa Aku adalah beserta kamu (memerhati segala-galanya).

Demi sesungguhnya jika kamu dirikan sembahyang,

serta kamu tunaikan zakat,

dan kamu beriman dengan segala Rasul (utusanku) serta menolong bantu mereka (dalam menegakkan agama Allah),

dan kamu pinjamkan Allah (dengan sedekah dan berbuat baik pada jalanNya) secara pinjaman yang baik (bukan kerana riak dan mencari keuntungan dunia),

sudah tentu Aku akan ampunkan dosa-dosa kamu,

dan Aku akan masukkan kamu ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai.

Oleh itu, sesiapa yang kufur ingkar di antara kamu sesudah yang demikian, maka sesungguhnya sesatlah ia dari jalan yang betul"

Maka dengan sebab mereka mencabuli perjanjian setia mereka,

Kami laknatkan mereka,

dan Kami jadikan hati mereka keras membatu (tidak mahu menerima kebenaran).

Mereka sentiasa mengubah Kalimah-kalimah (yang ada di dalam kitab Al Quran dengan memutarnya) dari tempat-tempatnya (dan maksudnya) yang sebenar,

dan mereka melupakan (meninggalkan) sebahagian dari apa yang diperingatkan mereka mereka dengannya.

Dan engkau (wahai Muhammad) sentiasa dapat melihat perbuatan khianat yang mereka lakukan,

kecuali sedikit dari mereka (yang tidak berlaku khianat).

Oleh itu, maafkanlah mereka (jika mereka sedia bertaubat) dan janganlah dihiraukan,

kerana sesungguhnya Allah suka kepada orang-orang yang berusaha supaya baik amalannya.

Dan di antara orang-orang yang berkata:

" Bahawa kami ini orang-orang Nasrani",

Kami juga telah mengambil perjanjian setia mereka,

maka mereka juga melupakan (meninggalkan) sebahagian dari apa yang diperingatkan mereka dengannya,

lalu Kami tanamkan perasaan permusuhan dan kebencian di antara mereka,

sampai ke hari kiamat;

dan Allah akan memberitahu mereka dengan apa yang telah mereka kerjakan.

Wahai Ahli Kitab! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami (Muhammad, s.a.w) dengan

menerangkan kepada kamu banyak dari (keterangan-keterangan dan hukum-hukum) yang telah kamu sembunyikan dari Kitab Suci,

dan ia memaafkan kamu (dengan tidak mendedahkan) banyak perkara (yang kamu sembunyikan).

Sesungguhnya telah datang kepada kamu cahaya kebenaran Al Quran dari Allah, dan sebuah Kitab (Al-Quran) yang jelas nyata keterangannya.

Dengan (Al-Quran) itu Allah menunjukkan jalan-jalan keselamatan serta kesejahteraan kepada sesiapa yang mengikut keredaanNya,

dan (dengannya) Allah keluarkan mereka dari gelap-gelita (kufur) kepada cahaya (iman) yang terang-benderang, dengan izinNya;

dan (dengannya juga) Allah menunjukkan mereka ke jalan yang benar.

Anonymous said...

Al-Jalil Yang Maha Besar serta Mulia


Adapun orang yang diberikan menerima Kitab amalnya dengan tangan kirinya, maka ia akan berkata (dengan sesalnya):

"Alangkah baiknya kalau aku tidak diberikan Kitab amalku, -

"Dan aku tidak dapat mengetahui hitungan amalku.

"Alangkah baiknya kalau kematianku di dunia dahulu, menjadi kematian pemutus (yang menamatkan kesudahanku, tidak dibangkitkan lagi); -

"Harta kekayaanku tidak dapat menolongku sedikitpun; -

Kuat kuasaku (dan hujjah-hujjahku membela diri), telah binasa dan hilang lenyap dariku".

(Lalu diperintahkan malaikat penjaga neraka):

"Tangkaplah orang yang berdosa itu serta belenggulah dia, -

"Kemudian bakarlah dia di dalam neraka Jahiim;

"Selain dari itu, masukkanlah dia dalam (lingkaran) rantai besi yang ukuran panjangnya tujuh puluh hasta, (dengan membelitkannya ke badannya)!

"Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar,

"Dan dia juga tidak menggalakkan (dirinya) memberi makanan (yang berhak diterima oleh) orang miskin.

"Maka pada hari ini, tidak ada baginya di sini

(seorangpun dari) kaum kerabat serta sahabat handai (yang dapat menolongnya), -

"Dan tidak ada makanan (baginya) melainkan dari air danur,

"Yang tidak memakannya melainkan orang-orang yang melakukan perkara yang salah".

Maka Aku bersumpah: Demi segala (yang nyata) yang kamu melihatnya, -

Dan segala (yang ghaib) yang kamu tidak melihatnya, -

Bahawa sesungguhnya Al-Quran itu ialah (wahyu dari Kami) yang disampaikan oleh Rasul yang mulia.

Dan bukanlah Al-Quran itu perkataan seorang penyair (sebagaimana yang kamu dakwakan. Tetapi sayang!) amatlah sedikit kamu beriman.

Dan juga bukanlah Al-Quran itu perkataan seorang pawang (sebagaimana yang kamu katakan. Tetapi sayang!) amatlah sedikit kamu mengambil peringatan.

(Al-Quran itu) diturunkan dari Allah sekalian alam.

Dan kalaulah (Muhammad yang menyampaikan Al-Quran itu) mengatakan atas nama Kami secara dusta - sebarang kata-kata rekaan, -

Sudah tentu Kami akan menyentapnya, dengan kekuasaan Kami, -

Kemudian sudah tentu Kami akan memutuskan tali jantungnya (supaya ia mati dengan serta-merta);

Maka tidak ada seorangpun di antara kamu yang dapat menghalang (tindakan Kami itu) daripada menimpanya.

Dan sesungguhnya (Al-Quran) itu tetap menjadi peringatan bagi orang-orang yang bertaqwa.

Dan sesungguhnya Kami sedia mengetahui bahawa ada di antara kamu yang mendustakan (Al-Quran, maka Kami akan membalasnya).

Dan sesungguhnya Al-Quran itu sudah tentu akan menyebabkan penyesalan bagi orang-orang yang kafir (semasa mereka menerima balasan).

Anonymous said...

Penyelesaian Masalah Keluarga (Al-Khofidh - Allah Merendahkan)


Kemudian sesiapa yang diberi menerima surat amalnya dengan tangan kanannya, -

Maka ia akan dihisab dengan cara yang mudah dan ringan,

Dan ia akan pergi kepada keluarganya (yang beriman) dengan sukacita.

Dan sesiapa yang diberi menerima surat amalnya (dengan tangan kiri), dari sebelah belakangnya,

Maka ia akan meraung menyebut-nyebut kebinasaannya,

Dan ia akan menderita bakaran neraka yang marak menjulang.

Sebenarnya ia semasa di dunia dahulu bersukaria dalam kalangan keluarganya (yang juga kufur ingkar)!

Sesungguhnya ia menyangka bahawa ia tidak sekali-kali akan kembali (kepada Kami untuk menerima balasan) !

(Sangkaannya itu tidak betul) bahkan ia tetap kembali!

Sesungguhnya Allah sentiasa Melihat dan Mengetahui keadaannya!

Maka Aku bersumpah, demi mega;

Dan malam serta segala yang dihimpunkannya;

Dan bulan apabila (penuh cahayanya) menjadi purnama:

Sesungguhnya kamu tetap melalui beberapa keadaan yang bertingkat-tingkat baik buruknya,
(sebelum kamu menemui Allah - menerima kesenangan dan kebahagiaan atau sebaliknya)

Maka apakah alasan bagi mereka bersikap tidak mahu beriman?

Dan (apakah pula alasannya) apabila dibacakan Al-Quran kepada mereka, mereka tidak mahu taat dan sujud?

(Tidak ada satu alasan pun) bahkan orang-orang yang kapir, semata-mata mendustakannya;

Sedang Allah mengetahui apa yang mereka rahsiakan dalam hati.

Maka khabarkanlah kepada mereka dengan azab yang tidak terperi sakitnya;

Anonymous said...

Nama Saya Al-Aziz Yang Maha Berkuasa


(Sumpah demi sumpah) sesungguhnya Allah hanya Satu -

(yang mencipta serta mentadbirkan) langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya, dan (yang mengatur) tempat-tempat terbit matahari.

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat (pada penglihatan penduduk bumi) dengan hiasan bintang-bintang.

Dan (Kami pelihara urusan langit itu) dengan serapi-rapi kawalan dari (masuk campur) tiap-tiap Syaitan yang derhaka;

(Dengan itu) mereka tidak dapat memasang telinga mendengar (percakapan malaikat) penduduk langit, dan mereka pula direjam (dengan api) dari segala arah dan penjuru,

Untuk mengusir mereka; dan mereka pula beroleh azab seksa yang tidak putus-putus.

Kecuali sesiapa di antara Syaitan-syaitan itu yang curi mendengar mana-mana percakapan (malaikat), maka ia diburu dan diikuti (dengan rejaman) api yang menjulang lagi menembusi.

(Setelah nyata kekuasaan Kami)

maka bertanyalah (wahai Muhammad) kepada mereka (yang ingkarkan hidupnya semula orang-orang mati):

Adakah diri mereka lebih sukar hendak diciptakan,

atau makhluk-makhluk lain yang Kami telah ciptakan?

Sesungguhnya Kami telah mencipta mereka dari tanah liat (yang senang diubah dan diciptakan semula).

(Pertanyaan itu tidak juga berfaedah kepada mereka) bahkan engkau merasa hairan (terhadap keingkaran mereka), dan sebaliknya mereka mengejek-ejek (peneranganmu).

Dan apabila diperingatkan, mereka tetap tidak mahu menerima peringatan itu.

Dan apabila mereka melihat sesuatu tanda (yang membuktikan kekuasaan Kami dan kebenaranmu), mereka mencari-cari jalan memperolok-olokkannya, -

Serta mereka berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.

"Adakah sesudah kita mati serta menjadi tanah dan tulang, adakah kita akan dibangkitkan hidup semula?

"Dan adakah juga datuk nenek kita yang telah lalu (akan dibangkitkan hidup semula)?"

Jawablah (wahai Muhammad):

"Ya, benar !(Kamu semua akan dibangkitkan) dengan keadaan hina-dina ".

(Kebangkitan ini mudah) kerana sesungguhnya ia boleh berlaku hanyalah dengan suara sahaja, maka dengan serta mereka semuanya (bangkit) melihat (apa yang akan jadi).

Dan (pada saat itu) mereka berkata:" Wahai celakanya kami, ini ialah hari balasan!"

(Lalu malaikat berkata kepada mereka): " Ini ialah hari memutuskan hukum untuk memberi balasan yang dahulu kamu mendustakannya ".

Anonymous said...

Ar Rasyid Yang Maha Pandai, tak bodoh.



(Allah berfirman kepada malaikat):

" Himpunkanlah orang-orang yang zalim itu, dan orang-orang yang berkeadaan seperti mereka, serta benda-benda, tuhan-tuhan yang mereka sembah -

"Yang lain dari Allah serta hadapkanlah, pimpinkanlah mereka jalan yang membawa ke neraka.

"Dan hentikanlah mereka (menunggu), kerana sesungguhnya mereka akan disoal:

"Mengapa kamu tidak bertolong-tolongan (sebagaimana yang kamu dakwakan dahulu?"

(Mereka pada ketika itu tidak dapat berbuat apa-apa) bahkan mereka pada hari itu menyerah diri dengan hina (untuk diadili);

Dan masing-masing pun mengadap satu sama lain, sambil kata mengata dan cela mencela.

Pengikut-pengikut berkata (kepada ketuanya, tuhannya)

" Sesungguhnya kamu dahulu selalu datang menyekat kami (daripada beriman) dengan menggunakan kuasa kamu".

Ketua-ketuanya menjawab: " (Tidak!) Bahkan kamulah sendiri tidak mahu menjadi orang-orang yang beriman!

"Dan kami (selain daripada mengajak kamu (tidak mempunyai sebarang kuasa memerintah kamu, bahkan kamu sememangnya kaum yang melampaui batas.

(Dengan keadaan diri kita yang sedemikian) maka tetaplah di atas kita janji seksa (yang dijanjikan) oleh Allah, bahawa kita semua tentu akan merasai (azab itu).

"(Dengan sebab ketentuan yang tersebut) maka kami pun mengajak kamu menjadi sesat, kerana sebenarnya kami adalah orang-orang sesat"

Maka sesungguhnya mereka semua pada hari itu, menderita azab bersama-sama.

Sesungguhnya demikianlah Kami melakukan kepada orang-orang yang berdosa.

Sebenarnya mereka dahulu apabila dikatakan kepadanya;"

(ketahuilah, bahawa) yang sebenar-benarnya hanyalah Allah" -

mereka bersikap takbur mengingkarinya, -

Serta mereka berkata:

" Patutkah kami mesti meninggalkan tuhan-tuhan yang kami sembah,

kerana mendengar ajakan seorang penyair gila?"

Anonymous said...

Al-Qawiy Yang Maha Kuat


Katakanlah (wahai Muhammad):

"Serulah nama " Allah" atau

nama Aku "Ar-Rahman",

yang mana sahaja kau serukan (dari kedua-dua nama itu adalah baik belaka);

kerana Allah mempunyai banyak nama-nama yang baik serta mulia".

Dan janganlah engkau nyaringkan bacaan doa atau sembahyangmu,

juga janganlah engkau perlahankannya,

dan gunakanlah sahaja satu cara yang sederhana antara itu.

Dan katakanlah:

"Segala puji tertentu bagi Allah yang tiada mempunyai anak,

dan tiada bagiNya sekutu dalam urusan kerajaanNya,

dan tiada bagiNya penolong disebabkan sesuatu kelemahan Nya;

dan hendaklah engkau membesarkan serta memuliakanNya dengan bersungguh-sungguh!"

Anonymous said...

Malik-ul-Mulk Pemilik Kedaulatan Yang Kekal


Dan makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepada kamu,

iaitu yang halal lagi baik,

dan bertaqwalah kepada Allah yang kepadaNya sahaja kamu beriman.

Kamu tidak dikira salah oleh Allah tentang sumpah-sumpah kamu yang tidak disengajakan (untuk bersumpah),

akan tetapi kamu dikira salah olehNya dengan sebab sumpah yang sengaja kamu buat dengan bersungguh-sungguh.

Maka bayaran dendanya ialah memberi makan sepuluh orang miskin dari jenis makanan yang sederhana yang kamu (biasa) berikan kepada keluarga kamu,

atau memberi pakaian untuk mereka,

atau memerdekakan seorang hamba.

Kemudian sesiapa yang tidak dapat (menunaikan denda yang tersebut),

maka hendaklah ia berpuasa tiga hari.

Yang demikian itu ialah denda penebus sumpah kamu apabila kamu bersumpah.

Dan jagalah - peliharalah sumpah kamu.

Demikianlah Allah menerangkan kepada kamu ayat-ayatNya (hukum-hukum agamaNya)

supaya kamu bersyukur.

Wahai orang-orang yang beriman!

Bahawa sesungguhnya arak, dadah

dan judi,

dan pemujaan berhala,

dan mengundi nasib dengan batang-batang anak panah,

adalah (semuanya) kotor (keji) dari perbuatan Syaitan.

Oleh itu hendaklah kamu menjauhinya supaya kamu berjaya.

Anonymous said...

"Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahawa azab seksa di dunia dan di akhirat ditimpakan

kepada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya".

(Setelah mereka menyampaikan perintah Allah itu),

Firaun berkata: "Jika demikian, siapakah Allah Taala, hai Musa?"

Nabi Musa menjawab:

"Allah yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu: kejadian semulajadinya yang sesuai dengannya, kemudian Ia memberi petunjuk kepadanya akan cara menggunakannya".

Firaun bertanya lagi: "Jika demikian, bagaimana pula keadaan kaum-kaum yang telah lalu?"

Nabi Musa menjawab: "Pengetahuan mengenainya ada di sisi Allah, tertulis di dalam sebuah Kitab;

Allah tidak pernah keliru dan Ia juga tidak pernah lupa".

(Dia lah) yang telah menjadikan bumi bagi kamu sebagai hamparan,

dan Ia telah mengadakan bagi kamu padanya jalan-jalan lalu-lalang;

dan Ia juga telah menurunkan hujan dari langit.

Maka Kami keluarkan dengannya berjenis-jenis tanaman dan buah-buahan yang berlainan keadaannya.

Makanlah kamu daripadanya dan berilah makan binatang-binatang ternak kamu;

sesungguhnya semuanya itu mengandungi tanda-tanda yang membuktikan kemurahan Allah, bagi orang-orang yang berakal fikiran.

Dari bumilah Kami ciptakan kamu,

dan ke dalamnya Kami akan mengembalikan kamu,

dan daripadanya pula Kami akan mengeluarkan kamu sekali lagi.

Dan demi sesungguhnya! Kami telah tunjukkan kepada Firaun segala tanda-tanda yang membukti kekuasaan Kami; dalam pada itu ia mendustakannya dan enggan beriman.

Firaun berkata:

"Patutkah engkau datang kepada kami untuk mengeluarkan kami dari negeri kami dengan sihirmu, hai Musa?

"Kalau demikian, sesungguhnya kami juga akan bawakan kepadamu sihir yang seperti itu untuk melawanmu!

Maka tentukanlah suatu tempoh pertemuan antara kami denganmu, yang kita bersama tidak akan memungkirinya, di suatu tempat yang sesuai bagi kedua belah pihak".

Nabi Musa menjawab:

"Tempoh yang aku tetapkan untuk kamu itu ialah hari perayaan,

dan hendaklah orang ramai berhimpun pada waktu dhuha".

Anonymous said...

Al-Muqaddim Yang Maha Menyegera

Qaaf.

Demi Al-Quran yang melimpah-limpah kemuliaan dan kebaikannya (bahawa sesungguhnya Muhammad adalah Rasul yang diutus memberi peringatan dan amaran).

(Kaum musyrik bukan sahaja mengingkari kerasulannya) bahkan mereka merasa hairan kerana datang kepada mereka, dari kalangan mereka sendiri,

seorang Rasul pemberi peringatan dan amaran (mengenai perkara hidup semula sesudah mati); lalu orang-orang yang kafir itu berkata:

"Ini adalah satu perkara yang menakjubkan!

"Adakah (kita akan kembali hidup) sesudah kita mati dan menjadi tanah?

Itu adalah cara kembali yang jauh (dari kemungkinan, kerana jasad yang telah hancur tidak dapat diketahui lagi)".

(Apa yang mereka katakan itu tidaklah benar,

kerana) Kami sedia mengetahui apa yang dimakan oleh bumi sedikit demi sedikit dari (tubuh orang mati),

serta ada di sisi Kami sebuah Kitab yang menyimpan (catitan segala perkara yang berlaku).

(Mereka tidak mahu berfikir betul)

bahkan mereka (terburu-buru) mendustakan kebenaran apabila sahaja sampainya kepada mereka;

oleh sebab itu, mereka berada dalam keadaan yang serba kacau.

(Kalaulah mereka menyangka Kami tidak berkuasa mengembalikan mereka hidup semula)

maka tidakkah mereka memandang ke langit yang ada di sebelah atas mereka (dengan tidak bertiang)?

bagaimana Kami membinanya (dengan rapi) serta Kami menghiasinya (dengan bintang-bintang),

dan dengan keadaan tidak ada padanya retak-renggang? -

Dan juga (keadaan) bumi ini, (bagaimana) Kami bentangkan dia sebagai hamparan,

dan Kami letakkan padanya gunung-ganang yang terdiri kukuh,

serta Kami tumbuhkan padanya pelbagai jenis tanaman yang indah subur?

(Kami adakan semuanya itu) untuk menjadi perhatian dan peringatan,

(yang menunjukkan jalan kebenaran),

kepada tiap-tiap seorang hamba Allah yang mahu kembali kepadaNya (dengan taat dan berbakti).

Dan juga Kami telah menurunkan dari langit air (hujan) yang banyak faedahnya,

lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pokok-pokok tanaman (buah-buahan) dan biji-bijian yang dituai;

Serta pohon-pohon kurma yang tinggi menjulang, yang mengeluarkan mayang, berlapis-lapis, lagi lebat putiknya;

(Semuanya itu) sebagai rezeki bagi hamba-hamba Kami.

Dan lagi Kami telah hidupkan dengan air itu bumi yang mati;

demikianlah pula keadaan keluarnya (orang-orang yang mati dari dalam kubur setelah dibangkitkan hidup semula).

Anonymous said...

Al-Mu'akhkhir Yang Maha Penangguh


Sebelum mereka (yang menentang Muhammad) itu -

kaum Nabi Nuh,

dan "Ashaabur-Rassi" serta Thamud (kaum Nabi Soleh), telah juga mendustakan Rasul masing-masing,

Dan juga Aad (kaum Nabi Hud),

dan Firaun,

serta kaum Nabi Lut,

Dan juga penduduk "Aikah", serta kaum " Tubba' ";

tiap-tiap satu kaum itu telah mendustakan Rasul-rasul (yang diutus kepadanya), lalu mereka ditimpa azab yang Aku janjikan.

(Setelah mereka melihat dan memerhatikan makhluk-makhluk yang Kami ciptakan itu)

maka adakah Kami telah lemah dengan ciptaan yang pertama itu (sehingga Kami tidak dapat mengadakannya semula?

Tidak!

Dan merekapun tidak mengingkari kekuasaan Kami).

Bahkan mereka berada dalam keadaan keliru dan ragu-ragu tentang ciptaan makhluk-makhluk (hidup semula) dalam bentuk yang baharu.

Dan demi sesungguhnya, Kami telah mencipta manusia dan Kami sedia mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya,

sedang (pengetahuan) Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,

Semasa dua malaikat (yang mengawal dan menjaganya) menerima dan menulis segala perkataan dan perbuatannya;

yang satu duduk di sebelah kanannya,

dan yang satu lagi di sebelah kirinya.

Tidak ada sebarang perkataan yang dilafazkannya (atau perbuatan yang dilakukannya)

melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang sentiasa sedia (menerima dan menulisnya).

Dan (apabila sampai ajal seseorang)

datanglah "Sakaratulmaut" membawa kebenaran (yang telah dijanjikan,

serta dikatakan kepada yang mengingkarinya sebelum itu):

"Inilah perkara yang engkau selalu mengelak diri daripadanya!"

Dan lagi (apabila sampai saat yang ditentukan) ditiuplah sangkakala (untuk menghidupkan semula makhluk-makhluk yang telah mati);

saat itu ialah hari berlakunya amaran yang telah diberikan.

Dan (setelah itu) datanglah tiap-tiap orang (ke Padang Mahsyar),

disertai (dua malaikat: yang satu menjadi) pembawa, dan (yang satu lagi menjadi) saksi;

(Serta dikatakan kepadanya):

"Demi sesungguhnya! Engkau di dunia dahulu berada dalam keadaan lalai tentang (perkara hari) ini,

maka kami hapuskan kelalaian yang menyelubungimu itu,

lalu pandanganmu pada hari ini menjadi tajam (dapat menyaksikan dengan jelasnya perkara-perkara hari akhirat)".

Dan berkatalah malaikat yang sentiasa ada bersama-samanya:

"Inilah (Kitab catitan iman dan amal) orang yang terletak dalam jagaanku,

siap sedia (untuk dibicarakan)".

Anonymous said...

(Setelah tiap-tiap orang dibicarakan,

Allah berfirman kepada kedua malaikat yang menjadi pembawa dan saksi itu):

"Humbankanlah oleh kamu berdua, ke dalam neraka Jahannam tiap-tiap orang yang tetap degil dalam kekufurannya; -

"Yang sering menghalangi jenis kebajikan,

yang melanggar hukum agama,

lagi yang meragukan kebenaran,

"Yang menyembah benda, tuhan yang lain bersama-sama Allah;

maka humbankanlah oleh kamu berdua akan dia ke dalam azab seksa yang seberat-beratnya".

(Semasa ia dihumbankan ke dalam neraka Jahannam,

ia mendakwa bahawa Syaitanlah yang menjadikan dia sesat;

pada saat itu) Syaitan yang sentiasa menyertainya (di dunia dahulu) berkata:

"Wahai Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi sememangnya dia sendiri berada di dalam kesesatan yang jauh terpesong".

Allah berfirman: "Janganlah kamu berbalah lagi di hadapanKu,

(tidak ada gunanya berbalah pada masa Aku membuat keputusan);

padahal (kamu sedia mengetahui bahawa) Aku dahulu telah memberi amaran kepada kamu (akan menyeksa orang-orang yang bersalah).

"KeputusanKu itu tidak dapat diubah atau ditukar ganti,

dan Aku tidak sekali-kali berlaku zalim kepada hambaKu".

(Peringatkanlah manusia) akan hari Kami bertanya kepada neraka Jahannam:

"Adakah engkau sudah penuh? " Ia menjawab: "Adakah lagi sebarang tambahan?"

Anonymous said...

Dan hendaklah kamu beribadat kepada Allah

dan janganlah kamu sekutukan Dia dengan sesuatu apa jua;

dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibu bapa,

dan kaum kerabat,

dan anak-anak yatim,

dan orang-orang miskin,

dan jiran tetangga yang dekat,

dan jiran tetangga yang jauh,

dan rakan sejawat,

dan orang musafir yang terlantar,

dan juga hamba yang kamu miliki.

Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang sombong takbur dan membangga-banggakan diri;

Iaitu orang-orang yang bakhil dan menyuruh manusia supaya bakhil serta menyembunyikan apa-apa jua yang Allah berikan kepada mereka dari limpah kurnianya dari hasil negara, emas, minyak, balak, tanah dan sebagainya.

Dan (sebenarnya) Kami telah sediakan bagi orang-orang kafir itu azab seksa yang amat menghina;

Dan juga orang-orang yang membelanjakan hartanya dengan menunjuk-nunjuk kepada manusia (riak),

dan mereka tidak pula beriman kepada Allah

dan tidak juga beriman kepada hari akhirat.

Dan sesiapa yang (mengambil) Syaitan itu menjadi kawannya, maka seburuk-buruk kawan ialah syaitan.

Dan apakah (kerugian) yang akan menimpa mereka jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat?

serta mereka mendermakan sebahagian dari apa yang telah dikurniakan Allah kepada mereka?

Dan (ingatlah) Allah sentiasa Mengetahui akan keadaan mereka.

Sesungguhnya Allah tidak sekali-kali menganiaya (seseorang) sekalipun seberat zarah (debu).

Dan kalaulah (amal yang seberat zarrah) itu amal kebajikan,

nescaya akan menggandakannya dan akan memberi, dari sisiNya, pahala yang amat besar.

Maka bagaimanakah (keadaan orang-orang kafir pada hari akhirat kelak),

apabila Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi (iaitu Rasul mereka sendiri menjadi saksi terhadap perbuatan mereka),

dan Kami juga datangkan engkau (wahai Muhammad) sebagai saksi terhadap umatmu ini?

Pada hari itu orang-orang yang kafir dan menderhaka kepada Rasulullah,

suka jika mereka disama ratakan dengan tanah (ditelan bumi),

dan (ketika itu) mereka tidak dapat menyembunyikan sepatah kata pun dari pengetahuan Allah.

Anonymous said...

Al-Hakim Yang Maha Bijaksana, tak memperbodoh-bodohkan makhluk Dia cipta


Tidakkah engkau perhatikan (dan merasa pelik wahai Muhammad) kepada orang-orang yang membersihkan (memuji) diri sendiri?

(Padahal perkara itu bukan hak manusia)

bahkan Allah jualah yang berhak membersihkan (memuji) sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan SyariatNya);

dan mereka pula tidak akan dianiaya (atau dikurangkan balasan mereka) sedikitpun.

Lihatlah (wahai Muhammad) betapa beraninya mereka mengada-adakan perkara-perkara dusta terhadap Allah?

Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang terang nyata.

Tidakkah engkau perhatikan (dan merasa pelik wahai Muhammad) kepada orang-orang yang telah diberikan sebahagian dari Kitab Al Quran?

Mereka percaya kepada benda-benda, tuhan-tuhan yang disembah yang lain dari Allah,

dan kepada Taghut,

dan mereka pula berkata kepada orang-orang kafir (kaum musyrik) bahawa mereka (kaum musyrik itu) lebih betul jalan agamanya daripada orang-orang yang beriman

(Kaum Yahudi yang demikian sikapnya) mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah;

dan sesiapa yang dilaknat oleh Allah, maka engkau tidak sekali-kali akan mendapati sesiapa pun yang boleh menolongnya.

Patutkah ada bagi mereka (berdarah Yahudi itu) sesuatu bahagian dari kekuasaan memerintah?

(Tidak, bahkan kalau ada) maka sudah tentu mereka tidak akan memberikan sedikitpun kebaikan kepada manusia.

Atau patutkah mereka dengki kepada manusia (Muhammad dan umatnya) disebabkan nikmat (pangkat Nabi dan agama Islam) yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka dari limpah kurniaNya?

Kerana sesungguhnya Kami telahpun memberi kepada keluarga Ibrahim:

Kitab (agama) dan hikmat (pangkat Nabi), dan kami telah memberi kepada mereka kerajaan yang besar.

Maka di antara mereka (Yahudi yang dengki itu)

ada yang beriman kepada (apa yang telah di kurniakan oleh Allah kepada keluarga Nabi Ibrahim) itu,

dan ada pula di antara mereka yang berpaling daripadanya (tidak beriman).

Dan cukuplah dengan neraka jahanam yang sentiasa menyala-nyala itu (menjadi tempat seksa mereka).

Sesungguhnya orang-orang yang kufur ingkar kepada ayat-ayat keterangan Kami,

Kami akan membakar mereka dalam api neraka.

Tiap-tiap kali kulit mereka masak hangus,

Kami gantikan untuk mereka kulit yang lain

supaya mereka dapat merasa azab sengsara itu.

Dan (ingatlah) sesungguhnya Allah adalah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

Anonymous said...

(Setelah kaumnya mengetahui hal itu) maka datanglah mereka beramai-ramai kepadanya.

(Bagi menjawab bantahan mereka), ia berkata:

"Patutkah kamu menyembah benda-benda yang kamu pahat?

"Padahal Allah yang mencipta kamu dan benda-benda yang kamu buat itu!"

(Setelah tak dapat berhujah lagi, ketua-ketua) mereka berkata:

"Binalah untuk Ibrahim sebuah tempat (untuk membakarnya), kemudian campakkan dia ke dalam api yang menjulang-julang itu".

Maka mereka (dengan perbuatan membakar Nabi Ibrahim itu) hendak melakukan angkara yang menyakitinya,

lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang terkebawah (yang tidak berjaya maksudnya).

Dan Nabi Ibrahim pula berkata:

"Aku hendak berhijrah kepada Allah, Ia akan memimpinku (ke jalan yang benar).

" Ya Allah! Kurniakanlah kepadaku anak yang terhitung dari orang-orang yang soleh!"

Lalu Kami berikan kepadanya berita yang mengembirakan, bahawa ia akan beroleh seorang anak yang penyabar.

Maka ketika anaknya itu sampai (ke peringkat umur yang membolehkan dia) berusaha bersama-sama dengannya, Nabi Ibrahim berkata:

"Wahai anak!

Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahawa aku akan menyembelihmu;

maka fikirkanlah apa pendapatmu?".

Anak itu menjawab:

"Wahai ayah, jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu;

Insya Allah, ayah akan mendapati daku dari orang-orang yang sabar".

Setelah keduanya berserah bulat-bulat (menjunjung perintah Allah itu),

dan Nabi Ibrahim merebahkan anaknya dengan meletakkan iringan mukanya di atas tompok tanah, lalu disembelihnya anak itu

Serta Kami menyerunya: "Wahai Ibrahim!

"Engkau telah menyempurnakan maksud mimpi yang engkau lihat itu".

Demikianlah sebenarnya Kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan kebaikan.

Sesungguhnya perintah ini adalah satu ujian yang nyata;

Dan Kami tebus anaknya itu dengan seekor binatang sembelihan yang besar;

Dan Kami kekalkan baginya (nama yang harum) dalam kalangan orang-orang yang datang kemudian:

"Salam sejahtera kepada Nabi Ibrahim!".

Demikianlah Kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan kebaikan.

Sesungguhnya Nabi Ibrahim itu dari hamba-hamba Kami yang beriman.

Dan Kami pula berikan kepadanya berita yang mengembirakan, bahawa ia akan beroleh (seorang anak): Ishak, yang akan menjadi Nabi, yang terhitung dari orang-orang yang soleh.

Dan Kami limpahi berkat kepadanya dan kepada (anaknya): Ishak; dan di antara zuriat keturunan keduanya ada yang mengerjakan kebaikan,

dan ada pula yang berlaku zalim dengan nyata, terhadap diri sendiri.

Dan demi sesungguhnya! kami telah melimpahkan nikmat pemberian kepada Nabi Musa dan Nabi Harun.

Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari kesusahan yang besar;

Dan Kami menolong mereka sehingga menjadilah mereka orang-orang yang berjaya mengalahkan (lawannya);

Dan Kami berikan kepada keduanya Kitab Suci yang amat jelas keterangannya;

Anonymous said...

Dan (di antara orang-orang yang tidak dikehendakiNya ke jalan yang lurus ialah)

mereka yang berkata: "Kami beriman kepada Allah dan kepada RasulNya serta kami taat";

kemudian sepuak dari mereka berpaling (membelakangkan perintah Allah dan Rasul) sesudah pengakuan itu,

dan (kerana berpalingnya) tidaklah mereka itu menjadi orang-orang yang sebenarnya beriman.

Dan (bukti berpalingnya mereka ialah) apabila mereka diajak kepada Kitab Allah dan Sunnah RasulNya

supaya menjadi hakim memutuskan sesuatu di antara mereka,

maka dengan serta-merta sepuak dari mereka berpaling ingkar

(menolak ajakan itu jika keputusan tidak menguntungkan mereka).

Dan (sebaliknya) jika keputusan itu memberi hak kepada mereka,

mereka segera datang kepadanya dengan tunduk taat (menerima hukum dan syaratnya).

(Mengapa mereka bersikap demikian)?

adakah kerana hati mereka mengandungi penyakit (kufur)?

atau kerana mereka ragu-ragu (terhadap kebenaran hukuman)?

ataupun kerana mereka takut bahawa Allah dan RasulNya akan berlaku zalim kepada mereka?

(Allah dan RasulNya tidak sekali-kali akan berlaku zalim)

bahkan merekalah sendiri orang-orang yang zalim (disebabkan keraguan dan kekufuran mereka).

Sesungguhnya perkataan yang diucapkan oleh orang-orang yang beriman ketika mereka diajak ke pada Kitab Allah dan Sunnah RasulNya,

supaya menjadi hakim memutuskan sesuatu di antara mereka,

hanyalah mereka berkata: "Kami dengar dan kami taat":

dan mereka itulah orang-orang yang beroleh kejayaan.

Dan sesiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya dan takut melanggar perintah Allah serta,

menjaga dirinya jangan terdedah kepada azab Allah,

maka merekalah orang-orang yang beroleh kemenangan.

Anonymous said...

Tidakkah engkau memerhatikan (wahai Muhammad) orang-orang yang telah diberikan sebahagian dari Kitab Al Quran,

mereka memilih kesesatan (dengan meninggalkan pertunjuk Allah),

dan mereka pula berkehendak supaya kamu juga sesat jalan.

Dan Allah lebih mengetahui berkenaan dengan musuh-musuh kamu,

(oleh itu awasilah angkara musuh kamu itu).

Dan cukuplah Allah sebagai Pengawal yang melindungi,

dan cukuplah Allah sebagai Penolong (yang menyelamatkan kamu dari angkara dengki mereka).

Di antara perangai Yahudi itu ada yang mengubah (meminda, menukar ganti, menjual) Kalamullah (isi Kitab Al Quran),

dari tempat dan maksudnya yang sebenar,

dan berkata (kepada Nabi Muhammad): "Kami dengar",

(sedang mereka berkata dalam hati): "Kami tidak akan menurut".

(Mereka juga berkata): "Tolonglah dengar, tuan tidak diperdengarkan sesuatu yang buruk",

serta (mereka mengatakan): "Raaeina";

(Tujuan kata-kata mereka yang tersebut) hanya memutar belitkan perkataan mereka dan mencela agama Islam.

Dan kalaulah mereka berkata: "Kami dengar dan kami taat,

dan dengarlah serta berilah perhatian kepada kami",

tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih betul.

Akan tetapi Allah melaknat mereka dengan sebab kekufuran mereka.

Oleh itu, mereka tidak beriman kecuali sedikit sahaja (di antara mereka).

Wahai orang-orang yang telah diberikan Kitab Al Quran,

berimanlah kamu dengan apa yang telah Kami turunkan (Al-Quran),

yang mengesahkan Kitab-Kitab yang ada pada kamu,

sebelum Kami menyeksa dengan menghapuskan bentuk muka kamu (sehingga berubah menjadi rata - tidak bermulut, berhidung dan bermata),

lalu Kami menjadikannya sama seperti rupa sebelah belakangnya,

atau Kami melaknatkan mereka sebagaimana Kami telah melaknatkan orang-orang (dari kaum mereka Yahudi)

yang melanggar larangan bekerja pada hari Sabtu.

Dan (ingatlah) perintah Allah itu tetap berlaku.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa syirik mempersekutukanNya (dengan sesuatu apajua),

dan akan mengampunkan dosa yang lain dari itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan SyariatNya).

Dan sesiapa yang mempersekutukan Allah Taala (dengan sesuatu yang lain),

maka sesungguhnya ia telah melakukan dosa yang besar

Anonymous said...

"Kemudian Ia mengembalikan kamu ke dalam bumi (sesudah mati),

dan mengeluarkan kamu daripadanya (sesudah dihidupkan semula untuk dihitung amal kamu

dan diberi balasan), dengan pengeluaran yang sesungguh-sungguhnya?

"Dan Allah telah menjadikan bumi bagi kamu sebagai hamparan,

"Supaya kamu melalui jalan-jalan yang luas padanya".

Nabi Nuh (merayu lagi dengan) berkata:

"Ya Allah! Sesungguhnya, mereka telah menderhaka kepadaku,

dan mereka telah menurut orang yang harta bendanya

dan anak-pinaknya tidak menambahinya melainkan kerugian (di akhirat kelak).

"Dan mereka telah menjalankan tipu daya dengan merancangkan rancangan yang amat besar jahatnya (untuk menentang seruanku).

"Dan (ketua-ketua) mereka (menghasut dengan) berkata:

`Jangan kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu,

terutama (penyembahan) Wadd,

dan Suwaa',

dan Yaghuth,

dan Ya'uuq,

serta Nasr.

"Dan sesungguhnya ketua-ketua itu telah menyesatkan kebanyakan (dari umat manusia);

dan (dengan yang demikian) janganlah Engkau menambahi orang-orang yang zalim itu melainkan kesesatan jua".

Disebabkan dosa-dosa dan kesalahan mereka,

mereka ditenggelamkan (dengan banjir dan taufan),

kemudian (pada hari akhirat) dimasukkan ke dalam neraka;

maka mereka tidak akan beroleh sebarang penolong yang lain dari Allah (yang dapat memberikan pertolongan).

Dan Nabi Nuh (merayu lagi dengan) berkata:

"Wahai Allah!

Janganlah Engkau biarkan seorangpun dari orang-orang kafir itu hidup di atas muka bumi!

"Kerana sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka (hidup),

nescaya mereka akan menyesatkan hamba-hambaMu,

dan mereka tidak akan melahirkan anak melainkan yang berbuat dosa lagi kufur ingkar.

Anonymous said...

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

Demi angin yang menerbang dan menaburkan (debu, biji-bijian benih, dan lain-lainnya), dengan penerbangan dan penaburan yang sesungguh-sungguhnya, -

Dan awan yang membawa dan mengangkut muatannya (ke tempat yang dikehendaki), -

Dan kapal-kapal yang belayar laju dengan kemudahan yang diberikan kepadanya, -

Dan malaikat-malaikat yang membahagi-bahagikan segala perkara yang mereka ditugaskan membahagikannya;

(Sumpah demi sumpah) bahawa sesungguhnya segala yang dijanjikan kepada kamu (mengenai hari akhirat) tetap benar;

Dan bahawa sesungguhnya balasan amal, tetap berlaku.

Dan Kami tinggalkan di negeri itu (timbunan batu-batu yang telah menghujani dan membinasakan mereka),

sebagai tanda (yang mendatangkan keinsafan) bagi orang-orang yang sedia takut kepada azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

Dan juga pada (kisah) Nabi Musa (terdapat dalil-dalil yang memberi keinsafan), -

ketika kami mengutusnya kepada Firaun dengan membawa mukjizat yang nyata.

Maka Firaun berpaling ingkar dengan berdasarkan kekuasaannya sambil berkata:

"(Musa itu) adalah seorang ahli sihir, atau seorang gila!"

Lalu Kami (adakan jalan) mengambil Firaun bersama-sama tenteranya,

kemudian Kami humbankan mereka ke dalam laut, sedang ia berkeadaan tercela.

Dan juga pada (kisah) kaum Aad (terdapat perkara-perkara yang menjadi iktibar), -

ketika kami hantarkan kepada mereka angin ribut yang tidak mengandungi sebarang kebaikan; -

Angin itu tidak meninggalkan sesuatupun yang dirempuhnya, melainkan menjadikannya (hancur) seperti debu.

Dan juga pada (kisah) kaum Thamud (terdapat perkara-perkara yang menjadi pelajaran) - ketika dikatakan kepada mereka:

"Bersenang-senanglah kamu hingga ke suatu waktu (yang termaklum)!"

Maka mereka membesarkan diri terhadap perintah Allah,

lalu mereka disambar petir (dengan tidak dapat melarikan diri), sedang mereka melihatnya.

Dengan yang demikian, mereka tidak dapat bangun lagi, dan mereka juga tidak mendapat pertolongan.

Dan kaum Nuh (Kami juga telah binasakan) sebelum itu; sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik - derhaka.

Anonymous said...

Dan langit itu Kami dirikan dengan kekuasaan Kami (dalam bentuk binaan yang kukuh rapi).

Dan sesungguhnya Kami adalah mempunyai kekuasaan yang luas tidak terhingga.

Dan bumi pula Kami hamparkan (untuk kemudahan kamu mendiaminya); maka Kamilah sebaik-baik yang menghamparkannya.

Dan tiap-tiap jenis Kami ciptakan berpasangan, supaya kamu mengingati (kekuasaan Kami dan mentauhidkan Kami).

(Katakanlah wahai Muhammad kepada mereka):

"Maka segeralah kamu kembali kepada Allah (dengan bertaubat dan taat),

sesungguhnya aku diutuskan Allah kepada kamu, sebagai pemberi amaran yang nyata.

"Dan janganlah kamu adakan tuhan tuhan yang lain bersama Allah (dalam kepercayaan kamu),

sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepada kamu sebagai pemberi amaran yang nyata".

Demikianlah (keadaan tiap-tiap kaum terhadap Rasulnya samalah seperti keadaan kaummu wahai Muhammad) -

tidak ada seorang Rasul pun yang datang kepada kaum-kaum yang terdahulu dari mereka, melainkan ada yang berkata:

"Dia adalah seorang ahli sihir, atau seorang gila".

Adakah mereka semua telah berpesan-pesan (dan mencapai kata sepakat) untuk melemparkan tuduhan itu ?

(Sudah tentu mereka tidak dapat berbuat demikian),

bahkan mereka semuanya adalah kaum yang melampaui batas (dalam keingkarannya).

Oleh itu, berpalinglah (wahai Muhammad) daripada mereka (yang menentangmu itu dan janganlah dihiraukan),

kerana engkau tidak akan disalahkan (setelah engkau memberi amaran kepada mereka).

Dan tetap tekunlah engkau memberi peringatan,

kerana sesungguhnya peringatan itu mendatangkan faedah kepada orang-orang yang beriman.

Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia

melainkan untuk mereka menyembah dan beribadat kepadaKu.

Aku tidak sekali-kali menghendaki sebarang rezeki pemberian dari mereka,

dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepadaKu.

Sesungguhnya Allah Dia lah sahaja Yang Memberi rezeki (kepada sekalian makhlukNya,

dan Dia lah sahaja) Yang Mempunyai Kekuasaan yang tidak terhingga, lagi Yang Maha Kuat Kukuh kekuasaanNya.

(Setelah ternyata hakikat yang demikian),

maka sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim (yang menentang ajaran Nabi Muhammad) itu

ada bahagiannya (dari azab seksa) seperti bahagian rakan-rakan mereka (kaum kafir yang telah lalu).

Oleh itu, janganlah mereka meminta kepadaKu menyegerakan kedatangannya.

Maka kecelakaan dan kebinasaanlah

bagi orang-orang yang kafir pada hari yang telah dijanjikan kepada mereka.

Anonymous said...

Bukan itu sahaja kata-kata mereka

bahkan mereka menuduh dengan mengatakan: "Ia (Muhammad) yang mereka-reka Al-Quran itu! "

katakanlah (wahai Muhammad): "(Jika demikian tuduhan kamu),

maka cubalah buat serta datangkan sepuluh surah rekaan yang sebanding dengan Al-Quran itu,

dan panggillah siapa sahaja yang kamu sanggup memanggilnya,

yang lain dari Allah, jika betul kamu orang-orang yang benar".

Oleh itu, jika mereka (penolong-penolong kamu) tidak dapat melaksanakan permintaan kamu (untuk membuat surah-surah yang sebanding dengan Al-Quran),

maka ketahuilah bahawa Al-Quran itu diturunkan hanyalah menurut pengetahuan Allah,

dan bahawa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah.

Setelah (terbukti hakikat yang demikian) maka adakah kamu mengakui Islam dan menurut aturannya?

Sesiapa yang keadaan usahanya semata-mata berkehendakkan kehidupan dunia dan perhiasannya (dengan tidak disaksikan sama oleh Al-Quran tentang sah batalnya),

maka Kami akan sempurnakan hasil usaha mereka di dunia, dan mereka tidak dikurangkan sedikitpun padanya.

Merekalah orang-orang yang tidak ada baginya pada hari akhirat kelak selain daripada azab neraka,

dan pada hari itu gugurlah apa yang mereka lakukan di dunia, dan batallah apa yang mereka telah kerjakan.

Jika demikian, adakah sama mereka itu dengan orang-orang yang keadaannya sentiasa berdasarkan bukti yang terdapat dari (benda-benda yang diciptakan oleh) Allah

dan diikuti oleh Kitab Suci Al-Quran memberi kenyataan - sebagai saksi dari Allah Taala meneguhkan bukti yang tersebut;

dan sebelum itu, kenyataan yang serupa diberi oleh Kitab Nabi Musa yang menjadi ikutan dan rahmat (kepada umatnya)?

Orang-orang yang berkeadaan demikian, mengakui - menerima Al-Quran;

dan sesiapa ingkar akan Al-Quran itu dari kumpulan-kumpulan kaum kafir,

maka nerakalah dijanjikan menjadi tempatnya.

Oleh itu, janganlah engkau (wahai Muhammad) menaruh perasaan ragu-ragu terhadap Al-Quran,

kerana sesungguhnya Al-Quran itu adalah perkara yang benar dari Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak percaya kepadanya.

Dan tidak ada yang lebih zalim daripada orang-orang yang mereka-reka perkara-perkara, hukum-hukum, fatwa dusta terhadap Allah!

Orang-orang yang demikian sifatnya akan dibawa mengadap Allah,

dan pada hari itu akan berkatalah saksi-saksi (dari malaikat-malaikat, Nabi-nabi, dan anggota-anggota tubuh mereka sendiri):

"Inilah orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah Taala".

Ketahuilah (sesungguhnya) laknat Allah tertimpa kepada orang-orang yang zalim!

Orang-orang yang menghalang dirinya sendiri dan orang lain dari jalan agama Allah

dan berusaha supaya jalan itu menjadi bengkok terpesong,

sedang mereka pula ingkarkan hari akhirat;

Anonymous said...

Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu (wahai Muhammad) melainkan orang-orang yang tentu makan minum dan berjalan di pasar-pasar,

dan Kami jadikan sebahagian dari kamu sebagai ujian dan cubaan bagi sebahagian yang lain,

supaya ternyata adakah kamu dapat bersabar (menghadapi ujian itu)?

Dan (ingatlah) adalah Allah sentiasa Melihat (akan keadaan makhluk-makhlukNya).

Dan berkatalah pula orang-orang yang tidak percaya akan menemui Kami:

"Mengapa tidak diturunkan malaikat kepada kita?

atau kita dapat melihat sendiri depan depan Tuhan kita?"

Demi sesungguhnya, mereka telah bersikap sombong angkuh dalam diri mereka sendiri,

dan telah melampaui batas dengan cara yang sebesar-besarnya.

(Ingatkanlah) hari mereka melihat malaikat,

pada hari itu tiadalah sebarang berita gembira bagi orang-orang yang bersalah (bahkan sebaliknya), dan mereka akan berkata:

"Semoga kita jauh - dijauhkan (dari sebarang keadaan yang buruk)".

Dan Kami tujukan perbicaraan kepada apa yang mereka telah kerjakan dari jenis kerja amal (yang mereka pandang baik),

lalu Kami jadikan dia terbuang sebagai debu yang berterbangan.

Ahli-ahli Syurga pada hari itu lebih baik tempat menetapnya, dan lebih elok tempat rehatnya.

Dan (sebutkanlah perihal) hari segala langit pecah-belah (disertakan) dengan kumpulan awan (yang berisi malaikat),

dan (pada hari yang tersebut) diturunkan malaikat itu dengan cara berpasuk-pasukan.

Kuasa pemerintahan yang sebenar-benarnya pada hari itu adalah tertentu bagi Allah Yang Maha melimpah rahmatNya,

dan adalah ia satu masa yang amat sukar keadaannya kepada orang-orang kafir.

Anonymous said...

Dan mengapa mereka tidak patut diseksa oleh Allah,

sedang mereka menyekat (orang-orang Islam) dari masjid Al-Haraam,

padahal mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasai dan mengunjunginya (kerana mereka bangsa kafir musyrik)?

Sebenarnya orang-orang yang berhak menguasai dan berkunjung ke sana hanyalah orang-orang yang bertaqwa,

tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Dan tiadalah sembahyang mereka di sisi Baitullah, Kaabah itu melainkan bersiul-siul dan bertepuk tangan.

Oleh itu rasalah kamu (wahai orang kafir) akan azab seksa dengan sebab kekufuran kamu.

Sesungguhnya orang-orang kafir yang selalu membelanjakan harta mereka untuk menghalangi (manusia) dari jalan Allah,

maka mereka tetap membelanjakannya kemudian (harta yang dibelanjakan) itu menyebabkan penyesalan kepada mereka, tambahan pula mereka dikalahkan.

Dan (ingatlah) orang-orang kafir itu (akhirnya) dihimpunkan dalam neraka jahanam.

Kerana Allah hendak membezakan yang jahat (golongan yang ingkar) dari yang baik (golongan yang beriman),

dan menjadikan (golongan) yang jahat itu setengahnya bersatu dengan setengahnya yang lain,

lalu ditimbunkannya kesemuanya,

serta dimasukkannya ke dalam neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi.

Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang yang kafir itu,

jika mereka berhenti (dari kekufurannya),

nescaya akan diampunkan dosa mereka yang telah lalu,

dan jika mereka kembali lagi (ingkar maka Kami akan menyeksa mereka),

kerana sesungguhnya telah berlakulah kebinasaan orang-orang (yang kufur ingkar) dahulu kala.

Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah, syirik, sihir

dan (sehingga) menjadilah agama itu seluruhnya (bebas) bagi Allah dibawah pengurusanNya semata-mata.

Kemudian jika mereka berhenti (dari kekufurannya dan gangguannya,

nescaya mereka diberikan balasan yang baik) kerana sesungguhnya Allah Maha Melihat akan apa yang mereka kerjakan.

Dan jika mereka berpaling (enggan beriman dan tidak berhenti daripada menceroboh)

maka ketahuilah bahawasanya Allah Pelindung kamu;

Dia lah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong

(yang menyelamatkan dan menjayakan kamu).

Anonymous said...

Sesungguhnya orang-orang yang menentang (perintah) Allah dan RasulNya,

mereka tetap ditimpa kehinaan sebagaimana orang-orang yang terdahulu dari mereka ditimpa kehinaan;

kerana sesungguhnya Kami telah menurunkan keterangan-keterangan yang jelas nyata.

Dan bagi orang-orang yang kafir disediakan azab seksa yang menghina,

Semasa mereka semuanya dibangkitkan hidup semula oleh Allah (pada hari kiamat),

lalu diterangkan kepada mereka segala yang mereka telah kerjakan.

Allah telah menghitung amal-amal mereka itu satu persatu,

sedang mereka telah melupakannya. Dan (ingatlah),

Allah menjadi Saksi akan tiap-tiap sesuatu.

Tidakkah engkau memikirkan, bahawa sesungguhnya Allah mengetahui segala yang ada di langit dan yang ada di bumi?

Tiada berlaku bisikan antara tiga orang melainkan Dia lah yang keempatnya,

dan tiada (berlaku antara) lima orang melainkan Dia lah yang keenamnya,

dan tiada yang kurang dari bilangan itu dan tiada yang lebih ramai, melainkan Ia ada bersama-sama mereka di mana sahaja mereka berada.

Kemudian Ia akan memberi tahu kepada mereka - pada hari kiamat - apa yang mereka telah kerjakan.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

Tidakkah engkau memerhatikan (wahai Muhammad) akan orang-orang berperangai (Yahudi) yang telah dilarang daripada perbuatan berbisik-bisik,

kemudian mereka berbalik melakukan perbuatan yang telah dilarang itu serta mereka berbisik-bisik berkenaan dengan melakukan dosa dan pencerobohan serta kederhakaan kepada Rasulullah?

Dan lagi apabila mereka datang kepadamu, mereka memberi salam hormat bukan dengan lafaz salam hormat yang diberikan Allah kepadamu;

dan mereka berkata sesama sendiri: "(Kalau benar Muhammad utusan Allah, maka) sepatutnya kami diseksa oleh Allah disebabkan (kata-kata buruk) yang kami ucapkan itu?"

Cukuplah untuk mereka neraka Jahannam,

yang mereka akan dibakar di dalamnya;

maka itulah seburuk-buruk tempat kembali.

Anonymous said...

Dan bukan sedikit negeri-negeri yang penduduknya menderhaka terhadap perintah Allah dan Rasul-rasulNya,

maka Kami hitung amal mereka satu persatu dengan hitungan yang keras rapi,

serta Kami seksakan mereka dengan azab yang tidak pernah dikenal dahsyatnya.

Lalu mereka merasai kesan yang buruk dari perbuatan derhakanya,

dan menjadilah akibat perbuatan mereka satu kerugian yang besar.

Allah menyediakan bagi mereka azab seksa yang seberat-beratnya.

Maka bertaqwalah kepada Allah kepada wahai orang yang berakal sempurna

dari kalangan orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan kepada kamu peringatan -

(Dengan mengutuskan) seorang Rasul (Nabi Muhammad s.a.w) yang membacakan kepada kamu ayat-ayat Allah yang menerangkan kebenaran,

supaya Allah mengeluarkan orang-orang (yang sedia diketahuiNya akan) beriman dan beramal soleh - dari gelap-gelita (kesesatan) kepada cahaya (hidayah petunjuk).

Dan (ingatlah), sesiapa yang beriman kepada Allah dan beramal soleh, akan dimasukkan oleh Allah ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai;

kekallah mereka di dalamnya selama-lamanya.

Sesungguhnya Allah (dengan yang demikian) telah mengurniakan kepadanya sebaik-baik pemberian.

Allah yang menciptakan tujuh petala langit dan (Ia menciptakan) bumi seperti itu;

perintah Allah berlaku terus menerus di antara alam langit dan bumi.

(Berlakunya yang demikian) supaya kamu mengetahui bahawa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu,

dan bahawa sesungguhnya Allah tetap meliputi ilmuNya akan tiap-tiap sesuatu.

Anonymous said...

Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Quran sebagai hukum dalam bahasa Arab.

Dan demi sesungguhnya, jika engkau (wahai Muhammad) menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya kepadamu wahyu pengetahuan (tentang kebenaran),

maka tiadalah engkau peroleh dari Allah sesuatupun yang dapat mengawal dan memberi perlindungan kepadamu (dari perkara-perkara yang tidak diingini).

Dan demi sesungguhnya! Kami telah mengutus Rasul-rasul sebelummu,

dan Kami jadikan untuk mereka isteri-isteri dan zuriat keturunan.

Dan tiadalah sebarang kuasa bagi seseorang Rasul untuk mendatangkan sesuatu mukjizat melainkan dengan izin Allah.

Tiap-tiap satu tempoh dan waktu ada baginya perkara dan hukum yang telah ditentukan oleh "Suratan Azali".

Allah menghapuskan apa jua yang dikehendakiNya

dan Ia juga menetapkan apa jua yang dikehendakinya.

Dan (ingatlah) pada sisiNya ada "Ibu segala suratan".

Sama ada Kami perlihatkan kepadamu (wahai Muhammad) sebahagian dari azab yang Kami janjikan untuk mereka (yang ingkar)

atau kami wafatkanmu sebelum melihatnya maka tidaklah menjadi hal

kerana tanggunganmu hanyalah menyampaikan hukum-hukum yang kami turunkan kepadamu; dan urusan Kami menghitung dan membalas amal mereka.

Mengapa mereka yang kafir itu masih berdegil dan tidak mahu memerhatikan bahawa kekuasaan kami sentiasa menakluk bumi (yang mereka diami)

dengan menjadikan dia kurang sedikit demi sedikit dari kebaikannya dan kemuliaannya?

Dan (ingatlah) Allah menghukum menurut apa yang dikehendakiNya;

tiada sesiapapun yang dapat menghalang hukumNya,

dan dia lah juga yang amat cepat hitungan hisabNya.

Dan sesungguhnya orang-orang kafir yang sebelum mereka telah melancarkan rancangan jahat (terhadap Nabi-nabi mereka):

oleh itu, (janganlah engkau bimbang kerana)

bagi Allah jualah kuasa menggagalkan segala jenis rancangan jahat.

Ia mengetahui apa yang diusahakan oleh tiap-tiap diri;

dan orang-orang yang kafir akan mengetahui bagi siapakah balasan (yang baik dan yang buruk) pada hari akhirat kelak.

Dan orang-orang yang kafir itu berkata:

"Engkau bukanlah seorang Rasul dari Allah".

Katakanlah (kepada mereka):

"Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dengan kamu,

dan juga disaksikan oleh orang-orang yang ada ilmu pengetahuan mengenai Kitab Allah".

Anonymous said...

Dan Kami tidak mengutus kepada sesebuah negeri:

seseorang Rasul pemberi amaran melainkan orang-orang yang berada dalam kemewahan di negeri itu berkata:

"Sesungguhnya kami tetap mengingkari apa yang kamu diutuskan membawanya".

Dan mereka berkata lagi:

"Kami lebih banyak harta benda dan anak pinak, dan kami pula tidak akan diseksa".

Katakanlah (wahai Muhammad):

"Sesungguhnya Allah memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendakiNya,

dan Dia juga yang menyempitkan (bagi sesiapa yang dikehendakiNya); akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (hakikat itu).

Dan bukanlah harta benda kamu dan tidak juga anak pinak kamu yang mendampingkan kamu di sisi Kami walau sedikitpun,

kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh,

maka mereka itu akan beroleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang mereka telah kerjakan;

dan mereka pula ditempatkan dalam mahligai-mahligai (di Syurga) dengan aman sentosa.

Dan orang-orang yang berusaha menentang dan membatalkan ayat-ayat keterangan Kami

sambil menyangka dapat melepaskan diri (dari hukuman Kami), mereka itu akan tetap berada di dalam azab seksa.

Katakanlah (wahai Muhammad):

"Sesungguhnya Allah memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya, dan Ia juga yang menyempitkan baginya;

dan apa sahaja yang kamu dermakan maka Allah akan menggantikannya; dan Dia lah jua sebaik-baik Pemberi rezeki".

Dan (ingatkanlah) masa Allah menghimpunkan mereka semua (pada hari kiamat),

kemudian Ia bertanya kepada malaikat:

"Adakah orang-orang ini, (kamu setujui) menyembah kamu dahulu?"

Malaikat menjawab: "Maha Suci Engkau (dari adanya sebarang sekutu denganMu).

Engkaulah (yang kami hubungi sebagai Pemimpin dan) Pelindung kami bukan mereka.

(Tidak ada hubungan dari pihak kami dengan mereka mengenai penyembahan mereka kepada kami),

bahkan mereka adalah menyembah Jin Syaitan;

kebanyakan mereka pula percaya kepada Jin Syaitan itu (sebagai sekutu Tuhan yang dipuja dan dipatuhi)".

Maka pada hari ini, masing-masing di antara kamu tidak berkuasa memberi sebarang manfaat kepada kawannya, pengikutnya

dan tidak pula dapat menolak sesuatu bahaya daripadanya;

dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim (yang berlaku syirik) itu:

"Rasalah azab neraka yang kamu dahulu mendustakannya".

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat keterangan Kami yang jelas nyata,

berkatalah mereka (sesama sendiri): "Orang ini (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang lelaki yang hendak menghalang kamu daripada menyembah tuhan tuhan, berhala berhala yang telah disembah oleh datuk nenek kamu";

dan mereka berkata lagi: (Al-Quran) ini tidak lain hanyalah kata-kata dusta yang direka-reka";

dan berkatalah orang-orang yang kafir terhadap kebenaran ketika datangnya kepada mereka:

"ini tidak lain hanyalah sihir yang terang nyata".

Dan (tidak ada sebarang alasan bagi dakwaan mereka,

kerana) Kami tidak pernah memberi kepada mereka Kitab-kitab untuk mereka membaca dan mengkajinya,

dan Kami juga tidak pernah mengutus kepada mereka sebelummu (wahai Muhammad) seseorang Rasul pemberi amaran (melarang mereka menerima ajaranmu).

Dan (ketahuilah bahawa) umat-umat yang terdahulu sebelum mereka telah juga mendustakan (Rasul-rasulnya),

sedang mereka (yang mendustakanmu) itu tidak: mencapai satu persepuluh (dari kekayaan, kepandaian dan kekuatan) yang Kami beri kepada umat-umat yang terdahulu itu;

setelah umat-umat itu mendustakan Rasul-rasulKu (mereka pun dibinasakan).

Dengan yang demikian perhatikanlah bagaimana buruknya akibat kemurkaanKu (menimpa mereka).

Anonymous said...

Mereka didedahkan kepada bahang api neraka pada waktu pagi dan petang (semasa mereka berada di dunia dan alam Barzakh);

dan pada hari berlakunya kiamat (diperintahkan kepada malaikat):

"Masukkanlah Firaun dan pengikut-pengikutnya ke dalam azab seksa api neraka yang seberat-beratnya!"

Dan (ingatkanlah perkara yang berlaku) semasa orang-orang yang kafir dan yang menderhaka berbantah-bantahan dalam neraka,

iaitu orang-orang yang lemah (yang menjadi pengikut) berkata kepada pemimpin-pemimpin dan tuhan tuhannya yang sombong takbur:

"Sesungguhnya kami telah menjadi pengikut-pengikut kamu,

maka dapatkah kamu menolak dari kami sebahagian daripada azab neraka ini?"

Orang-orang yang sombong angkuh itu menjawab:

"Sebenarnya kita semua menderita bersama-sama dalam neraka (tidak ada jalan untuk kita melepaskan diri),

kerana sesungguhnya Allah telah menetapkan hukumanNya di antara sekalian hambaNya "

Dan berkatalah pula orang-orang yang ada dalam neraka kepada malaikat-malaikat penjaga neraka Jahannam:

"Pohonkanlah kepada Tuhan kamu, supaya Ia meringankan sedikit azab seksa dari kami, barang sehari".

Malaikat penjaga neraka menjawab:

"Bukankah kamu telah didatangi Rasul-rasul kamu dengan membawa keterangan-keterangan (yang menyatakan akibat perbuatan derhaka kamu)?"

Mereka menjawab: "Ya, telah datang".

Malaikat itu berkata: "Jika demikian, maka berdoalah kamu sendiri.

Dan doa permohonan orang-orang yang kafir pada saat ini hanya menyebabkan

mereka berada dalam keadaan dukacita dan kecewa sahaja".

Sesungguhnya Kami tetap membela serta mempertahankan Rasul-rasul Kami

dan orang-orang yang beriman - dalam kehidupan dunia ini dan pada saat bangkitnya saksi-saksi (pada hari kiamat)

(Iaitu) pada hari yang tidak berguna bagi orang-orang yang zalim

dalihan-dalihan mereka untuk melepaskan diri,

dan mereka akan beroleh laknat,

serta mereka beroleh seburuk-buruk tempat tinggal.

Anonymous said...

Al-Wadud Yang Maha Penyayang


" Dan sesungguhnya engkau ditimpa laknatku terus menerus hingga ke hari kiamat!"

Iblis berkata:

" Wahai Tuhanku! Jika demikian, berilah tempoh kepadaku hingga ke hari mereka dibangkitkan (hari kiamat) ".

Allah berfirman:

" Dengan permohonanmu itu, maka sesungguhnya engkau dari golongan yang diberi tempoh -

" Hingga ke hari masa yang termaklum ".

Iblis berkata:

" Demi kekuasaanmu aku akan menyesatkan mereka semuanya, -

" Kecuali hamba-hambaMu di antara zuriat-zuriat Adam itu yang dibersihkan dari sebarang kederhakaan dan penyelewengan ".

Allah berfirman: " Maka SumpahKu yang benar, dan hanya perkara yang benar Aku firmankan -

" Demi sesungguhnya!

Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenismu dan

dengan orang-orang yang menurutmu di antara zuriat-zuriat Adam (yang derhaka) semuanya ".

Katakanlah (wahai Muhammad):

" Aku tidak meminta kepada kamu sebarang bayaran kerana menyampaikan ajaran Al-Quran ini,

dan bukanlah aku dari orang-orang yang mengada-ngadakan cerita ".

Al-Quran tidak lain hanyalah peringatan bagi penduduk seluruh alam.

Dan demi sesungguhnya, kamu akan mengetahui

kebenaran perkara-perkara yang diterangkannya, tidak lama lagi.

Anonymous said...

Al Insaan ayat 1 hingga 9

aku berlindung dengan Allah dari syaitan yang direjam

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

Bukankah telah berlalu kepada manusia satu ketika dari masa (yang beredar),

sedang dia (masih belum wujud lagi,

dan) tidak menjadi sesuatu benda yang disebut-sebut,

(maka mengapa bangsa musyrik itu mengingkari hari akhirat)?

Sesungguhnya Kami telah aturkan cara mencipta manusia bermulanya dari air mani yang bercampur (dari pati benih lelaki dan perempuan),

serta Kami tetap mengujinya (dengan kewajipan-kewajipan); oleh itu maka Kami jadikan dia berkeadaan mendengar dan melihat.

Kerana keadaan itu tidak mencukupi, maka) sesungguhnya Kami telah menunjukkan kepadanya (melalui akal dan Rasul) akan jalan-jalan (yang benar dan yang salah;

maka terserahlah kepadanya) sama ada dia bersyukur (dengan beriman dan taat),

ataupun ia berlaku kufur (dengan mengingkari kebenaran atau menderhaka).

(Dalam pada itu), sesungguhnya Kami telah menyediakan bagi sesiapa yang berlaku kufur (atau menderhaka):

beberapa rantai dan belenggu serta neraka yang menjulang-julang.

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti (dengan taat dan kebajikan),

akan meminum dari piala: sejenis minuman yang bercampur dengan "Kafur", -

Iaitu sebuah matair (di Syurga), yang diminum daripadanya oleh hamba-hamba Allah (yang taat);

mereka boleh mengalirkannya (di tempat-tempat tinggal mereka) dengan aliran yang semudah-mudahnya dan menurut kemahuannya.

(Mereka dikurniakan kesenangan itu kerana) mereka menyempurnakan nazarnya (apatah lagi yang diwajibkan Allah kepadanya),

serta mereka takutkan hari (akhirat) yang azab seksanya merebak di sana sini.

Mereka juga memberi makan benda-benda makanan yang dihajati dan disukainya,

kepada orang miskin dan anak yatim serta orang tawanan,

(Sambil berkata dengan lidah atau dengan hati):

"Sesungguhnya kami memberi makan kepada kamu kerana Allah semata-mata;

kami tidak berkehendakkan sebarang balasan dari kamu

atau ucapan terima kasih,

Anonymous said...

Dan sesungguhnya kami telah mengurniakan ilmu pengetahuan kepada Nabi Daud dan Nabi Sulaiman;

dan mereka berdua bersyukur dengan berkata:

"Segala puji tertentu bagi Allah yang dengan limpah kurniaNya

memberi kami kelebihan mengatasi kebanyakan hamba-hambaNya yang beriman".

Dan Nabi Sulaiman mewarisi (pangkat kenabian dan kerajaan) Nabi Daud;

dan (setelah itu) Nabi Sulaiman berkata:

"Wahai umat manusia, kami telah diajar mengerti bahasa pertuturan burung,

dan kami telah diberikan serba sedikit dari tiap-tiap sesuatu (yang diperlukan);

sesungguhnya yang demikian ini adalah limpah kurnia (dari Allah) yang jelas nyata".

Dan dihimpunkan bagi Nabi Sulaiman bala tenteranya,

dari jin

dan manusia

serta burung; helang, gagak, pipit, puyuh, raja udang, merpati hitam

lalu mereka semua dijaga serta diatur keadaan dan perjalanan masing-masing.

(Maralah angkatan itu) hingga apabila mereka sampai ke "Waadin-Naml", berkatalah seekor semut:

"Wahai sekalian semut, masuklah ke sarang kamu masing-masing,

jangan Sulaiman dan tenteranya memijak serta membinasakan kamu, sedang mereka tidak menyedari".

Maka tersenyumlah Nabi Sulaiman mendengar kata-kata semut itu,

dan berdoa dengan berkata:" Ya Allah, ilhamkanlah aku ni supaya tetap bersyukur akan nikmatMu

yang Engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku,

dan supaya aku tetap mengerjakan amal soleh yang Engkau redai;

dan masukkanlah daku - dengan limpah rahmatMu - dalam kumpulan hamba-hambaMu yang soleh".

Dan (setelah itu) Nabi Sulaiman memeriksa kumpulan burung (yang turut serta dalam tenteranya) lalu berkata:

"Mengapa aku tidak melihat burung belatuk? Adakah dia dari mereka yang tidak hadir?

"Demi sesungguhnya! Aku akan menyeksanya dengan seksa yang seberat-beratnya,

atau aku akan menyembelihnya,

kecuali ia membawa kepadaku alasan yang terang nyata (yang membuktikan sebab-sebab ia tidak hadir)".

Burung belatuk itu tidak lama ghaibnya selepas itu, lalu datang sambil berkata (kepada Nabi Sulaiman):

"Aku dapat mengetahui secara meliputi akan perkara yang engkau tidak cukup mengetahuinya,

dan aku datang kepadamu dari negeri Saba' dengan membawa khabar berita yang diyakini kebenarannya.

"Sesungguhnya aku dapati seorang perempuan memerintah mereka

dan ia telah diberikan kepadanya (serba sedikit) dari tiap-tiap sesuatu (yang diperlukan) dan ia pula mempunyai singgahsana yang besar.

"Aku dapati raja perempuan itu dan kaumnya sujud kepada matahari

dengan meninggalkan ibadat menyembah Allah,

dan Syaitan pula memperelokkan pada pandangan mereka perbuatan (syirik) mereka,

lalu menghalangi mereka dari jalan (yang benar); oleh itu mereka tidak beroleh petunjuk, -

"(Mereka dihalangi oleh Syaitan)

supaya mereka tidak sujud menyembah Allah yang mengeluarkan benda yang tersembunyi di langit dan di bumi,

dan yang mengetahui apa yang kamu rahsiakan serta apa yang kamu zahirkan.

"Allah! Hanya Dia yang mempunyai Arasy yang besar ".

Nabi Sulaiman berkata:

Kami akan fikirkan dengan sehalus-halusnya,

adakah benar apa yang engkau katakan itu,

ataupun engkau dari golongan yang berdusta.

Anonymous said...

Tidaklah layak orang-orang kafir musyrik itu memakmurkan (menghidupkan) menghadiri masjid-masjid Allah, baitullah masjidil Haram

sedang mereka menjadi saksi (mengakui) akan kekufuran diri mereka sendiri.

Mereka itu ialah orang-orang yang rosak binasa amal-amalnya dan mereka pula kekal di dalam neraka.

Hanyasanya yang layak memakmurkan (menghidupkan), buat haji di masjid-masjid Allah itu ialah

orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat

serta mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat

dan tidak takut melainkan kepada Allah semata mata,

(dengan adanya sifat-sifat yang tersebut) maka adalah diharapkan mereka menjadi dari golongan yang mendapat petunjuk.

Adakah kamu sifatkan hanya perbuatan memberi minum, bagi tiket kepada orang-orang yang mengerjakan Haji,

dan (hanya perbuatan) memakmurkan Masjid Al-Haraam itu sama seperti orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat serta berjihad pada jalan Allah?

Mereka (yang bersifat demikian) tidak sama di sisi Allah,

dan Allah tidak memberikan hidayah petunjuk kepada kaum yang zalim.

(Sesungguhnya) orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah

dengan harta benda dan jiwa mereka adalah lebih besar

dan tinggi darjatnya di sisi Allah

(daripada orang-orang yang hanya memberi minum dan tiket percuma orang-orang pergi Haji

dan orang yang memakmurkan masjid sahaja);

dan mereka itulah orang-orang yang berjaya.

Anonymous said...

Sesungguhnya orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Allah

dan membunuh Nabi-nabi dengan jalan yang tidak benar,

serta membunuh orang-orang yang menyeru manusia supaya berlaku adil

maka sampaikanlah berita yang mengembirakan mereka, iaitu azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

Dan jangan sekali-kali orang yang bakhil dengan harta benda yang telah dikurniakan Allah kepada mereka dari kemurahanNya -

menyangka bahawa keadaan bakhilnya itu baik bagi mereka.

Bahkan ia adalah buruk bagi mereka.

Mereka akan dikalongkan diseksa dengan apa yang mereka bakhilkan itu pada hari kiamat kelak.

Dan bagi Allah jualah hak milik segala warisan (isi) langit dan bumi.

Dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui dengan mendalam akan segala yang kamu kerjakan.

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan (Yahudi) yang mengatakan:

Bahawasanya Allah Taala miskin dan kami ialah orang-orang kaya.

Kami (Allah) akan menuliskan perkataan mereka itu

dan perbuatan mereka membunuh Nabi-nabi dengan tidak ada alasan yang membenarkannya,

dan Kami akan katakan kepada mereka:

"Rasalah kamu azab seksa yang sentiasa membakar -

(Azab seksa) yang demikian itu ialah disebabkan perbuatan yang - telah dilakukan oleh tangan kamu sendiri.

Dan (ingatlah), sesungguhnya Allah tidak sekali-kali berlaku zalim kepada hamba-hambanya."

Anonymous said...

Dan mereka pula menyifatkan malaikat - yang juga menjadi hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah itu - jenis perempuan.

Adakah mereka menyaksikan kejadian malaikat itu?

Akan dituliskan kata-kata mereka (yang dusta itu),

dan mereka akan ditanya kelak (serta akan menerima balasannya).

Dan mereka berkata: "Kalaulah Allah Yang Maha Pemurah menghendaki tentulah kami tidak menyembah malaikat itu".

(Sebenarnya) mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuan pun mengenai kata-kata mereka (yang demikian),

mereka hanyalah orang-orang yang berdusta!

Pernahkah Kami memberikan mereka sebelum Al-quran ini sebuah Kitab (yang membenarkan dakwaan mereka), lalu mereka berpegang teguh kepada kitab itu?

(Tidak ada sebarang bukti bagi mereka)

bahkan mereka (hanyalah) berkata:

Sesungguhnya kami telah mendapati datuk nenek kami menurut satu jalan agama,

dan sesungguhnya kami beroleh petunjuk menurut jejak mereka sahaja".

Dan demikianlah halnya (orang-orang yang taqlid buta);

Kami tidak mengutus sebelummu (wahai Muhammad) kepada (penduduk) sesebuah negeri,

seseorang Rasul pemberi amaran, melainkan orang-orang yang berada dalam kemewahan di negeri itu berkata:

"Sesungguhnya kami dapati datuk nenek moyang kami menurut satu jalan agama,

dan sesungguhnya kami hanya mengikut jejak mereka sahaja".

Rasul itu berkata: "Adakah (kamu akan menurut juga mereka) walaupun aku membawa kepada kamu agama yang lebih jelas hidayah petunjuknya daripada jalan agama yang kamu dapati datuk nenek kamu menurutnya?"

Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami tetap mengingkari apa yang kamu diutuskan membawanya".

Lalu kami balas keingkaran mereka dengan azab yang membinasakan;

maka perhatikanlah bagaimana buruknya kesudahan umat-umat yang mendustakan Rasul-rasulnya.

Anonymous said...

Sesungguhnya azab Allah tetap berlaku; -

Tidak ada sesiapa pun yang dapat menolaknya; -

Pada hari langit (dan segala isinya) bergegar dengan sekuat-kuatnya.

Dan gunung-ganang bergerak dari tempatnya dengan cara yang luar biasa.

(Apabila berlaku yang demikian),

maka celaka dan binasalah hendaknya pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan kebenaran;

Iaitu orang-orang yang leka bermain-main dalam kesesatan.

Pada hari mereka ditolak ke alam neraka Jahannam dengan penolakan yang sekasar-kasarnya,

(Dan dikatakan kepada mereka): "Inilah api neraka yang dahulu kamu mendustakannya.

"Maka adakah ini sihir juga?

(sebagaimana yang kamu katakan terhadap keterangan Rasul Kami dahulu?),

atau kamu tidak nampak (kenyataannya sebagaimana kamu tidak nampak di dunia dahulu akan kebenaran Rasul Kami)?

"Rasalah bakarannya;

kemudian sama ada kamu bersabar (menderita azabnya) atau tidak bersabar,

sama sahaja (tidak ada faedahnya) kepada kamu,

kerana kamu tidak dibalas melainkan dengan apa yang kamu telah kerjakan".

Anonymous said...

Dan Kami turunkan kepadamu (wahai Muhammad) Kitab (Al-Quran) dengan membawa kebenaran,

untuk mengesahkan benarnya Kitab-kitab Suci yang telah diturunkan sebelumnya

dan untuk memelihara serta mengawasinya.

Maka jalankanlah hukum di antara mereka (Ahli Kitab) itu dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah (kepadamu),

dan janganlah engkau mengikut kehendak hawa nafsu mereka

(dengan menyeleweng) dari apa yang telah datang kepadamu dari kebenaran.

Bagi tiap-tiap umat yang ada di antara kamu,

Kami jadikan (tetapkan) suatu Syariat dan jalan agama (yang wajib diikuti oleh masing-masing).

Dan kalau Allah menghendaki nescaya Ia menjadikan kamu satu umat (yang bersatu dalam agama yang satu),

tetapi Ia hendak menguji kamu (dalam menjalankan) apa yang telah disampaikan kepada kamu.

Oleh itu berlumba-lumbalah kamu membuat kebaikan (beriman dan beramal soleh).

Kepada Allah jualah tempat kembali kamu semuanya, maka Ia akan memberitahu kamu apa yang kamu berselisihan padanya.

Dan hendaklah engkau menjalankan hukum di antara mereka dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah

dan janganlah engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka,

dan berjaga-jagalah supaya mereka tidak memesongkanmu dari sesuatu hukum yang telah diturunkan oleh Allah kepadamu.

Kemudian jika mereka berpaling (enggan menerima hukum Allah itu),

maka ketahuilah, hanyasanya Allah mahu menyeksa mereka dengan sebab setengah dari dosa-dosa mereka;

dan sesungguhnya kebanyakan dari umat manusia itu adalah orang-orang yang fasik.

Sesudah itu, patutkah mereka berkehendak lagi kepada hukum-hukum jahiliyah?

Padahal - kepada orang-orang yang penuh keyakinan -

tidak ada sesiapa yang boleh membuat hukum yang lebih baik daripada Allah.

Anonymous said...

Hanyasanya balasan orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya

serta melakukan bencana kerosakan di muka bumi

ialah dengan dibalas bunuh

(kalau mereka membunuh sahaja dengan tidak merampas),

atau dipalang (kalau mereka membunuh dan merampas hak, tanah, kebun orang),

atau dipotong tangan dan kaki mereka bersilang (kalau mereka merampas sahaja),

atau dibuang negeri (kalau mereka hanya mengganggu ketenteraman umum).

Hukuman yang demikian itu adalah

suatu kehinaan di dunia bagi mereka,

dan di akhirat kelak mereka beroleh azab seksa yang amat besar.

Anonymous said...

(Setelah semuanya itu berlaku),

tiap-tiap orang akan mengetahui tentang amal yang telah dibawanya.

Oleh itu,

Aku bersumpah dengan bintang-bintang yang tenggelam timbul;

Yang beredar, juga yang tetap pada tempatnya;

Dan malam, apabila ia hampir habis,

Dan siang, apabila ia mulai terang;

Sebenarnya Al-Quran itu, sungguh-sungguh Kalamullah

(yang disampaikan oleh Jibril) Utusan yang mulia,

Yang kuat gagah, lagi berkedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai Arasy,

Yang ditaati di sana (dalam kalangan malaikat), lagi dipercayai.

Dan sebenarnya sahabat kamu (Muhammad) itu (wahai golongan yang menentang Islam),

bukanlah ia seorang gila (seperti yang kamu tuduh);

Dan (Muhammad yakin bahawa yang disampaikan kepadanya ialah wahyu dari Allah,

kerana) demi sesungguhnya!

Muhammad telah mengenal dan melihat Jibril di kaki langit yang nyata.

Dan bukanlah Nabi Muhammad seorang yang boleh dituduh dan disangka buruk,

terhadap penyampaiannya mengenai perkara-perkara yang ghaib.

Dan sebenarnya Al-Quran itu bukanlah perkataan Syaitan yang kena rejam.

(Dengan yang demikian) maka ke manakah kamu hendak pergi

(kiranya kamu masih menyeleweng dari jalan Al-Quran)?

Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh penduduk alam:

Iaitu bagi sesiapa dari kamu yang mahu tetap teguh di atas jalan (Islam) yang betul.

Dan kamu tidak dapat menentukan kemahuan kamu (mengenai sesuatupun),

kecuali dengan cara yang diatur oleh Allah,

yang memelihara dan mentadbirkan seluruh alam.



ASMAUL HUSNA

Anonymous said...

Sesungguhnya orang-orang yang telah tetap dari dahulu lagi

memperoleh kebaikan dari Kami,

mereka dijauhkan dari neraka itu.

Mereka tidak mendengar suara (julangan) api neraka itu,

dan mereka akan kekal selama-lamanya di dalam (nikmat-nikmat Syurga)

yang diingini oleh jiwa mereka.

Huru-hara besar yang amat mengerikan (pada hari kiamat) itu tidak merunsingkan mereka,

dan (sebaliknya) mereka disambut oleh malaikat-malaikat dengan berkata:

"Inilah hari kamu (beroleh kebahagiaan),

yang telah dijanjikan kepada kamu (di dunia) dahulu".

(Ingatlah) hari Kami menggulung langit seperti menggulung lembaran surat catitan;

sebagaimana kami mulakan wujudnya sesuatu kejadian,

Kami ulangi wujudnya lagi;

sebagai satu janji yang ditanggung oleh Kami;

sesungguhnya Kami tetap melaksanakannya.

Dan demi sesungguhnya,

Kami telah tulis di dalam Kitab-kitab yang Kami turunkan

sesudah ada tulisannya pada Lauh Mahfuz:

"Bahawasanya bumi itu akan diwarisi oleh hamba-hamba Ku yang soleh".

Sesungguhnya Al-Quran ini mengandungi keterangan-keterangan yang cukup

bagi orang-orang yang (cita-citanya) mengerjakan ibadat (kepada Allah dengan berilmu).

Dan tiadalah Kami mengutuskan engkau (wahai Muhammad),

melainkan untuk menjadi rahmat

bagi sekalian alam.





http://www.kosmo.com.my/dunia/awan-bergulung-di-langit-verona-1.927496

Anonymous said...

https://youtu.be/ropRPGyggPw



Di mana jua kamu berada, maut akan mendapatkan kamu (bila sampai ajal),

sekalipun kamu berada dalam benteng-benteng istana yang tinggi lagi kukuh.

Dan kalau mereka beroleh kebaikan (kemewahan hidup), mereka berkata:

"Ini adalah dari sisi Allah",

dan kalau pula mereka ditimpa bencana, mereka berkata:

" Ini adalah dari (sesuatu nahas) yang ada padamu".

Katakanlah (wahai Muhammad):

"Semuanya itu (kebaikan dan bencana) adalah (berpunca) dari sisi Allah".

Maka apakah yang menyebabkan kaum itu hampir-hampir tidak memahami perkataan (nasihat dan pengajaran)?

Apa jua kebaikan (nikmat kesenangan) yang engkau dapati maka ia adalah dari Allah;

dan apa jua bencana yang menimpamu maka ia adalah dari (kesalahan) dirimu sendiri.

Dan Kami telah mengutus engkau (wahai Muhammad) kepada seluruh umat manusia sebagai seorang Rasul (yang membawa rahmat).

Dan cukuplah Allah menjadi saksi (yang membuktikan kebenaran hakikat ini).

Sesiapa yang taat kepada Rasulullah,

maka sesungguhnya ia telah taat kepada Allah;

dan sesiapa yang berpaling ingkar,

maka (janganlah engkau berdukacita wahai Muhammad),

kerana Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pengawal (yang memelihara mereka dari melakukan kesalahan).

Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta supaya menjauhi kesesatan mereka;

engkau tidak dapat memperdengarkan (seruanmu itu) melainkan kepada orang-orang yang sanggup beriman akan ayat-ayat keterangan Kami,

kerana mereka orang-orang yang berserah diri dengan ikhlas.

Dan apabila sampai masa berlakunya hukuman atas manusia,

Kami keluarkan untuk mereka sejenis binatang dari bumi,

yang akan menyatakan kepada mereka,

bahawa manusia telah tidak meyakini ayat-ayat keterangan dan pengajaran Kami.

Dan (ingatlah) hari Kami himpunkan dari tiap-tiap umat sekumpulan besar

orang-orang yang mendustakan ayat-ayat keterangan Kami,

lalu mereka dijaga serta diatur keadaan dan perjalanan masing-masing.

Sehingga apabila mereka datang (ke tempat pengadilan),

Allah Taala berfirman:

"Adakah kamu mendustakan ayat-ayat keteranganKu dengan tidak lebih dahulu kamu mengetahuinya secara meliputi?

Atau apakah yang kamu telah lakukan?"

Dan jatuhlah hukuman atas mereka (dengan azab)

disebabkan kezaliman mereka (berlaku kufur ingkar),

lalu mereka diam membisu.




https://youtu.be/YXpn7Q6u81g

Anonymous said...

Kami ceritakan kepadamu (wahai Muhammad) perihal mereka dengan benar;

sesungguhnya mereka itu orang-orang muda yang beriman kepada Allah,

dan kami tambahi mereka dengan hidayah petunjuk.

Dan Kami kuatkan hati mereka (dengan kesabaran dan keberanian),

semasa mereka bangun (menegaskan tauhid) lalu berkata: "Allah yang mencipta dan mentadbirkan langit dan bumi;

kami tidak sekali-kali akan menyembah Tuhan yang lain dari pada ALLAH;

jika kami menyembah yang lainnya bermakna kami memperkatakan dan mengakui sesuatu yang jauh dari kebenaran."

(Mereka berkata pula sesama sendiri):

"Kaum kita itu, menyembah beberapa tuhan yang lain dari Allah;

sepatutnyalah, mereka mengemukakan keterangan yang nyata yang membuktikan ketuhanan makhluk-makhluk yang mereka sembah itu?

(Tetapi mereka tidak dapat berbuat demikian);

Maka tidak ada yang lebih zalim dari orang-orang yang berdusta terhadap Allah Taala.

Dan oleh kerana kamu telah mengasingkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah yang lain dari Allah,

maka pergilah kamu berlindung di gua itu,

supaya ALLAH melimpahkan dari rahmatnya kepada kamu,

dan menyediakan kemudahan-kemudahan untuk (menjayakan) urusan kamu dengan memberikan bantuan yang berguna".

Dan engkau akan melihat matahari ketika terbit, cenderung ke kanan dari gua mereka;

dan apabila ia terbenam, meninggalkan mereka ke arah kiri,

sedang mereka berada dalam satu lapangan gua itu.

Yang demikian ialah dari tanda-tanda (yang membuktikan kekuasaan) Allah.

Sesiapa yang diberi hidayah petunjuk oleh Allah,

maka dia lah yang berjaya mencapai kebahagiaan;

dan sesiapa yang disesatkanNya maka engkau tidak sekali-kali akan beroleh sebarang penolong

yang dapat menunjukkan (jalan yang benar) kepadanya.

Anonymous said...

Dan Nabi mereka, berkata lagi kepada mereka:

"Sesungguhnya tanda kerajaan Talut itu (yang menunjukkan benarnya dari Allah)

ialah datangnya kepada kamu peti Tabut yang mengandungi

(sesuatu yang memberi) ketenteraman jiwa dari Allah,

dan (berisi) sebahagian dari apa yang telah ditinggalkan oleh keluarga Nabi-nabi Musa dan Harun;

peti Tabut itu dibawa oleh malaikat.

Sesungguhnya peristiwa kembalinya Tabut itu mengandungi satu tanda keterangan bagi kamu jika betul kamu orang-orang yang beriman".

Kemudian apabila Talut keluar bersama-sama tenteranya, berkatalah ia:

"Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sebatang sungai,

oleh itu sesiapa di antara kamu yang meminum airnya maka bukanlah ia dari pengikutku,

dan sesiapa yang tidak merasai airnya maka sesungguhnya ia dari pengikutku,

kecuali orang yang menceduk satu cedukan dengan tangannya".

Sesudah diingatkan demikian) mereka meminum juga dari sungai itu (dengan sepuas-puasnya),

kecuali sebahagian kecil dari mereka.

Setelah Talut bersama-sama orang-orang yang beriman menyeberangi sungai itu,

berkatalah orang-orang yang meminum (sepuas-puasnya):

"Kami pada hari ini tidak terdaya menentang Jalut dan tenteranya".

Berkata pula orang-orang yang yakin bahawa mereka akan menemui Allah:

"Berapa banyak (yang pernah terjadi),

golongan yang sedikit berjaya menewaskan golongan yang banyak dengan izin Allah;

dan Allah (sentiasa) bersama-sama orang-orang yang sabar".

Dan apabila mereka (yang beriman itu) keluar menentang Jalut dan tenteranya,

mereka berdoa dengan berkata: "Ya Allah! Limpahkanlah sabar kepada kami,

dan teguhkanlah tapak pendirian kami serta menangkanlah kami terhadap kaum yang kafir"

Oleh sebab itu, mereka dapat mengalahkan tentera Jalut dengan izin Allah,

dan Nabi Daud (yang turut serta dalam tentera Talut) membunuh Jalut.

Dan (sesudah itu) Allah memberikan kepadanya (Nabi Daud) kuasa pemerintahan,

dan hikmat (pangkat kenabian) serta diajarkannya apa yang dikehendakiNya.

Dan kalaulah Allah tidak menolak setengah manusia (yang ingkar dan derhaka) dengan setengahnya yang lain (yang beriman dan setia) nescaya rosak binasalah bumi ini;

akan tetapi Allah sentiasa melimpah kurniaNya kepada sekalian alam.

Itulah ayat-ayat keterangan Allah yang kami bacakan dia kepadamu (wahai Muhammad) dengan benar;

dan sesungguhnya engkau adalah salah seorang dari Rasul-rasul (yang diutuskan oleh) Allah.

Anonymous said...

Inilah ayat-ayat Kitab - Al-Quran - yang memberi penjelasan.

Kami bacakan kepadamu (wahai Muhammad) sebahagian dari kisah Nabi Musa dan Firaun

dengan keterangan yang benar bagi orang-orang yang beriman.

Sesungguhnya Firaun telah berlaku zalim di bumi dengan melampaui batas,

serta ia menjadikan penduduknya berpuak-puak berkaum kaum

Ia menindas sepuak di antaranya dengan membunuh anak-anak lelaki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka.

Sesungguhnya adalah ia dari golongan yang membuat kerosakan.

Dan Kami hendak berihsan dengan memberikan pertolongan kepada kaum yang tertindas di negeri itu,

dan hendak menjadikan mereka pemimpin-pemimpin,

serta hendak menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (apa yang dimiliki oleh Firaun dan kaumnya).

Dan Kami hendak memberi mereka kedudukan yang kukuh di negeri itu,

serta hendak memperlihatkan kepada Firaun dan Haman bersama-sama tentera mereka

apa yang mereka bimbangkan dari golongan yang ditindas itu.

Anonymous said...

Sesungguhnya Kami telah mengutuskan engkau (wahai Muhammad) dengan kebenaran,

(serta menjadi) pembawa khabar gembira (kepada orang-orang yang beriman) dan pembawa amaran (kepada orang-orang yang ingkar).

Dan (setelah engkau sampaikan semuanya itu), engkau tidak akan diminta (bertanggungjawab) tentang ahli neraka.

Orang-orang berdarah Yahudi dan Nasrani tidak sekali-kali akan bersetuju atau suka kepadamu (wahai Muhammad) sehingga engkau menurut agama mereka (yang telah terpesong itu).

Katakanlah (kepada mereka): "Sesungguhnya petunjuk Allah (agama Islam itulah petunjuk yang benar".

Dan demi sesungguhnya jika engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya (wahyu yang memberi) pengetahuan kepadamu (tentang kebenaran),

maka tiadalah engkau akan peroleh dari Allah (sesuatupun) yang dapat mengawal dan memberi pertolongan kepada mu.

Orang-orang yang Kami berikan Kitab Alquran kepada mereka, sedang mereka membacanya dengan sebenar-benar bacaan

(tidak mengubah, menjual, menjadikan sihir atau memutarkan maksudnya),

mereka itulah orang-orang yang beriman kepadanya;

dan sesiapa yang mengingkarinya maka mereka itulah orang-orang yang rugi.

Wahai Bani Israil, kenanglah akan limpah kurnia nikmatKu yang telah Kuberikan kepada kamu,

dan Aku telah melebihkan (datuk nenek) kamu (yang taat dahulu) atas umat-umat yang lain (yang ada pada zamannya).

Dan peliharalah diri kamu dari (huru-hara) hari kiamat (yang padanya) seseorang tidak dapat mengganti atau melepaskan orang lain sedikitpun,

dan tidak akan diterima daripadanya sebarang tebusan,

dan tidak akan memberi manfaat kepadanya sebarang syafaat;

dan orang-orang yang salah itu tidak akan ditolong (dari azab sengsara).

Dan (ingatlah), ketika Nabi Ibrahim diuji dengan beberapa Kalimah (suruhan dan larangan), maka Nabi Ibrahim pun menyempurnakannya.

(Setelah itu) Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku melantikmu menjadi Imam (Pemimpin ikutan) bagi umat manusia".

Nabi Ibrahim pun memohon dengan berkata:



"(Ya Allah!) Jadikanlah juga (apalah jua kiranya) dari keturunanku (pemimpin-pemimpin ikutan)".

Allah berfirman: "(Permohonanmu diterima, tetapi) janjiKu ini tidak akan didapati oleh orang-orang yang zalim."

Anonymous said...

Tidakkah engkau mengetahui bahawa Allah menguasai pemerintahan langit dan bumi?

Ia menyeksakan sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan dan hukum SyariatNya),

dan mengampunkan sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan dan hukum SyariatNya).

Dan (ingatlah) Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Wahai Rasul Allah!

Janganlah engkau menanggung dukacita disebabkan orang-orang yang segera menceburkan diri dalam kekufuran,

iaitu dari orang-orang yang berkata dengan mulutnya: "Kami tetap beriman",

padahal hatinya tidak beriman;

demikian juga orang-orang berperangai Yahudi,

mereka orang-orang yang sangat suka mendengar berita-berita dusta;

mereka sangat suka mendengar perkataan golongan lain (pendita-pendita, pendakwah, penceramah Yahudi) yang tidak pernah datang menemuimu;

mereka ini mengubah serta meminda perkataan-perkataan (dalam Kitab AlQuran) itu dari tempat-tempatnya yang sebenar.

Mereka berkata: "Jika disampaikan kepada kamu hukum seperti ini maka terimalah dia, dan jika tidak disampaikannya kepada kamu, maka jagalah diri baik-baik".

Dan sesiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, maka engkau tidak berkuasa sama sekali (menolak) sesuatu apapun (yang datang) dari Allah untuknya.

Mereka ialah orang-orang yang Allah tidak mahu membersihkan hati mereka;

bagi mereka kehinaan di dunia,

dan di akhirat kelak mereka beroleh azab seksa yang besar.

mereka sangat suka mendengar berita-berita dusta,

sangat suka memakan segala yang haram (rasuah, tipu, curi, judi dan sebagainya).

Oleh itu kalau mereka datang kepadamu, maka hukumlah di antara mereka (dengan apa yang telah diterangkan oleh Allah),

atau berpalinglah dari mereka; dan kalau engkau berpaling dari mereka maka mereka tidak akan dapat membahayakanmu sedikitpun;

dan jika engkau menghukum maka hukumlah di antara mereka dengan adil;

kerana sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang berlaku adil.

Dan (sungguh menghairankan), bagaimana mereka meminta keputusan hukum kepadamu,

padahal di sisi mereka ada Kitab Alquran yang mengandungi hukum Allah,

kemudian mereka bakar lalu berpaling pula sesudah itu (dari hukumanKU)?

Dan (sebenarnya) mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.

Anonymous said...

Apabila matahari dilingkari cahayanya (dan hilang lenyap);

Dan apabila bintang-bintang gugur berselerak;

Dan apabila gunung-ganang di terbangkan ke angkasa

Dan apabila unta-unta yang bunting terbiar;

Dan apabila binatang-binatang liar dihimpunkan;

Dan apabila lautan meluap-luap bercampur-baur;

Dan apabila tiap-tiap diri disatukan dengan pasangannya;

Dan apabila anak perempuan yang ditanam hidup-hidup: ditanya, -

Dengan dosa apakah dia kau bunuh?

Dan apabila surat-surat amal dibentangkan;

Dan apabila langit ditanggalkan dari tempatnya;

Dan apabila neraka dinyalakan menjulang;

Dan apabila Syurga didekatkan;

(Setelah semuanya itu berlaku),

tiap-tiap orang akan mengetahui tentang amal yang telah dibawanya.

Anonymous said...

Ini (semuanya adalah) ciptaan Allah,

maka cubalah kamu tunjukkan kepadaKu apakah yang telah diciptakan oleh tuhan tuhan yang (yang kamu sembah itu)?

(Tidak ada sesuatu pun) bahkan orang-orang yang zalim (dengan perbuatan syiriknya) itu berada dalam kesesatan yang jelas nyata.

Dan sesungguhnya Kami telah memberi kepada Luqman, hikmat kebijaksanaan,

(serta Kami perintahkan kepadanya): Bersyukurlah kepada Allah (akan segala nikmatNya kepadamu)".

Dan sesiapa yang bersyukur maka faedahnya itu hanyalah terpulang kepada dirinya sendiri,

dan sesiapa yang tidak bersyukur (maka tak jadi hal kepada Allah),

kerana sesungguhnya Allah Maha Kaya, lagi Maha Terpuji.

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, semasa ia memberi nasihat kepadanya:"

Wahai anak kesayanganmu,

janganlah engkau mempersekutukan Allah (dengan sesuatu yang lain),

sesungguhnya perbuatan syirik itu adalah satu kezaliman yang besar".

Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya;

ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusunya),

dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun;

(dengan yang demikian) bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibubapamu;

dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima balasan).

Dan jika mereka berdua mendesakmu supaya engkau mempersekutukan denganKu sesuatu yang engkau - dengan fikiran sihatmu - tidak mengetahui sungguh adanya maka janganlah engkau taat kepada mereka;

dan bergaulah dengan mereka di dunia dengan cara yang baik.

Dan turutlah jalan orang-orang yang rujuk kembali kepadaKu (dengan tauhid dan amal-amal yang soleh).

Kemudian kepada Akulah tempat kembali kamu semuanya, maka Aku akan menerangkan kepada kamu segala yang kamu telah kerjakan.

"Wahai anak kesayanganmu,

sesungguhnya jika ada sesuatu perkara (yang baik atau yang buruk)

sekalipun seberat bijih sawi,

serta ia tersembunyi di dalam batu besar

atau di langit atau pun di bumi,

sudah tetap akan dibawa oleh Allah (untuk dihakimi dan dibalasNya);

kerana sesungguhnya Allah Maha Halus pengetahuanNya;

lagi Amat Meliputi akan segala yang tersembunyi.

Anonymous said...

Dan (sebutkanlah peristiwa) Nabi Daud dengan Nabi Sulaiman,

ketika mereka berdua menghukum mengenai tanaman-tanaman semasa ia dirosakkan oleh kambing kaumnya pada waktu malam;

dan sememangnya Kamilah yang memerhati dan mengesahkan hukuman mereka.

Maka Kami beri Nabi Sulaiman memahami hukum yang lebih tepat bagi masalah itu;

dan masing-masing (dari mereka berdua) Kami berikan hikmat kebijaksanaan

dan ilmu (yang banyak);

dan Kami mudahkan gunung-ganang dan unggas, burung, ayam, itik, cengkerik memuji Kami bersama-sama dengan Nabi Daud;

dan adalah Kami berkuasa melakukan semuanya itu.

Dan Kami mengajar Nabi Daud membuat baju-baju besi untuk kamu,

untuk menjaga keselamatan kamu dalam mana-mana peperangan kamu,

maka adakah kamu sentiasa bersyukur?

Dan (Kami mudahkan) bagi Nabi Sulaiman angin yang kencang tiupannya,

bertiup menurut kehendaknya ke negeri yang Kami limpahi berkat padanya;

dan adalah Kami mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

Dan (Kami mudahkan) sebahagian dari Syaitan-syaitan untuk menyelam baginya,

serta melakukan kerja-kerja yang lain dari itu;

dan adalah Kami mengawal mereka (daripada melanggar perintahnya).

Anonymous said...

Katakanlah: "Wahai Ahli Kitab!

Mengapa kamu menghalangi orang-orang yang beriman daripada menurut jalan jalan (agama Islam)?

kamu hendak menjadikan jalan Allah itu berparti, berpuak dan bengkok terpesong,

padahal kamu menyaksikan (kebenarannya)?

"Dan (ingatlah), Allah tidak sekali-kali lalai akan apa yang kamu lakukan.

Wahai orang-orang yang beriman!

Jika kamu taat akan sesuatu puak dari orang-orang berparti Yahudi yang diberikan Kitab Alquran itu,

nescaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang-orang kafir sesudah kamu beriman.

Dan bagaimana kamu akan menjadi kapir padahal kepada kamu dibacakan ayat-ayat Allah (Al-Quran), dan dalam kalangan kamu ada RasulNya (Muhammad, s.a.w)?

Dan sesiapa berpegang teguh kepada (agama) Allah,

maka sesungguhnya ia telah beroleh petunjuk hidayah ke jalan yang betul (lurus).

Wahai orang-orang yang beriman!

Bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam.

Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah (agama Islam),

dan janganlah kamu bercerai-berai;

dan kenanglah nikmat Allah kepada kamu ketika kamu bermusuh-musuhan (semasa jahiliyah dahulu),

lalu Allah menyatukan di antara hati kamu (sehingga kamu bersatu-padu dengan nikmat Islam),

maka menjadilah kamu dengan nikmat Allah itu orang-orang Islam yang bersaudara.

Dan kamu dahulu telah berada di tepi jurang neraka (disebabkan kekufuran kamu semasa jahiliyah),

lalu Allah selamatkan kamu dari neraka itu (disebabkan nikmat Islam juga).

Demikianlah Allah menjelaskan kepada kamu ayat-ayat keteranganNya,

supaya kamu mendapat petunjuk hidayahNya.

Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak yang menyeru (berdakwah) kepada kebajikan (mengembangkan Islam),

dan menyuruh berbuat segala perkara yang baik,

serta melarang daripada segala yang salah (buruk dan keji).

Dan mereka yang bersifat demikian ialah orang-orang yang berjaya.

dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang berperangai (Yahudi) yang telah bercerai-berai, berpecah

dan berselisihan (dalam agama mereka) sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas nyata (yang dibawa oleh Nabi-nabi Allah),

Dan mereka yang bersifat demikian, akan beroleh azab seksa yang besar.
|

Anonymous said...

Jika demikian halnya) maka adakah orang yang beriman sama seperti orang yang pasik?

Mereka tidaklah sama (dalam menerima balasan).

Adapun orang-orang yang beriman dan beramal soleh,

maka mereka akan beroleh Syurga tempat tinggal yang tetap

sebagai balasan bagi apa yang mereka telah kerjakan.

Dan sebaliknya orang-orang yang pasik,

maka tempat kediaman mereka ialah neraka;

tiap-tiap kali mereka hendak keluar dari neraka itu,

mereka dikembalikan kepadanya, serta dikatakan kepada mereka:

"Rasalah azab neraka yang kamu sentiasa mendustakannya di dunia dahulu".

Dan demi sesungguhnya,

Kami akan merasakan mereka sedikit je dari azab dunia

sebelum azab yang besar (di akhirat kelak), supaya mereka rujuk kembali bertaubat.

Dan tidaklah ada yang lebih zalim daripada orang yang diberi ingat dengan ayat-ayat Alquran,

kemudian dia berpaling daripadanya (dan tetap mengingkarinya);

sesungguhnya Kami tetap membalas.

Anonymous said...

Allah (membalas) memperolok-olok, dan membiarkan mereka

meraba-raba dalam kesesatan mereka (yang melampaui batas itu).

Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan

dengan meninggalkan petunjuk;

maka tiadalah beruntung perniagaan mereka

dan tidak pula mereka beroleh petunjuk hidayah.

Perbandingan hal mereka (golongan yang munafik itu)

samalah seperti orang yang menyalakan api;

apabila api itu menerangi sekelilingnya,

(tiba-tiba) Allah hilangkan cahaya (yang menerangi) mereka,

dan dibiarkannya mereka dalam gelap-gelita, tidak dapat melihat (sesuatu pun).

Mereka (seolah-olah orang yang) pekak, bisu dan buta;

dengan keadaan itu mereka tidak dapat kembali (kepada kebenaran).

Atau (bandingannya) seperti (orang-orang yang ditimpa pokok) ketika hujan lebat dari langit, bersama dengan gelap-gelita, dan guruh serta kilat;

mereka menyumbat jarinya ke dalam telinga masing-masing dari mendengar suara petir,

kerana mereka takut mati.

(Masakan mereka boleh terlepas),

sedang (pengetahuan dan kekuasaan) Allah meliputi orang-orang yang kafir itu.

Kilat itu pula hampir-hampir menyambar (menghilangkan) penglihatan mereka;

tiap-tiap kali kilat itu menerangi mereka (dengan pancarannya),

mereka berjalan dalam cahayanya.

Dan apabila gelap menyelubungi mereka,

berhentilah mereka (menunggu dengan bingungnya).

Dan sekiranya Allah menghendaki, nescaya dihilangkanNya pendengaran dan penglihatan mereka;

sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Wahai sekalian manusia!

Beribadatlah kepada Allah

yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang terdahulu daripada kamu,

supaya kamu (menjadi orang-orang yang) bertaqwa.



http://www.utusan.com.my/berita/nahas-bencana/wanita-maut-kereta-dihempap-pokok-di-jerantut-1.932955

terima kasih abang bomba

Anonymous said...

Tidakkah engkau memerhatikan,

bahawa Allah menurunkan hujan dari langit, lalu dialirkanNya menjadi matair-matair di bumi;

kemudian Ia menumbuhkan dengan air itu tanaman-tanaman yang berbagai jenis dan warnanya;

kemudian tanaman-tanaman itu bergerak segar (hingga ke suatu masa yang tertentu),

selepas itu engkau melihatnya berupa kuning; kemudian Ia menjadikannya hancur bersepai?

Sesungguhnya segala yang tersebut itu mengandungi peringatan yang menyedarkan orang-orang yang berakal sempurna.

Jika demikian, adakah orang yang telah dilapangkan Allah dadanya untuk menerima Islam,

lalu ia tetap berada dalam cahaya (hidayah petunjuk) dari Allah,

(sama seperti orang yang tertutup mata hatinya dengan selaput kederhakaan)?

Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang keras membatu hatinya

daripada menerima peringatan yang diberi oleh Allah.

Mereka yang demikian keadaannya, adalah dalam kesesatan yang nyata.

Allah telah menurunkan sebaik-baik perkataan iaitu Kitab Suci Al-Quran

yang bersamaan isi kandungannya antara satu dengan yang lain

(tentang benarnya dan indahnya),

yang berulang-ulang (keterangannya, dengan berbagai cara);

yang (oleh kerana mendengarnya atau membacanya) kulit badan orang-orang yang takut kepada Allah menjadi seram;

kemudian kulit badan mereka menjadi lembut serta tenang tenteram hati mereka menerima ajaran dan rahmat Allah.

Kitab Suci Alquran itulah hidayah petunjuk Allah;

Allah memberi hidayah petunjuk dengan Al-Quran itu kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya);

dan (ingatlah) sesiapa yang disesatkan Allah (disebabkan pilihannya yang salah),

maka tidak ada sesiapa pun yang dapat memberi hidayah petunjuk kepadanya.

Maka adakah orang yang menahan dengan mukanya akan (selaran) azab yang buruk pada hari kiamat (sama seperti orang yang terselamat)?

Dan (pada saat itu) dikatakan kepada orang-orang yang zalim itu:

"Rasalah (balasan) apa yang kamu usahakan dahulu".

(Ingatlah! Bahawa) orang-orang yang terdahulu dari mereka

telah mendustakan (Rasul-rasul yang diutuskan kepada mereka),

lalu orang-orang itu didatangi azab dari arah yang mereka tidak menyedarinya.

Anonymous said...

"Dan aku tidak meminta kepada kamu sebarang upah mengenai apa yang aku sampaikan;

balasanku hanyalah terserah kepada Allah sekalian alam.

"Patutkah kamu mendirikan pada tiap-tiap tempat yang tinggi bangunan-bangunan yang tersergam,

padahal kamu tidak membuatnya dengan sesuatu tujuan yang baik.

"Dan kamu pula bersusah payah mendirikan istana-istana

dan benteng-benteng yang kukuh dengan harapan hendak kekal hidup selama-lamanya?

"Dan apabila kamu memukul, menyeksa, menghukum

kamu melakukan yang demikian dengan kejam bengis?

"Oleh itu, takutilah kamu akan (kemurkaan) Allah dan taatlah kepadaku.

"Dan berbaktilah kamu kepada Allah yang telah menolong kamu dengan pemberian nikmat-nikmatNya yang percuma kamu sedia mengetahuinya.

"Diberinya kamu binatang-binatang ternak serta anak-pinak (yang ramai),

"Dan taman-taman (yang indah permai) serta matair-matair (yang mengalir).

"Sesungguhnya aku takut, (bahawa) kamu akan ditimpa azab seksa hari yang besar (huru-haranya)".

Mereka menjawab: "Sama sahaja bagi kami,

sama ada engkau beri nasihat pengajaran,

atau engkau tidak menjadi dari orang-orang yang memberi nasihat pengajaran.

"Segala apa (yang engkau katakan) ini,

hanyalah adat kebiasaan orang-orang dahulu-kala,

"Dan kami pula tidak akan diseksa".

Anonymous said...

Dan (ingatlah) tiadalah Kami mencipta langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya itu,

melainkan dengan cara yang sungguh layak dan berhikmat;

dan sesungguhnya hari kiamat itu tetap akan datang;

oleh itu biarkanlah (golongan kapir yang mendustakanmu itu wahai Muhammad)

serta layanlah mereka dengan cara yang elok.

Sesungguhnya Dia lah yang menciptakan sekalian makhluk,

lagi Yang Maha Mengetahui (akan hal mereka).

Dan sesungguhnya Kami telah memberi kepadamu (wahai Muhammad)

seluruh Al-Quran yang amat besar kemuliaan dan faedahnya.

Janganlah engkau menujukan pandanganmu (serta menaruh hati) kepada nikmat kesenangan

yang kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (yang kafir itu)

dan janganlah engkau merasa dukacita terhadap mereka (kerana mereka tidak beriman

dan tidak dapat menguatkan dan mengamalkan Islam sebagaimana yang engkau harapkan);

dan sebaliknya hendaklah engkau merendah diri kepada orang-orang yang beriman

(sekalipun mereka dari golongan fakir miskin).

Dan katakanlah:

"Sesungguhnya aku ini, adalah seorang Rasul pemberi amaran

dengan bukti-bukti yang nyata (tentang turunnya azab ke atas orang-orang yang ingkar)".

(Kami berikan kepadamu Al-Quran) samalah seperti

Kami menurunkan (Kitab-kitab) kepada orang-orang yang membahagi-bahagi. -

(Iaitu) mereka yang menjadikan Al-Quran terbahagi kepada beberapa bahagian

(lalu mereka percaya kepada sebahagian dan menolak sebahagian yang lain).



Demi Allah!

Kami akan menyoal mereka (yang kapir itu) semuanya (pada hari kiamat kelak),

Mengenai apa yang mereka telah lakukan.

Oleh itu, sampaikanlah secara berterus-terang

apa yang diperintahkan kepadamu (wahai Muhammad),

dan janganlah engkau hiraukan bantahan dan tentangan kaum kafir musyrik itu.

Sesungguhnya Kami tetap memelihara dan mengawalmu

dari kejahatan orang-orang yang mengejek-ejek dan mempersendakanmu, -

(Iaitu) mereka yang mengadakan tuhan tuhan yang lain bersama-sama Allah,

maka mereka akan mengetahui kelak (akibatnya).

Anonymous said...

Ini ialah ayat-ayat Kitab (Al-Quran) yang jelas nyata.

Jangan pula engkau (wahai Muhammad), membinasakan dirimu dengan menanggung dukacita,

kerana mereka tidak menjadi orang-orang yang beriman.

Kalau Kami mahu, tentulah Kami akan turunkan kepada mereka satu mukjizat dari langit,

yang menjadikan mereka tunduk kepadanya.

Dan tidak datang kepada mereka peringatan serta pengajaran yang baharu dari (Allah) Ar-Rahman,

melainkan mereka tetap berpaling mengingkarinya.

Oleh kerana mereka telah mendustakan Al-Quran,

maka sudah tentu akan datang kepada mereka berita-berita (azab) mengenai perkara yang mereka ejek-ejek itu.

Masihkah mereka berdegil dan tidak memperhatikan bumi,

berapa banyak kami tumbuhkan padanya dari berbagai jenis tanaman durian, langsat, balak, rambutan yang memberi banyak manfaat?

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat satu tanda

(yang membuktikan kekuasaan dan rahmat pengurniaan Allah);

dan (dalam pada tu), kebanyakan mereka tidak juga beriman.

Dan sesungguhnya Allah Dia lah sahaja Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani.

Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Aku menyeru Nabi Musa:

"Hendaklah engkau mendatangi kaum yang zalim, -

"Iaitu kaum Firaun;

tidakkah mereka mahu mengawal diri dari kemurkaanKu?"

Anonymous said...

Firaun berkata (dengan sombong): "Dan apa dia Tuhan sekalian alam itu?"

Nabi Musa menjawab. "Dia lah yang memiliki dan mentadbirkan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya, -

kalaulah kamu mahu mendapat keyakinan dengan berdalil maka inilah jalannya".

Firaun berkata kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya:

"Tidakkah kamu dengar (apa yang dikatakan olehnya)?"

Nabi Musa menegaskan lagi:

"Dia lah yang memiliki dan memelihara kamu dan datuk nenek kamu yang telah lalu."

Firaun berkata (kepada orang-orangnya):

"Sebenarnya Rasul yang diutuskan kepada kamu ini, sungguh gila?"

Nabi Musa (menerangkan lagi tentang keesaan Allah dan kekuasaanNya dengan) berkata:

"Dia lah yang memiliki dan menguasai timur dan barat

serta segala yang ada di antara keduanya;

kalau kamu ada akal tentulah kamu memahamiNya!"

Firaun berkata: "Demi sesungguhnya! Jika engkau menyembah Tuhan yang lain daripadaku,

sudah tentu aku akan menjadikan engkau dari orang-orang yang dipenjarakan".

Nabi Musa menjawab:

"Adakah (engkau akan memenjarakan daku juga)

walau pun aku membawa kepadamu sesuatu bukti yang jelas nyata?"

Firaun berkata: "Kalau demikian, bawalah bukti itu jika betul engkau dari orang-orang yang benar".

Nabi Musa pun mencampakkan tongkatnya, maka tiba-tiba tongkatnya itu menjadi seekor ular yang jelas nyata.

Dan ia mengeluarkan tangannya, maka tiba-tiba tangannya menjadi putih (bersinar-sinar) bagi orang-orang yang melihatnya.

Firaun berkata kepada ketua-ketua kaum yang ada dikelilingnya:

"Sesungguhnya orang ini (Musa) ialah seorang ahli sihir yang mahir.

"Ia bertujuan hendak mengeluarkan kamu dari negeri kamu dengan sihirnya, maka apa yang kamu syorkan?"

Mereka berkata: "Tangguhkanlah dahulu (sebarang tindakan) terhadapnya dan terhadap saudaranya,

serta hantarkanlah ke bandar-bandar kumpulkan (ahli-ahli sihir, pawang, dukun, bomoh yang handal),

"Supaya mereka membawa kepadamu segala ilmu dan ahli sihir yang mahir".

Lalu dikumpulkanlah ahli-ahli sihir itu pada satu masa yang ditentukan,

pada hari (perayaan) yang termaklum.

Dan dikatakan kepada orang ramai: "Berkumpulah kamu semuanya;.

"Semoga kita (tetap) mengikut sunnah (agama) ahli-ahli sihir itu kiranya merekalah orang-orang yang menang".

Maka ketika ahli-ahli sihir itu datang, berkatalah mereka kepada Firaun:

"Benarkah kami akan beroleh upah, gaji tetap kiranya kamilah orang-orang yang menang?"

Firaun menjawab: "Benar, (kamu akan mendapatnya)

dan sesungguhnya kamu dengan itu akan menjadi dari orang-orang yang dekat kepadaku".

Nabi Musa berkata kepada mereka: "Campakkanlah dahulu apa yang kamu hendak campakkan".

Lalu mereka mencampakkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka sambil berkata:

"Demi kekuasaan Firaun,

sesungguhnya sudah tetap kamilah orang-orang yang akan menang".

Kemudian Nabi Musa pula mencampakkan tongkatnya,

tiba-tiba tongkatnya itu menelan apa yang mereka pura-pura adakan (dengan sihir mereka).



Anonymous said...

Tidakkah mereka memerhati dan memikirkan

berapa banyak umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka,

padahal (umat-umat itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi (dengan kekuasaan dan kemewahan) yang tidak Kami berikan kepada kamu,

dan Kami turunkan hujan atas mereka dengan lebatnya, dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka,

kemudian Kami binasakan mereka dengan sebab dosa mereka mereka,

dan Kami ciptakan sesudah mereka, umat yang lain?

Dan kalau Kami turunkan kepadamu (wahai Muhammad) sebuah kitab (yang bertulis) pada kertas,

lalu mereka memegangnya dengan tangan mereka, nescaya orang-orang yang kafir itu berkata:

"Ini tidak lain, hanyalah sihir yang terang nyata".

Dan mereka berkata: "Mengapa tidak diturunkan malaikat kepadanya? "

padahal kalau Kami turunkan malaikat nescaya selesailah perkara itu (kerana mereka tetap berdegil dan tidak akan beriman),

kemudian mereka tidak diberi tempoh (lalu dibinasakan dengan bala bencana secara mengejut).

Dan kalau (Rasul) itu Kami jadikan malaikat,

tentulah Kami jadikan dia berupa seorang lelaki (supaya mereka dapat melihatnya),

dan tentulah Kami (dengan yang demikian) menyebabkan mereka kesamaran sebagaimana mereka sengaja membuat-buat kesamaran (tentang kebenaran Alquran).

Dan demi sesungguhnya! Telah diperolok-olok beberapa Rasul sebelummu,

lalu orang-orang yang mengejek-ejek di antara mereka ditimpakan (balasan azab) bagi apa yang mereka telah perolok-olokkan itu.

Katakanlah (wahai Muhammad): "Mengembaralah kamu di muka bumi,

kemudian perhatikanlah bagaimana akibat buruk (yang menimpa) orang-orang yang mendustakan (Rasul-rasul) itu."

Bertanyalah (wahai muhammad):

"Hak milik siapakah segala yang ada di langit dan di bumi?"

Katakanlah: "(Semuanya itu) adalah milik Allah.

Ia telah menetapkan atas diriNya memberi rahmat.

Demi sesungguhnya Ia akan menghimpunkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada sebarang syak padanya".

Orang-orang yang merugikan diri sendiri (dangan mensia-siakan pengurniaan Allah),

maka mereka (dengan sebab yang tersebut) tidak beriman.

Dan bagi Allah jualah apa yang ada pada waktu malam dan siang;

dan Dia lah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.

Katakanlah (wahai Muhammad): "Patutkah aku mengambil (memilih) pelindung yang lain dari Allah yang menciptakan langit dan bumi,

dan Ia pula yang memberi makan dan bukan Ia yang diberi makan?"

Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama sekali menyerah diri kepada Allah (Islam),

dan (aku diperintahkan dengan firmanNya):

`Jangan sekali-kali engkau menjadi dari golongan orang-orang musyrik itu. ' "

Katakanlah: "Sesungguhnya aku takut

jika aku derhaka kepada Allah,

(akan dikenakan) azab hari yang besar (pada hari kiamat)".

Anonymous said...

Bertanyalah (wahai Muhammad):

"Apakah sesuatu yang lebih besar persaksiannya?"

(Bagi menjawabnya) katakanlah: "Allah menjadi Saksi antara aku dengan kamu,

dan diwahyukan kepadaku Al-Quran ini,

supaya aku memberi amaran dengannya kepada kamu

dan juga (kepada) sesiapa jua yang telah sampai kepadanya seruan Al-Quran itu.

Adakah kamu sungguh-sungguh mengakui bahawa ada beberapa tuhan yang lain bersama-sama Allah?"

Katakanlah: "Aku tidak mengakuinya".

Katakanlah lagi: "Hanyasanya Dia lah sahaja Yang Maha Esa,

dan sesungguhnya aku adalah berlepas diri apa yang kamu sekutukan (dengan Allah Azza Wa Jalla)".

Orang-orang berperangai (Yahudi) yang telah Kami berikan kitab Alquran kepada mereka, mereka mengenalinya (Nabi Muhammad),

sebagaimana mereka mengenali anak-anak mereka sendiri.

Orang-orang yang merugikan diri sendiri (dengan mensia-siakan pengurniaan Allah),

maka mereka (dengan sebab yang tersebut) tidak beriman.

Dan siapakah lagi yang lebih aniaya dari orang yang mengada-adakan perkara-perkara yang dusta terhadap Allah,

atau yang mendustakan ayat-ayat keteranganNya?

Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan berjaya.

Dan (ingatlah), hari (kiamat yang padanya) Kami himpunkan mereka semua,

kemudian Kami berfirman kepada orang-orang musyrik:

"Manakah orang-orang dan benda-benda yang dahulu kamu sifatkan (menjadi tuhan tuhan sekutu Allah):?"

Kemudian tidaklah ada akidah kufur mereka selain dari mereka menjawab dengan dusta:

"Demi Allah, kami tidak pernah menjadi orang-orang yang mempersekutukan Allah (dengan sesuatu yang lain)".

Lihatlah bagaimana mereka berdusta terhadap diri mereka sendiri,

dan bagaimana hilang lenyapnya dari mereka apa yang telah mereka ada-adakan (sebagai sekutu Allah) itu.

Dan di antara mereka ada yang mendengarkan kau (membaca Al-Quran),

pada hal Kami telah jadikan tutupan berlapis-lapis atas hati mereka,

yang menghalang mereka daripada memahaminya,

dan Kami jadikan pada telinga mereka penyumbat (yang menjadikan mereka pekak);

dan kalaupun mereka melihat tiap-tiap keterangan (dan mukjizat yang membuktikan kebenaran Rasul),

mereka tidak juga akan beriman kepada keterangan itu;

sehingga apabila mereka datang kepadamu, sambil membantahmu, berkatalah orang-orang yang kafir itu:

"Ini tidak lain hanyalah cerita-cerita dongeng orang-orang dahulu".

Dan mereka pula melarang orang ramai dari mendengar Al-Quran

dan mereka juga menjauhkan diri daripadanya,

padahal mereka (dengan perbuatan yang demikian) hanyalah membinasakan diri sendiri (dengan bala bencana dan azab yang disediakan untuk mereka di dunia dan di akhirat kelak),

sedang mereka tidak menyedarinya.

sungguh ngeri jika engkau melihat ketika mereka berdiri di jurang neraka (untuk menyaksikan azabnya yang tidak terperi),

lalu mereka berkata: "Wahai kiranya kami dikembalikan ke dunia,

dan kami tidak akan mendustakan lagi ayat-ayat keterangan Allah,

dan menjadilah kami dari golongan yang beriman".

(Mereka mengatakan yang demikian bukanlah kerana hendak beriman)

bahkan setelah nyata kepada mereka apa yang mereka selalu sembunyikan dahulu;

dan kalau mereka dikembalikan ke dunia sekalipun,

tentulah mereka akan mengulangi lagi apa yang mereka dilarang dari melakukannya;

dan sesungguhnya mereka adalah tetap pendusta.

Anonymous said...

Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Kami mengangkat gunung (Tursina) ke atas mereka (Bani Israil) seolah-olah gunung itu awan (yang menaungi mereka)

dan mereka yakin bahawa gunung itu akan jatuh menimpa mereka, (sambil Kami berfirman kepada mereka):

"Terimalah dengan bersungguh-sungguh (Kitab Al Quran) yang telah Kami berikan kepada kamu

dan ingatlah (amalkanlah hukum syariat) apa yang terkandung di dalamnya,

supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa"

Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Allah mengeluarkan zuriat anak-anak Adam (turun-temurun) dari (tulang) belakang mereka,

dan Ia jadikan mereka saksi terhadap diri mereka sendiri, (sambil Ia bertanya dengan firmanNya):

"Bukankah Aku Allah Taala?"

Mereka semua menjawab: "Benar, kami menjadi saksi".

Yang demikian supaya kamu tidak berkata pada hari kiamat kelak:

"Sesungguhnya kami adalah lalai (tidak diberi peringatan) tentang (hakikat tauhid) ini".

Atau supaya kamu tidak mengatakan:

" Sesungguhnya ibu bapa kamilah yang melakukan syirik dahulu

sedang kami ialah keturunan (mereka) yang datang kemudian daripada mereka.

Oleh itu, patutkah Engkau hendak membinasakan kami disebabkan perbuatan orang-orang yang sesat itu?"

Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat keterangan Kami satu persatu

(supaya nyata segala kebenaran), dan supaya mereka kembali (kepada kebenaran).

Dan bacakanlah kepada mereka, khabar berita seorang yang kami beri kepadanya (pengetahuan mengenai) ayat-ayat (Kitab Alquran) Kami.

kemudian ia menjadikan dirinya terkeluar dari mematuhinya,

lalu ia diikuti oleh Syaitan (dengan godaannya), maka menjadilah dari orang-orang yang sesat.

Dan kalau Kami kehendaki nescaya Kami tinggikan pangkatnya

dengan (sebab mengamalkan) ayat-ayat Allah itu.

Tetapi dia bermati-mati cenderung kepada dunia dan menurut hawa nafsunya;

maka bandingannya adalah seperti anjing,

jika engkau menghalaunya: ia menghulurkan lidahnya termengah-mengah,

dan jika engkau membiarkannya: ia juga menghulurkan lidahnya termengah-mengah.

Demikianlah bandingan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami.

Maka ceritakanlah kisah-kisah itu supaya mereka berfikir.

Amatlah buruknya bandingan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami,

dan mereka pula berlaku zalim kepada diri mereka sendiri.

Anonymous said...

Kemudian, jika mereka masih berpaling ingkar maka sesungguhnya engkau (wahai Muhammad)

hanya bertanggungjawab menyampaikan perintah-perintah Allah dengan cara yang jelas nyata.

Mereka mengetahui nikmat Allah (yang melimpah-limpah itu),

kemudian mereka tergamak mengingkarinya; dan kebanyakan mereka pula ialah orang-orang yang kufur ingkar.

Dan (ingatkanlah kepada mereka yang musyrik tentang) hari Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat, seorang saksi;

kemudian tidak diizinkan bagi orang-orang yang kafir (memberi sebarang alasan),

dan mereka pula tidak diminta memohon keredaan Allah.

Dan apabila orang-orang yang melakukan kezaliman (dengan kekufurannya) itu melihat azab,

maka tidak akan diringankan azab itu daripada mereka, dan mereka pula tidak diberi tempoh.

Dan apabila orang-orang musyrik melihat makhluk-makhluk dan benda-benda yang mereka jadikan tuhan sekutu-sekutu Allah, mereka berkata:

"Wahai Tuhan kami, inilah dia yang kami jadikan sekutu-sekutu (bagiMu),

yang kami sembah mereka dengan meninggalkanMu".

Maka dengan serta-merta makhluk-makhluk yang dipuja itu menolak dakwaan mereka dengan berkata:

"Sesungguhnya kamu adalah berdusta".

Dan pada hari itu mereka semua menyerah diri bulat-bulat kepada Allah,

dan hilang lenyaplah dari mereka (yang musyrik itu) apa yang telah mereka ada-adakan (sebagai sekutu-sekutu Allah).

Orang-orang yang kafir dan menghalangi (dirinya serta orang lain) dari jalan Allah,

Kami tambahi mereka azab seksa di samping azab (yang menimpa mereka),

disebabkan mereka membuat kerosakan.

Dan (ingatkanlah tentang) hari Kami bangkitkan dalam kalangan tiap-tiap umat,

seorang saksi terhadap mereka, dari golongan mereka sendiri;

dan Kami datangkanmu (wahai Muhammad) untuk menjadi saksi terhadap mereka ini (umat melayu);

dan Kami turunkan kepadamu Al-Quran menjelaskan tiap-tiap sesuatu dan menjadi hidayah petunjuk,

serta membawa rahmat dan berita yang mengembirakan, bagi orang-orang Islam.

Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil,

dan berbuat kebaikan,

serta memberi bantuan kepada kaum kerabat;

dan melarang daripada melakukan perbuatan-perbuatan yang keji dan mungkar serta kezaliman.

Ia mengajar kamu (dengan suruhan dan laranganNya ini), supaya kamu mengambil peringatan mematuhiNya.

Dan sempurnakanlah pesanan-pesanan dan perintah-perintah Allah apabila kamu berjanji;

dan janganlah kamu merombak (mencabuli) sumpah kamu sesudah kamu menguatkannya (dengan nama Allah),

sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai Penjamin kebaikan kamu;

sesungguhnya Allah sedia mengetahui akan apa yang kamu lakukan.

Anonymous said...

(Yahudi tu) samalah seperti orang-orang (dari suku Yahudi) yang terdahulu sedikit dari mereka,

yang telah merasai akibat yang buruk (di dunia) dengan sebab bawaan kufur mereka;

dan mereka pula akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya (pada hari akhirat kelak).

(Sikap munafik dengan sikap Yahudi) itu samalah

seperti (sikap) Syaitan ketika ia berkata kepada manusia:

"Berlaku kufurlah engkau!"

Setelah orang itu berlaku kufur (dan tetap terkena azab),

berkatalah Syaitan kepadanya:

"Sesungguhnya aku adalah berlepas diri daripadamu, kerana sebenarnya aku takut kepada Allah yang menguasai seluruh alam!"

Maka kesudahan keduanya, bahawa mereka ditempatkan di dalam neraka,

kekal mereka di dalamnya. Dan yang demikian itulah balasan makhluk-makhluk yang zalim.

Wahai orang-orang yang beriman!

Bertaqwalah kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya);

dan hendaklah tiap-tiap diri melihat dan memerhatikan apa yang ia telah sediakan (dari amal-amalnya) untuk hari esok (hari akhirat).

Dan (sekali lagi diingatkan):

Bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Amat Meliputi PengetahuanNya akan segala yang kamu kerjakan.

Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang telah melupakan (perintah-perintah) Allah,

lalu Allah menjadikan mereka melupakan (amal-amal yang baik untuk menyelamatkan) diri mereka.

Mereka itulah orang-orang yang pasik - derhaka.

Tidaklah sama ahli neraka dan ahli Syurga;

ahli Syurgalah orang-orang yang beroleh kemenangan (mendapat segala yang diingini).

Sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini ke atas sebuah gunung,

nescaya engkau melihat gunung itu khusyuk serta pecah belah kerana takut kepada Allah.

Dan (ingatlah), kiasan ini Kami kemukakan kepada umat manusia, supaya mereka memikirkannya.

Dia lah Allah, yang tidak ada yang berhak sesungguh atasku sesungguhnya Allah;

Yang Mengetahui perkara yang ghaib dan yang nyata;

Dia lah Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

Dia lah Allah, Yang Menguasai (sekalian alam);

Yang Maha Suci;

Yang Maha Selamat Sejahtera (dari segala kekurangan);

Yang Maha Melimpahkan Keamanan;

Yang Maha Pengawal serta Pengawas;

Yang Maha Kuasa;

Yang Maha Kuat (menundukkan segala-galanya);

Yang Melengkapi segala KebesaranNya.

Maha Suci Allah dari segala yang mereka sekutukan denganNya.

Dia lah Allah, Yang Menciptakan sekalian makhluk;

Yang Mengadakan (dari tiada kepada ada);

Yang Membentuk rupa (makhluk-makhlukNya menurut yang dikehendakiNya);

bagiNyalah nama-nama yang sebaik-baiknya dan semulia-mulianya;

bertasbih kepadaNya segala yang ada di langit dan di bumi;

dan Dia lah Yang tiada bandinganNya,

lagi Maha Bijaksana.

Anonymous said...

Dan Kami jadikan mereka ketua-ketua, pemimpin (dalam kesesatan)

yang mengajak ke neraka (dengan kekufurannya),

dan pada hari kiamat pula mereka tidak mendapat sebarang pertolongan.

Dan Kami Iringi Mereka Dengan Laknat di Dunia Ini,

dan pada hari kiamat pula adalah mereka dari orang-orang yang tersingkir (dari rahmat Kami) dengan sehina-hinanya.

Dan demi sesungguhnya,

Kami berikan kepada Nabi Musa Kitab Taurat sesudah Kami binasakan kaum-kaum yang telah lalu,

untuk membuka hati dan menjadi hidayah petunjuk serta membawa rahmat,

semoga mereka beringat.

Dan engkau (wahai Muhammad) tidak ada di sebelah barat (tempat Nabi Musa menerima wahyu)

ketika Kami sempurnakan penyerahan Kitab Taurat kepadanya,

dan engkau juga tidak termasuk dalam golongan yang menyaksikan peristiwa itu.

Akan tetapi (engkau hanya mengetahui kisah itu dengan jalan Kami memberi wahyu Alquran kepadamu disebabkan)

Kami telah mengadakan beberapa umat (dari zaman Nabi Musa hingga ke zamanmu)

sampai berlanjutanlah masa yang mereka lalui (serta kucar-kacirlah agama yang mereka anuti).

Dan engkau pula tidak pernah tinggal bersama-sama penduduk negeri Madyan membaca dan mempelajari dari mereka ayat-ayat keterangan Kami (tentang hal Nabi Musa di sana),

tetapi Kamilah yang mengutusmu (menjadi Rasul dan memberi wahyu kepadamu mengenai hal itu).

Dan engkau juga tidak berada dekat Gunung Tursina

ketika Kami menyeru (Nabi Musa dan memberi wahyu kepadanya dahulu),

tetapi (diturunkan) rahmat (Al-Quran) dari Allah (menerangkan Kisah itu)

supaya engkau memberi amaran kepada kaum (mu)

yang telah lama tidak didatangi sebarang Rasul pemberi amaran sebelummu,

semoga mereka beroleh pengajaran (serta insaf mematuhinya).

Anonymous said...

(Sesudah kamu - wahai Muhammad dan pengikut-pengikutmu - mengetahui tentang kerasnya hati orang Yahudi itu)

maka bolehkah kamu menaruh harapan bahawa mereka akan insaf beriman kepada seruan Islam yang kamu sampaikan itu?

padahal sesungguhnya telah ada satu puak dari mereka yang mendengar Kalam Allah (Alquran),

kemudian mereka mengubah dan memutarkan maksudnya sesudah mereka memahaminya,

sedang mereka mengetahui (bahawa perbuatan itu salah)?

Dan apabila mereka (orang-orang Yahudi) bertemu dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata:

"Kami telah beriman";

dan apabila mereka berjumpa sesama sendiri, mereka berkata:

"Patutkah kamu ceritakan kepada mereka (orang-orang Islam)

dengan apa yang telah diterangkan oleh Allah kepada kamu (di dalam Kitab Alquran mengenai kebenaran Nabi Muhammad)

untuk menjadikannya hujah (bukti) yang dapat mengalahkah kamu di sisi Tuhan Kamu?

Tidakkah kamu berakal?"

(Mereka berani berkata demikian)

dan tidakkah mereka ketahui bahawasanya Allah mengetahui

apa yang mereka rahsiakan dan apa yang mereka lahirkan?

Dan di antara mereka pula ada orang-orang yang buta huruf,

mereka tidak mengetahui akan isi Kitab Alquran

selain dari penerangan-penerangan bohong (dari ketua-ketua, pendita, pendakwah mereka),

dan mereka hanyalah berpegang kepada sangkaan-sangkaan sahaja.

Kecelakaan besar bagi orang-orang yang menulis Kitab Alquran dengan tangan mereka

(lalu mengubah Kalam Allah dengan rekaan-rekaan mereka sendiri),

kemudian mereka berkata: "Ini ialah dari sisi Allah",

supaya mereka dengan perbuatan itu dapat membeli keuntungan dunia yang sedikit.

Maka kecelakaan besar bagi mereka disebabkan apa yang ditulis oleh tangan mereka,

dan kecelakaan besar bagi mereka dari apa yang mereka usahakan itu.

Dan mereka berkata: "Kami tidak sekali-kali akan disentuh oleh api neraka

kecuali beberapa hari yang tertentu".

Katakanlah (wahai Muhammad):

"Adakah kamu sudah mendapat janji dari Allah

supaya (dengan itu) Allah tidak akan menyalahi janjiNya,

atau hanya kamu mengatakan atas nama Allah sesuatu yang tidak kamu mengetahuinya?"

(Apa yang kamu katakan itu tidaklah benar),

sesungguhnya sesiapa yang berbuat kejahatan

dan ia diliputi (ditenggelamkan) oleh kesalahannya itu,

maka merekalah ahli neraka,

mereka kekal di dalamnya.

Anonymous said...

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

Wahai orang-orang yang beriman,

penuhi serta sempurnakanlah perjanjian-perjanjian.

Dihalalkan bagi kamu (memakan) binatang-binatang ternak (dan sebagainya),

kecuali apa yang akan dibacakan (tentang haramnya) kepada kamu.

(Halalnya binatang-binatang ternak dan sebagainya itu)

tidak pula bererti kamu boleh menghalalkan perburuan ketika kamu dalam keadaan berihram.

Sesungguhnya Allah menetapkan hukum apa yang Ia kehendaki.

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ingat halal membuat sesuka hati

mengenai syiar-syiar agama Allah,

dan mengenai bulan-bulan yang dihormati,

dan mengenai binatang-binatang yang dihadiahkan (untuk korban),

dan mengenai kalong-kalong binatang hadiah itu,

dan mengenai orang-orang yang menuju ke Baitullah Al-Haraam,

yang bertujuan mencari limpah kurnia dari Allah (dengan jalan perniagaan bukan berniaga agama)

dan mencari keredaanNya (dengan mengerjakan ibadat Haji di Tanah Suci);

dan apabila kamu telah selesai dari ihram maka bolehlah kamu berburu.

Dan jangan sekali-kali kebencian kamu kepada suatu kaum

kerana mereka pernah menghalangi kamu dari masjid Al-Haraam itu - mendorong kamu menceroboh.

Dan hendaklah kamu bertolong-tolongan untuk membuat kebajikan dan bertaqwa,

dan janganlah kamu bermuafakat pada melakukan dosa (maksiat, mencuri, menipu, membunuh dan pencerobohan.

Dan bertaqwalah kepada Allah,

kerana sesungguhnya Allah Maha Berat azab seksaNya (bagi sesiapa yang melanggar perintahNya).

Diharamkan kepada kamu (memakan) babi

bangkai (binatang yang tidak disembelih kerana Allah),

dan darah (yang keluar mengalir),

dan binatang-binatang yang disembelih kerana yang lain dari Allah

dan yang mati tercekik,

dan yang mati dipukul,

dan yang mati jatuh dari tempat yang tinggi,

dan yang mati ditanduk,

dan yang mati dimakan binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih (sebelum habis nyawanya),

dan yang disembelih atas nama berhala;

dan (diharamkan juga) kamu merenung nasib dengan undi batang-batang anak panah.

Yang demikian itu adalah perbuatan pasik.

Pada hari ini, orang-orang kafir telah putus asa (daripada memesongkan kamu)

dari agama kamu (setelah mereka melihat perkembangan Islam dan umatnya).

Sebab itu janganlah kamu takut dan gentar kepada mereka,

sebaliknya hendaklah kamu takut dan gentar kepadaKu.

Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu,

dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu,

dan Aku telah redhakan Islam itu menjadi agama untuk kamu.

Maka sesiapa yang terpaksa kerana kelaparan sedang ia tidak cenderung hendak melakukan dosa (maka bolehlah ia memakannya),

kerana sesungguhnya Allah maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

Mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad):

"Apakah (makanan) yang dihalalkan bagi mereka?"

Bagi menjawabnya katakanlah:

"Dihalalkan bagi kamu (memakan) yang lazat-lazat serta baik,

dan (buruan yang ditangkap oleh) binatang-binatang pemburu yang telah kamu ajar (untuk berburu)

mengikut cara pelatih-pelatih binatang pemburu.

Kamu mengajar serta melatihnya (adab peraturan berburu) sebagaimana yang telah diajarkan Allah kepada kamu.

Oleh itu makanlah dari apa yang mereka tangkap untuk kamu

dan sebutlah nama Allah atasnya (ketika kamu melepaskannya berburu);

dan bertaqwalah kepada Allah (dengan memelihara diri dari memakan yang diharamkan Allah);

Sesungguhnya Allah Maha Cepat hitungan hisabNya"

Anonymous said...

Katakanlah lagi:

"Telah datang kebenaran (Al-Quran yang memberi segala kebaikan),

dan perkara yang salah tidak memberi sebarang kebaikan di dunia,

usahkan hendak mengulanginya di akhirat".

Katakanlah lagi:

"Sekiranya aku sesat maka bahaya kesesatanku akan menimpa diriku sendiri,

dan jika aku beroleh hidayah petunjuk maka yang demikian disebabkan apa yang telah diwahyukan oleh Allah kepadaku;

sesungguhnya Dia Maha Mendengar, lagi Maha Dekat".

Dan (sungguh ngeri) jika engkau melihat (keadaan orang-orang yang bersalah itu)

ketika mereka gelisah takut (menyaksikan azabnya)

serta mereka tidak mendapat jalan mengelaknya,

dan mereka pun diambil dari tempat mereka berada (untuk dibawa ke tempat azab).

Anonymous said...

Dan (ingatkanlah kepada mereka yang musyrik tentang)

hari Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat, seorang saksi;

kemudian tidak diizinkan bagi orang-orang yang kafir (memberi sebarang alasan),

dan mereka pula tidak diminta memohon keredaan Allah.

Dan apabila orang-orang yang melakukan kezaliman (dengan kekufurannya) itu melihat azab,

maka tidak akan diringankan azab itu daripada mereka,

dan mereka pula tidak diberi tempoh.

Dan apabila orang-orang musyrik melihat makhluk-makhluk dan benda-benda tuhan-tuhan

yang mereka jadikan sekutu-sekutu Allah,

mereka berkata: "Wahai Tuhan kami, inilah dia yang kami jadikan tuhan tuhan sekutu-sekutu (bagiMu),

yang kami sembah puja mereka dengan meninggalkanMu".

Maka dengan serta-merta makhluk-makhluk yang puja itu menolak dakwaan mereka dengan berkata:

"Sesungguhnya kamu adalah berdusta".

Dan pada hari itu mereka semua menyerah diri bulat-bulat kepada Allah,

dan hilang lenyaplah dari mereka (yang musyrik itu) apa yang telah mereka ada-adakan (sebagai sekutu-sekutu Allah).

Orang-orang yang kafir dan menghalangi (dirinya serta orang lain) dari jalan Allah,

Kami tambahi mereka azab seksa di samping azab (yang menimpa mereka),

disebabkan mereka membuat kerosakan.

Anonymous said...

Dan Allah menjadikan bagi kamu dari diri kamu sendiri pasangan-pasangan (isteri),

dan dijadikan bagi kamu dari pasangan kamu: anak-anak dan cucu-cicit,

serta dikurniakan kepada kamu dari benda yang baik lagi halal;

maka patutkah mereka (yang ingkar itu) percaya kepada perkara yang salah (penyembahan berhala),

dan mereka kufur pula akan nikmat Allah?

Dan mereka menyembah benda-benda tuhan yang lain dari Allah,

yang tidak berkuasa memberikan mereka sebarang rezeki pemberian dari langit dan bumi,

dan mereka pula tidak berdaya sama sekali mendapat kuasa itu.

Oleh itu, janganlah kamu mengadakan sesuatu yang sebanding dengan Allah,

kerana sesungguhnya Allah mengetahui (setakat mana buruknya perbuatan syirik kamu) sedang kamu tidak mengetahuinya.

Allah memberikan satu misal perbandingan: Seorang hamba abdi yang menjadi milik orang,

yang tidak berkuasa melakukan dengan bebasnya sesuatupun;

dan seorang lagi (yang merdeka) yang Kami kurniakan kepadanya pemberian yang baik (harta

kekayaan) dari Kami, maka dia pun membelanjakan hartanya dengan bebasnya,

sama ada secara bersembunyi atau terbuka, adakah kedua orang itu sama?

Segala puji tertentu bagi Allah (dan Allah jualah yang berhak disembah),

tetapi kebanyakan mereka (yang musyrik) tidak mengetahui (hakikat tauhid itu).

Dan Allah memberikan satu misal perbandingan lagi:

Dua orang lelaki, salah seorangnya kelu pekak dari semulajadinya,

tidak dapat menyatakan apa yang difikirkannya dan tidak dapat mendengar apa yang dikatakan kepadanya;

dan dia pula menjadi beban kepada orang yang menjaga dan menanggungnya;

ke mana sahaja ia diarahkan pergi oleh penjaganya, tak dapatlah dia membawa sesuatu yang berfaedah;

adakah dia (yang demikian sifatnya) sama

seperti orang (yang boleh berkata-kata serta dapat) menyuruh orang ramai melakukan keadilan,

dan ia sendiri pula berada di atas jalan yang lurus (jalan yang benar)?

Dan (ingatlah), Allah jualah yang mengetahui segala rahsia langit dan bumi;

tiadalah hal kedatangan hari kiamat itu melainkan seperti sekelip mata,

atau ia lebih cepat lagi;

sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Anonymous said...

Dan Allah berfirman: "Janganlah kamu bertuhankan dua tuhan,

kerana sesungguhnya Allah Hanya Satu;

maka kepada Akulah sahaja hendaknya kamu gerun gementar.

Dan bagiNyalah (hak milik) segala yang ada di langit dan di bumi;

dan kepadaNya sahaja tertentu ibadat dan ketaatan selama-lamanya;

(sesudah kamu mengetahui yang demikian) maka tidaklah patut kamu takut kepada yang lain dari Allah.

Dan apa-apa nikmat yang ada pada kamu maka adalah ia dari Allah;

kemudian, apabila kamu ditimpa kesusahan maka kepadaNyalah kamu meraung meminta pertolongan.

Kemudian, apabila Ia menghapuskan kesusahan itu daripada kamu,

tiba-tiba sepuak di antara kamu mempersekutukan (sesuatu yang lain) dengan Allah.

(Mereka melakukan yang demikian) kerana mereka kufur,

tidak bersyukur akan nikmat-nikmat yang kami berikan kepada mereka.

Oleh itu, bersenang-senanglah kamu (dengan nikmat-nikmat itu bagi sementara di dunia),

kemudian kamu akan mengetahui (balasan buruk yang akan menimpa kamu).

Dan mereka (yang musyrik itu) menentukan untuk keperluan benda-benda yang mereka tidak mengetahui hal keadaannya,

sebahagian dari harta-benda yang kami kurniakan kepada mereka.

Demi Allah! Sesungguhnya kamu akan ditanya kelak tentang apa yang kamu ada-adakan secara dusta itu.

Dan mereka mengatakan Allah mempunyai anak-anak perempuan.

Maha Suci Allah.

Sedang bagi mereka pula mereka sediakan apa yang mereka sukai (anak-anak lelaki).

Anonymous said...

Bagi mereka yang tidak beriman kepada hari akhirat itu, sifat yang buruk,

dan bagi Allah jualah sifat yang tertinggi;

dan Dia lah jua Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

Dan kalaulah Allah menyeksa manusia disebabkan kezaliman mereka,

tentulah Ia tidak membiarkan tinggal di muka bumi sesuatu makhluk yang bergerak;

akan tetapi Ia memberi tempoh kepada mereka hingga ke suatu masa yang tertentu;

kemudian apabila sampai tempoh mereka,

tiadalah mereka akan dapat meminta dikemudiankan sesaatpun

dan tidak pula mereka akan dapat meminta didahulukan.

Dan mereka mengadakan bagi Allah apa yang mereka sendiri tidak menyukainya;

dalam pada itu, lidah mereka memperkatakan perkara yang dusta,

(kononnya) bahawa mereka akan beroleh kesudahan yang baik di sisi Allah.

Tidak syak lagi, bahawa bagi merekalah api neraka,

dan bahawa merekalah orang-orang yang disegerakan (masuknya ke dalam neraka).

Demi Allah! Sesungguhnya kami juga telah mengutus Rasul-rasul kepada umat-umat yang terdahulu daripadamu (wahai Muhammad),

lalu Syaitan memperelokkan pada pandangan mereka yang ingkar akan amal-amal mereka yang jahat itu;

maka syaitan lah menjadi pemimpin mereka pada hari ini;

dan mereka akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

Dan tiadalah Kami menurunkan Al-Quran kepadamu (wahai Muhammad)

melainkan supaya engkau menerangkan kepada mereka

akan apa yang mereka berselisihan padanya;

dan supaya menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Anonymous said...

Allah yang menguasai timur dan barat;

tiada yang berhak sesungguhnya Dia;

maka jadikanlah Dia Penjaga yang menyempurnakan urusanmu.

Dan bersabarlah terhadap apa yang dikatakan oleh mereka (yang menentangmu),

dan jauhkanlah dirimu dari mereka dengan cara yang baik.

Dan biarkanlah Aku sahaja membalas orang-orang yang mendustakan (bawaanmu) itu,

orang-orang yang berada dalam kemewahan,

dan berilah tempoh kepada mereka sedikit masa;

Kerana sesungguhnya di sisi Kami disediakan (untuk mereka)

belenggu-belenggu dan neraka yang menjulang-julang,

Serta makanan yang menjadikan pemakannya tercekik,

dan azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

(Azab itu tetap berlaku) pada hari bumi dan gunung-ganang bergoncang (serta hancur lebur),

dan menjadilah gunung-ganang itu timbunan pasir yang mudah bersepah.

Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (wahai umat Muhammad),

seorang Rasul yang menjadi saksi terhadap kamu (tentang orang yang mematuhi atau menolak seruannya),

sebagaimana Kami telah mengutus kepada Firaun seorang Rasul.

Maka Firaun menderhaka kepada Rasul itu,

lalu Kami menyeksakannya dengan azab seksa yang seberat-beratnya.

(Sekiranya kamu tidak ditimpa azab di dunia),

maka bagaimana kamu dapat menjaga dan menyelamatkan diri kamu - kalau kamu kufur ingkar -

(dari azab) hari yang huru-haranya menyebabkan kanak-kanak budak-budak menjadi tua beruban?

Langit (yang demikian besarnya) akan pecah belah dengan sebab kedahsyatan hari itu.

(Ingatlah), janji Allah adalah perkara yang tetap dilakukanNya.

Sesungguhnya (keterangan-keterangan yang mengandungi amaran) ini

menjadi peringatan oleh itu sesiapa yang mahukan kebaikan dirinya

dapatlah ia mengambil jalan yang membawa kepada Allah Taala (dengan iman dan taat).

Anonymous said...

Oleh itu, kalau mereka tetap ingkar dengan angkuhnya

(daripada mematuhi perintah Allah dan mengesakanNya,

maka tidaklah menjejaskan kebesaran Allah Taala),

kerana malaikat-malaikat yang ada di sisi Allah

tetap bertasbih kepadaNya pada waktu malam dan siang, dengan tidak mereka merasa jemu.

Dan di antara tanda-tanda KekuasaanNya,

engkau melihat bumi kosong sepi (dalam keadaan kering dan tandus),

maka apabila Kami menurunkan hujan menimpanya, bergeraklah tanahnya serta suburlah tanamannya.

Sesungguhnya Allah yang menghidupkannya sudah tentu berkuasa menghidupkan makhluk-makhluk yang telah mati;

sesungguhnya Ia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Sebenarnya orang-orang yang menyeleweng, menipu dari jalan yang benar mengenai ayat-ayat keterangan Kami,

tidak terselindung keadaan mereka dari (pengetahuan) Kami.

(Kalau sudah demikian), maka adakah orang yang dihumbankan ke dalam neraka lebih baik,

atau orang yang datang dalam keadaan aman dan selamat pada hari kiamat?

(Katakanlah kepada orang-orang yang menyeleweng itu):

"Buatlah apa yang kamu suka,

sesungguhnya Allah Maha Melihat akan apa yang kamu lakukan (dan akan membalasnya)".

Sesungguhnya orang-orang yang kufur ingkar terhadap Al-Quran

ketika sampainya kepada mereka, (akan ditimpa azab seksa yang tidak terperi);

sedang Al-Quran itu, demi sesungguhnya sebuah Kitab Suci yang tidak dapat ditandingi,

Yang tidak dapat didatangi sebarang kepalsuan

dari mana-mana arah dan seginya;

ia diturunkan dari Yang Maha Bijaksana, lagi Maha Terpuji.

Apa yang dikatakan kepadamu (wahai Muhammad, dari celaan-celaan golongan yang ingkar,

tidak lain) hanyalah seperti yang pernah dikatakan kepada Rasul-rasul yang terdahuhu daripadamu.

(Oleh itu bersabarlah dengan cekal hati menghadapinya),

sesungguhnya Allah berkuasa penuh melimpahkan keampunanNya (kepada orang-orang yang taat),

dan berkuasa penuh menimpakan azab seksa

yang tidak terperi sakitnya (kepada orang-orang yang ingkar).

Anonymous said...

Dan berilah amaran (wahai Muhammad) kepada umat manusia seluruhnya

tentang hari penyesalan

iaitu hari diselesaikan perbicaraan perkara masing-masing

pada masa mereka (yang ingkar) di dunia ini berada dalam kelalaian serta mereka pula tidak mahu beriman.

Sesungguhnya Kamilah yang mewarisi bumi dan segala makhluk yang ada di atasnya;

dan kepada Kamilah mereka akan dikembalikan.

Dan bacakanlah (wahai Muhammad) di dalam Kitab (Al-Quran) ini perihal Nabi Ibrahim;

sesungguhnya adalah ia seorang yang amat benar, lagi menjadi Nabi.

Ketika ia berkata kepada bapanya:"

Wahai ayahku, mengapa ayah menyembah benda yang tidak mendengar dan tidak melihat

serta tidak dapat menolongmu sedikitpun?

" Wahai ayahku, sesungguhnya telah datang kepadaku dari ilmu pengetahuan

yang tidak pernah datang kepadamu oleh itu ikutlah daku;

aku akan memimpinmu ke jalan yang betul.

" Wahai ayahku, janganlah ayah menyembah Syaitan,

sesungguhnya Syaitan itu adalah menderhaka kepada Allah yang melimpah-limpah rahmatNya.

" Wahai ayahku, sesungguhnya aku bimbang bahawa ayah akan kena azab dari (Allah) Ar-Rahman

disebabkan ayah menyembah yang lainnya;

maka dengan sebab itu akan menjadilah ayah kawan bagi Syaitan di dalam neraka".

Anonymous said...

Dan (berkatalah malaikat):

"Kami tidak turun dari semasa ke semasa melainkan dengan perintah Allah (wahai Muhammad);

Dia lah jua yang menguasai serta mentadbirkan

apa yang di hadapan kita dan apa yang di belakang kita serta apa yang di antara itu;

dan tiadalah Allah Taala itu lupa, -

"Allah yang mencipta dan mentadbirkan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya;

oleh itu, sembahlah engkau akan Dia dan bersabarlah dengan tekun tetap dalam beribadat kepadaNya;

adakah engkau mengetahui sesiapapun yang senama dan sebanding denganNya?"

Dan manusia (yang kafir) berkata:

"Apa! Apabila aku mati, adakah aku akan dibangkitkan hidup semula?"

Patutkah manusia itu berkata demikian dan tidak memikirkan bahawa

Kami telah menciptakan dia dahulu sedang dia pada masa itu belum ada sebarang apapun?

Oleh itu, demi Allah (wahai Muhammad)!

Sesungguhnya Kami akan himpunkan mereka yang kafir itu beserta syaitan-syaitan di Padang Mahsyar,

kemudian Kami akan bawa mereka duduk berlutut di keliling neraka Jahannam.

Sesudah itu, sesungguhnya kami akan cabut dari tiap-tiap golongan,

mana-mana orang yang sangat derhaka kepada (Allah) Ar-Rahman, di antara mereka.

Kemudian, sesungguhnya Kami lebih mengetahui akan orang-orang yang lebih patut diseksa dan dibakar dangan api neraka itu.

Dan tiada seorangpun di antara kamu melainkan akan sampai kepadanya;

(yang demikian) adalah satu perkara yang mesti (berlaku) yang telah ditetapkan oleh Allah.

Kemudian Kami akan selamatkan orang-orang yang bertaqwa,

dan kami akan biarkan orang-orang yang zalim (dengan kekufurannya dan maksiatnya) tinggal berlutut di dalam neraka itu.

Anonymous said...

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas nyata,

berkatalah orang-orang yang kafir kepada orang-orang yang beriman:

"Puak yang manakah (dari kami dan kamu) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih elok majlis perhimpunannya?

Dan berapa banyak kaum-kaum (yang ingkar) sebelum mereka, kami telah binasakan,

sedang mereka lebih elok alat-alat kesenangannya dan lebih elok keadaannya pada pandangan mata.

Katakanlah (wahai Muhammad):

"Sesiapa yang berada di dalam kesesatan,

maka biarlah (Allah) Ar-Rahman melanjutkan baginya satu tempoh yang tertentu,

hingga apabila mereka melihat apa yang dijanjikan kepada mereka, -

sama ada azab sengsara dunia ataupun azab kiamat,

maka (pada saat itu) mereka akan mengetahui siapakah orangnya yang lebih buruk kedudukannya

dan lebih lemah penyokong-penyokongnya."

Dan Allah akan menambahi hidayah petunjuk bagi orang-orang yang menurut jalan petunjuk;

dan amal-amal yang baik yang tetap kekal faedah-faedahnya itu,

lebih baik balasan pahalanya di sisi Allah dan lebih baik kesudahannya.

Maka tidakkah engkau merasa hairan memikirkan (wahai Muhammad),

akan orang yang kufur ingkar kepada ayat-ayat keterangan Kami serta ia berkata:

"Demi sesungguhnya aku akan diberikan harta kekayaan dan anak-pinak pada hari akhirat?"

Adakah ia telah mengetahui akan perkara yang ghaib?

atau adakah ia telah membuat perjanjian dengan (Allah) Ar-Rahman mengenainya?

Tidak sekali-kali!

Kami akan menulis apa yang dikatakannya,

dan Kami akan tambahi baginya dari azab seksa, berganda-ganda.

Dan Kami akan warisi (harta benda dan anak-pinak) yang dikatakannya itu,

dan dia akan datang kepada kami dengan seorang diri.

Dan mereka yang kafir menyembah benda-benda yang lain dari Allah sebagai tuhan-tuhan,

supaya benda-benda yang mereka sembah itu menjadi penolong-penolong

yang memberi kemuliaan dan pengaruh kepada mereka.

Tidak sekali-kali!

Bahkan benda-benda yang mereka pertuhankan itu mengingkari perbuatan mereka menyembahnya,

dan akan menjadi musuh yang membawa kehinaan kepada mereka.

Tidakkah engkau mengetahui (Wahai Muhammad)

bahawa Kami telah menghantarkan Syaitan-syaitan kepada orang-orang kafir,

untuk menggalakkan mereka mengerjakan perbuatan kufur dan maksiat dengan bersungguh-sungguh?

Oleh itu, janganlah engkau cepat marah

terhadap mereka yang ingkar itu,

kerana sesungguhnya kami hanya menghitung hari

yang sedikit sahaja bilangannya untuk mereka.

Anonymous said...

Orang-orang yang mengingkari kerasulanmu - wahai Muhammad - tidak berdasarkan kebenaran)

bahkan mereka yang kapir itu bersifat sombong angkuh dan suka menentang kebenaran.

(Tidakkah mereka menyedari) berapa banyak umat-umat (yang ingkar) yang terdahulu dari mereka, Kami binasakan?

Lalu mereka meminta pertolongan, padahal saat itu bukanlah saat meminta pertolongan melepaskan diri dari azab.

Dan mereka (yang mengingkari kerasulan Nabi Muhammad itu) merasa hairan,

bahawa mereka didatangi oleh seorang Rasul pemberi amaran, dari kalangan mereka sendiri.

Dan mereka yang kafir itu berkata:

"Orang ini adalah seorang ahli sihir, lagi penipu pendusta.

" Patutkah ia menafikan tuhan-tuhan yang berbilang itu dengan mengatakan:

Tuhan hanya Satu? Sesungguhnya ini adalah satu perkara yang menakjubkan!"

Dan (ketika itu) keluarlah ketua-ketua dari kalangan mereka (memberi peransang dengan berkata):

"Jalan terus (menurut cara penyembahan datuk nenek kamu)

dan tetap tekunlah menyembah tuhan-tuhan kamu.

Sebenarnya sikap ini adalah satu perkara yang amat dikehendaki.

" Kami tidak pernah mendengar tentang (soal mengesakan Tuhan) itu dalam agama yang terakhir;

perkara ini tidak lain hanyalah rekaan dan dusta semata-mata".

(Mereka berkata lagi):

Patutkah wahyu peringatan itu diturunkan kepada Muhammad

(padahal orang-orang yang lebih layak, berkelulusan tinggi agama ada) di antara kita?"

(Mereka bukan sahaja ingkarkan kelayakan Nabi Muhammad menerima wahyu)

bahkan mereka berada dalam keraguan tentang peringatan yang Aku wahyukan (kepada Nabi Muhammad) itu,

bahkan mereka belum lagi merasai azab.

Adakah di sisi mereka perbendaharaan rahmat Allah Yang Maha Kuasa, lagi Yang Maha Melimpah pemberianNya?.

Atau adakah mereka menguasai langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya?.

(Kalau ada kekuasaan yang demikian) maka biarlah mereka naik mendaki langit

menurut jalan-jalan yang membawa mereka ke situ (untuk mentadbirkan seluruh alam).

(Sebenarnya mereka hanyalah) satu pasukan tentera dari kumpulan-kumpulan (yang menentang kebenaran),

yang pada suatu masa kelak tetap akan dikalahkan.

Sebelum mereka itu,

kaum Nabi Nuh,

dan Aad (kaum Nabi Hud),

serta Firaun yang mempunyai kerajaan yang kuat,

telah juga mendustakan Rasul masing-masing.

Anonymous said...

Wahai orang-orang yang beriman!

Sesungguhnya (kepercayaan) orang-orang kapir musyrik itu najis, tahi, berak, busuk

oleh itu janganlah mereka menghampiri Masjid Al-Haraam sesudah tahun ini untuk mengerjakan haji, bisnes umrah, pelancongan dan sebagainya;

dan jika kamu bimbangkan kepapaan, maka Allah akan memberi kekayaan kepada kamu dari limpah kurniaNya, jika dia kehendaki.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak beriman kepada hari akhirat,

dan mereka pula tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan RasulNya dalam Alquran,

dan tidak beragama dengan agama Islam yang benar,

iaitu dari orang-orang yang diberikan Kitab Alquran, sehingga mereka membayar "Jizyah" dengan keadaan taat dan merendah diri.

Dan orang-orang Yahudi berkata: "Uzair ialah anak Allah"

dan orang-orang Nasrani berkata: "Al-Masih ialah anak Allah".

Demikianlah perkataan mereka dengan mulut mereka sendiri,

(iaitu) mereka menyamai perkataan orang-orang kafir dahulu; semoga Allah binasakan mereka.

Bagaimanakah mereka boleh berpaling dari kebenaran?

Mereka menjadikan pendita-pendita, pendakwah, penceramah dan ahli-ahli sunnah agama mereka sebagai pendidik-pendidik selain dari Allah,

dan juga (mereka mempertuhankan) Al-Masih ibni Maryam,

padahal mereka tidak diperintahkan melainkan untuk menyembah Yang Maha Esa;

tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia.

Maha Suci Allah dari apa yang mereka sekutukan.

Mereka hendak memadamkan cahaya Allah (agama Islam) dengan mulut mereka,

sedang Allah tidak menghendaki melainkan menyempurnakan cahayaNya,

sekalipun orang-orang kafir tidak suka (akan yang demikian).

Dia lah yang telah mengutus RasulNya (Muhammad) dengan membawa petunjuk dan agama yang benar (agama Islam),

untuk dimenangkan dan ditinggikannya atas segala agama yang lain,

walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya.

Anonymous said...

Wahai orang-orang yang beriman!

Sesungguhnya banyak di antara pendita-pendita dan ahli-ahli agama sunnah (Yahudi dan Nasrani)

memakan harta orang ramai dengan cara yang salah, wakaf, derma, jual agama, tipu dan lain2

dan mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah (agama Islam).

Dan (ingatlah) orang-orang yang menyimpan emas dan perak

serta tidak membelanjakannya pada jalan Allah,

maka khabarkanlah kepada mereka dengan (balasan) azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

(Iaitu) pada hari dibakar emas perak (dan harta benda) itu dalam neraka jahanam,

lalu diselar dengannya dahi mereka, dan rusuk mereka,

serta belakang mereka (sambil dikatakan kepada mereka):

"Inilah apa yang telah kamu simpan untuk diri kamu sendiri,

oleh itu rasalah (azab dari) apa yang kamu simpan itu.

Anonymous said...

Iaitu neraka Jahannam yang mereka akan menderita bakarannya;

maka seburuk-buruk tempat menetap ialah neraka Jahannam;

Ini sejenis azab seksa,

maka hendaklah mereka merasainya,

air panas yang menggelegak dan air danur yang mengalir (untuk minuman mereka);

Dan azab seksa yang lain, yang serupa buruknya dan dahsyatnya adalah berbagai jenis lagi.

(Penjaga neraka berkata kepada ketua-ketua golongan kafir dan penderhaka itu):

" Ini ialah serombongan (orang-orang kamu) yang masuk berasak-asak bersama-sama kamu ".

(Ketua-ketua itu berkata):

" Mereka tidak perlu dialu-alukan, kerana sesungguhnya mereka pun akan menderita bakaran neraka ".

pengikut-pengikut mereka menjawab:

" Bahkan kamulah yang tidak perlu dialu-alukan,

kerana kamulah yang membawa azab sengsara ini kepada kami,

maka amatlah buruknya neraka ini sebagai tempat penetapan ".

Mereka berkata lagi:

" Wahai Tuhan kami!

Sesiapa yang bertanggungjawap membawa azab ini kepada kami,

maka tambahilah dia azab seksa berlipat ganda di dalam neraka ".

Dan penduduk neraka itu tetap akan bertanya sesama sendiri:

" Mengapa kita tidak melihat orang-orang yang dahulu kita kirakan

mereka sebagai orang-orang jahat (lagi hina)?

" Adakah kita sahaja jadikan mereka ejek-ejekan (sedang mereka orang-orang yang benar)?

Atau mata kita tidak dapat melihat mereka?

Sesungguhnya (segala yang diterangkan) itu adalah benar

iaitu perbalahan dan cercaan penduduk neraka sesama sendiri.

Anonymous said...

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang

yang menyekat dan menghalangi dari menggunakan masjid-masjid Allah

untuk (sembahyang dan) menyebut nama Allah di dalamnya,

dan dia berusaha pula untuk meruntuhkan masjid-masjid itu?

Orang-orang yang demikian, tidak sepatunya masuk ke dalam masjid-masjid itu

melainkan dengan rasa penuh hormat dan takut kepada Allah (bukan secara yang mereka lakukan itu).

Mereka (dengan perbuatan itu) akan beroleh kehinaan di dunia,

dan di akhirat kelak mereka mendapat azab seksa yang amat besar.

Dan Allah jualah yang memiliki timur dan barat, utara selatan

maka ke mana sahaja kamu arahkan diri (ke kiblat untuk mengadap Allah)

maka di situlah arah yang diredhai Allah;

sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmatNya dan limpah kurniaNya), lagi sentiasa Mengetahui.

Dan mereka (orang-orang musyrik) berkata:

"Allah mempunyai anak".

Maha Suci Allah (dari apa yang mereka katakan itu),

bahkan Dia lah Yang memiliki segala yang di langit dan di bumi, semuanya itu tunduk di bawah kekuasaanNya.

Allah jualah yang menciptakan langit dan bumi (dengan segala keindahannya);

dan apabila Ia berkehendak (untuk menjadikan) suatu, maka Ia hanya berfirman kepadanya:

"Jadilah engkau!" Lalu menjadilah ia.

Dan (orang-orang musyrik) yang tidak berilmu pengetahuan, berkata:

"Alangkah eloknya kalau Allah berkata-kata dengan kami (mengenai kebenaran Muhammad)

atau datang kepada kami sesuatu keterangan (mukjizat)?"

Demikian pula orang-orang (kafir) yang terdahulu dari mereka pernah berkata seperti yang dikatakan oleh mereka;

hati mereka (sekaliannya) adalah bersamaan (degil dan kufur).

Sesungguhnya Kami telah pun menerangkan ayat-ayat keterangan

(yang menjadi dalil dan bukti) kepada kaum yang mahu percaya dengan yakin.

Sesungguhnya Kami telah mengutuskan engkau (wahai Muhammad) dengan kebenaran,

(serta menjadi) pembawa khabar gembira (kepada orang-orang yang beriman)

dan pembawa amaran (kepada orang-orang yang ingkar).

Dan (setelah engkau sampaikan semuanya itu),

engkau tidak akan diminta (bertanggungjawab) tentang ahli neraka.

Anonymous said...

Jangan engkau sembahyang di masjid itu selama-lamanya,

kerana sesungguhnya masjid yang telah didirikan di atas dasar taqwa dari mula (wujudnya),

sudah sepatutnya engkau sembahyang padanya.

Di dalam masjid itu ada orang-orang lelaki

yang suka (mengambil berat) membersihkan (mensucikan) dirinya;

dan Allah Mengasihi orang-orang yang membersihkan diri mereka (zahir dan batin).

Maka adakah orang yang membangunkan masjid

yang didirikannya di atas dasar taqwa kepada Allah

dan (untuk mencari) keredaan Allah itu lebih baik,

ataukah orang yang membangunkan masjid yang didirikannya di tepi jurang yang (hampir) runtuh,

lalu runtuhlah ia dengan yang membangunkannya ke dalam api neraka?

Dan (ingatlah) Allah tidak akan memberi hidayah petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

(Keruntuhan masjid) yang dibina oleh mereka yang munafik itu

sentiasa menjadi penyakit syak dan keluh-kesah

(lebih daripada yang sedia ada) dalam hati mereka,

(dan tidak akan habis) kecuali (apabila) hati mereka hancur-luluh (dalam tanah).

Dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui,

lagi Maha Bijaksana.

Anonymous said...

Dalam masa tidak sampai 10 tahun.

Kepada pentadbiran Allah jualah terpulang segala urusan,

sebelum berlakunya dan sesudah berlakunya;

dan pada ketika berlakunya (kemenangan) itu, orang-orang yang beriman akan bergembira -

Dengan kemenangan yang diberi Allah.

Ia memberi kemenangan kepada sesiapa yang dikehendakiNya,

dan Dia lah jua yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani.

Demikian dijanjikan Allah.

Allah tidak pernah mengubah janjiNya,

akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (hakikat yang sebenarnya).

Mereka hanya mengetahui perkara yang zahir nyata dari kehidupan dunia sahaja,

dan mereka tidak pernah ingat hendak mengambil tahu tentang hari akhirat.

Patutkah mereka merasa cukup dengan mengetahui yang demikian sahaja,

dan tidak memikirkan dalam hati mereka, (supaya mereka dapat mengetahui),

bahawa Allah tidak menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya itu melainkan dengan ada gunanya yang sebenar,

dan dengan ada masa penghujungnya yang tertentu, (juga untuk kembali menemui Penciptanya)?

Dan sebenarnya banyak di antara manusia, orang-orang yang sungguh ingkar akan pertemuan dengan Allah.

Tidakkah mereka telah berjalan dan mengembara di muka bumi,

serta memerhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu dari mereka?

Orang-orang itu lebih kuat daripada mereka sendiri,

dan orang-orang itu telah meneroka bumi serta memakmurkannya lebih daripada kemakmuran yang dilakukan oleh mereka,

dan orang-orang itu juga telah didatangi oleh Rasul-rasulnya dengan membawa keterangan-keterangan yang jelas nyata

(lalu mereka mendustakannya dan kesudahannya mereka dibinasakan).

Dengan yang demikian, maka Allah tidak sekali-kali menganiaya mereka,

tetapi merekalah yang menganiaya diri sendiri.

Sesudah dibinasakan di dunia maka akibat orang-orang yang melakukan kejahatan itu ialah seburuk-buruk azab (di akhirat kelak),

disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat keterangan Allah

dan sentiasa mempersendakannya.

Allah memulakan kejadian sekalian makhluk,

kemudian Ia mengembalikannya (hidup semula pada hari kiamat), kemudian kepadaNyalah kamu akan dikembalikan (untuk menerima balasan).

Dan semasa berlakunya hari kiamat, orang-orang yang berdosa akan dia membisu serta berputus asa.

Dan makhluk-makhluk yang mereka jadikan sekutu-sekutu Allah itu

tidak ada satupun daripadanya pemberi syafaat melepaskan mereka (dari azab Allah),

padahal mereka berlaku kufur di dunia dahulu

dengan sebab makhluk-makhluk tuhan tuhan yang mereka sekutukan (dengan Allah) itu.

Dan semasa berlakunya kiamat,

mereka pada hari itu akan berpecah

kepada 2 kumpulan (setelah selesai perbicaraan).

Anonymous said...

`Dan bahawa sesungguhnya (memang maklum) ada di antara kita

kumpulan yang baik keadaannya, dan ada di antara kita yang lain dari itu;

kita masing-masing adalah menurut jalan dan cara yang berlainan.

`Dan bahawa sesungguhnya kita (sekarang) mengetahui,

bahawa kita tidak sekali-kali akan dapat melepaskan diri

dari balasan Allah (walau di mana sahaja kita berada) di bumi,

dan kita juga tidak sekali-kali akan dapat melarikan diri dari balasanNya (walau ke langit sekalipun).

`Dan bahawa sesungguhnya kami, ketika mendengar petunjuk (Al-Quran),

kami beriman kepadanya (dengan tidak bertangguh lagi);

kerana sesiapa yang beriman kepada Allah,

maka tidaklah ia akan merasa bimbang menanggung kerugian (mengenai amalnya yang baik),

dan juga tidak akan ditimpakan sebarang kesusahan.

`Dan bahawa sesungguhnya (dengan datangnya Al-Quran,

nyatalah) ada di antara kita kumpulan yang beragama Islam,

dan ada pula kumpulan yang (kufur derhaka dengan) menyeleweng dari jalan yang benar;

maka sesiapa yang menurut Islam (dengan beriman dan taat),

maka merekalah golongan yang bersungguh-sungguh mencari dan menurut jalan yang benar,

` Adapun orang-orang yang menyeleweng dari jalan yang benar,

maka mereka menjadi bahan bakaran bagi neraka Jahannam. '

"Dan bahawa sesungguhnya! Kalaulah mereka (manusia dan jin) itu berjalan betul di atas jalan (Islam),

sudah tentu Kami (akan memberikan mereka sebab-sebab kemewahan,

terutama) menurunkan hujan lebat kepada mereka.

"(Pemberian yang demikian) untuk Kami menguji (dan menzahirkan bawaan dan keadaan) mereka

dalam menikmati apa yang Kami berikan itu (adakah mereka bersyukur dan tetap betul menurut Islam);

dan (ingatlah), sesiapa yang berpaling dari mengingati Allah Taala (dengan berlaku ingkar - derhaka,

maka) Allah akan memasukkannya ke dalam azab yang memuncak beratnya.

"Dan bahawa sesungguhnya masjid-masjid itu untuk (ibadat kepada) Allah semata-mata;

maka janganlah kamu seru, sembah dan puja sesiapapun bersama-sama Allah di dalamnya

"Dan bahawa sesungguhnya, ketika hamba Allah (Nabi Muhammad) berdiri mengerjakan ibadat kepadaNya,

mereka hampir-hampir menindih satu sama lain mengerumuninya".

Katakanlah (wahai Muhammad):

"Sesungguhnya aku hanyalah beribadat kepada Allah semata-mata,

dan aku tidak mempersekutukanNya dengan sesiapapun".

Katakanlah lagi; " Sesungguhnya aku tidak berkuasa mendatangkan sebarang mudarat

dan tidak juga berkuasa mendatangkan sebarang kebaikan bagi kamu.

Katakanlah lagi; "Sesungguhnya aku, tidak sekali-kali akan dapat diberi perlindungan oleh sesiapapun dari (azab) Allah (jika aku menderhaka kepadaNya),

dan aku tidak sekali-kali akan mendapat tempat perlindungan selain daripadaNya,

"(Aku diberi kuasa) hanya menyampaikan (wahyu)

dari Allah dan perintah-perintahNya (yang ditugaskan kepadaku menyampaikannya);

dan sesiapa yang menderhaka kepada Allah dan ingkarkan bawaan RasulNya,

maka sesungguhnya disediakan baginya neraka Jahannam;

kekallah mereka di dalamnya selama-lamanya.".

Anonymous said...

(Golongan yang kufur ingkar itu tetap memandang engkau lemah

dan kurang penyokong wahai Muhammad),

sehingga apabila mereka melihat (azab) yang dijanjikan kepada mereka,

maka (pada saat itu) mereka akan mengetahui

siapakah orangnya yang lemah penolong-penolongnya,

dan sedikit jumlah bilangannya.

(Kalau ditanya bilakah azab itu?

Maka) katakanlah:

"Aku tidak mengetahui sama ada (azab) yang dijanjikan kepada kamu itu sudah dekat,

atau Allah menentukan bagi kedatangannya satu tempoh yang lanjut.

"Allah sahaja yang mengetahui segala yang ghaib,

maka Ia tidak memberitahu perkara ghaib yang diketahuiNya itu kepada sesiapapun, -

"Melainkan kepada mana-mana Rasul yang di redaiNya

(untuk mengetahui sebahagian dari perkara ghaib yang berkaitan dengan tugasnya;

apabila Allah hendak melakukan yang demikian)

maka Ia mengadakan di hadapan dan di belakang Rasul itu malaikat-malaikat yang menjaga

dan mengawasnya (sehingga perkara ghaib itu selamat sampai kepada yang berkenaan).

Allah mengadakan malaikat-malaikat itu) supaya Ia mengetahui bahawa sesungguhnya -

(dengan jagaan mereka) - Rasul-rasul itu telah menyampaikan perutusan-perutusan Allah, (dengan sempurna);

pada hal Ia memang mengetahui dengan meliputi segala keadaan yang ada pada mereka,

serta Ia menghitung tiap-tiap sesuatu:

satu persatu".

Anonymous said...

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani

Segala puji tertentu bagi Allah, yang Memelihara dan Mentadbirkan sekalian alam

Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani

Yang Menguasai Pemerintahan hari Pembalasan (hari akhirat) syurga neraka

Engkaulah sahaja (Ya Allah) Yang Kami sembah dan

kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan.

Wahai orang-orang yang beriman,

penuhi serta sempurnakanlah perjanjian-perjanjian.

Dihalalkan bagi kamu (memakan) binatang-binatang ternak (dan sebagainya),

kecuali apa yang akan dibacakan (tentang haramnya) kepada kamu.

(Halalnya binatang-binatang ternak dan sebagainya itu) tidak pula

bererti kamu boleh menghalalkan perburuan ketika kamu dalam keadaan berihram.

Sesungguhnya Allah menetapkan hukum apa yang Ia kehendaki.

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ingat halal membuat sesuka hati mengenai syiar-syiar agama Allah, bakar quran, jual pakej umrah haji, jual kitab, Islam buat parti dan lain2 lagi

dan mengenai bulan-bulan yang dihormati,

dan mengenai binatang-binatang yang dihadiahkan,

dan mengenai kalong-kalong binatang hadiah itu,

dan mengenai orang-orang yang menuju ke Baitullah Al-Haraam,

yang bertujuan mencari limpah kurnia dari Allah

dan mencari keredaanNya (dengan mengerjakan ibadat Haji di Tanah Suci);

dan apabila kamu telah selesai dari ihram maka bolehlah kamu berburu.

Dan jangan sekali-kali kebencian kamu kepada suatu kaum

kerana mereka pernah menghalangi kamu dari masjid Al-Haraam itu - mendorong kamu menceroboh.

Dan hendaklah kamu bertolong-tolongan untuk membuat kebajikan dan bertaqwa,

dan janganlah kamu bertolong-tolongan pada melakukan dosa (maksiat) dan pencerobohan hak dan harta pusaka orang lain (mintak wakaf tanah orang buat sekolah tahfiz dan sebagainya).

Dan bertaqwalah kepada Allah, (bukan pada guru)

kerana sesungguhnya Allah Maha Berat azab seksaNya

(bagi sesiapa yang melanggar perintahNya).

Anonymous said...

Wahai orang-orang yang beriman!

Jika datang kepada kamu seorang tuan guru pasik membawa sesuatu berita,

maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya,

supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini -

dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) - sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan.

Dan ketahuilah! Bahawasanya dalam kalangan kamu ada Rasulullah

(maka janganlah kemahuan atau pendapat kamu mendahului pentadbirannya);

kalaulah ia menurut kehendak kamu dalam kebanyakan perkara,

tentulah kamu akan mengalami kesukaran;

akan tetapi (Rasulullah tidak menurut melainkan perkara yang diwahyukan kepadanya,

dan kamu wahai orang-orang yang beriman hendaklah bersyukur kerana) Allah menjadikan iman suatu perkara yang kamu cintai serta di perhiaskannya dalam hati kamu,

dan menjadikan kekufuran dan perbuatan pasik serta perbuatan derhaka itu:

perkara-perkara yang kamu benci; mereka yang bersifat demikian ialah orang-orang yang tetap menurut jalan yang lurus; -

(Mereka dijadikan berkeadaan demikian) sebagai limpah kurnia dan nikmat pemberian dari Allah; dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.

Dan jika dua puak dari orang-orang yang beriman berperang,

maka damaikanlah di antara keduanya; jika salah satunya berlaku zalim terhadap yang lain,

maka lawanlah puak yang zalim itu sehingga ia kembali mematuhi perintah Allah;

jika ia kembali patuh maka damaikanlah di antara keduanya dengan adil (menurut hukum Allah),

serta berlaku adillah kamu (dalam segala perkara); sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang berlaku adil.

Sebenarnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara,

maka damaikanlah di antara dua saudara kamu (yang bertelingkah) itu; dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beroleh rahmat.

Wahai orang-orang yang beriman!

Janganlah sesuatu puak (dari kaum lelaki) mencemuh dan merendah-rendahkan puak lelaki yang lain, menyalahkan DAP, PSM, SUPP, PBS,

(kerana) harus puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka;

dan janganlah pula sesuatu puak dari kaum perempuan mencemuh dan merendah-rendahkan puak perempuan yang lain,

(kerana) harus puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka;

dan janganlah setengah kamu menyatakan keaiban setengahnya yang lain;

dan janganlah pula kamu panggil-memanggil antara satu dengan yang lain dengan gelaran yang buruk.

(Larangan-larangan yang tersebut menyebabkan orang yang melakukannya menjadi pasik,

maka) amatlah buruknya sebutan nama fasik (kepada seseorang) sesudah ia beriman.

Dan (ingatlah), sesiapa yang tidak bertaubat (daripada perbuatan pasiknya) maka merekalah orang-orang yang zalim.

Wahai orang-orang yang beriman!

Jauhilah kebanyakan dari sangkaan (supaya kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang)

kerana sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa;

dan janganlah kamu mengintip, phishing telefon atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang lain

dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain.

Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati?

(Jika demikian keadaan mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya.

(Oleh itu, patuhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertaqwalah kamu kepada Allah;

sesungguhnya Allah Penerima taubat, lagi Maha mengasihani.

Wahai umat manusia!

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan,

dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak,

supaya kamu berkenal-kenalan .

Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih taqwanya di antara kamu,

(bukan yang lebih keturunan atau bangsanya, ilmu agama, hafal qurannya).

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui,

lagi Maha Mendalam PengetahuanNya (akan keadaan dan amalan kamu).

Anonymous said...

Dan kenanglah nikmat Allah (yang telah dikurniakanNya) kepada kamu

serta ingatlah perjanjianNya yang telah diikatNya dengan kamu,

ketika kamu berkata: "Kami dengar dan kami taat (akan perintah-perintah Allah dan RasulNya) dalam Alquran"

Dan bertaqwalah kamu kepada Allah,

kerana sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan segala (isi hati) yang ada di dalam dada.

Wahai orang-orang yang beriman,

hendaklah kamu semua sentiasa menjadi orang-orang yang menegakkan keadilan kerana Allah,

lagi menerangkan kebenaran;

dan jangan sekali-kali kebencian kamu terhadap sesuatu kaum itu mendorong kamu kepada tidak melakukan keadilan.

Hendaklah kamu berlaku adil (kepada sesiapa jua) kerana sikap adil itu lebih hampir kepada taqwa.

Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dengan mendalam akan apa yang kamu lakukan.

Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal soleh,

mereka akan beroleh keampunan dan pahala yang besar.

Dan orang-orang yang kapir serta mendustakan, memutar dan menjual ayat-ayat Kami (Al-Quran),

merekalah ahli neraka.

Anonymous said...

Wahai sekalian manusia!

Bertaqwalah kepada Allah yang telah menjadikan kamu (bermula)

dari diri yang satu (Adam), dan yang menjadikan daripada (Adam) itu pasangannya (isterinya - Hawa),

dan juga yang membiakkan dari keduanya - zuriat keturunan -

lelaki dan perempuan yang ramai.

Dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu selalu meminta dengan menyebut-yebut namaNya,

serta peliharalah hubungan (silaturrahim) kaum kerabat;

kerana sesungguhnya Allah sentiasa memerhati (mengawas) kamu.

Dan berikanlah kepada anak-anak yatim, orang miskin rakyat jelata, budak tahfiz itu harta mereka, dari hasil negara, derma, zakat yang Allah Taala kurnia

dan janganlah kamu tukar-gantikan yang baik dengan yang buruk;

dan janganlah kamu makan harta mereka (dengan menghimpunkannya) dengan harta kamu; buat investment, meniaga, shopping, cuci duit dan sebagainya

kerana sesungguhnya (yang demikian) itu adalah dosa yang besar.

Anonymous said...

Ini (semuanya adalah) ciptaan Allah, emas, batu, tanah, pasir, kayu,

maka cubalah kamu tunjukkan kepada Aku apakah yang telah diciptakan oleh makhluk-makhluk yang lain daripadaNya (tuhan yang kamu sembah itu)?

(Tidak ada sesuatu pun) bahkan orang-orang yang zalim

(dengan perbuatan syiriknya) itu berada dalam kesesatan yang jelas nyata.

Dan sesungguhnya Kami telah memberi kepada Luqman, hikmat kebijaksanaan,

(serta Kami perintahkan kepadanya): Bersyukurlah kepada Allah (akan segala nikmatNya kepadamu)".

Dan sesiapa yang bersyukur maka faedahnya itu hanyalah terpulang kepada dirinya sendiri,

dan sesiapa yang tidak bersyukur (maka tidaklah menjadi hal kepada Allah), kerana sesungguhnya Allah Maha Kaya, lagi Maha Terpuji.

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, semasa ia memberi nasihat kepadanya:"

Wahai anak kesayanganku, janganlah engkau mempersekutukan Allah (dengan sesuatu yang lain),

sesungguhnya perbuatan syirik itu adalah satu kezaliman yang besar".

Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya;

ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusunya), dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun;

(dengan yang demikian) bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibubapamu;

dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima balasan).

Dan jika mereka berdua mendesakmu supaya engkau mempersekutukan denganKu sesuatu yang engkau - dengan fikiran sihatmu -

tidak mengetahui sungguh adanya maka janganlah engkau taat kepada mereka;

dan bergaulah dengan mereka di dunia dengan cara yang baik.

Dan turutlah jalan orang-orang yang rujuk kembali kepadaKu (dengan tauhid dan amal-amal yang soleh).

Kemudian kepada Akulah tempat kembali kamu semuanya, maka Aku akan menerangkan kepada kamu segala yang kamu telah kerjakan.

(Luqman menasihati anaknya dengan berkata):

"Wahai anak kesayanganku, sesungguhnya jika ada sesuatu perkara (yang baik atau yang buruk) sekalipun seberat bijih sawi,

serta ia tersembunyi di dalam batu besar atau di langit atau pun di bumi,

sudah tetap akan dibawa oleh Allah (untuk dihakimi dan dibalasNya);

kerana sesungguhnya Allah Maha Halus pengetahuanNya; lagi Amat Meliputi akan segala yang tersembunyi.

"Wahai anak kesayanganku, dirikanlah sembahyang, dan suruhlah berbuat kebaikan,

serta laranglah daripada melakukan perbuatan yang mungkar, tipu, curi, judi, jual agama macam yahudi

dan bersabarlah atas segala bala bencana yang menimpamu.

Sesungguhnya yang demikian itu adalah dari perkara-perkara yang dikehendaki diambil berat melakukannya.

"Dan janganlah engkau memalingkan mukamu (kerana memandang rendah) kepada manusia,

dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong;

sesungguhnya Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur,

lagi membanggakan diri.

"Dan sederhanakanlah langkahmu semasa berjalan,

juga rendahkanlah suaramu (semasa berkata-kata),

sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keldai".

Anonymous said...

Tidakkah kamu memperhatikan bahawa Allah

telah memudahkan untuk kegunaan kamu apa yang ada di langit dan yang ada di bumi,

dan telah melimpahkan kepada kami nikmat-nimatNya yang zahir dan yang batin?

Dalam pada itu, ada di antara manusia orang yang membantah mengenai (sifat-sifat) Allah

dengan tidak berdasarkan sebarang pengetahuan atau sebarang petunjuk

dan tidak juga berdasarkan mana-mana Kitab Allah yang menerangi kebenaran.

Dan apabila dikatakan kepada mereka (yang ingkar):

"Turutlah akan apa yang telah diturunkan oleh Allah"

mereka menjawab:" (Tidak),

bahkan kami hanya menurut sunnah apa yang kami dapati datuk nenek kami melakukannya".

Patutkah mereka (menurut datuk neneknya) sekalipun Syaitan mengajak mereka itu

melakukan perbuatan syirik yang menjerumuskan mereka) ke dalam azab api neraka yang marak menjulang?

Dan sesiapa yang berserah diri bulat-bulat kepada Allah (dengan ikhlas)

sedang ia berusaha mengerjakan kebaikan,

maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali agama) yang teguh

dan (ingatlah) kepada Allah jualah kesudahan segala urusan.

Dan sesiapa yang kufur ingkar,

maka janganlah engkau (wahai Muhammad) berdukacita tentang kekhufurannya itu;

kepada Kamilah tempat kembalinya mereka,

kemudian Kami akan memberitahu kepada mereka tentang apa yang mereka telah kerjakan.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan segala (isi hati) yang terkandung di dalam dada.

Kami akan berikan mereka menikmati kesenangan bagi sementara (di dunia),

kemudian Kami akan memaksa mereka (dengan menyeretnya) ke dalam azab yang amat berat.

Dan sesungguhnya jika engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu:

"Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?"

Sudah tentu mereka akan menjawab: "Allah".

Ucapkanlah (wahai Muhammad): "Alhamdulillah"

(sebagai bersyukur disebabkan pengakuan mereka yang demikian - tidak mengingkari Allah),

bahkan kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakikat tauhid dan pengertian syirik).

Allah jua yang memiliki segala yang ada di langit dan di bumi;

sesungguhnya Allah Dia lah jua yang Maha Kaya, lagi sentiasa Terpuji.

Anonymous said...

Dan apabila mereka melihat sesuatu tanda (yang membuktikan kekuasaan, kekayaan Kami dan kebenaranmu),

mereka mencari-cari jalan memperolok-olokkannya, -

Serta mereka berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.

"Adakah sesudah kita mati serta menjadi tanah dan tulang, adakah kita akan dibangkitkan hidup semula?

"Dan adakah juga datuk nenek kita yang telah lalu (akan dibangkitkan hidup semula)?"

Jawablah (wahai Muhammad): "Ya, benar !

(Kamu semua akan dibangkitkan) dengan keadaan hina-dina ".

(Kebangkitan ini mudah) kerana sesungguhnya ia boleh berlaku hanyalah dengan suara sahaja,

maka dengan serta mereka semuanya (bangkit) melihat (apa yang akan jadi).

Dan (pada saat itu) mereka berkata:" Wahai celakanya kami, ini ialah hari balasan!"

(Lalu malaikat berkata kepada mereka): " Ini ialah hari memutuskan hukum untuk memberi balasan yang dahulu kamu mendustakannya ".

(Allah berfirman kepada malaikat):"

Himpunkanlah orang-orang yang zalim itu, dan orang-orang yang berkeadaan seperti mereka,

serta benda-benda, tuhan-tuhan yang mereka sembah -

"Yang lain dari Allah serta hadapkanlah mereka ke jalan yang membawa ke neraka.

"Dan hentikanlah mereka (tunggu kejap), kerana sesungguhnya mereka akan disoal:

"Mengapa kamu tidak bertolong-tolongan (sebagaimana yang kamu dakwakan dahulu?"

(Mereka pada ketika itu tidak dapat berbuat apa-apa) bahkan mereka pada hari itu menyerah diri dengan hina (untuk diadili);

Dan masing-masing pun mengadap satu sama lain, sambil kata mengata dan cela mencela.

Pengikut-pengikut berkata (kepada ketuanya):"

Sesungguhnya kamu dahulu selalu datang menyekat kami (daripada beriman) dengan menggunakan kuasa kamu".

Ketua-ketuanya menjawab: " (Tidak!) Bahkan kamulah sendiri tidak mahu menjadi orang-orang yang beriman!

"Dan kami (selain daripada mengajak kamu (tidak mempunyai sebarang kuasa memerintah kamu, bahkan kamu sememangnya kaum yang melampaui batas.

(Dengan keadaan diri kita yang sedemikian)

maka tetaplah di atas kita janji seksa (yang dijanjikan) oleh Allah bahawa kita semua tentu akan merasai (azab itu).

"(Dengan sebab ketentuan yang tersebut) maka kami pun mengajak kamu menjadi sesat,

kerana sebenarnya kami adalah orang-orang sesat"

Maka sesungguhnya mereka semua pada hari itu, menderita azab bersama.

Sesungguhnya demikianlah Kami melakukan kepada orang-orang yang berdosa.

Sebenarnya mereka dahulu apabila dikatakan kepadanya;"

(ketahuilah, bahawa) yang sebenar-benarnya hanyalah Allah" -

mereka bersikap takbur mengingkarinya, -

Serta mereka berkata: "

Patutkah kami mesti meninggalkan tuhan-tuhan yang kami sembah, kerana mendengar ajakan seorang penyair gila?"

(Tidak! Nabi Muhammad bukan penyair dan bukan pula seorang gila)

bahkan ia telah membawa kebenaran (tauhid),

dan mengesahkan kebenaran (tauhid) yang dibawa oleh Rasul-rasul (yang terdahulu daripadanya).

Sesungguhnya kamu (wahai orang-orang musyrik)

akan merasai azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

Dan kamu tidak dibalas melainkan (dengan balasan yang sepadan)

dengan apa yang kamu telah kerjakan;

Anonymous said...

Dan apabila engkau membaca Al-Quran (wahai Muhammad),

Kami jadikan perasaan ingkar dan hasad dengki busuk hati

orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat itu sebagai dinding yang tidak dapat dilihat,

yang menyekat mereka daripada memahami bacaanmu.

Dan Kami jadikan (perasaan itu sebagai)

tutupan yang berlapis-lapis atas hati mereka,

juga sebagai penyumbat pada telinga mereka,

yang menghalang mereka dari memahami dan mendengar kebenaran Al- Quran;

dan sebab itulah apabila engkau menyebut nama Allah sahaja di dalam Al-Quran,

mereka berpaling undur melarikan diri.

Kami lebih mengetahui akan tujuan mereka mendengar Al-Quran semasa mereka mendengar bacaanmu (wahai Muhammad),

dan semasa mereka berbisik-bisik

iaitu ketika orang-orang yang zalim itu berkata (sesama sendiri):

"Kamu tidak menurut melainkan seorang yang kena sihir".

Lihatlah (wahai Muhammad) bagaimana mereka menyifatkan engkau dengan yang bukan-bukan,

maka dengan sebab itu mereka sesat,

sehingga mereka tidak dapat mencari jalan kebenaran.

Dan mereka berkata:

"Adakah sesudah kita menjadi tulang dan benda yang reput,

adakah kita akan dibangkitkan semula dengan kejadian yang baharu?"

Katakanlah (wahai Muhammad):"

Jadilah kamu batu atau besi -

Atau lain-lain makhluk yang terlintas di hati kamu sukar hidupnya,

(maka Allah berkuasa menghidupkannya)!"

Mereka pula akan bertanya: "Siapakah yang akan mengembalikan kita hidup semula?"

Katakanlah: "Ialah Allah yang menjadikan kamu pada mulanya!"

Maka mereka akan menganggukkan kepala mereka kepadamu sambil bertanya secara mengejek:

Bila berlakunya?"

Katakanlah:

"Dipercayai akan berlaku tidak lama lagi!"

Anonymous said...

Telah hampir datangnya kepada manusia hari perhitungan amalnya

sedang mereka dalam kelalaian, tidak hiraukan persediaan baginya.

Tidak datang kepada mereka itu sebarang peringatan yang diturunkan dari Allah

lepas satu: satu,

melainkan mereka memasang telinga mendengarnya sambil mereka mempermain-mainkannya -

Dengan keadaan hati mereka leka daripada memahami dan mengamalkan maksudnya.

Dan orang-orang yang zalim itu, berbisik-bisik sesama sendiri dengan berkata:

"Bukankah (Muhammad) ini hanyalah seorang manusia biasa seperti kamu?



Maka patutkah kamu turut hadir mendengar sihir yang dibawanya itu sedang kamu nampak dan mengetahui karutnya?"

(Bagi menjawab mereka berkatalaha:

"Allah mengetahui tiap-tiap perkataan (yang dilahirkan atau disembunyikan oleh makhluk-makhluk) di langit dan di bumi;

dan Dia lah jua yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui".

(Mereka bukan sahaja menyifatkan Al-Quran itu sihir)

bahkan mereka menuduh dengan berkata:

"Al-Quran itu perkara karut yang dimimpikan oleh Muhammad,

bahkan perkara yang diada-adakan olehnya, bahkan Muhammad sendiri seorang penyair.

(Kalaulah ia sebenarnya seorang Rasul) maka hendaklah ia membawa kepada kita satu mukjizat

sebagaimana mukjizat-mukjizat yang dibawa oleh Rasul-rasul yang telah diutus dahulu".

Tidak ada penduduk sesebuah negeri pun yang Kami binasakan sebelum mereka,

yang telah beriman kepada mukjizat yang diberi kepadanya;

maka benarkah mereka yang meminta mukjizat itu mahu beriman?

Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu (wahai Muhammad)

melainkan orang-orang lelaki yang Kami wahyukan kepada mereka (bukan malaikat);

maka bertanyalah kamu kepada AhluzZikri" jika kamu tidak mengetahui.

Dan Kami tidak menjadikan Rasul-rasul itu bertubuh badan yang tidak makan minum,

dan mereka pula tidak akan kekal hidup selama-lamanya (di dunia).

Kemudian Kami tepati janji Kami kepada mereka,

lalu Kami selamatkan mereka dan sesiapa yang Kami kehendaki,

dan (sebaliknya) Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.

Anonymous said...

(Mereka tidak meyakini kebenaran yang dijelaskan kepada mereka),

bahkan mereka masih tenggelam dalam keraguan

sambil bermain-main dan mempermainkan dengan perkara agama.

Oleh itu tunggulah (wahai Muhammad) semasa langit membawa asap kemarau

yang jelas nyata (yang menyebabkan kebuluran yang dahsyat),

Yang akan menimpa seluruh keadaan manusia (yang kafir itu,

sehingga mereka akan berkata: "Ini adalah azab yang sungguh menyakitkan".

(Pada saat itu mereka akan merayu dengan berkata):

"Wahai Tuhan kami! Hapuskanlah azab ini dari kami, sesungguhnya kami akan beriman!".

Bagaimana mereka dapat beringat (menyempurnakan janji mereka hendak beriman itu)?

Pada hal mereka telah pun didatangi seorang Rasul yang memberi keterangan-keterangan (yang cukup untuk mereka beriman)!

sekalipun demikian, mereka juga berpaling ingkar daripada menerima keterangannya

sambil berkata (sesama sendiri):

"Dia seorang yang diajar (oleh alien, bangsa asing),

dia juga seorang yang gila!"

Sesungguhnya (kalaulah) kami hapuskan azab itu barang sedikitpun,

sudah tentu kamu akan kembali (kufur ingkar).

Anonymous said...

Demi langit yang mempunyai tempat-tempat peredaran bintang-bintang;

Dan hari (pembalasan) yang dijanjikan;

Dan makhluk-makhluk yang hadir menyaksikan hari itu, serta segala keadaan yang disaksikan;

Cilakalah hendaknya kaum yang menggali parit,

(Parit) api yang penuh dengan bahan bakaran,

(Mereka dilaknat) ketika mereka duduk di kelilingnya,

Sambil mereka melihat apa yang mereka lakukan kepada orang-orang yang beriman.

Dan mereka tidak marah dan menyeksakan orang-orang yang beriman itu

melainkan kerana orang-orang itu beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Terpuji!

Yang menguasai segala alam langit dan bumi.

Dan (ingatlah), Allah sentiasa menyaksikan tiap-tiap sesuatu.

Sesungguhnya orang-orang yang menimpakan bencana untuk

memesongkan orang-orang lelaki yang beriman

dan orang-orang perempuan yang beriman,

kemudian mereka tidak bertaubat,

maka mereka akan beroleh azab neraka Jahannam (kerana perbuatan buruk itu),

dan mereka akan beroleh lagi azab api yang kuat membakar

Anonymous said...

Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata:

"Kami beriman", sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cubaan harta, pangkat, kekayaan)?

Dan demi sesungguhnya!

Kami telah menguji orang-orang yang terdahulu daripada mereka,

maka (dengan ujian yang demikian),

nyata apa yang diketahui Allah tentang orang-orang yang sebenar-benarnya beriman,

dan nyata pula apa yang diketahuiNya tentang orang-orang yang berdusta.

Bahkan patutkah orang-orang yang melakukan kejahatan menyangka

bahawa mereka akan terlepas dari azab Kami?

Amatlah buruk apa yang mereka hukumkan itu.

Sesiapa yang percaya akan pertemuannya dengan Allah (untuk menerima balasan),

maka sesungguhnya masa yang telah ditetapkan oleh Allah itu akan tiba

(dengan tidak syak lagi);

dan Allah jualah Yang Maha Mendengar,

lagi Maha Mengetahui.

Anonymous said...

Dan sesungguhnya Allah mengetahui akan orang-orang yang beriman,

dan sesungguhnya Allah juga mengetahui akan orang-orang yang munafik.

Dan berkata pula orang-orang yang kufur ingkar kepada orang-orang yang beriman:

"Ikutlah sunnah agama kami,

dan kami sedia menanggung kesalahan-kesalahan kamu (kalau kamu mengira perbuatan itu salah)".

Padahal mereka tidak akan dapat menanggung kesalahan orang-orang yang bersalah itu sedikitpun,

dan sesungguhnya mereka adalah berdusta.

Dan sesungguhnya mereka akan menanggung beban-beban dosa mereka

dan beban-beban (dosa orang-orang yang mereka sesatkan) bersama-sama

dengan beban-beban dosa mereka sendiri;

dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat kelak

tentang apa yang mereka pernah ada-adakan secara dusta itu.

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nabi Nuh kepada kaumnya, maka tinggalah ia dalam kalangan mereka selama sembilan ratus lima puluh tahun;

akhirnya mereka dibinasakan oleh taufan sedang mereka berkeadaan zalim (dengan kufur derhaka).

Maka dengan itu Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya yang turut bersama dalam bahtera,

dan Kami jadikan bahtera itu satu tanda (yang membuktikan

kekuasaan Kami dan memberi pengajaran insaf) kepada sekalian makhluk.

Dan (sebutkanlah peristiwa) Nabi Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya:

"Sembahlah kamu akan Allah dan bertaqwalah kepadaNya;

yang demikian itu adalah baik bagi kamu jika kamu tahu (membezakan yang baik dari yang buruk).

"Kamu hanyalah menyembah berhala-berhala yang diperbuat oleh orang,

tidak menyembah Allah yang mencipta segala-galanya,

dan kamu hanya mengadakan penyembahan yang dusta.

Sesungguhnya mereka yang kamu sembah yang lain dari Allah itu,

tidak berkuasa memberi rezeki kepada kamu;

oleh itu carilah rezeki dari sisi Allah,

dan sembahlah akan Dia, serta bersyukurlah kepadaNya;

(ingatlah), kepada Allah jualah kamu akan dikembalikan.

"Dan jika kamu terus-menerus mendustakan (ajaran agama Allah

yang aku sampaikan kepada kamu),

maka sesungguhnya umat-umat yang sebelum kamu telah juga mendustakan (Rasul-rasulnya);

dan (ingatlah) tugas Rasul hanya menyampaikan

dengan penjelasan yang terang nyata".

Anonymous said...

(Jika ditanya): ke hari yang manakah (perkara-perkara yang besar) itu ditangguhkan?

(Jawabnya): Ke hari pemutusan hukum.

Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui kedahsyatan hari pemutusan hukum itu?

Kecelakaan besar, pada hari itu,

bagi orang-orang yang mendustakan (apa yang dijanjikan oleh Rasulnya)!

Bukankah Kami telah binasakan orang-orang dahulu (yang ingkar derhaka, seperti kaum Nabi Nuh, Aad dan Thamud)?

Kemudian kami akan iringi mereka dengan (membinasakan orang-orang yang ingkar derhaka, dari) kaum-kaum yang datang kemudian.

Demikian cara kami lakukan terhadap sesiapa yang berdosa.

Kecelakaan besar, pada hari itu,

bagi orang-orang yang mendustakan (apa yang Kami janjikan)!

Bukankah Kami telah menciptakan kamu dari air (benih) yang sedikit dipandang orang?

Lalu Kami jadikan air (benih) itu pada tempat penetapan yang kukuh,

Hingga ke suatu masa yang termaklum?

Serta Kami tentukan (keadaannya), maka Kamilah sebaik-baik yang berkuasa menentukan dan melakukan (tiap-tiap sesuatu)!

Kecelakaan besar, pada hari itu,

bagi orang-orang yang mendustakan (kekuasaan Kami)!

Bukankah Kami telah menjadikan bumi (sebagai tempat) penampung dan penghimpun (penduduknya)? -

Yang hidup dan yang mati?

Dan Kami telah jadikan di bumi: gunung-ganang yang menetapnya, yang tinggi menjulang;

dan Kami telah memberi minum kepada kamu air yang tawar lagi memuaskan dahaga?

Kecelakaan besar, pada hari itu,

bagi orang-orang yang mendustakan (nikmat-nikmat pemberian Kami)!

(Dikatakan kepada mereka semasa ditimpakan dengan azab):

"Pergilah kepada azab yang dahulu kamu mendustakannya.

"Pergilah kamu kepada naungan (asap neraka) yang bercabang tiga, -

"Yang tidak dapat dijadikan naungan, dan tidak dapat memberikan sebarang lindungan dari julangan api neraka.

"Sesungguhnya neraka itu melemparkan bunga api, (yang besarnya) seperti bangunan besar,

"(Banyaknya dan warnanya) bunga api itu seolah-olah rombongan unta kuning".

Kecelakaan besar, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan (keadaan yang demikian).

Inilah hari mereka tidak dapat berkata-kata, (kerana masing-masing terpinga-pinga ketakutan),

Dan tidak pula diizinkan mereka bercakap, maka mereka tidak dapat meminta maaf.

Kecelakaan besar, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan (hari akhirat)!

Inilah hari pemutusan hukum (yang menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah).

Kami himpunkan kamu bersama orang-orang yang terdahulu (dari kamu).

Oleh itu, kalau kamu ada sebarang tipu-helah melepaskan diri,

maka cubalah kamu lakukan terhadap azabKu.

Kecelakaan besar, pada hari itu,

bagi orang-orang yang mendustakan

(apa yang telah dijanjikan oleh Allah)!

Anonymous said...

Wahai umat manusia, sesungguhnya janji Allah (membalas amal kamu) adalah benar;

maka janganlah kamu diperdayakan oleh kemewahan hidup di dunia,

dan janganlah Syaitan yang menjadi sebesar-besar penipu itu

berpeluang menyebabkan kamu terpedaya dengan (kemurahan) Allah (lalu kamu lalai dan menderhaka).

Sesungguhnya Syaitan adalah musuh bagi kamu,

maka jadikanlah dia musuh (yang mesti dijauhi tipu dayanya);

sebenarnya dia hanyalah mengajak golongannya supaya menjadi dari penduduk neraka.

Orang-orang yang kafir, bagi mereka azab yang berat;

dan orang-orang yang beriman serta beramal soleh, bagi mereka keampunan dan pahala yang besar.

Maka (fikirkanlah) adakah orang yang diperelokkan kepadanya amal buruknya (oleh Syaitan)

lalu ia memandangnya dan mempercayainya baik,

(bolehkah disifatkan sebagai orang yang menjalankan peraturan yang ditetapkan Allah

untuk memberi hidayah kepadanya, atau sebaliknya) ?

Kerana sesungguhnya Allah menyesatkan sesiapa yang dikehendakiNya,

dan Ia juga memberi hidayah petunjuk kepada sesiapa yang dikehendakiNya.

Oleh itu, janganlah engkau membinasakan dirimu (wahai Muhammad) kerana menanggung dukacita terhadap kesesatan mereka.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan apa yang mereka kerjakan.

Dan Allah jualah yang menghantarkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan,

kemudian Kami halakan awan itu ke negeri yang mati (yang kering kontang);

lalu Kami hidupkan bumi sesudah matinya dengan (hujan dari awan) itu.

Sedemikian itu pula kebangkitan manusia (hidup semula sesudah mati).

Sesiapa yang mahukan kemuliaan

(maka hendaklah ia berusaha mencarinya dengan jalan mematuhi perintah Allah),

kerana bagi Allah jualah segala kemuliaan.

Kepada Allah lah naiknya segala perkataan yang baik (yang menegaskan iman dan tauhid,

untuk dimasukkan ke dalam kira-kira balasan),

dan amal yang soleh pula di angkatnya naik (sebagai amal yang makbul -

yang memberi kemuliaan kepada yang melakukannya).

Dan sebaliknya:

orang-orang yang merancangkan kejahatan (untuk mendapat kemuliaan),

adalah bagi mereka azab seksa yang berat;

dan rancangan jahat mereka (kalau berkesan)

akan rosak binasa.

Anonymous said...

Dan "Kitab-kitab Amal" juga tetap akan dibentangkan,

maka engkau akan melihat orang-orang yang berdosa itu,

merasa takut akan apa yang tersurat di dalamnya; dan mereka akan berkata:"

Aduhai celakanya kami, mengapa kitab ini demikian keadaannya?

Ia tidak meninggalkan yang kecil atau yang besar, melainkan semua dihitungnya!"

Dan mereka dapati segala yang mereka kerjakan itu sedia (tertulis di dalamnya);

dan (ingatlah) Tuhanmu tidak berlaku zalim kepada seseorangpun.

Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Kami berfirman kepada malaikat:

"Sujudlah kamu kepada Adam"; lalu mereka sujud melainkan iblis;

ia adalah berasal dari golongan jin,

lalu ia menderhaka terhadap perintah Tuhannya.

Oleh itu, patutkah kamu hendak menjadikan iblis dan keturunannya

sebagai sahabat-sahabat karib yang menjadi pemimpin selain daripadaku?

Sedang mereka itu ialah musuh bagi kamu.

Amatlah buruknya bagi orang-orang yang zalim: pengganti yang mereka pilih itu.

Aku tidak memanggil mereka menyaksi atau membantuKu menciptakan langit dan bumi,

dan tidak juga meminta bantuan setengahnya untuk menciptakan setengahnya yang lain;

dan tidak sepatutnya Aku mengambil makhluk-makhluk yang menyesatkan itu sebagai pembantu.

Dan (ingatkanlah) masa Allah berfirman:

"Panggilah sekutu-sekutuKu yang kamu katakan itu (untuk menolong kamu);

lalu mereka memanggilnya, tetapi sia-sia sahaja,

kerana makhluk-makhluk itu tidak menyahut seruan mereka:

dan kami jadikan untuk mereka bersama sebuah tempat azab yang membinasakan.

Dan orang-orang yang berdosa itu tetap akan melihat neraka, maka yakinlah mereka,

bahawa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak akan mendapati

sebarang jalan untuk mengelakkan diri daripadanya.

Dan demi sesungguhnya Kami telah huraikan dengan berbagai-bagai cara di dalam Al-Quran ini untuk umat manusia,

dari segala jenis contoh bandingan; dan sememangnya manusia itu,

sejenis makhluk yang banyak sekali bantahannya.

Dan tiada yang menghalang manusia daripada beriman, ketika datang petunjuk Al-Quran kepada mereka,

dan daripada memohon ampun kepada Tuhan mereka,

melainkan (kerana kedegilan mereka dan kerana mereka) menunggu didatangi azab yang memusnahkan yang telah menimpa orang-orang dahulu,

atau di datangi azab yang dilihat dan dihadapi.

Dan tidak Kami mengutus Rasul-rasul,

melainkan sebagai pemberi berita gembira dan pemberi amaran;

dan orang-orang yang kafir membantah dengan alasan yang salah untuk menghapuskan kebenaran dengan bantahan itu;

dan mereka jadikan ayat-ayatku, dan amaran yang diberikan kepada mereka sebagai ejek-ejekan.

Dan tidaklah ada yang lebih zalim daripada orang yang diberi ingat dengan ayat-ayat Tuhannya,

lalu ia berpaling daripadanya dan lupa akan apa yang telah dilakukan oleh kedua tangannya;

sesungguhnya (disebabkan bawaan mereka yang buruk itu) Kami jadikan tutupan berlapis-lapis atas hati mereka,

menghalang mereka daripada memahaminya,

dan (Kami jadikan) pada telinga mereka penyumbat (yang menyebabkan mereka pekak).

Dan jika engkau menyeru mereka kepada petunjuk,

maka dengan keadaan yang demikian,

mereka tidak sekali-kali akan beroleh hidayah petunjuk selama-lamanya.

Anonymous said...

(Ingatlah), kaum Thamud telah mendustakan (Rasulnya)

dengan sebab perbuatan derhaka mereka yang melampaui batas;

Ketika orang yang paling jahat di antara mereka

menerima perintah dari mereka (supaya membunuh unta yang menjadi mukjizat),

Maka berkatalah Rasul Allah (Nabi Soleh) kepada mereka:

" (Janganlah kamu ganggu) unta betina dari Allah itu,

dan (janganlah kamu menyekatnya daripada mendapat) air minumnya

(supaya kamu tidak ditimpa azab)!"

lalu mereka mendustakannya serta menyembelih unta itu.

Dengan sebab dosa mereka,

maka Tuhan menimpakan mereka dengan azab yang membinasakan

serta Ia meratakan azab itu meliputi mereka (sehingga punah-ranah semuanya).

Dan Allah tidak hiraukan kesudahan (mereka) yang demikian,

(kerana itu adalah balasan yang adil).

Anonymous said...

Wahai manusia!
Sesungguhnya engkau sentiasa berpenat-lelah (menjalankan keadaan hidupmu)

dengan sedaya upayamu hinggalah (semasa engkau) kembali kepada Tuhanmu,

kemudian engkau tetap menemui balasan apa yang engkau telah usahakan itu (tercatit semuanya).

Kemudian sesiapa yang diberi menerima surat amalnya dengan tangan kanannya, -

Maka ia akan dihisab dengan cara yang mudah dan ringan,

Dan ia akan pergi kepada keluarganya (yang beriman) dengan sukacita.

Dan sesiapa yang diberi menerima surat amalnya (dengan tangan kiri), dari sebelah belakangnya,

Maka ia akan meraung menyebut-nyebut kebinasaannya,

Dan dia akan menderita bakaran neraka yang marak menjulang.

Sebenarnya dia semasa di dunia dahulu bersukaria dalam kalangan keluarganya (yang juga kufur ingkar)!

Sesungguhnya ia menyangka bahawa ia tidak sekali-kali akan kembali (kepada Kami untuk menerima balasan) !

(Sangkaannya itu tidak betul) bahkan ia tetap kembali!

Sesungguhnya Tuhannya sentiasa Melihat dan Mengetahui keadaannya!

Maka Aku bersumpah, demi mega;

Dan malam serta segala yang dihimpunkannya;

Dan bulan apabila (penuh cahayanya) menjadi purnama:

Sesungguhnya kamu tetap melalui beberapa keadaan yang bertingkat-tingkat baik buruknya,

(sebelum kamu menemui Tuhan - menerima kesenangan dan kebahagiaan atau sebaliknya)

Maka apakah alasan bagi mereka bersikap tidak mahu beriman?

Dan (apakah pula alasannya) apabila dibacakan Al-Quran kepada mereka, mereka tidak mahu taat dan sujud?

(Tidak ada satu alasan pun) bahkan orang-orang yang kafir, semata-mata mendustakannya;

Sedang Allah mengetahui apa yang mereka rahsiakan dalam hati.

Maka khabarkanlah kepada mereka dengan azab yang tidak terperi sakitnya;

Anonymous said...

Dan biarkanlah Aku sahaja membalas

orang-orang yang mendustakan (bawaanmu) itu,

orang-orang yang berada dalam kemewahan,

dan berilah tempoh kepada mereka sedikit masa;

Kerana sesungguhnya di sisi Kami disediakan (untuk mereka)

belenggu-belenggu dan neraka yang menjulang-julang,

Serta makanan yang menjadikan pemakannya tercekik,

dan azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

(Azab itu tetap berlaku) pada hari bumi dan gunung-ganang bergoncang

(serta hancur lebur),

dan menjadilah gunung-ganang itu

timbunan pasir yang mudah bersepah.

Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (wahai umat Muhammad),

seorang Rasul yang menjadi saksi terhadap kamu

(tentang orang yang mematuhi atau menolak seruannya),

sebagaimana Kami telah mengutus kepada Firaun seorang Rasul.

Maka Firaun menderhaka kepada Rasul itu,

lalu Kami menyeksakannya dengan

azab seksa yang seberat-beratnya.

Anonymous said...

Maka di antara mereka (jemaah Yahudi yang dengki itu)

ada yang beriman kepada (apa yang telah di kurniakan oleh Allah kepada keluarga Nabi Ibrahim) itu,

dan ada pula di antara mereka yang berpaling daripadanya (tidak beriman).

Dan cukuplah dengan neraka jahanam yang sentiasa menyala-nyala itu (menjadi tempat seksa mereka).

Sesungguhnya orang-orang yang kufur ingkar kepada ayat-ayat keterangan Kami,

Kami akan membakar mereka dalam api neraka.

Tiap-tiap kali kulit mereka masak hangus, Kami gantikan untuk mereka kulit yang lain supaya mereka dapat merasa azab sengsara itu.

Dan (ingatlah) sesungguhnya Allah adalah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

Dan orang-orang yang beriman serta beramal soleh,

Kami akan masukkan mereka ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai,

mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

Mereka beroleh dalam syurga itu pasangan-pasangan, isteri-isteri yang suci bersih,

serta Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh yang sentiasa dinaungi.

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu supaya menyerahkan segala jenis amanah

kepada ahlinya (yang berhak menerimanya),

dan apabila kamu menjalankan hukum di antara manusia,

(Allah menyuruh) kamu menghukum dengan adil.

Sesungguhnya Allah dengan (suruhanNya) itu memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kamu.

Sesungguhnya Allah sentiasa Mendengar, lagi sentiasa Melihat.

Wahai orang-orang yang beriman,

taatlah kamu kepada Allah

dan taatlah kamu kepada Rasulullah

dan kepada "Ulil-Amri" (orang-orang yang berkuasa) dari kalangan kamu.

Kemudian jika kamu berbantah-bantah (berselisihan) dalam sesuatu perkara,

maka hendaklah kamu mengembalikannya kepada (Kitab) Allah (Al-Quran)

dan (Sunnah) RasulNya - jika kamu benar beriman

kepada Allah dan hari akhirat.

Yang demikian adalah lebih baik (bagi kamu), dan lebih elok pula kesudahannya.


Anonymous said...

Tidakkah engkau (hairan) melihat (wahai Muhammad)

jemaah orang-orang (munafik) yang mendakwa

bahawa mereka telah beriman kepada Al-Quran yang telah diturunkan kepadamu

dan kepada (Kitab-kitab) yang telah diturunkan dahulu daripadamu?

Mereka suka hendak berhakim kepada Taghut, tok guru, berhala

padahal mereka telah diperintahkan supaya kufur ingkar kepada Taghut itu.

Dan Syaitan pula sentiasa hendak menyesatkan mereka dengan kesesatan yang amat jauh.

Dan apabila dikatakan kepada mereka:

"Marilah berhakim kepada hukum Al-Quran yang telah diturunkan oleh Allah

dan kepada hukum Rasulullah,"

nescaya engkau melihat jemaah orang-orang munafik itu berpaling

serta menghalang (manusia) dengan bersungguh-sungguh daripada menghampirimu.

Maka bagaimana halnya apabila mereka ditimpa sesuatu kemalangan

disebabkan (kesalahan) yang telah dibuat oleh tangan mereka sendiri,

kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah:

"Demi Allah, kami tidak sekali-kali menghendaki melainkan kebaikan dan perdamaian (bagi kedua pihak yang berbalah)".

Mereka itulah orang-orang yang diketahui oleh Allah akan apa yang ada dalam hati mereka,

oleh itu berpalinglah engkau daripada mereka,

dan nasihatilah mereka,

serta katakanlah kepada mereka kata-kata

yang boleh memberi kesan pada hati mereka.

Dan Kami tidak mengutus seseorang Rasul pun melainkan supaya ia ditaati dengan izin Allah.

Dan kalaulah mereka ketika menganiaya diri mereka sendiri datang kepadamu (wahai Muhammad)

lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulullah juga memohon ampun untuk mereka,

tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat, lagi Maha Mengasihani.

Maka demi Allah (wahai Muhammad)!

Mereka tidak disifatkan beriman sehingga mereka menjadikan engkau

hakim dalam mana-mana perselisihan yang timbul di antara mereka,

kemudian mereka pula tidak merasa di hati mereka sesuatu keberatan

dari apa yang telah engkau hukumkan,

dan mereka menerima keputusan itu dengan sepenuhnya.

Dan sesungguhnya kalau Kami wajibkan kepada mereka (dengan perintah):

"Bunuhlah diri kamu sendiri,

atau keluarlah dari tempat kediaman kamu",

nescaya mereka tidak akan melakukannya,

kecuali sedikit di antara mereka.

Dan sesungguhnya kalau mereka amalkan nasihat pengajaran (meliputi suruh dan tegah)

yang telah diberikan kepada mereka,

tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka

dan lebih meneguhkan (iman mereka).

Anonymous said...

(Mereka berkata lagi):

Patutkah wahyu peringatan itu diturunkan kepada Muhammad

(padahal orang-orang yang lebih tahfiz, berkelayakan tinggi agama ada) di antara kita?"

(Mereka bukan sahaja ingkarkan kelayakan kau menerima wahyu)

bahkan mereka berada dalam keraguan tentang

peringatan yang Aku wahyukan itu, bahkan mereka belum lagi merasai azab.

Adakah di sisi mereka perbendaharaan rahmat Allah Yang Maha Kuasa, lagi Yang Maha Melimpah pemberianNya?.

Atau adakah mereka menguasai langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya?.

(Kalau ada kekuasaan yang demikian) maka biarlah mereka naik mendaki langit

menurut jalan-jalan yang membawa mereka ke situ (untuk mentadbirkan seluruh alam).

(Sebenarnya mereka hanyalah) satu pasukan tentera

dari kumpulan-kumpulan (yang menentang kebenaran),

yang pada suatu masa kelak tetap akan dikalahkan.

Sebelum mereka itu, kaum Nabi Nuh,

dan Aad (kaum Nabi Hud),

serta Firaun yang mempunyai kerajaan yang kuat menjual agama

telah juga mendustakan Rasul masing-masing.

Dan juga Thamud (kaum Nabi Soleh) pembunuh unta betina

dan kaum Nabi Lut

serta penduduk Aikah;

merekalah kumpulan-kumpulan (yang menentang kebenaran).

Tidak ada satupun dari kaum-kaum yang tersebut,

melainkan telah mendustakan Rasul-rasul;

maka berhaklah mereka ditimpa azab.

Dan orang-orang ini (yang menentang Nabi Muhammad),

tidak menunggu melainkan satu jeritan suara yang tidak akan berulang lagi.

Dan mereka pula berkata (secara mengejek-ejek):

" Wahai Tuhan kami!

Segerakanlah azab yang ditetapkan untuk kami,

sebelum datangnya hari hitungan amal (yang dikatakan oleh Muhammad itu)".

Anonymous said...

Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah ia (mati)

sebarang pasukan tentera dari langit (untuk membinasakan mereka),

dan tidak perlu Kami menurunkannya.

(Kebinasaan mereka) hanyalah dilakukan dengan satu pekikan (yang dahsyat),

maka dengan serta merta mereka semua sunyi-sepi tidak hidup lagi.

Sungguh besar perasaan sesal dan kecewa yang menimpa hamba-hamba (yang mengingkari kebenaran)!

Tidak datang kepada mereka seorang Rasul melainkan mereka

mengejek-ejek dan memperolok-olokkannya.

Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka?

Umat-umat yang telah binasa itu tidak kembali lagi kepada mereka

(bahkan kembali kepada Kami, untuk menerima balasan).

Dan tidak ada satu makhluk pun

melainkan dihimpunkan ke tempat perbicaraan Kami,

semuanya dibawa hadir (untuk menerima balasan).

Anonymous said...

Dan (itulah tabiat mereka)

tidak ada sesuatu keterangan yang sampai kepada mereka dari keterangan-keterangan

tuhan mereka melainkan mereka selalu berpaling daripadanya (enggan menerimanya).

Dan apabila dikatakan kepada mereka:"

Dermakan, wakaf, zakat, sedekah sebahagian dari rezeki, hasil bumi, hasil negara emas minyak, balak, pasir yang dikurniakan Allah kepada kamu",

berkatalah orang-orang yang kafir itu kepada orang-orang yang beriman (secara mengejek-ejek): "

Patutkah kami memberi makan kepada orang

yang jika Allah kehendaki tentulah Ia akan memberinya makan?

Kamu ini hanyalah berada dalam kesesatan yang nyata".

Dan (apabila mereka diingatkan tentang huru-hara dan balasan akhirat)

mereka bertanya (secara mempersenda): "

Bilakah datangnya (hari akhirat) yang dijanjikan itu?

Jika betul kamu orang-orang yang benar (maka kami sedia menunggu)!",

Mereka tidak menunggu melainkan satu pekikan yang -

(dengan secara mengejut) akan membinasakan mereka

semasa mereka dalam keadaan leka bertengkar (merundingkan urusan dunia masing-masing).

Maka dengan itu, mereka tidak berpeluang membuat sebarang pesanan (wasiat atau lainnya),

dan (kalau mereka berada di luar) mereka tidak sempat kembali kepada keluarganya.

Dan sudah tentu akan ditiupkan sangkakala (menghidupkan orang-orang yang telah mati;

apabila berlaku yang demikian) maka semuanya segera bangkit

keluar dari kubur masing-masing (untuk) mengadap Allah.

tika itu) orang-orang yang tidak percayakan hidup semula berkata:

Aduhai celaka sialnya kami!

Siapakah yang membangkitkan kami dari kubur tempat tidur kami?

(Lalu dikatakan kepada mereka):

" Inilah dia yang telah dijanjikan oleh Allah Yang Maha Pemurah

dan benarlah berita yang disampaikan oleh Rasul-rasul!,

Hanyalah dengan berlakunya satu pekikan sahaja,

maka dengan serta merta mereka dihimpunkan ke tempat perbicaraan Kami,

semuanya dibawa hadir (untuk menerima balasan).

Maka pada hari itu,

tidak ada seseorang yang akan dianiaya sedikitpun,

dan kamu pula tidak akan dibalas melainkan

menurut amal yang kamu telah kerjakan.

Anonymous said...

Dan (sungguh ngeri) sekiranya engkau melihat ketika orang-orang yang berdosa itu

menundukkan kepalanya di hadapan Allah (dalam keadaan malu dan hina,

sambil merayu): "Wahai Tuhan kami,

kami telah melihat dan mendengar

dengan sejelas-jelasnya (akan segala yang kami ingkari dahulu);

maka kembalikanlah kami ke dunia supaya

kami mengerjakan amal-amal yang baik; sesungguhnya kami sekarang telah yakin".

Dan (bagi menolak rayuan itu Allah Taala berfirman):

"Kalaulah Kami telah tetapkan persediaan (memberikan hidayah petunjuk untuk beriman

dan beramal soleh kepada tiap-tiap seorang dengan ketiadaan usaha dari masing-masing),

nescaya Kami berikan kepada tiap-tiap seorang akan hidayah petunjuknya (sebelum masing-masing meninggal dunia,

supaya tidak terkena azab di akhirat);

tetapi telah tetap hukuman seksa dariKu: `

Demi sesungguhnya! Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan semua jin dan manusia

(yang pada masa hidupnya tidak berusaha untuk beriman dan beramal soleh)".

(Lalu dikatakan kepada mereka:

"Oleh sebab kelalaian kamu) maka rasalah azab seksa

kerana kamu melupai pertemuan hari kamu ini.

Sesungguhnya Kami pun tidak hiraukan keselamatan kamu lagi;

dan (dengan yang demikian) rasalah azab yang kekal

dengan sebab apa yang kamu telah kerjakan".

Sesungguhnya yang sebenar-benar beriman

kepada ayat-ayat keterangan Kami hanyalah

orang-orang yang apabila diberi peringatan dan pengajaran dengan ayat-ayat itu,

mereka segera merebahkan diri sambil sujud (menandakan taat patuh),

dan menggerakkan lidah dengan bertasbih

serta memuji Allah,

dan mereka pula tidak bersikap sombong takbur membanggakan diri

Anonymous said...

Wahai orang-orang yang beriman,

(untuk bersyukur kepada Allah) ingatlah serta sebutlah nama Allah

dengan ingatan serta sebutan yang sebanyak-banyaknya;

Dan bertasbihlah kamu kepadaNya pada waktu pagi dan petang.

Dia lah yang memberi rahmat kepada kamu -

dan malaikatNya pula (berdoa bagi kamu) -

untuk mengeluarkan kamu dari gelap-gelita (kufur dan maksiat)

kepada cahaya yang terang-benderang (iman dari taat);

dan adalah Ia sentiasa Melimpah-limpah rahmatNya kepada

orang-orang yang beriman (di dunia dan di akhirat).

Sambutan penghormatan yang akan diberi kepada mereka semasa menemuiNya ialah

ucapan "Salam" (selamat sejahtera);

dan Ia telah menyediakan untuk mereka pahala balasan yang mulia.

Wahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi (terhadap umatmu),

dan pembawa berita gembira (kepada orang-orang yang beriman)

serta pemberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar).

Dan juga sebagai penyeru (umat manusia seluruhnya)

kepada agama Allah dengan taufiq yang diberiNya;

dan sebagai lampu yang menerangi.

Dan (dengan itu) sampaikanlah berita yang mengembirakan kepada orang-orang yang beriman,

bahawa sesungguhnya mereka akan beroleh limpah kurnia yang besar dari Allah.

Dan janganlah engkau menurut kehendak orang-orang kafir

dan orang-orang munafik

dan janganlah engkau hiraukan usikan dan celaan mereka,

serta berserahlah kepada Allah (memelihara keadaanmu);

dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (yang menyelamatkanmu).

Anonymous said...

Jangan sekali-kali engkau menyangka (wahai Muhammad,

bahawa) orang-orang yang bergembira bersukaria dengan apa yang mereka telah lakukan,

dan mereka pula suka dipuji dengan apa yang mereka tidak lakukan -

jangan sekali-kali engkau menyangka mereka akan terselamat dari seksa,

dan mereka pula akan beroleh azab yang tidak terperi sakitnya.

Dan bagi Allah jualah Kuasa Pemerintah Langit dan Bumi,

dan Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi,

dan pada pertukaran malam dan siang,

ada tanda-tanda (kekuasaan, kebijaksanaan, dan keluasan rahmat Allah)

bagi orang-orang yang berakal;

Katakan pada mereka:

"Allah Yang Mempunyai Kuasa Pemerintahan!

Engkaulah yang memberi kuasa pemerintahan kepada sesiapa yang Engkau kehendaki,

dan Engkaulah yang mencabut kuasa pemerintahan dari sesiapa yang Engkau kehendaki.

Engkaulah juga yang memuliakan sesiapa yang Engkau kehendaki,

dan Engkaulah yang menghina sesiapa yang Engkau kehendaki.

Dalam kekuasaan Engkaulah sahaja adanya segala kebaikan.

Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

"Engkaulah yang memasukkan waktu malam ke dalam waktu siang,

dan Engkaulah yang memasukkan waktu siang ke dalam waktu malam.

Engkaulah juga yang mengeluarkan sesuatu yang hidup dari benda yang mati,

dan Engkaulah yang mengeluarkan benda yang mati dari sesuatu yang hidup.

Engkau jualah yang memberi rezeki kepada sesiapa yang Engkau kehendaki,

dengan tiada hitungan hisabnya".

Janganlah orang-orang yang beriman mengambil orang-orang kafir

menjadi teman rapat dengan meninggalkan orang-orang yang beriman.

Dan sesiapa yang melakukan (larangan) yang demikian maka tiadalah ia (mendapat perlindungan) dari Allah dalam sesuatu apapun,

kecuali kamu hendak menjaga diri daripada sesuatu bahaya yang ditakuti dari pihak mereka (yang kafir itu).

Dan Allah perintahkan supaya kamu beringat-ingat terhadap kekuasaan diriNya (menyeksa kamu).

Dan kepada Allah jualah tempat kembali.

Katakanlah pada mereka:

"Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam dada kamu

atau kamu melahirkannya, nescaya Allah mengetahuinya;

dan Ia mengetahui segala yang ada di langit dan yang ada di bumi.

Dan Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Anonymous said...

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus dalam kalangan tiap-tiap umat seorang Rasul

(dengan memerintahkannya menyeru mereka):

"Hendaklah kamu menyembah Allah dan jauhilah Taghut".

Maka di antara mereka (yang menerima seruan Rasul itu),

ada yang diberi hidayah petunjuk oIeh Allah

dan ada pula yang berhak ditimpa kesesatan.

Oleh itu mengembaralah kamu di bumi,

kemudian lihatlah bagaimana buruknya kesudahan

umat-umat yang mendustakan Rasul-rasulnya.

Oleh itu, bukankah ada baiknya mereka mengembara di muka bumi supaya -

dengan melihat kesan-kesan yang tersebut -

mereka menjadi orang-orang yang ada hati yang dengannya mereka dapat memahami,

atau ada telinga yang dengannya mereka dapat mendengar?

(Tetapi kalaulah mereka mengembara pun tidak juga berguna)

kerana keadaan yang sebenarnya bukanlah mata kepala yang buta,

tetapi yang buta itu ialah

mata hati yang ada di dalam dada.

Dan mereka meminta kepadamu (wahai Muhammad) menyegerakan kedatangan azab,

padahal Allah tidak sekali-kali akan memungkiri janjiNya;

dan (katakanlah kepada mereka):

sesungguhnya satu hari dari hari-hari azab di sisi Allah

adalah menyamai seribu tahun dari yang kamu hitung.

Anonymous said...

Dan demi sesungguhnya!

Telah diperolok-olok beberapa Rasul sebelummu,

lalu orang-orang yang mengejek-ejek di antara mereka ditimpakan

(balasan azab) bagi apa yang mereka telah perolok-olokkan itu.

Katakanlah (wahai Muhammad):

"Mengembaralah kamu di muka bumi,

kemudian perhatikan bagaimana akibat buruk

(yang menimpa) orang-orang yang mendustakan (Rasul-rasul) itu."

Bertanyalah (wahai muhammad):

"Hak milik siapakah segala yang ada di langit dan di bumi?"

Katakanlah: "(Semuanya itu) adalah milik Allah.

Ia telah menetapkan atas diriNya memberi rahmat.

Demi sesungguhnya Ia akan menghimpunkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada sebarang syak padanya".

Orang-orang yang merugikan diri sendiri (dangan mensia-siakan pengurniaan Allah),

maka mereka (dengan sebab yang tersebut) tidak beriman.

Dan bagi Allah jualah apa yang ada pada waktu malam dan siang; dan Dia lah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.

Katakanlah (wahai Muhammad):

"Patut ke aku mengambil (memilih) pelindung yang lain dari Allah

yang menciptakan langit dan bumi,

dan Dia pulak yang memberi makan

dan bukannya Dia diberi makan?"

Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya

menjadi orang yang pertama sekali menyerah diri kepada Allah (Islam),

dan (aku diperintahkan dengan firmanNya):

`Jangan sekali-kali engkau menjadi dari golongan orang-orang musyrik itu. ' "

Katakanlah: "Sesungguhnya aku takut jika aku derhaka kepada Allah,

(akan dikenakan) azab hari yang besar (hari kiamat)".

Sesiapa yang dijauhkan azab daripadanya pada hari itu,

maka sesugguhnya Allah telah memberi rahmat kepadanya;

dan itulah kejayaan yang jelas nyata.

Dan jika Allah mengenakan (menimpakan) engkau dengan bahaya bencana,

maka tidak ada sesiapa pun yang dapat menghapuskannya melainkan Dia sendiri;

dan jika Ia mengenakan (melimpahkan) engkau dengan kebaikan,

maka Ia adalah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Dan Dia lah yang Berkuasa atas sekalian hambaNya (dangan tadbir dan takdir);

dan Dia lah Yang Maha Bijaksana serta Amat Mendalam PengetahuanNya.

Anonymous said...

Dan (ingatlah) ketika Kami memperlihatkan mereka kepada kamu

(wahai umat Islam) semasa kamu bertemu dengan mereka:

sedikit bilangannya pada pandangan mata kamu,

dan kamu pula diperlihatkanNya: sedikit bilangannya pada pandangan mata mereka;

kerana Allah hendak melakukan sesuatu perkara (kemenangan Islam)

yang telah ditetapkan berlakunya.

Dan (ingatlah) kepada Allah jualah dikembalikan segala urusan.

Wahai orang-orang yang beriman!

Apabila kamu bertemu dengan sesuatu pasukan (musuh) maka hendaklah kamu tetap teguh menghadapinya,

dan sebutlah serta ingatilah Allah (dengan doa) banyak-banyak,

supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan).

Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya,

dan janganlah kamu berbantah-bantahan;

kalau tidak nescaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu,

dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati);

sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Dan janganlah kamu menjadi seperti

orang-orang yang keluar dari negerinya dengan berlagak sombong

dan menunjuk-nunjuk (kekuatan mereka) kepada orang ramai

(kerana hendak meminta dipuji),

serta mereka pula menghalang manusia dari jalan Allah

dan (ingatlah) Allah Maha Meliputi

pengetahuanNya, pengurusanNya dan pentadbiranNya akan apa yang mereka kerjakan.

Anonymous said...

Tidak ada yang membantah mengenai ayat-ayat Allah

melainkan orang-orang yang kafir.

Oleh itu janganlah engkau (wahai Muhammad) diperdayakan oleh kebebasan mereka

bergerak dengan berulang alik dari sebuah bandar ke bandar yang lain.

Sebelum mereka, kaum Nabi Nuh dan puak-puak yang bergabung -

sesudah kaum Nabi Nuh itu - telah mendustakan (Rasul-rasulnya),

dan tiap-tiap umat di antaranya

telah merancangkan rancangan jahat terhadap Rasul mereka

untuk menawannya (dan membinasakannya);

dan mereka pula telah membantah dengan perkara yang salah

untuk menghapuskan kebenaran dengan perkara yang salah itu;

sebab itu Aku binasakan mereka.

Maka (lihatlah) bagaimana kesan azabKu!

Dan demikianlah juga tetapnya hukuman Allah Taala

terhadap orang-orang yang kapir,

kerana sesungguhnya mereka ialah ahli neraka.

Anonymous said...

Iaitu hari mereka keluar (dari kubur masing-masing) dengan jelas nyata;

tidak akan tersembunyi kepada Allah sesuatupun dari hal keadaan mereka.

(Pada saat itu Allah berfirman):

"Siapakah yang menguasai kerajaan pada hari ini?

(Allah sendiri menjawab):

"Dikuasai oleh Allah Yang Maha Esa,

lagi Yang Mengatasi kekuasaanNya segala-galanya!

"Pada hari ini, tiap-tiap diri dibalas dengan apa yang telah diusahakannya;

tidak ada hukuman yang tidak adil pada hari ini.

Sesungguhnya Allah amat cepat hitungan hisabNya.

Dan berilah amaran (wahai Muhammad) kepada mereka tentang (hari kiamat)

yang dekat (masa datangnya),

iaitu ketika hati seseorang merasa resah gelisah,

kerana cemas takut, sambil masing-masing menahan perasaannya itu.

(Pada saat itu) orang-orang yang zalim tidak akan mendapat seorang sahabatpun yang boleh membelanya,

dan tidak akan mendapat pemberi syafaat yang diterima pertolongannya.

Allah mengetahui pengkhianatan (penyelewengan, penipuan dan ketiadaan jujur) pandangan mata dan perbuatan seseorang,

serta mengetahui akan apa yang tersembunyi di dalam hati.

Dan Allah memutuskan hukum dengan adil,

sedang tuhan yang mereka sembah yang lain dari Allah -

tidak dapat memberikan sebarang keputusan.

Sesungguhnya Allah Dia lah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Melihat.

Tidakkah mereka telah berjalan dan mengembara di muka bumi,

dengan itu tidakkah mereka memerhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu dari mereka?

Orang-orang itu adalah orang-orang yang lebih dari mereka

tentang kekuatan tenaga dan tentang kesan-kesan usaha pembangunan di muka bumi.

Maka sekalipun demikian, Allah binasakan mereka dengan sebab dosa-dosa mereka,

dan tiadalah bagi mereka sesiapapun yang dapat menyelamatkan mereka dari azab Allah.

(Kebinasaan mereka) yang demikian ialah kerana

mereka sentiasa didatangi Rasul-rasul yang diutuskan kepada mereka

dengan membawa keterangan-keterangan (hukum-hukum dan mukjizat) yang jelas nyata,

maka mereka khufur ingkar,

lalu Allah menyeksa mereka,

sesungguhnya Allah adalah Maha Kuat lagi Maha berat azab seksaNya.

Dan demi sesungguhnya! Kami telah mengutuskan Nabi Musa

membawa ayat-ayat Kami dan bukti (mukjizat) yang jelas nyata

Kepada Firaun

dan Haman

serta Qarun;

maka mereka (menuduhnya dengan) berkata:

"Ia seorang ahli sihir, lagi pendusta!"

Anonymous said...

Sesungguhnya Penolong kamu hanyalah Allah,

dan RasulNya,

serta orang-orang yang beriman,

yang mendirikan sembahyang,

dan menunaikan zakat,

sedang mereka rukuk (tunduk menjunjung perintah Allah).

Dan sesiapa yang menjadikan Allah dan rasulnya

serta orang-orang yang beriman itu

penolongnya (maka berjayalah dia),

kerana sesungguhnya golongan (yang berpegang kepada agama) Allah,

itulah yang tetap menang.

Wahai orang-orang yang beriman!

Janganlah kamu mengambil orang-orang yang menjadikan agama Islam itu sebagai ejek-ejekan dan permainan -

dari orang-orang huffaz, pendita, pelelong agama yang telah diberikan Kitab Alquran sebelum kamu,

dan orang-orang kapir musyrik itu: menjadi penolong-penolong;

dan bertaqwalah kepada Allah, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

Dan apabila kamu menyeru (azan) untuk mengerjakan sembahyang,

mereka menjadikan sembahyang itu sebagai ejek-ejekan dan permainan.

Yang demikian itu ialah kerana mereka suatu kaum yang tidak berakal.

Katakanlah (wahai Muhammad):

"Wahai tok guru Ahli Kitab!

Kamu tidak mencela dan menyalahkan kami melainkan kerana kami beriman kepada Allah

dan beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami,

serta beriman kepada apa yang diturunkan sebelum itu,

dan kerana kebanyakan kamu sesungguhnya adalah orang orang yang pasik".

Katakanlah:

"Mahukah, aku khabarkan kepada kamu tentang

yang lebih buruk balasannya di sisi Allah daripada yang demikian itu?

kamu ialah orang-orang yang dilaknat oleh Allah dan dimurkaiNya,

dan orang-orang yang dijadikan di antara mereka sebagai kera dan babi,

dan penyembah Taghut, tok ghuru, berhala,

Mereka inilah yang lebih buruk kedudukannya

dan yang lebih sesat dari jalan yang betul".

Dan apabila mereka (Jemaah Yahudi atau munafik itu) datang kepada kamu,

mereka berkata: "Kami telah beriman".

Padahal sesungguhnya mereka itu masuk menemui kamu dengan kekhufurannya,

dan sesungguhnya mereka keluar (dari sisi kamu) dengan kekufurannya juga;

dan (hendaklah mereka ingat),

Allah lebih mengetahui akan apa yang mereka sembunyikan.

Dan engkau lihat kebanyakan dari mereka berlumba-lumba pada melakukan dosa

dan pencerobohan tanah orang asli,

serta memakan yang haram dari hasil bumi yang Allah Taala bagi

Demi sesungguhnya amatlah buruk apa yang jamaah mereka telah lakukan.

Alangkah baiknya kalau ketua-ketua ahli sunnah agama dan

pendita-pendita parti yaudi mereka melarang

mereka dari mengeluarkan perkataan-perkataan yang dusta terhadap Alquran

dan dari memakan yang haram?

Sesungguhnya amatlah buruk apa yang mereka telah kerjakan.

Anonymous said...

Dan ketua jemaah orang-orang Yahudi itu berkata:

"Tangan Allah terbelenggu (bakhil - kikir) kedekut",

tangan merekalah yang terbelenggu, kedekut makan sorang, takut isytihar harta,

dan mereka pula dilaknat dengan sebab apa yang mereka telah katakan itu,

bahkan kedua tangan Allah sentiasa terbuka (nikmat dan kurniaNya luas melimpah-limpah).

Ia belanjakan (limpahkan) sebagaimana yang Ia kehendaki;

dan demi sesungguhnya, apa yang telah diturunkan kepadamu dari Allah itu

akan menjadikan kebanyakan dari mereka bertambah derhaka dan kufur;

dan Kami tanamkan perasaan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga hari kiamat.

Tiap-tiap kali mereka menyalakan api peperangan dengan membakar Alquran,

Allah memadamkannya;

dan mereka pula terus-menerus melakukan kerosakan pada Alquran di muka bumi,

sedang Allah tidak suka kepada orang-orang yang melakukan kerosakan.

Dan sekiranya Tuan Guru Ahli Kitab itu beriman dan bertaqwa

tentulah Kami akan hapuskan dari mereka kejahatan-kejahatan mereka,

dan tentulah Kami akan masukkan mereka ke dalam Syurga-syurga yang penuh nikmat.

Dan kalau mereka bersungguh-sungguh menegakkan (menjalankan perintah-perintah Allah dalam)

Al Quran dan apa yang diturunkan kepada mereka dari Allah,

nescaya mereka akan makan (yang mewah) dari atas mereka (langit)

dan dari bawah kaki mereka (bumi).

Di antara mereka ada sepuak yang adil,

dan kebanyakan dari mereka,

buruk keji amal perbuatannya.

Anonymous said...

Allah tidak sekali-kali mensyariatkan Bahirah,

tidak juga Saa'ibah,

tidak juga Wasilah dan tidak juga Haam.

Akan tetapi orang-orang kafir itu

sentiasa mengada-adakan perkara dan hukum hukum dusta terhadap Allah;

dan kebanyakan mereka tidak menggunakan akal fikirannya

Dan apabila dikatakan kepada mereka:

"Marilah menurut kepada apa yang telah diturunkan oleh Allah (Al-Quran),

dan kepada RasulNya (yang menyampaikannya)",

mereka menjawab: "Cukuplah bagi kami sunnah apa yang kami dapati datuk nenek kami mengerjakannya".

Adakah (mereka akan menurut juga) sekalipun datuk nenek mereka

tidak mengetahui apa-apa dan tidak pula mendapat hidayah petunjuk?

Wahai orang-orang yang beriman!

Jagalah sahaja diri kamu (dari melakukan sesuatu yang dilarang oleh Allah).

Orang-orang pengamal ajaran sesat tidak akan mendatangkan mudarat kepada kamu

apabila kamu sendiri telah mendapat hidayah petunjuk

(taat mengerjakan suruhan Allah dan meninggalkan laranganNya).

Kepada Allah jualah tempat kembali kamu semuanya,

kemudian Ia akan menerangkan kepada kamu

(balasan) apa yang kamu telah lakukan.

Anonymous said...

Salah seorang (dari kalangan orang-orang kafir Malaya,

secara mengejek-ejek) meminta kedatangan azab yang (dijanjikan) akan berlaku,

Azab yang disediakan untuk orang-orang yang kapir,

yang tidak ada sesiapapun dapat menolak kedatangannya -

Dari Allah yang menguasai tempat-tempat turun naik -

Yang dilalui oleh malaikat-malaikat dan Jibril ke pusat pemerintahanNya

(untuk menerima dan menyempurnakan tugas masing-masing,

terutama) pada satu masa yang adalah tempohnya

(dirasai oleh orang-orang yang bersalah) sungguh panjang,

(kerana banyak hitungan hisab dan berat soal jawabnya).

Maka bersabar je lah (wahai Muhammad terhadap ejekan golongan yang kafir itu),

dengan cara kesabaran yang sebaik-baiknya.

Sebenarnya mereka memandang azab itu jauh (daripada berlaku),

Sedang Kami memandangnya dekat, (tetap akan berlaku),

(Iaitu) pada hari langit menjadi seperti tembaga cair,

Dan gunung-ganang pula menjadi seperti bulu (yang berterbangan)

Dan sahabat karib tidak bertanyakan hal sahabat karibnya,

(kerana tiap-tiap seorang sibuk memikirkan hal keadaannya sendiri),

Padahal masing-masing diberi melihat setengahnya yang lain;

(pada saat yang demikian) orang yang kafir suka kiranya

dapat menebus dirinya dari azab itu dengan

anak-anaknya sendiri,

Dan isteri serta saudaranya,

Dan kaum kerabatnya yang melindunginya,

Dan juga sekalian makhluk yang ada di bumi -

kemudian (diharapkannya) tebusan itu dapat menyelamatkannya.

Tidak sekali-kali (sebagaimana yang diharapkannya)!

Sesungguhnya neraka (yang disediakan baginya) tetap menjulang-julang apinya,

(Membakar serta) menggugurkan kulit ubun-ubun dan anggota anggota tubuh badan,

Neraka itu juga memanggil dan menarik orang yang membelakangi serta berpaling (dari kebenaran),

Dan yang mengumpulkan harta kekayaan lalu menyimpannya (dengan tidak membayar zakatnya).

Sesungguhnya manusia itu dijadikan bertabiat resah gelisah (lagi bakhil kedekut); -

Apabila ia ditimpa kesusahan, dia sangat resah gelisah;

Dan apabila ia beroleh kesenangan, ia sangat bakhil kedekut;

Anonymous said...

https://youtu.be/Na0IZunnOko


Dan mereka (yang kapir) itu berkata:

"Adakah apabila kami telah hilang lenyap dalam tanah,

kami pula akan hidup semula dalam bentuk kejadian yang baharu menjadi kera, babi, harimau?

Betulkah demikian? "

(Mereka bukan sahaja tidak percaya tentang hidup semula)

bahkan mereka tidak percaya tentang pertemuan dengan Allah.

Katakanlah (wahai Muhammad);

"Nyawa kamu akan diambil oleh Malaikat Maut

yang ditugaskan berbuat demikian ketika habis ajal kamu,

kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah (untuk menerima balasan)".

Dan (sungguh ngeri) sekiranya engkau melihat

ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Allah

(dalam keadaan malu dan hina, sambil merayu):

"Wahai Tuhan kami,

kami telah melihat dan mendengar dengan sejelas-jelasnya

(akan segala yang kami ingkari dahulu);

maka kembalikanlah kami ke dunia ke hutan supaya kami mengerjakan amal-amal yang baik;

sesungguhnya kami sekarang telah yakin".

Dan (bagi menolak rayuan itu Allah Taala berfirman):

"Kalaulah Kami telah tetapkan persediaan (memberikan hidayah petunjuk untuk beriman dan

beramal soleh kepada tiap-tiap seorang dengan ketiadaan usaha dari masing-masing),

nescaya Kami berikan kepada tiap-tiap seorang akan hidayah petunjuknya (sebelum masing-masing meninggal dunia,

supaya tidak terkena azab di akhirat);

tetapi telah tetap hukuman seksa dariKu: `

Demi sesungguhnya! Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan semua jin dan manusia

(yang pada masa hidupnya tidak berusaha untuk beriman dan beramal soleh)".

(Lalu dikatakan kepada mereka:

"Oleh sebab kelalaian kamu)

maka rasalah azab seksa kerana kamu melupai pertemuan hari kamu ini.

Sesungguhnya Kami pun tidak hiraukan keselamatan kamu lagi;

dan (dengan yang demikian) rasalah azab

yang kekal dengan sebab apa yang kamu telah kerjakan".

Anonymous said...

Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta

supaya menjauhi kesesatan mereka;

engkau tidak dapat memperdengarkan (seruanmu itu)

melainkan kepada orang-orang yang sanggup beriman akan ayat-ayat keterangan Kami,

kerana mereka orang-orang yang berserah diri dengan ikhlas.

Dan apabila sampai masa berlakunya hukuman atas manusia,

Kami keluarkan untuk mereka sejenis binatang dari hutan,

yang akan menyatakan kepada mereka,

bahawa manusia telah tidak meyakini ayat-ayat keterangan dan pengajaran Kami.

Dan (ingatlah) hari Kami himpunkan dari tiap-tiap umat sekumpulan besar

orang-orang yang mendustakan ayat-ayat keterangan Kami,

lalu mereka dijaga serta diatur keadaan dan perjalanan masing-masing.

Sehingga apabila mereka datang (ke tempat pengadilan),

Allah Taala berfirman: "Adakah kamu mendustakan ayat-ayat keteranganKu

dengan tidak lebih dahulu kamu mengetahuinya secara meliputi?

Atau apakah yang kamu telah lakukan?"

Dan jatuhlah hukuman atas mereka

(dengan azab) disebabkan kezaliman mereka (berlaku khufur ingkar),

lalu mereka tunduk diam membisu tepi tiang elektrik kampung.



https://youtu.be/CqnRDuTqO3I

Anonymous said...

Dan mereka yang kapir berkata:

"Mengapa dia tidak membawa kepada kami satu tanda mukjizat

dari Allah Taala yang membuktikan kebenarannya?"

Bukankah telah datang kepada mereka berbagai-bagai keterangan

dan khasnya Al-Quran yang menjadi kenyataan

yang menerangkan apa yang terkandung dalam Kitab-kitab yang dahulu?

Dan sekiranya Kami binasakan mereka dengan sesuatu azab

sebelum datangnya Rasul Kami membawa Al-Quran ini,

tentulah mereka akan berkata pada hari kiamat:

"Wahai Tuhan Kami!

Mengapa Engkau tidak mengutuskan kepada kami seorang Rasul

supaya kami menurut ayat-ayat keteranganMu yang dibawanya,

sebelum kami menjadi hina (dengan azab di dunia),

dan mendapat malu (dengan azab di akhirat)?"

Katakanlah (wahai Muhammad):

"Tiap-tiap seorang (di antara kita) sedang menunggu;

maka tunggulah kamu!

Kemudian kamu akan mengetahui kelak

siapakah orang-orang yang berada atas jalan yang lurus,

dan juga siapa yang mendapat petunjuk".

Anonymous said...

Adapun orang yang diberikan menerima Kitab amalnya dengan tangan kiri,

maka ia akan berkata (dengan sesalnya):

"Alangkah baiknya kalau aku tidak diberikan Kitab amalku, -

"Dan aku tidak dapat mengetahui hitungan amalku.

"Alangkah baiknya kalau kematianku di dunia dahulu,

menjadi kematian pemutus (yang menamatkan kesudahanku,

tidak dibangkitkan berbulu seperti ini; -

"Harta kekayaanku tidak dapat menolongku sedikitpun; -

Kuat kuasaku (dan hujjah-hujjahku membela diri),

telah binasa dan hilang lenyap dariku".

(Lalu diperintahkan malaikat penjaga neraka):

"Tangkaplah orang yang berdosa itu serta belenggulah dia,

"Kemudian bakarlah dia di dalam neraka Jahiim; -

"Selain dari itu,

masukkanlah dia dalam (lingkaran) rantai api besi

yang ukuran panjangnya tujuh puluh hasta, (dengan membelitkannya ke badannya)!

"Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar,

"Dan dia juga tidak menggalakkan (dirinya dan orang lain)

memberi makanan (yang berhak diterima oleh) orang miskin.

"Maka pada hari ini,

tidak ada baginya di sini (seorangpun dari) kaum kerabat

serta sahabat handai (yang dapat menolongnya), -

"Dan tidak ada makanan (baginya) melainkan dari air danur,

"Yang tidak memakannya melainkan

orang-orang yang melakukan perkara yang salah".

Maka Aku bersumpah:

Demi segala (yang nyata) yang kamu melihatnya, -

Dan segala (yang ghaib) yang kamu tidak melihatnya, -

Bahawa sesungguhnya Al-Quran itu ialah

(wahyu dari Kami) yang disampaikan oleh Rasul yang mulia.

Dan bukanlah Al-Quran itu perkataan seorang penyair (sebagaimana yang kamu dakwakan.

Tetapi sayang!) amatlah sedikit kamu beriman.

Dan juga bukanlah Al-Quran itu perkataan seorang pawang, bomoh, dukun

(sebagaimana yang kamu katakan.

Tetapi sayang!) amatlah sedikit kamu mengambil peringatan.

(Al-Quran itu) diturunkan dari Allah sekalian alam.

Dan kalaulah (Muhammad yang menyampaikan Al-Quran itu)

mengatakan atas nama Kami secara dusta -

sebarang kata-kata rekaan, -

Sudah tentu Kami akan menyentapnya,

dengan kekuasaan Kami, -

Kemudian sudah tentu Kami akan memutuskan tali jantungnya

(supaya dia mati dengan serta-merta);




https://youtu.be/np3ERdlCgGQ

Anonymous said...

Dan apabila binatang-binatang liar dihimpunkan;

Dan apabila lautan meluap-luap bercampur-baur;

Dan apabila tiap-tiap diri disatukan dengan pasangannya;

Dan apabila anak perempuan yang ditanam hidup-hidup: ditanya, -

Dengan dosa apakah dia kau nak bunuh?

Dan apabila surat-surat amal dibentangkan;

Dan apabila langit ditanggalkan dari tempatnya;

Dan apabila neraka dinyalakan menjulang;

Dan apabila Syurga didekatkan;

(Setelah semuanya itu berlaku),

tiap-tiap orang akan mengetahui tentang amal yang telah dibawanya.

Oleh itu,

Aku bersumpah dengan bintang-bintang yang tenggelam timbul;

Yang beredar, juga yang tetap pada tempatnya;

Dan malam, apabila ia hampir habis,

Dan siang, apabila ia mulai terang;

Sebenarnya Al-Quran itu,

sungguh-sungguh Kalamullah (yang disampaikan oleh Jibril) Utusan yang mulia,

Yang kuat gagah, lagi berkedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai Arasy,

Yang ditaati di sana (dalam kalangan malaikat), lagi dipercayai.

Dan sebenarnya sahabat kamu itu (wahai kumpulan yang menentang Islam),

bukanlah ia seorang gila (seperti yang kamu tuduh);

Dan (Muhammad yakin bahawa yang disampaikan kepadanya ialah wahyu dari Allah,

kerana) demi sesungguhnya!

Muhammad telah mengenal dan melihat Jibril di kaki langit yang nyata.

Dan bukanlah Muhammad seorang yang boleh dituduh dan disangka buruk,

terhadap penyampaiannya mengenai perkara-perkara yang ghaib.

Dan sebenarnya Al-Quran itu bukanlah

perkataan sihir dukun, bomoh, pawang Syaitan yang kena rejam.

(Dengan yang demikian) maka ke manakah kamu hendak pergi

(kiranya kamu masih menyeleweng dari jalan Al-Quran)?

Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh penduduk alam:

Iaitu bagi sesiapa dari kamu yang mahu tetap teguh di atas jalan (Islam) yang betul.

Dan kamu tidak dapat menentukan kemahuan kamu (mengenai sesuatupun),

kecuali dengan cara yang diatur oleh Allah,

Allah yang memelihara

dan mentadbirkan seluruh alam.

Anonymous said...

Katakan kepada jemaah kaum Yahudi itu:

"Kalau syurga negeri akhirat itu telah menjadi

hak istimewa untuk kamu pada sisi hukum Allah,

tidak boleh dicampuri oleh orang-orang lain (seperti yang kamu dakwakan itu),

maka cita-citakanlah mati

(supaya kamu dimatikan sekarang juga),

jika betul kamu orang-orang yang benar".

Dan sudah tentu mereka tidak akan mencita-citakan mati itu selama-lamanya,

dengan sebab dosa-dosa yang telah mereka lakukan;

dan Allah sentiasa mengetahui akan orang-orang yang zalim itu.

Demi sesungguhnya engkau akan dapati mereka itu setamak-tamak manusia

kepada hidup (yang lanjut masanya),

dan (lobanya mereka kepada hidup itu) melebihi loba orang-orang kapir musyrik.

Tiap-tiap seorang dari mereka suka kiranya dia boleh hidup beribu tahun,

padahal umur panjang yang demikian,

tidak akan dapat melepaskannya dari azab (yang disediakan oleh Allah).

Dan (ingatlah), Allah sentiasa melihat akan apa yang mereka lakukan.



Katakan pada ketua jemaah yahudi itu:

"Sesiapa memusuhi Jibril

maka sebabnya ialah kerana Jibril itu menurunkan Al-Quran

ke dalam hatimu dengan izin Allah,

yang mengesahkan kebenaran Kitab-kitab yang ada di hadapannya (yang diturunkan sebelumnya),

serta menjadi petunjuk dan memberi khabar gembira kepada orang-orang yang beriman".



Sesiapa memusuhi Allah

(dengan mengingkari segala petunjuk dan perintahNya)

dan memusuhi Malaikat-malaikatNya

dan Rasul-rasulNya,

khasnya malaikat Jibril penyampai wahyu Alquran

dan Mikail yang menyampaikan rezeki tanpa kedekut

(maka ia akan diseksa oleh Allah)

kerana sesungguhnya Allah Taala adalah musuh bagi orang-orang kapir.



Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu

(wahai Muhammad) ayat-ayat keterangan yang jelas nyata (Al-Quran),

dan tidak ada yang akan mengingkarinya

melainkan orang-orang yang pasik.

Anonymous said...

Katakanlah: "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari kemurkaan Allah

jika Ia mahu menimpakan bala bencana kepada kamu,

atau (siapakah yang dapat menahan kemurahan Allah) jika Ia hendak memberikan rahmat kepada kamu? "

Dan (ingatkanlah) mereka (yang munafik) itu:

bahawa mereka tidak akan beroleh sesiapapun - yang lain dari Allah -

yang akan menjadi pelindung atau penolong mereka.

Sesungguhnya Allah mengetahui akan orang-orang (munafik)

yang menghalangi di antara kamu,

dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya:

"Marilah bersatu dengan kami", s

edang mereka tidak turut berperang melainkan sebentar sahaja.

Mereka bersikap bakhil kedekut terhadap kamu (wahai orang-orang mukmin untuk memberikan sebarang pertolongan);

dalam pada itu apabila datang (ancaman musuh yang menimbulkan) ketakutan,

engkau melihat mereka memandang kepadamu meminta pertolonganmu)

dengan keadaan mata mereka berputar seperti orang yang pengsan semasa hampir mati.

Kemudian apabila hilang perasaan takut itu,

mereka mencela, cerca, kutuk, maki kamu dengan lidah yang tajam,

sambil mereka tamakan kebaikan (yang diberikan Allah kepada kamu).

Mereka itu tidak beriman,

lalu Allah gugurkan amal-amal mereka.

Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah melaksanakannya.

Mereka menyangka bahawa tentera "Al-Ahzaab" itu belum pergi;

dan kalaulah tentera Al-Ahzaab datang semula,

tentulah mereka suka kalau mereka tinggal jauh di desa-desa dan di rimba

bersama-sama orang-orang asli

sambil bertanyakan berita mengenai kamu;

dan kalaulah mereka ada bersama-sama kamu (pada ketika itu),

mereka tidak akan turut berperang melainkan sebentar sahaja.


Demi sesungguhnya, adalah bagi kamu pada diri Rasulullah itu contoh ikutan yang baik, iaitu bagi orang yang sentiasa mengharapkan (keredaan) Allah dan (balasan baik) hari akhirat, serta ia pula menyebut dan mengingati Allah banyak-banyak (dalam masa susah dan senang)



Dan pada masa orang-orang yang beriman melihat tentera Al-Ahzaab,

berkatalah mereka:" Inilah yang telah dijanjikan Allah dan RasulNya kepada kami

dan benarlah (apa yang telah dijanjikan) Allah dan RasulNya".

Dan (angkatan tentera musuh yang mereka lihat) itu

tidak memberi sebarang kesan kepada mereka

selain daripada menambahkan iman

dan penyerahan diri mereka bulat-bulat kepada Allah.

Anonymous said...

Sesungguhnya Kami telah membuka bagi perjuanganmu (wahai Muhammad)

satu jalan kemenangan yang jelas nyata,

Kemenangan yang dengan sebabnya Allah mengampunkan salah dan silapmu yang telah lalu

dan yang terkemudian, dan menyempurnakan nikmatNya kepadamu,

serta menambahkanmu hidayah ke jalan yang lurus

(dalam mengembangkan Islam dan melaksanakan hukum-hukum Al Quran.

Dan dengan sebabnya Allah memberikanmu pertolongan (untuk mencapai kejayaan)

dengan sepunuh-penuh dan sehandal-handal pertolongan (yang tidak ada bandingannya).

(Allah yang membuka jalan kemenangan itu)

Dia lah yang menurunkan semangat tenang tenteram ke dalam hati orang-orang yang beriman

(semasa mereka meradang terhadap angkara musuh) supaya mereka bertambah iman

dan yakin beserta dengan iman dan keyakinan mereka yang sedia ada;

pada hal Allah menguasai tentera langit dan bumi (untuk menolong mereka);

dan Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.

(Allah melakukan yang demikian) supaya ia memasukkan orang-orang yang beriman -

lelaki dan perempuan - ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai;

dengan keadaan kekal mereka di dalamnya,

serta menghapuskan dosa-dosa mereka;

dan adalah yang demikian itu pada sisi Allah

merupakan kejayaan yang besar (untuk mereka);

Dan supaya Ia menyeksa orang-orang munafik - lelaki dan perempuan,

dan orang-orang musyrik - lelaki dan perempuan,

yang menyangka terhadap Allah dengan sangkaan yang buruk

(bahawa Ia akan mengecewakan RasulNya).

Atas merekalah tertimpanya bala bencana yang dibawa oleh peredaran cuaca dan zaman;

dan (selain itu) Allah murkai mereka

dan melaknatkan mereka serta

menyediakan untuk mereka neraka Jahannam;

sedang neraka Jahannam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.

Dan Allah menguasai tentera langit dan bumi

(untuk menyeksa orang-orang yang derhaka);

dan Allah adalah Maha Kuasa,

lagi Maha Bijaksana.

Sesungguhnya Kami telah mengutusmu sebagai Rasul yang menjadi saksi

(yang diterima keterangannya),

dan sebagai pembawa berita gembira (kepada orang-orang yang beriman),

serta pemberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar).

Anonymous said...

Dan jika engkau mengetahui adanya perbuatan khianat

dari satu kaum (yang mengikat perjanjian setia denganmu)

maka campakkanlah (perjanjian itu) kepada mereka

dengan cara terus terang dan adil.

Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang khianat.

Dan janganlah orang-orang yang kapir itu menyangka

(bahawa) mereka telah terlepas (dari kekuasaan dan balasan Kami);

sesungguhnya mereka tidak akan dapat melemahkan (kekuasaan Kami).

Dan sediakanlah untuk menentang mereka (musuh yang menceroboh)

segala jenis kekuatan yang dapat kamu sediakan

dan dari pasukan-pasukan berkuda yang lengkap sedia,

untuk menggerunkan dengan persediaan itu musuh Allah dan musuh kamu

serta musuh-musuh yang lain dari mereka yang kamu tidak mengetahuinya;

sedang Allah mengetahuinya.

Dan apa sahaja yang kamu belanjakan pada jalan Allah

akan disempurnakan balasannya kepada kamu,

dan kamu tidak akan dianiaya.



Anonymous said...

Demi Kuda Perang yang tangkas berlari dengan kedengaran kencang nafasnya,

Serta mencetuskan api dari telapak kakinya,

Dan meluru menyerbu musuh pada waktu subuh,

Sehingga menghamburkan debu pada waktu itu,

Lalu menggempur ketika itu di tengah-tengah kumpulan musuh;

Sesungguhnya manusia sangat tidak bersyukur akan nikmat Allah Taala.

Dan sesungguhnya ia (dengan bawaannya) menerangkan dengan jelas keadaan yang demikian;

Dan sesungguhnya dia melampau sangat sayangkan harta (secara tamak haloba).

(Patutkah ia bersikap demikian?)

Tidakkah ia mengetahui (bagaimana keadaan) ketika dibongkarkan segala yang ada dalam kubur?

Dan dikumpul serta didedahkan segala yang terpendam dalam dada?

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dengan mendalam

tentang (balasan yang diberikanNya kepada) mereka - pada hari itu.



https://youtu.be/zsvXpOT3MvA

Anonymous said...

Turunnya Al-Quran ini, dari Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

Sesungguhnya pada langit dan bumi terdapat tanda-tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

Dan pada kejadian diri kamu sendiri,

serta (pada kejadian) segala binatang yang dibiakkanNya,

terdapat juga tanda-tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang meyakininya.

Dan (pada) pertukaran malam dan siang silih berganti,

dan juga (pada) rezeki yang diturunkan oleh Allah dari langit,

lalu Ia hidupkan dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah matinya,

serta (pada) peredaran angin, (semuanya itu mengandungi) tanda-tanda (yang membuktikan

keesaan Allah,

kekuasaanNya,

kebijaksanaanNya,

serta keluasan rahmatNya)

bagi kaum yang mahu menggunakan akal fikiran.

Itulah ayat-ayat penerangan Allah yang kami bacakan kepadamu (wahai Muhammad)

kerana menegakkan kebenaran; maka dengan perkataan yang manakah lagi mereka hendak beriman,

sesudah penerangan Allah dan tanda-tanda kekuasaanNya

(mereka tidak mahu memahami dan menelitinya)?

Kecelakaanlah bagi tiap-tiap pendusta yang berdosa, -

Yang mendengar ayat-ayat penerangan Allah sentiasa dibacakan kepadanya,

kemudian dia terus berlagak sombong (enggan menerimanya),

seolah-olah dia tidak mendengarnya;

oleh itu gembirakanlah dia dengan azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

Dan apabila sampai ke pengetahuannya sesuatu dari ayat-ayat penerangan Kami,

dia menjadikannya ejek-ejekan;

mereka yang demikian keadaannya, akan beroleh azab yang menghina.

Di hadapan mereka ada neraka Jahannam (yang disediakan untuk mereka),

dan apa jua yang mereka usahakan,

tidak dapat menyelematkan mereka sedikit pun;

demikian juga tuhan yang mereka sembah atau puja selain Allah,

tidak dapat memberikan sebarang perlindungan;

dan (kesudahannya) mereka akan beroleh azab seksa yang besar.

Anonymous said...

Al-Quran ini menjadi panduan-panduan yang membuka matahati manusia,

dan menjadi hidayah petunjuk serta membawa rahmat bagi kaum yang meyakini (kebenarannya).

Patutkah orang-orang yang melakukan kejahatan menyangka

bahawa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan beramal soleh?

dengan menyamakan keadaan (mereka semua) semasa mereka hidup dan semasa mereka mati?

Buruk sungguh apa yang mereka hukumkan itu.

Dan (ingatlah), Allah menciptakan langit dan bumi dengan cara yang sungguh layak dan berhikmat

(untuk membuktikan keesaanNya dan keadilanNya),

dan supaya tiap-tiap diri diberi balasan dengan apa yang mereka telah kerjakan

(baik atau jahat), sedang mereka tidak dikurangkan balasannya sedikitpun.

Dengan yang demikian,

bagaimana fikiranmu (wahai Muhammad) terhadap orang yang menjadikan hawa nafsunya:

tuhan yang dipatuhinya,

dan ia pula disesatkan oleh Allah kerana diketahuiNya

bahawa ia tetap kufur ingkar),

dan dimeteraikan pula atas pendengarannya dan hatinya,

serta diadakan lapisan penutup atas penglihatannya?

Maka siapakah lagi yang dapat memberi hidayah petunjuk kepadanya

sesudah Allah (menjadikan dia berkeadaan demikian)?

Oleh itu, mengapa kamu (wahai orang-orang yang ingkar)

tidak ingat dan insaf?

Dan mereka berkata:

"Tiadalah hidup yang lain selain daripada hidup kita di dunia ini.

Kita mati dan kita hidup (silih berganti);

dan tiadalah yang membinasakan kita melainkan edaran zaman".

Pada hal mereka tidak mempunyai sebarang pengetahuan tentang hal itu;

mereka hanyalah menurut sangkaan semata-mata.

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat keterangan Kami yang jelas nyata

(mengenai soal hidup semula sesudah mati),

tidaklah ada hujah mereka (untuk menolak kebenarannya) selain daripada berkata:

"Bawakkanlah datuk nenek kami (hidup semula) kalau betul kamu orang-orang yang benar!"

Katakanlah (wahai Muhammad):

"Allah yang menghidupkan kamu,

kemudian Ia akan mematikan kamu,

setelah itu Ia akan menghimpunkan kamu (dalam keadaan hidup semula) pada hari kiamat -

(hari) yang tidak ada sebarang syak tentang kedatangannya;

akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (ketetapan itu)".

Dan bagi Allah jualah Kuasa Pemerintahan Langit dan Bumi;

dan ketika berlakunya hari kiamat,

pada saat itulah ruginya orang-orang yang

berpegang kepada perkara yang salah.

Anonymous said...

Bagi orang-orang yang menyahut seruan Allah sahajalah balasan yang sebaik-baiknya;

dan orang-orang yang ingkar yang tidak menyahut seruanNya,

kalaulah mereka mempunyai segala apa jua yang ada di bumi

disertai dengan sebanyak itu lagi, tentulah mereka rela menebus diri dengannya.

mereka itu disediakan baginya hitungan hisab yang seburuk-buruknya,

serta tempat kembali mereka ialah neraka jahanam; dan amatlah buruknya tempat tinggal itu.

Maka adakah orang yang mengetahui bahawa Al-Quran yang diturunkan kepadamu dari Allah itu

(wahai Muhammad) perkara yang benar, sama dengan orang yang buta matahatinya?

Sesungguhnya orang-orang yang mahu memikirkan hal itu hanyalah

orang-orang yang berakal sempurna.

Orang-orang yang menyempurnakan perjanjian Allah

dan tidak merombak (mencabuli) perjanjian yang telah diperteguhkan itu; -

Dan orang-orang yang menghubungkan perkara-perkara yang disuruh oleh Allah supaya dihubungkan,

dan yang menaruh bimbang akan kemurkaan Allah,

serta takut kepada kesukaran yang akan dihadapi

semasa soaljawab dan hitungan amal (pada hari kiamat); -

Dan orang-orang yang sabar kerana mengharapkan keredaan Allah semata-mata,

dan mendirikan sembahyang,

serta mendermakan dari apa yang Kami kurniakan kepada mereka,

secara bersembunyi atau secara terbuka;

dan mereka pula menolak kejahatan dengan cara yang baik;

mereka itu semuanya adalah disediakan baginya balasan yang sebaik-baiknya pada hari akhirat; -

Iaitu Syurga yang kekal yang mereka akan memasukinya

bersama-sama orang-orang yang mengerjakan amal soleh dari ibu bapa mereka

dan isteri-isteri mereka serta anak-anak mereka;

sedang malaikat-malaikat pula akan masuk kepada mereka dari tiap-tiap pintu; -

(Memberi hormat dengan berkata):

"Selamat sejahteralah kamu berpanjangan, disebabkan kesabaran kamu.

Maka amatlah baiknya balasan amal kamu di dunia dahulu.

Dan (sebaliknya) orang-orang yang merombak (mencabuli) perjanjian Allah

sesudah diperteguhkannya dan

memutuskan perkara-perkara yang disuruh oleh Allah supaya dihubungkan,

serta mereka pula membuat kerosakan dan bencana di muka bumi, -

mereka itu beroleh laknat,

dan mereka pula beroleh balasan hari akhirat yang seburuk-buruknya.

Anonymous said...

Dan sesungguhnya Kami telah menerangkan jalan-jalan menetapkan iktiqad dan tauhid

dengan berbagai cara di dalam Al-Quran ini

supaya mereka beringat (memahami dan mematuhi kebenaran);

dalam pada itu,

penerangan yang berbagai cara itu tidak menjadikan mereka melainkan bertambah liar.

Katakanlah (wahai Muhammad):

"Kalaulah ada tuhan-tuhan yang lain bersama-sama Allah,

sebagaimana yang mereka katakan itu,

tentulah tuhan-tuhan itu akan mencari jalan kepada Allah yang mempunyai Arasy

(dan kekuasaan yang mutlak).

Maha Sucilah Allah dan tertinggilah Ia setinggi-tingginya,

jauh dari apa yang mereka katakan itu.

Langit yang tujuh dan bumi serta sekalian makhluk yang ada padanya,

sentiasa mengucap tasbih bagi Allah;

dan tiada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memujiNya;

akan tetapi kamu tidak faham akan tasbih mereka.

Sesungguhnya Ia adalah Maha Penyabar, lagi Maha Pengampun.

Dan apabila engkau membaca Al-Quran (wahai Muhammad),

Kami jadikan perasaan ingkar dan hasad dengki

orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat itu sebagai dinding

yang tidak dapat dilihat, yang menyekat mereka daripada memahami bacaanmu.

Dan Kami jadikan (perasaan dengki itu sebagai) tutupan yang berlapis-lapis atas hati mereka,

juga sebagai penyumbat pada telinga mereka,

yang menghalang mereka dari memahami dan mendengar kebenaran Al- Quran;

dan sebab itulah apabila engkau menyebut nama Allah sahaja di dalam Al-Quran,

mereka berpaling undur melarikan diri.

Kami lebih mengetahui akan tujuan mereka mendengar Al-Quran

semasa mereka mendengar bacaanmu (wahai Muhammad),

dan semasa mereka berbisik-bisik iaitu ketika orang-orang yang zalim itu berkata (sesama sendiri):

"Kamu tidak menurut melainkan seorang yang kena sihir".

Lihatlah (wahai Muhammad) bagaimana mereka menyifatkan engkau dengan yang bukan-bukan,

maka dengan sebab itu mereka sesat,

sehingga mereka tidak dapat mencari jalan kebenaran.

Anonymous said...

Dan berkatalah Firaun (kepada orang-orangnya):

"Biarkanlah aku membunuh Musa,

dan biarlah dia memohon kepada Tuhannya (meminta pertolongan)!

Sesungguhnya aku bimbang dia akan menukar sunnah agama kamu,

atau ia menimbulkan kerosakan di muka bumi

Dan Nabi Musa brkata:

"Sesungguhnya aku berlindung kepada Allah dari (angkara)

tiap-tiap orang yang sombong takbur, yang tidak beriman kepada hari hitungan amal!"

Dan (pada saat itu) berkatalah pula seorang lelaki yang beriman dari orang-orang Firaun yang menyembunyikan imannya:

"Patutkah kamu membunuh seorang lelaki kerana ia menegaskan:

`Allah Maha Esa? ' -

sedang ia telah datang kepada kamu membawa keterangan-keterangan dari Allah?

Kalau ia seorang yang berdusta maka dia lah yang akan menanggung dosa dustanya itu,

dan kalau ia seorang yang benar nescaya kamu akan ditimpa oleh sebahagian

dari (azab) yang dijanjikannya kepada kamu.

Sesungguhnya Allah tidak memberi hidayah petunjuk kepada orang yang melampaui batas, lagi pendusta.

"Wahai kaumku! Pada hari ini kepunyaan kamulah kuasa memerintah dengan bermaharajalela

di muka bumi tetapi kiranya keadaan bertukar)

maka siapakah yang akan membela kita dari azab Allah kalau azab itu datang menimpa kita?"

Firaun berkata: "

Aku tidak mengesyorkan kepada kamu melainkan dengan apa yang aku pandang (elok dijalankan),

dan aku tidak menunjukkan kepada kamu melainkan jalan yang benar".

Dan berkatalah pula orang yang beriman itu:

"Wahai kaumku! Sesungguhnya aku bimbang kamu akan ditimpa (kebinasaan)

sebagaimana yang telah menimpa kaum-kaum yang bergabung (menentang Rasul-rasulnya)!

"(Iaitu) seperti keadaan kaum Nabi Nuh, dan Aad (kaum Nabi Hud),

dan Thamud (kaum Nabi Soleh),

serta orang-orang yang datang kemudian daripada mereka (seperti kaum Nabi Lut).

Dan (ingatlah) Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman kepada hamba-hambaNya.

"Dan, wahai kaumku!

Sesungguhnya aku bimbang kamu akan ditimpa azab seksa hari (kiamat)

yang padanya masing-masing menjerit-jerit memanggil (memohon pertolongan),

"(Iaitu) hari kamu berpaling undur melarikan diri;

padahal semasa itu tidak ada sesiapapun yang dapat menyelamatkan kamu dari azab Allah.

Dan (ingatlah) sesiapa yang disesatkan Allah (disebabkan pilihannya yang salah),

maka tiada sesiapapun yang dapat memberi hidayah petunjuk kepadanya.

Anonymous said...

"(Iaitu) orang-orang yang membantah mengenai maksud ayat-ayat Allah

dengan tidak ada sebarang bukti yang sampai kepada mereka (dari pihak yang diakui benarnya).

(Bantahan yang demikian) besar kebenciannya dan kemurkaannya

di sisi hukum Allah dan di sisi bawaan orang-orang yang beriman.

Demikianlah Allah meteraikan atas hati tiap-tiap orang yang sombong takbur,

lagi bermaharajalela pencerobohannya!"

Dan Firaun pula berkata:

"Hai Haman! Binalah untukku sebuah bangunan yang tinggi,

semoga aku sampai ke jalan-jalan (yang aku hendak menujunya)

"(Iaitu) ke pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa;

dan sesungguhnya aku percaya Musa itu seorang pendusta!"

Demikianlah diperhiaskan (oleh Syaitan) kepada Firaun akan perbuatannya yang buruk itu untuk dipandang baik,

serta ia dihalangi dari jalan yang benar;

dan tipu daya Firaun itu tidak membawanya melainkan ke dalam kerugian dan kebinasaan.

Dan berkatalah pula orang beriman itu:

"Wahai kaumku! Turutlah (nasihatku), aku akan menunjukkan kepada kamu jalan yang benar.

"Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (untuk sementara waktu sahaja), dan sesungguhnya hari akhirat itulah sahaja negeri yang kekal.

"Sesiapa yang mengerjakan sesuatu perbuatan jahat maka ia tidak dibalas melainkan dengan kejahatan yang sebanding dengannya;

dan sesiapa yang mengerjakan amal soleh - dari lelaki atau perempuan - sedang ia beriman,

maka mereka itu akan masuk Syurga; mereka beroleh rezeki di dalam Syurga itu dengan tidak dihitung.

"Dan wahai kaumku! Apa halnya aku dengan kamu?

Aku mengajak kamu kepada keselamatan,

dan kamu pula mengajak aku ke neraka?

"Kamu mengajakku supaya aku khufur

(tidak percayakan keesaan) Allah dan mempersekutukanNya dengan apa yang aku tidak mempunyai pengetahuan mengenainya,

padahal aku mengajak kamu beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Pengampun?

"Tidak syak lagi, bahawa makhluk-makhluk yang kamu ajak aku menyembahnya itu

tidak dapat menyahut sebarang seruan (atau memberikan sebarang pertolongan)

sama ada di dunia atau di akhirat;

dan sesungguhnya tempat kembali kita semua ialah kepada Allah,

dan sebenarnya orang-orang yang melampau kejahatannya itu, merekalah ahli neraka.

"(Kiranya kamu tetap berdegil sekarang) maka kamu sudah tentu akan mengetahui kebenaran apa yang aku katakan kepada kamu;

dan aku sentiasa menyerahkan urusanku bulat-bulat kepada Allah (untuk memeliharaku);

sesungguhnya Allah Maha Melihat akan keadaan hamba-hambaNya".

(Dengan keikhlasannya dan penyerahan dirinya kepada Allah)

maka ia diselamatkan oleh Allah dari angkara tipu daya mereka;

dan Firaun bersama-sama kaumnya ditimpa azab seksa yang seburuk-buruknya,

Mereka didedahkan kepada bahang api neraka

pada waktu pagi dan petang;

dan pada hari berlakunya kiamat (diperintahkan kepada malaikat):

"Masukkanlah Firaun

dan pengikut-pengikutnya

ke dalam azab seksa api neraka yang seberat-beratnya!"

Anonymous said...

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran,

dan Kamilah yang Memelihara dan Menjaganya.

Dan demi sesungguhnya! Kami telah utuskan Rasul-rasul sebelummu (wahai Muhammad),

dalam kalangan kaum-kaum yang telah lalu.

Dan tiadalah seseorang Rasul pun yang datang kepada mereka,

melainkan mereka mempersenda dan mengejek-ejeknya.

(Sebagaimana hati kaum-kaum yang telah lalu dimasuki perasaan mempersendakan Rasul-rasul)

demikianlah pula Kami masukkan perasaan yang seperti itu

ke dalam hati orang-orang yang berdosa (yang menentangmu).

Mereka tidak percaya kepada Al-Quran yang engkau bawa,

padahal telahpun berlaku undang-undang membinasakan orang-orang yang telah lalu (yang mendustakan Rasul-rasulnya).

Dan kalau Kami bukakan kepada mereka mana-mana pintu langit,

kemudian mereka dapat naik melalui pintu itu (pada siang hari yang membolehkan mereka menyaksikan segala kenyataan yang ada):

Tentulah mereka akan (mengingkari kenyataan yang benar itu dengan) berkata:

"Hanya mata kami telah disilapkan penglihatannya bahkan kami adalah kaum yang telah disihirkan (oleh Muhammad)".

Dan demi sesungguhnya! Kami telah menjadikan di langit:

bintang-bintang (yang berbagai bentuk dan keadaan)

serta kami hiasi langit itu bagi orang-orang yang melihatnya.

Dan Kami pelihara (urusan) langit itu dari (masuk campur) tiap-tiap Syaitan yang kena rejam.

Kecuali Syaitan yang curi mendengar percakapan (malaikat di langit),

maka ia diburu dan diikuti (dengan rejaman) api yang menyala, yang nyata kelihatan.

Dan bumi ini Kami bentangkan, dan Kami letakkan padanya gunung-ganang yang kukuh terdiri,

serta Kami tumbuhkan padanya tiap-tiap sesuatu yang tertentu timbangannya.

Dan Kami jadikan untuk kamu pada bumi ini segala keperluan hidup,

juga Kami jadikan makhluk-makhluk yang kamu

bukanlah orang yang sebenar menyediakan rezeki mereka.

Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami sahaja perbendaharaannya

dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan menurut kadar dan masa yang tertentu.

Dan Kami hantarkan angin sebagai pembawa air dan pemindah benih;

maka dengan itu Kami menurunkan air (hujan) dari langit,

kemudian Kami berikan kamu meminumnya;

dan bukanlah kamu yang (berkuasa menurunkannya atau) menyimpannya.

Dan sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan dan yang mematikan,

dan Kamilah Yang Kekal Memiliki Segala-galanya.

Anonymous said...

Dan orang-orang yang berhujah menyangkal dan membantah tentang kebenaran agama Allah

sesudah disambut dan diterima agamaNya itu -

bantahan (dan tuduhan palsu) mereka itu sia-sia belaka di sisi Allah.

Dan mereka pula ditimpa kemurkaan (dari Allah)

serta mereka beroleh azab seksa yang seberat-beratnya.

Allah yang menurunkan Kitab Suci dengan membawa kebenaran,

dan menurunkan keterangan yang menjadi neraca keadilan.

Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui?

Boleh jadi hari kiamat itu sudah hampir (masa datangnya).



Apabila langit terbelah,

Serta mematuhi perintah Allah Taala,

dan sudah semestinya ia patuh;

Dan apabila bumi diratakan,

Serta mengeluarkan apa yang di dalamnya, dan menjadi kosong,

Serta mematuhi perintah Allah,

dan sudah semestinya ia patuh; -

(Maka pada saat itu tiap-tiap seorang akan mengetahui apa yang telah dilakukannya).



Apabila bumi digegarkan dengan gegaran yang sedahsyat-dahsyatnya,

Serta bumi itu mengeluarkan segala rahsia dan isinya,

Dan berkatalah manusia (dengan perasaan gerun);

"Apa yang sudah terjadi kepada bumi?"

Pada hari itu bumi pun menceritakan khabar beritanya:

Bahawa Tuhanmu telah memerintahnya (berlaku demikian).

Pada hari itu manusia akan keluar berselerak (dari kubur masing-masing) -

untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) amal-amal mereka.

Maka sesiapa berbuat kebajikan seberat zarah,

nescaya akan dilihatnya (dalam surat amalnya)!

Dan sesiapa berbuat kejahatan seberat zarah,

nescaya akan dilihatnya (dalam surat amalnya)!

Anonymous said...

Allah Taala bersumpah dengan Hari Kiamat

Dan Aku bersumpah dengan sifat "Nafsul Lawwaamah"

(Bahawa kamu akan dibangkitkan sesudah mati)!

Patutkah manusia (yang kafir) menyangka bahawa Kami

tidak akan dapat mengumpulkan tulang-tulangnya

(dan menghidupkannya semula) menjadi kera, babi, rimau, ayam?

Bukan sebagaimana yang disangka itu,

bahkan Kami berkuasa menyusun (dengan sempurnanya segala tulang) jarinya,

(dan tulang tulang yang lebih halus dari yang lain).

(Kebenaran itu bukan tidak ada buktinya),

bahkan manusia (yang ingkar) sentiasa suka hendak meneruskan perbuatan kufur

dan maksiat (di sepanjang hayatnya,

sehingga dia tidak mengakui adanya hari kiamat).

Dia bertanya (secara mengejek):

"Bilakah datangnya hari kiamat itu?"

Maka (jawabnya:

Hari Kiamat Akan Datang

apabila pemandangan menjadi terpendar-pendar (kerana gerun takut),

Dan bulan hilang cahayanya menjadi gerhana

Dan matahari serta bulan dihimpunkan bersama,

(Maka) pada hari itu,

berkatalah manusia (yang ingkarkan hari kiamat):

"Ke manakah hendak melarikan diri?"

Tak usahlah bertanya demikian!

Tidak ada lagi tempat perlindungan!

Pada hari itu, kepada Allah sahaja terserahnya ketetapan segala perkara.

Pada hari itu, manusia diberitahu akan apa yang dia telah lakukan,

dan apa yang dia telah tinggalkan.

Bahkan manusia itu,

(anggotanya) menjadi saksi terhadap dirinya sendiri,

Walaupun ia memberikan alasan-alasannya

(untuk membela diri).

Anonymous said...

Alif, Laam, Raa'.

Ini ialah ayat-ayat Kitab Al-Quran yang menyatakan kebenaran.

Sesungguhnya Kami menurunkan kitab itu sebagai Quran yang dibaca dengan bahasa Arab,

supaya kamu (menggunakan akal untuk) memahaminya.

Kami ceritakan kepadamu (wahai Muhammad) seindah-indah kisah dengan jalan Kami

wahyukan kepada mu Al-Quran ini,

padahal sebenarnya engkau sebelum datangnya wahyu itu,

adalah dari orang-orang yang tidak pernah menyedari akan halnya.

«Oldest ‹Older   1 – 200 of 867   Newer› Newest»